
Hari pun sudah pagi menunukkan jam enam kurang, Eveleen yang selesai mandi mengecek kopernya ternyata itu adalah dua koper Luiz yang tertukar dengannya. "bagaimana pun pelayan itu juga manusia" ucap Eveleen memakai baju kemarin dan menarik keluar koper Luiz. Ia menuju kamar Luiz yang ada di sebelah nya, Eveleen memencet bel karna di sana. Saat menunggu Luiz yang sedang mandi, Fabilio dan Leo dengan tiba-tiba keluar dari pintu kamarnya tepat di hadapan kamar Eveleen dan Leo. Fabilio dan Leo tak menyangka juga akan keluar bersamaan, mereka saling membuang mungka dan jalan ke arah Eveleen yang berdiri di depan pintu membawa dua koper. "apa kamu terkunci?" tanya Fabilio. "tidak" ucap Eveleen.
klekkk...
"kenapa kalian berkumpul di depan pintu ku" tanya Luiz bertelanjang dada dengan celana panjang membuka pintu. Fabilio dan Leo kaget dan menutup mata Eveleen dengan tangan mereka. "apa yang kalian lakukan?" ucap Eveleen berusaha menyingkirkan tangan mereka dari matanya. "kenapa kami ada di sini?" tanya Fabilio. "aku liburan" ucap Luiz. "bisakah memakai baju mu dulu?" ucap Leo. "untuk apa?" tanya Luiz dengan santai. "di hadapan mu ada wanita, oakai baju mu" ucap Fabilio. "aishhh aku sudah sering melihatnya" menyingkir kan tangan mereka secara paksa. "apa?!" kaget Fabilio dan Leo. "kurasa koper kita tertukar" ucap Eveleen dan Luiz melihat dua kopernya di tangan Eveleen. "masuklah" ucap Luiz membuka pintu dengan lebar memberi ruang untuk Eveleen. Eveleen masuk tapi Fabilio dan Leo tak rela dan ingin masuk juga, "apa lagi? kalian tidak boleh masuk" menutup pintu. "biarkan aku masuk" ucap Fabilio menahan pintu dengan tangan. "tidak" ucap Luiz mendorong tapi Fabilio dan Leo menahannya dan pintu pun tertutup sempurna setelah Luiz memukul tangan mereka.
"aishhh" kesal Fabilio. "sial" ucap Leo pergi ke kamar setelah melihat Fabilio berdiri di sebelahnya. Saat akan masuk ke kamar, Leo melihat Fabilio mendekatkan telinganya di depan pintu Luiz yang membuat Leo kembali dan ikut mendengar. "aku belum mengecek koper nya, jadi tidak tau" ucap Luiz mengambil koper Eveleen. "apa kamu belum mandi?" tanya Eveleen melihat Luiz yang masih berantakan. "sudah, hanya belum mengeringkan rambut" ucap Luiz mengibaskan rambut basahnya. "hei!" ucap Eveleen terkena air dari rambut Luiz. "hahah ayo aku bantu" ucap Luiz membawa dua koper Eveleen. "hm" gumam Eveleen membukakan pintu nya. "aa!!" kaget Eveleen melihat Fabilio dan Leo masih di depan pintu. "apa yang kalian lakukan? apa barusan kalian menguping?" ucap Luiz tak percaya.
__ADS_1
"Haha tidak aku barusan ada keperluan dengan Eveleen dan lupa apa yang harus ku katakan, kalau begitu aku kembali" ucap Fabilio mengalihkan situasi dan kembali ke kamarnya. "kamu?" tanya Eveleen. "aku juga lupa" pergi ke kamarnya. "mereka sangat aneh" ucap Eveleen. "mereka terlihat tidak waras" ucap Luiz. Luiz pun masuk ke kamar Eveleen meletakkan kopernya, "apa rencana mu hari ini?" tanya Eveleen. "ntah lah, aku akan menghabiskan waktu untuk bersantai" ucap Luiz. "baiklah, terimakasih" ucap Eveleen dan Luiz pun keluar. "Hah~ cuaca hari ini sangat bagus" melihat ke luar jendela. Eveleen mengambil ponsel nya dan menguhungi Jack " Jack, siapkan motor untuk ku" ucap Eveleen. "presdir kamu mau kemana, ini masih pagi" ucap Jack melihat jam nya yang menunjukkan jam enam pagi. "aku ingin jalan-jalan sebentar, aku akan segera ke bawah" ucap Eveleen menutup panggilan.
