LOVE ADVENTURE

LOVE ADVENTURE
°•45•°


__ADS_3

Haripun sudah pagi, Johnny yang berpakaian olahraga jalan menuju kamar Eveleen. "Eveleen aku datang" ucap Johnny sambil mengetuk pintunya. Eveleen yang mendengar ketukan dan panggilan itu pun membuka pintu kamarnya yang terkuci. "Johnny?" melihat penampilan Johnny yang menggukana pakaian olahraga. "kamu juga ingin olahraga?" tanya Johnny melihat Eveleen menggunakan pakaian olahraga juga walau terlihat kebesaran. "ayo olahraga bersama" ucap Eveleen mengajak. "ayo" ucap Johnny yang tadj juga ingin mengajak Eveleen olahraga. Mereka keluar dan berlari mengitari rumah yang luas dan lebar itu bersama, "kamu terlihat sudah lelah senior Johnny" ucap Eveleen yang masih berlari ngos-ngosan. "ini baru sepuluh putaran senior Eveleen" ucap Johnny yang juga ngos-ngosan walau masih kuat.


"ayo duduk disana, kamu jangan memaksakan diri" ucap Johnny menarik Eveleen ke taman belakang dan duduk di kursi yang sudah tersedia. "hah~" mereka kelelahan dan penih dengan keringat. "aku akan mengambil minum" ucap Johnny pergi dan segera kembali. "ini melelahkan" ucap Eveleen meluruskan kakinya. "ini" ucap Johnny yang kembali dengan cepat membawa minuman dingin untuk mereka. "terimakasih" ucap Eveleen menerima. Mereka beristirahat sejenak hingga nafas mereka kembali normal. "kamu merasa baik-baik saja?" tanya Johnny yang melihat Eveleen. "tentu, sebanyak sepuluh putaran aku sanggup, tapi rumahnya telalu luas dari rumah ku" ucap Eveleen. "ingin bertanya sesuatu?" tanya Johnny yang duduk di samping Eveleen. "apa kita tidak bisa dekat dengan mafia?" tanya Eveleen. "tidak, kita akan mati" ucap Johnny terang-terangan. "tidak ada cara lain?" tanya Eveleen. "harus mengorbankan orang yang kamu sayang" ucap Johnny.


"lainnya?" tanya Eveleen yang masih berharap. "tidak ada selain kematian, kuberikan satu contoh padamu dengarkan baik-baik" ucap Johnny yang langsung didengar Eveleen dengan serius. "kita bisa contohkan si A mafia, sedangkan si B orang biasa, jika si A jatuh cinta kepada si B, maka si B adalah kelemahan si A, jika mafia lainnya mengetahui perasaan mereka maka si B bisa jadi dibunuh agar si A lemah, atau Di B di culik untuk membunuh si A bisa di katakan untuk ancaman, atau lagi si A di siksa bersamaan dengan si B berhadapan hingga mereka lemah dan mati bersama" jelas Johnny yang di mengerti oleh Eveleen. "tapi bagaiman jika si B meninggalkan si A?" tanya Eveleen. "tingkat kematian mengurang, bisa dikatakan si A akan lebih fokus untuk menyelamatkan diri sendiri dan si B akan baik-baik saja menjalani kehidupan" jawab Johnny. "kamu bisa contohkan pada orang terdekat mu Fabilio dan Leo yang tidak pernah akur dan mereka tidak saling menyayangi agar tidak terlihat kelemahannya yaitu orang telrsayang yang bisa membuat mereka hancur dalam sekejap" ucap Johnny membuat Eveleen menunduk memikir panjang.

__ADS_1


"aku ingin mengatakan sesuatu" ucap Eveleen yang membuat suasana menjadi serius. Dibalik suasana itu Fabilio baru bangun dari tidurnya dan sedikit olahraga peregangan. "apa Eveleen sudah bangun?" ucapnya memakai pakaian atasnya dan segera pergi ke kamar Eveleen. "Eveleen, apa kamu sudah bagun?" tanya Fabilio dari luar. "kurasa di tidak ada di kamar" ucapnya membuka puntunya tanpa masuk. "diamana dia?" ucapnya segera menyari kesekitar rumah. "apa dia keluar?" ucapnya pergi keluar mencari Eveleen. "Fabilio? apa yang kamu lakukan?" ucap seseorang yang membuat nya menoleh dengan senyuman. "pagi" ucap Fabilo yang melihat Eveleen di belakangnya bersama Johnny. "bisa-bisanya kamu tersenyum" ucap Johnny menggeleng-gelengkan kepalanya. "kamu olahraga sendirian?" tanya Fabilio. "apa kamu tidak melihat ku?" ucap Johnny sinis. "aku kamu manusia?" ucap Fabilio mengejek.


