LOVE ADVENTURE

LOVE ADVENTURE
°•56•°


__ADS_3

Fabilio, Eveleen, dan Luiz duduk diruang keluarga bersama dengan suasana yang serus sedangkan Chao di kamarnya sedang sibuk dengan kegiatannya. "jelaskan apa yang tidak aku ketahui, kenapa Fabilio tinggal di rumahmu" ucap Luiz tidak suka. "aku hanya membawa Fabilio karna tidak ada yang menjaganya dirumahnya, aku juga berutang budi pada nya karna sudah menyelamatkan kan ku" jelas Eveleen. "tapi tidak satu rumah juga Eveleen" ucap Luiz. "aku juga ingin mengatakan bahwa...." Eveleen tidak menyambung perkatannya. "sekarang Eveleen adalah kekasih ku" ucap Fabilio membuat Luiz terdiam menatap Eveleen. "ke-kekasih?" mulutnya yang susah mengucapkannya. "kamu jangan khawatir tentang Eveleen lagi aku akan mengurus semuanya" ucap Fabilio membuat Luiz geram keberatan. "hah, tetap saja apa pun tetang Eveleen aku pasti selalu khawatir" ucap Luiz berusaha baik-baik saja dengan duduk dengan santai.


"apa yang kamu khawatirkan tentang ku, aku akan baik-baik saja" ucap Eveleen. "tentu kamu akan baik-baik saja" ucap Luiz dengan senyuman. "jangan terlalu serius" ucap Eveleen. "Eveleen bisa biarkan aku bicara sesama pria? ada sesuatu yang ingin ku bahas" ucap Luiz matap Fabilio. "baiklah, jangan terlalu serius" ucap Eveleen pergi ke kamar Chao dengan santai. "kamu sudah membawa Eveleen dalam masalah hidupmu" ucap Luiz. "aku tidak akan membiarkan Eveleen menerima imbasnya" ucap Fabilio. "apa kamu pikir itu sangat mudah? masalah juga semakin rumit saat Eveleen bertemu pertama kali bertemu dengan mu" ucap Luiz dengan sorot mata yang tajam. "apa maksudmu?" ucap Fabilio. "aku tidak akan katakan, intinya kamu hanya membawa masalah untuk hidup Eveleen" ucap Luiz. "apa kamu menyukai Eveleen?" tanya Fabilio.


"aku lebih dari menyukainya" ucap Luiz dengan jelas membuat Fabilio kesal. "simpan perasaan mu itu, sekarang Eveleen adalah kekasih ku" ucap Fabilio. "kita lihat saja sampai kapan kalian akan bertahan" ucap Luiz menantang. "itu tidak akan pernah terjadi" ucap Fabilio. "aku tidak bisa memberikan Eveleen begitu saja pada mu, Eveleen akan terus berbahaya, dan aku tau apa yang tidak kamu ketahui" ucap Luiz dengan wajah yang serius. "aku akan menikahi Eveleen" ucap Fabilio membuat Luiz terdiam. "jangan terlalu keras pada Eveleen, aku benar-benar mencintainya" ucap Fabilio. "jangan melukainya dan membuatnya menangis, kalau tidak aku akan membunuh mu" pesan Luiz. "aku berjanji" ucap Fabilio dengan serius.

__ADS_1


Melihat kesungguhan dari Fabilio, Luiz berfikir dengan keras dan memutuskan untuk mengatakan sesuatu yang lebih serius. "dengarkan aku baik-baik, Chao chao adalah anak mu" ucap Luiz membuat Fabilio bingung. "wanita yang pernah kamu tiduri adalah Eveleen, sekarang tergantung Eveleen ingin menerima mu atau tidak" Fabilio membulatkan mata. "selesaikan urusan kalian sebelum menikah dan jangan paksa dia" ucap Luiz meninggalkan Fabilio yang masih terdiam.


Luiz jalan ke arah kamar Chao dan membuka pintunya, "Eveleen aku pergi dulu, jika bajingan ini melakukan hal buruk hubungi aku segera" ucap Luiz di depan pintu Chao. "cepat sekali kamu pergi" ucap Eveleen yang duduk di sebelah Chao. "aku ada pekerjaan lanjutan, sampai jumpa" ucap Luiz pamit. "hati-hati" ucap Eveleen keluar dari kamar Chao bersama Chao. "apa yang kalian bicarakan hingga Luiz pergi begitu saja" ucap Eveleen duduk di samping Fabilio yang masih merenung.


"Fabilio!" ucap Eveleen membuat Fabilio sadar. "apa? kapan kamu disini?" tanya Fabilio sadar. "apa yang kamu pikirkan? apa Luiz mengatakan sesuatu pada mu?" tanya Eveleen curiga. "tidak, hanya saja dia mengancam ku dan aku memikirkan apa yang harus aku lakukan pada mu yang memiliki banyak cinta" ucap Fabilio mencubit pipi Eveleen. "apa papa sudah tau kalau aku adalah anaknya?" batin Chao menebak dari reaksi Fabilio. "Chao chao sini duduk sama papa" ucap Fabilio dan Chao jalan ke arah Fabilio.

