LOVE ADVENTURE

LOVE ADVENTURE
°•74•°


__ADS_3

"dokter bagaimana keadaan Fabilio?" tanya Jack dan Daniel disana. "Overdosis yang membuat tuan Fabilo keracunan obat, dan sekarang dalam masa pemulihan, kalian jangan khawatir karna tuan akan sadarkan diri" jawab dokter membuat hati mereka lebih tenang. Mereka segera masuk dan melihat Fabilio yang tertidur dengan infus di tangannya yang terlihat tidak berdaya.


"tuan, maafkan saya karna tidak tau kalau itu obat penenang" sesal Lucas sebagai orang terdekat Fabilio. "bagaimana keadaannya?" tanya Luiz yang datang bersama Alice. "dalam masa pemulihan tuan" jawab Jack. Mereka jadi khawatir melihat keadaan Fabilio yang lebih buruk dari sebelumnya.


Gyska sangat marah melihat ada yang menolong Eveleen yang hampir sekarat, "sial!!" umpatnya. "apa kalian benar-benar akan menjaga ku? aku khawatir kalian tidak suka pelukan, aku selalu membutuhkan pelukan" ucap Eveleen yang masih memeluk bodyguardnya. "jangan khawatir nona, kami sudah di perintahkan untuk menjaga anda" jawabnya.


"aku sangat tenang jika Kayle tidak ada di sini" membuat para bodyguard terdiam tanpa komentar. Pelukan itu lama-lama tak bertenaga, hingga bodyguard itu panik dan melepaskan pelukannya. "nona, nona" panik melihat Eveleen tak sadarkan diri. "hm" dehem Eveleen yang terlihat sedang tidur. "hahh" nafas lega mereka.


"tangkap mereka yang menjaga pintu nona tadi, cek CCTV siapa yang mengubah suhu ruangan nona dan jaga sekitar ruangan nona, dan lapor setiap 1 jam berjaga" perintahnya. "baik" mereka keluar sesuai perintah. Bodyguard itu membaringkan Eveleen kembali dan memastikan kalau Eveleen tetap hangat. Ia keluar kembali bertugas setelah mengecek semua ruangan dengan teliti tanpa ada yang kelewatan.


"minggir, saya ingin masuk" Gyska yang dihalang masuk oleh bodyguard. "maaf nona, anda tidak bisa masuk karna nona Eveleen sedang istirahat" ucap mereka. "apa kalian baru saja membantah saya?!" menatap tajam membuat mereka merinding. "maaf nona, tidak bisa" ucap bodyguard yang baru saja keluar dari kamar Eveleen.


"kamu, pemimpinnya?" tanya Gyska. "benar" jawabnya. "kamu tau siapa saya?" melipat tangan di dada. "tentu saja saya tau nona Gyska rekan kerja tuan Kayle" jawabnya. "benar, kalau begitu biarkan saya masuk" melangkah masuk. "maaf tidak bisa nona" menghalang jalan Gyska. "hm, beraninya!!" marahnya. "nona silahkan kembali" dinginnya tanpa rasa takut.

__ADS_1


Gyska pergi dengan tatapan tajam dan marah karna bodyguard itu benar-benar melindungi Eveleen. "kerja bagus" ucapnya dan pergi kepada junior bodyguard nya.


Bodyguard ini adalah senior tampan dari mereka yang paling tegas dan tak madang kekuasaan sekalipun, jika sudah tugasnya 'itu' dia tidak akan melakukan 'ini' dengan kata lain, dia tidak pernah ceroboh dalam bertugas dan kepala batu. Ia bernama Gaucho Zeus yang paling di percayai Kayle dalam bertugas untuk menjaganya, karna Kayle khawatir Eveleen kenapa-napa, ia menyerahkan Gaucho Zeus pada Eveleen.


"bagaimana dengan CCTV?" tanya Zeus pada junior nya di area CCTV. "dilihat terakhir kali masuk adalah nona Gyska, senior" jawabnya. "mulai sekarang jangan ada yang bisa masuk selain anggota khusus, jika ada langsung laporkan" ucapnya tegas. "baik" mengerti.