"pagi Leo" sapa Eveleen melambaikan tangan. "pagi" lambai balik Leo dengan senyuman. "Eveleen, bisa buatkan aku sarapan? aku tidak bisa memasak" ucap Leo jalan ke dapur. "ucapan yang bagus untuk pagi hari, dari pada kalian yang berisik pagi-pagi" ucap Eveleen meninggalkan mereka dan jalan ke arah Leo yang akan ke dapur. "kamu ingin sarapan apa? aku kan buatkan" ucap Eveleen. "sarapan rendah kalori" ucap Leo mengambil susu yang berada di kulkas dan menuangkan ke gelas. "baiklah, kita punya bahan makanan yang cukup" ucap Eveleen melihat isi kulkas. "aku juga" ucap Fabilio dan Leo bersamaan yang berdiri di depan mereka yang di batasi meja makan seperti bar yang langsung terhubung dengan dapur tapi lebih luas. "kalian bisa menunggunya" ucap Eveleen mempersiapkan bahan makanannya.


"terimakasih" ucap Leo duduk dikursi meja makan sambil memainkan ponsel dengan santai. "apa yang kalian lakukan?" ucap Eveleen melihat Fabilio dan Johnny terus menatapnya yang sedang masak. "hanya melihat mu" ucap Fabilio. "hanya mengawasi mu dari pria gila ini" ucap Johnny menatap tajam Fabilio yang berada di sampingnya. "jangan memancing ku" ucap Fabilio menahan amarahnya. "sana olahraga agar tidak gendut" ucap Johnny mengejek. "aku ingin sekali membunuh mu" ucap Fabilio menatap tajam. "mafia bodoh" ucap Johnny. "mata-mata gadungan" ucap Fabilio membalas. "hahahh, mafia bodoh" ucap Johnny. "hahahh, mata-mata serakah" ucap Fabilio. Eveleen hanya bisa diam mendengar pertengkaran mereka setiap hari, seolah-olah ia memiliki dua anak yang tidak akur. "diamlah sebelum aku membuat kalian tidak sadarkan diri" ucap Eveleen dengan penuh kesabaran.

__ADS_1


Buk...


Buk...


"AKU SUDAH BILANG DIAM! YA DIAM!!" teriak Eveleen setelah memukul kepala mereka panci pink disana hingga jatuh pingsan. "keputusan yang bagus" ucap Leo yang santai meminum susunya. Eveleen kembali membuat sarapan hingga selesai, sedangkan Fabilio dan Johnny dibawa ke kamar masing-masing oleh beberapa bodyguard. "kita harus memisahkan sarapan untuk mereka saat berada di pesawat" ucap Eveleen yang sarapan bersama Leo. "berapa lama mereka akan bangun?" tanya Leo dengan santai tanpa keberatan. "kemungkinan beberapa menit atau jam mungkin" ucap Eveleen sedikit merasa bersalah. "baguslah, beberapa jam kemudian suasana akan tenang" ucap Leo. Beberapa jam kemudian mereka sudah berada di satu pesawat pribadi yang sama, Fabili dan Leo dibaringkan di tempat mereka masing-masing. "kepala ku sakit" ucap Fabilio yang sadar memegang kepalanya. "kamu sudah sadar" ucap Eveleen yang berada di sebelah Fabilio dan di sampingnya Leo yang berbaring belum sadar.

__ADS_1


Eveleen keluar dari tempatnya dan berjalan dua langkah untuk melihat Fabilio lebih dekat. "apa kepala mu masih sakit? maafkan aku" ucap Eveleen hati-hati. "sayang, kamu tadi memukul ku" ucap Fabilio duduk yang mengingat kejadian itu. "maafkan aku sayang" ucap Eveleen yang tau kalau Leo sedang berada di toilet. "aku tadi memisahkan sarapan untuk mu agar sarapan" ucap Eveleen memberikan kotak makan. "sayang, berapa lama aku tidak sadar?" ucap Fabilio melahap sarapan tadi yang sudah di hangatkan. "sekitar 5 jam yang lalu?" ucapnya tidak yakin. "hah?!" kaget Fabilo tak bisa berkata apa-apa. "tapi Johnny kelihatannya juga belum sadar" ucap Eveleen melihat ke samping Fabilio. "wah?! kamu benar-benar memukul seperti ingin membunuh" ucap Fabilio yang memegang kepala belakangnya yang bengkak.


"maafkan aku ya, cupp" mengecup pipi Fabilio. "ini juga" ucap Fabilio menunjuk bibirnya. "cup.. makanlah sarapan mu dulu" ucap Eveleen mengecup bibir Fabilio. "Eveleen? apa mereka sudah sadar?" jalan ke arah mereka yang langsung mengambil jarak. "tapi Johnny belum sadar" ucap Eveleen. "aku suka pukulan itu, pertahanan" ucap Leo duduk dan berbaring di tempatnya. "aku akan kembali" ucap Eveleen duduk dan berbaring di belakang Leo. "mata-mata gadungan ini disamping ku" kesal Fabilio memakan sarapannya yang di tunda tadi. Tingkah jahil Fabilio terlintas setelah melihat spidol hitam yang tepat di sampingnya. "kamu ingin perhatian dari Eveleen bukan? tapi aku akan membuat mu jadi pusat perhatian banyak orang" ucap Fabilio menggambar dan mencoret wajah Johnny sesukanya tapi ternyata spidol itu tidak mengeluarkan tinta. "walau spidol ini tidak mengeluarkan tinta aku sangat ingin membuat wajahmu buruk" ucap Fabilio tetap mencoret wajah Johnny sesukanya. Tanpa Fabilio sadari spidol itu punya tinta hanya saja beberapa menit kemudian akan semakin jelas.


__ADS_2