Eveleen sudah merencanakan kalau akan pergi dengan motor untuk jalan-jalan. Ia memakai pakaian pemotor lengkap dengan pelindung tubuh seperti akan pergi balap dan membawa helm nya. Saat Eveleen jalan menuju lif, ia berpapasan dengan pria yang tampan juga familiar baginya. Eveleen berhenti dan pria itu juga berhenti setelah melewati satu sama lain. Mereka menghadap ke belakang dan saling menatap mata dengan dalam, air mata Eveleen tergenang dan helm yang berada di pergelangan tangan jatuh seketika. "JOHNNY?!!" teriak Eveleen berlari ke arah pria itu. "EVELEEN!!!" menagkap Eveleen ke pelukannya dengan sangat bahagia. "Johnny!Johnny! Johnny! aku merindukan mu!!" ucap Eveleen mengeluarkan air mata. "aku juga merindukan mu" ucap nya masih memeluk Eveleen. Johnny adalah pria tampan yang pernah Eveleen bicarakan tentang masala lalu dan teman lama yang menjadi mata-mata.
Johnny adalah mata-mata dari utusan negara, ia sering mencari tau keberadaan Eveleen dan sering mengawasi Eveleen dari jauh. Johnny tidak bisa mendekati Eveleen karna ia adalah seorang mata-mata yang akan mendapatkan banyak masalah. Johnny sangat ingin memeluk Eveleen dari dulu dan tidak sengaja berpapasan adalah hal yang tidak terduga baginya. "ku kira kamu akan melupakan ku" ucap Johnny. "tidak mungkin! aku sudah mencari tau keberadaan mu dan kabar mu, tapi tidak boleh di beritahu karna kamu adalah privasi" ucap Eveleen melepaskan pelukan nya. "sudah jangan menangis lagi, kamu mau kemana?" tanya Johnny menghapus air mata Eveleen. "ingin balap dengan ku? aku akan menyiapkan motor untuk mu" ajak Eveleen. "siapa takut, tapi aku punya motor sendiri" ucap Johnny. "kalau begitu ganti pakaian mu" ucap Eveleen. "mampirlah ke kamar ku" ucap Johnny yang di anggukkan Eveleen.
Eveleen mengelilingi kamar Johnny dan menemukan foto mereka saar masih SMA. "dia masih menyimpan nya" Eveleen tersenyum. "apa yang kamu lakukan?" tanya Johnny melihat Eveleen berdiri membelakanginya. "hanya melihat beberapa foto lama" memperlihatkan foto mereka. "aku selalu membawanya kemana-mana" ucap Johnny mengambil dari tangan Eveleen. "berarti kamu selalu merindukan ku? benarkah? benarkah?" pancing Eveleen dengan senang. "tentu saja, apa ingin ku beri tahu apa yang selama ini aku lakukan pada mu?" ucap Johnny. "apa itu?" tanya Eveleen tertarik. "nanti saja, ayo kita balap dulu" ucap Johnny merangkul Eveleen dan mereka keluar dari hotel. "Wahh ini motor mu?" tanya Johnny melihat motor sport Eveleen yang keren. "bagaimana? ini baru ku beli dan keluaran terbaru" ucap Eveleen. "kalau aku aku baru membelinya dua hari yang lalu saat dang ke sini" ucap Johnny. "motor mu juga keren, tapi siapa tercepat itulah motor terkeren" ucap Eveleen naik ke motor nya.
__ADS_1
"kita lihat saja" ucap Johnny menaiki motornya. "kamu masih ingatkan kalau aku selalu menang dalam balapan" ucap Eveleen percaya diri. "itu dulu, aku sudah banyak berpengalaman membawa motor dengan kencang" memakai helm. "siapa takut" ucap Eveleen. Mereka menghidupkan mesin dan bersiap-siap untuk balapan. "satu.... dua..... " siap. "TIGA!!" ucap mereka serentak melajukan motornya dengan cepat. Mereka bertanding di jalan yang sepi hingga hanya mereka yang menggunakan jalan. "Jack, dimana Eveleen?" tanya Luiz. "katanya ingin jalan-jalan menggunakan motor" ucap Jack. "kita ke lokasi pantai selama 2 menit jika menggunakan motor pantai yang sudah di persiapkan" ucap Jack. "bagaimana dengan presdir Eveleen?" tanya Daniel. "tenang saja, aku tadi bertemu dengan presdir Eveleen katanya akan menyusul" ucap Mark yang bertemu dengan Eveleen di lif. "lagian masih jam segini, mending main motor pantai saja untuk bersantai" usul Daniel. "baiklah" mereka pergi bemain motor pantai untuk bersenang-senang.