"apa ini makanan untuk nona Eveleen?" tanya Zeus yang melihat nampan makanan yang di bawa asisten itu ke arah kamar Eveleen. "benar" jawabnya. "berikan pada saya" mengambil nampan itu tanpa mendengar jawaban. "apa kamu pikir aku memasukan sesuatu ke dalam makanan nona?" sedikit kesal. "dimana asisten Anna?" tanya Zeus. "kenapa bertanya pada ku" kesalnya dan pergi. "dia terlihat bodoh" gumamnya.


"cari keberadaan Anna" ucapnya lewat alat komunikasi yang terpasang lewat telinganya. "dia dibawa ke gudang" mereka menjawab. "selamatkan dia dan bawa ke ruang kesehatan" perintahnya. ia segera jalan ke arah ruang kesehatan yang berada di rumah yang luas itu. Anna dibawa dengan kadaan luka kecil dan sedang tidak sadarkan diri.


Eveleen ya g sedang tidur mencium aroma makanan yang enak dan akhirnya terbangun. Karna kakinya yang sedikit lemas ia memutuskan untuk memanggil seseorang dari luar. "apa ada orang di luar? aku butuh bantuan" soraknya. Mereka yang mendengar pun langsung masuk tanpa berfikir. "ada yang bisa kami bantu nona?" tanyanya. "aku ingin kebawah, tapi kakiku masih lemas" ucap Eveleen memegang kakinya.


"baik, sebentar nona" pergi ke luar membawa kursi roda kedalam. "Ooo kalian benar-benar ingin membantu ku?" tersanjung. Salah satu dari mereka mengangkat Eveleen duduk di kursi rodanya. "terimakasih" ucap Eveleen yang duduk dengan nyaman, kemudian bodyguard itu mendorong kursi Eveleen dan satu lagi mengikuti berjaga.

__ADS_1


"nona akan segera turun" melapor. Zeus yang mendengar terus melanjutkan kegiatannya. Para bodyguard itu membawa Eveleen turun menggunakan Lif, "sejak kapan ada lif disini? kalau tau aku tidak perlu menaiki tangga" ucap Eveleen tanpa ada yang merespon. "aku lapar, apa kian lapar?" Eveleen sedikit kesal karna tidak ada yang merespon sedikit pun perkataannya. "sekarang aku kesal" ucap Eveleen yang masih tidak di respon.


ting..


Mereka keluar dari lif, "wahh aromanya semakin enak" Eveleen yang tidak sabar. "apa aku boleh memakannya?" ucap Eveleen yang datang melihat di atas meja makan banyak makanan yang enak.


Zeus membawakan hidangan terakhir ke atas meja makan, "uwahh, apa ada orang yang datang? makanan ini sudah lama tidak aku makan" ucap Eveleen melihat makanan yang enak-enak.


Zeus melepaskan apron masknya, "silahkan dinikmati nona, makanan ini untuk nona" ucapnya jalan ke arah Eveleen. "benarkah?" mengangkat Eveleen ke kursi makan. "semuanya?! wahh" matanya yang berbinar, seolah tenaganya sudah kembali lagi.


"hahh.." saat ingin menyantapnya, ia kembali cemberut. "apa? apa ada yang kurang nona?" tanya Zeus melihat ekspresi Eveleen. "aku tidak terbiasa makan sendiri, aku kesepian" ucap Eveleen melihat ketiga bodyguard itu dengan harapan dia bisa makan bersama.


"aku bisa menemani nona" ucap salah satu bodyguard itu yang terlihat masih muda. "benarkah?!" Eveleen tersenyum. Zeus langsung menatap tajam juniornya itu, "ma..maksudnya aku bisa berdiri di belakang nona" ucapnya setelah dilihat tajam seniornya.

__ADS_1


bugg


"apa kamu mengancam nya!" Eveleen memukul perut keras Zeus. "jika kalian tidak makan bersama ku, aku tidak ingin makan" ucap Eveleen meletakkan sendoknya kembali dan membuka tangannya untuk di angkat ke kursi rodanya kembali. "duduklah" ucap Zeus pada juniornya. Tanpa pikir panjang lagi mereka duduk bersama dan berhadapan, "tepati janji kalian akan menjaga ku dengan baik" senyum kemenangan Eveleen.


__ADS_2