LOVE ADVENTURE

LOVE ADVENTURE
°•59•°


__ADS_3

Saat Fabilio sudah tiba di rumah bersama Chao, mereka langsung mengecek keberadaan Eveleen melalui CCTV dan GPS Eveleen. Fabilio yang sudah sangat senang ingin melamar Eveleen hari ini, tapi di kejutkan "papa apa itu paman es?" tanya Chao memperbesar gambarnya. "Leo?" ucap Fabilio yang melihat wajah Leo yang sedang berjalan bersama Eveleen. "kirimkan alamatnya, papa akan segera kembali" ucap Fabilio segera pergi ke luar rumah menggunkan mobilnya. "kenapa Eveleen tidak langsung mengatakan kalau dia menemui Leo? apa yang mereka lakukan?" kesal Fabilio membawa mobilnya kencang setelah mendapat lokasi Eveleen berhenti. Saat ia sampai dan jalan mencari keberadaan Eveleen pun tiba-tiba ia melihat hala yang membuatnya geram dan sangat marah.


Leo yang sedang memeluk Eveleen, "Eveleen!!" sorak Fabilio yang membuat mereka berdua melengah. Fabilio terlihat sangat marah dan jalan kearah Leo dan Eveleen, Leo yang sadar masih memeluk Eveleen pun melepaskan pelukannya.


Brukkk....


"berengsek!!" kesal Fabilio memukul Leo hingga jatuh. "Fabilio!" Eveleen kaget dan tangannya gemetar.


Brakk..

__ADS_1


Brukk...


"sudah aku bilang jangan pernah menyentuh kekasih ku!" marah Fabilio memukul Leo berkali-kali. "Fabilio hentikan! ini bukan seperti yang kamu pikirkan!!" teriak Eveleen menutup telinga dan matanya. "lalu apa?!" marah Fabilio berdiri dan berdiri ke hadapan Eveleen yang menutup mata dan telinganya. "hiks... hentikan!" masih menutup mata dan telinga. "Eveleen, Eveleen!" melepas tangan Eveleen dari telinganya secara paksa. "jangan terlalu kasar padanya!" marah Leo yang berdiri. "diam! ini bukan urusan mu!" ucap Fabilio menunjuk Leo dengan peringatan. "apa kamu menyukai nya? apa kamu hanya pura-pura menyukai ku? atau kamu mendekati ku hanya ingin dekat dengan Leo?!" tanya Fabilio kesal. "bukan! bukan seperti itu! aku mencintaimu!" jawab Eveleen dengan lantang. "hah, benarkah? bertemu diam-diam dengan kakak ku kamu katakan mencintai ku? dan apa ini kamu memakainya saat berpelukan" ucap Fabilio mengabil headphone dari leher Eveleen.


"aku memeluknya karna Eveleen menangis" ucap Leo. "kenapa kamu menangis?" tanya Fabilio. Eveleen dan Leo tidak mengatakan apa-apa, "hah, ingin menyembunyikannya dari ku?" ucap Fabilio. "bukan seperti itu, aku akan menjelaskannya saat kita pulang nanti" ucap Eveleen untuk meyakinkan Fabilio yang marah. "apa kamu tau ini" mengeluarkan cincin dari kantongnya. "sebenarnya aku sudah merencanakan untuk melamar mu! tapi ntah apa yang aku lihat saat ini, kekasih ku memeluk pria lain?!" marah Fabilio. "bukan, bukan seperti itu" ucap Eveleen. "jika kamu tidak ingin dengan ku katakan! kalau ini yang aku lihat sudah ada jawabannya!" bentak Fabilio membanting headphone Eveleen hingga hancur.


"ala yang kamu lakukan?!" kesal Eveleen. "apa kamu marah? apa kamu marah?! haha ok, kita cukup sampai sini" ucap Fabilio membuang cincin itu di hadapan Eveleen. "Fabilio!" Eveleen marah. "seterah kamu ingin melakukan apa lagi, aku melepaskan mu" ucap Fabilio meninggalkan Eveleen. "tidak, tidak jangan! jangan pergi! aku tidak mau!" Eveleen menahan Fabilio. "jangan hubungi aku lagi!" pergi dan mendorong Eveleen walau tidak jatuh. "Fabilio!! hiks.." teriak Eveleen menangis. "maafkan aku, aku tidak tau akan terjadi seperti ini" ucap Leo merasa bersalah. "cari cincinnya, Leo tolong bantu aku mencari cincinnya" ucap Eveleen segera mencari ke arah Fabilio lempar tadi. "baiklah" ucap Leo membantu mencari.