__ADS_1


"ada yang ingin aku katakan pada mu, tapi aku belum siap" ucap Eveleen memegang tangan Fabilio yang ada di pipinya. "apa tentang kamu belum pernah menikah?" tanya Fabilio membuat Eveleen kaget membulatkan mata. "Ak... aku tidak bermaksud untuk menyembunyikannya pada mu" ucap Eveleen panik. "aku tau" ucap Fabilio dengan senyuman. "apa itu rahasia yang kamu sembunyikan pada ku?" tanya Fabilio memandang Chao. "aku tidak salah, ternyata ayah mengatakannya pada papa" batin Chao.


"maafkan aku" ucap Eveleen menunduk. "sebenarnya aku yang harus mengatakan itu pada mu" ucap Fabilio dan Eveleen menaikkan wajah menatap Fabilio. "aku ingin mengatakan sesuatu padamu, sebelumnya aku minta maaf pada mu karna beberapa tahun yang lalu aku pernah menyentuh wanita kemungkinan hamil karna aku sedang mabuk, tapi aku tidak tau siapa wanita itu karna ia tidak ada saat aku bagun" ucap Fabilio membuat Eveleen bingung dan sedikit kesal. "aku telah mencari dan mengecek semuanya hingga sekarang aku baru tau wanita itu adalah... kamu" ucap Fabilio membuat jantung Eveleen berdetak dengan cepat dan pikirannya menjafi kosong. "maafkan aku sudah merusak kebahagiaan mu dan membuat mu menderita dari dulu, pantas saja Johnny mengatakan kalau pertemuan pertama kita tidak baik, maafkan aku" ucap Fabilio yang di dengar dengan serius oleh Eveleen.


"berarti Johnny tau tentang ini?" batin Eveleen. "aku sudah mengecek CCTV dan beberapa jejak tapi tidak ada" jelas Fabilio. "ntah kenapa aku tidak marah pada mu, bahkan aku merasa lebih lega kamu tau itu dan aku bersyukur ternyata pria itu adalah kamu" ucap Eveleen dengan tulus. "maafkan aku, sekarang aku akan memberikan kebahagiaan mu yang telah hilang selama ini" ucap Fabilio memegang tangan Eveleen. "bagus lah kalau papa sudah tau" ucap Chao membuat mereka terkejut. "apa maksudmu kamu sudah tau selama ini?" tanya Eveleen. "bukankah aku sangat genius?" ucap Chao. "karna itu kamu memanggil papa karna papa adalah papa mu? pantas saja saat itu kamu langsung dekat dengan papa" ucap Fabilio. "wahh, sejak kapan kamu tau?" tanya Eveleen.

__ADS_1


"karna aku sudah mencari tau dengan ayah, ingin aku tunjukkan sesuatu?" ucap Chao berlari ke kamarnya dan kembali membawa laptopnya. Eveleen dan Fabilio saling tatapan bingung, "lihatlah, saat mama dan papa pergi ke kamar hotel ini" ucap Chao memperlihatkan rekaman CCTV itu pada mereka. "tapi, tapi aku tidak menemukan rekaman ini" ucap Fabilio tak percaya. "ini hanya di hapus dan aku mengambil nya dari hapusan" ucap Chao. "apa lagi yang aku tidak ketahui tentang mu dan ayah?" tanya Eveleen. "apa pernah mendengar nama SYE SKY?" tanya Chao. "aku rasa pernah, aku dengar-dengar itu adalah hecker terhebat yang sudah profesional akhir-akhir ini di dunia yang ada di negara kita, dia masih misterius dan tidak bisa di lacak" ucap Fabilio. "terimakasih" ucap Chao membuat mereka terbelalak. "itu kamu?!" serentak Fabilio dan Eveleen.


"serius? itu kamu?!" kaget Eveleen tak percaya. "bagaimana bisa kamu jadi hecker tanpa sepengetahuan ku?" ucap Eveleen. "tidak ada hecker yang mengumbar identitas nya" ucap Chao. "jadi Luiz juga seorang hecker?" tanya Fabilio. "dia teman ku si KING BEAR" ucap Chao. "Luiz? dia hecker juga? wahh ternyata kalian mempunyai banyak rahasia dibelakang ku" ucap Eveleen yang iri dan kesal tidak tau rahadia mereka selama ini. "KING BEAR? wahh aku sudah meremehkan Luiz" ucap Fabilio tak percaya dengan tingkah laku aneh Luiz memiliki sisi lain yang genius.


__ADS_2