Eveleen dan Johnny berhenti di sebuah tempat duduk untuk bersantai menikmati pemandangan pantai. "katalan pada ku siapa pemenang nya" ucap Eveleen yang percaya diri. "baiklah kamu pemenangnya" ucap Johnny yang kalah. "Johnny apa kamu mengalami banyak masalah?" tanya Eveleen duduk di kursi umum. "tentu saja, karna itu aku terus melindungi mu dari jauh" ucap Johnny yang membuat Eveleen bingung. "apa maksud mu?" tanya Eveleen. "di setiap waktu yang tepat, aku selalu melihat mu dari jauh selama bertahun-tahun" ucap Johnny. "kenapa kamu tidak menyapa ku!" marah Eveleen. "tenang lah dulu, aku melakukannya karna aku dalam masa yang sulit dan selalu di awasi karna itu aku tidak ingin membawa mu dalam masalah dulu" jelas Johnny membuat Eveleen mengerti. "bagaiamna dengan sekarang?" tanya Eveleen. "tidak seketat dulu dan aku bisa melihat mu dari dekat sekarang" ucap Johnny dengan senyuman.
"Eveleen, apa kamu ingat dengan perkataan senior?" tanya Johnny. "aku selalu mengingatnya hingga ingin sekali kembali bertemu dengan mu?" ucap Eveleen mengingat apa yang dikatakan senior nya dulu "kalau ada utusan negara walau kamu sudah meninggalkan militer, kamu harus kembali demi negara jika di utus kembali" ucap seniornya dulu. "jadi, apa kamu rela untuk kembali jika mereka mengutus mu kembali?" tanya Johnny. "aku sudah berjanji dulu, mau tidak mau aku harus menjalankan nya" ucap Eveleen. "aku alan datang jika kamu diutus kembali" ucap Johnny mengacak lembut rambut Eveleen. "Johnny, aku ingin mengatakan kalau aku sudah memiliki seseorang anak" ucapnya menunduk takut kalau Johnny akan membencinya. "aku tau" ucap Johnny santai, Eveleen mengangkat kepalanya menatap mata Johnny. "ap-apa maksudnya?" tanya Eveleen. "aku sudah tau kejadian itu semua, aku terlambat untuk menolong mu saat itu" ucap Johnny membuat Eveleen menahan air mata.
"sudah ku bilang kalau akan selalu berada didekat mu dan terus mengawasi mu" ucap Johnny. Ponsel Eveleen bergetar bertanda seseorang menelfonya, "ada apa Jack?" ucap Eveleen. "kita semua sedang menunggu mu, tata rias sudah menunggu mu di sana" ucap Jack. "baiklah" ucap Eveleen menutup panggilan. "apa kamu akan melanjutkan pekerjaan?" tanya Johnny. "ingin ikut? aku akan memperkenalkan mu dengan teman-teman ku" ucap Eveleen. "boleh juga" ucap Johnny. "kalau begitu ayo kita kembali dulu, yang dulu sampai bakal dapat kecupan pipi" ucap Eveleen menaiki motornya. "boleh juga" ucap Johnny. Mereka pun belap hingga sampai tujuan, Fabilio, Luiz, dan Leo sibuk dengan urusan masing-masing sambil menunggu Eveleen datang. Eveleen yang sudah tiba langsung di dandan oleh penata rias, "jadi tema hari ini pakaian pantai?" tanya Eveleen melihat baju pantainya. "benar presdir" ucap penata rias. Johnny yang sudah menukar baju pantai dengan celana pendek sudah menunggu Eveleen disana sambil bermain ponsel.
__ADS_1
"berikan sedikit riasan pada Johnny, aku juga akan berfoto dengannya" ucap Eveleen. "tidak perlu" ucap Johnny menolak. "aku ingin kita mengambil kesempatan yang jarang ini untuk berfoto sebagai kenangan setelah kita tidak bertemu sekian lama" ucap Eveleen berharap. "baiklah" ucap Johnny yang di beri sedikit riasan pada wajahnya. "Johnny kamu sudah tampan alami, tapi jika menambah kan sedikit riasan kamu terlihat lebih tampan" puji Eveleen. "jangan berlebihan" senyun Johnny. Setelah mereka selesai riasan, mereka pun pergi menuju tempat yang telah di persiapkan. "motor pantainya sudah kami persiapkan" ucap pegawai. Mereka pergi menggunakan motor pantai yang di kendarai Johnny dan Eveleen duduk di belakang Johnny, mereka pun berangkat setelah menggunakan kaca mata. Setelah beberapa menit menunggu, Luiz, Leo, dan Fabilio di kejutkan dengan dua orang yang menarik perhatian dari jauh. "siapa mereka?" tidak terlalu jelas. "itu presdir Eveleen dan temannya" ucap Mark. "dari mana kamu tau itu temannya Eveleen?" tanya Leo. "aku sudah bilang bertemu dengan presdir Eveleen tadi, dia juga bersama teman tampan nya itu" jelas Mark. "APA?!" kaget ketiga CEO itu mendengar.