Sudah berjam-jam Eveleen mencari cincin itu tetap saja belum ketemu dan tangannya juga sudah luka-luka karna goresan semak-semak. "Eveleen kita cari saja nanti pagi, hari juga sudah sangat dingin" ucap Leo. "kamu bisa pulang dulu, aku akan terus mencari" ucap Eveleen terus mencari walau tubuhnya sudah menggigil kedinginan. "hah! aku temukan!" ucap Leo yang menemukannya di balik semak dan memberikannya pada Eveleen. "hah akhirnya" Eveleen terduduk lemas dengan memandang cincin itu. "ta-tangan mu ter luka" ucap Leo yang melihat tangan Eveleen yanh banyak luka. "aku tidak papa" ucap Eveleen yang bersyukur cincin itu kembali dan memakainya. "Eveleen kamu sangat pucat, ayo aku antar kamu dulu" ucap Leo membantu Eveleen beediri.

__ADS_1


Saat akan kembali ia melihat headphone pemberian Lei sudah hancur karna Fabilio. "Leo maafkan aku" ucap Eveleen jongkok memegang hancurnya headphone itu. "tidak papa, aku akan memperbaiki nya nanti" ucap Leo mengambil headphone yang hancur itu dari tangan Eveleen. "hah" Eveleen tidak sanggup berjalan lagi karna sudah lemas dan tubuhnya terasa beku. "apa kamu tidak papa?" tanya Leo yang menahan tubuh Eveleen.


Brukk..


Eveleen jatuh yang di tahan Leo, "tubuh mu sudah sedingin es!" panik Leo segera membawa Eveleen ke mobilnya. "Alice, bilakah kamu datang ke rumah Eveleen, ini darurat jangan banyak bertanya" ucap Leo langsung menutup panggilannya. Leo mengantar Eveleen ke rumah mengendarai mobil Eveleen karna ia tadi memakai motor.


Saat sudah sampai di rumah Alice juga baru sampai membawa mobilnya. "apa yang terjadi?" tanya Alice panik melihat Eveleen tidak sadarkan diri di gendongan Leo. "nanti aku ceritakan, dimana kamarnya?" tanya Leo. "diatas" Alice menunjukkan jalannya. "apa yang harus kita lakukan?" tanya Leo membaringkan Eveleen di ranjangnya. Alice memegang tubuh Eveleen dan melihat tangan Eveleen luka-luka dan ada cincin di jarinya. "kenapa dia bisa kedinginan?! Eveleen tidak tahan dingin, dia bisa saja merasakan dingin 2 kali lipat dari yang kita rasakan" ucap Alice. "aku akan membawa air hangat dulu" ucap Alice keluar dari kamar Eveleen.


"wanita bodoh ini tetap saja mencari cincin murahan ini, tapi... dia benar-benar mencintai Fabilio" ucap Leo yang iri. "kamu keluar dulu, aku akan melepas pakaian Eveleen" ucap Alice. "baiklah" ucap Leo keluar dan menutup pintu. Alice menukar baju Eveleen dengan baju yang hangat, ia juga mengompres kepala Eveleen dengan air hangat dan mengelap tubuh Eveleen.

__ADS_1


"tuan ada paket untuk nona Eveleen" ucap satpam Eveleen yang membawakan kotak yang tidak terlalu besar. "dari siapa?" tanya Leo menerima. "kata pengirim ada surat di dalamnya" ucap satpam. "baiklah terimakasih" ucap Leo membuka paket itu dan membaca surat yang ada di dalamnya. "berikan suntik ini pada Eveleen, dia akan segera membaik -Johnny" pesan singkat dari Johnny yang mengirim paket. "dia tau?!" kaget Leo yang tak menyangkanya kalau Johnny selama ini barada di sekitar Eveleen diam-diam.


__ADS_2