
"Chao chao!!" ucap Eveleen yang di dengar langsung Chao yang sedang menunggu Eveleen di ruang tamu sambil memeluk foto Eveleen dengannya. "mama!!" ucap Chao berlari ke pelukan Eveleen. "Eveleen?!" ucap Alice yang mendengar nya dari dapur. "aku merindukan kalian" ucap Eveleen memeluk Alice juga. "apa kamu baik-baik saja?" ucap Alice yang memeluk Eveleen dengan erat. "aku baik-baik saja" ucap Eveleen. "terimakasih paman" ucap Chao kepada Johnny yang di belakang Eveleen. "apa kamu menjaga wanita dengan baik?" tanya Johnny dengan senyuman. "tentu!" ucapnya. "ayo kita duduk dulu" ucap Eveleen. Merekapun duduk di ruang tamu bersama, "kalian hanya berdua?" tanya Alice. "aku tadi bersama Leo dan Fabilo, mereka sudah balik" ucap Eveleen. "jadi kamu benar-benar di culik?" tanya Alice.
"benar" ucap Eveleen. "diculik agar mendapatkan hati seseorang" batin Eveleen. "kamu tidak terluka kan?" tanya Alice "lengannya terluka" ucap Johnny. "dimana? apa masih sakit?" tanya Alice. "tidak, lukanya sudah di obati" ucap Eveleen. "mama, apa papa yang membuatmu seperti ini?" tanya Chao. "tidak, dia yang menyelamatkan ku" ucap Eveleen. "Eveleen!" teriak seseorang yang sangat familiar bagi mereka. "Luiz?! kecilkan suara mu!" ucap Eveleen yang kaget. "kamu tau betapa aku khawatir pada mu?! tapi aku lega kamu baik-baik saja" ucap Luiz berjalan cepat ke arah ya.
"maafkan aku membuat kalian selalu khawatir" ucap Eveleen. "asal kamu baik-baik saja aku bersyukur" ucap Luiz memeluk Eveleen dengan erat. "jangan berlebihan, aku akan selalu baik-baik saja" ucap Eveleen memeluk balik. "Eveleen, kamu bersiap-siaplah dulu aku akan menjemput mu" ucap Johnny. "kalian akan pergi lagi" tanya Alice. "kalian akan pergi kemana? biarkan aku ikut" ucap Luiz. "aku kan kembali, ada urusan yang harus aku selesaikan bersama Johnny" ucap Eveleen. "kalau begitu aku balik dulu ucap Johnny pamit. "aku harus mandi dulu, kalian duduk-duduk santai saja dulu" ucap Eveleen yang membawa Chao bersamanya.
__ADS_1
"mama mau kemana?" tanya Chao. "mama akan bertemu dengan teman-teman lama ku, apa kamu ingin ikut bersama ku?" tanya Eveleen. "baiklah, aku ikut" ucap Chao dengan senang. "mama akan mandi dulu, kamu pakai baju mu yang serba hitam karna tema hari ini black" ucap Eveleen. "oke" ucap Chao. Eveleen bersiap-siap hingga waktu pun berjalan hingga sekarang pukul tujuh malam, "apa Eveleen sudah siap?" tanya Johnny kepada Alice yang sudah datang ke rumah Eveleen untuk menjemput. "aku sudah siap" ucap Eveleen turun dengan pakaian serba hitam bersama Chao. "ada apa ini? apa ada pesta pakaian hitam?" tanya Alice. "pertemuan teman lama" ucap Eveleen. "Chao chao juga ikut?" tanya Alice. "kamu tidak papa sendiri kan? aku akan segera pulang" ucap Eveleen. "tidak papa, hati-hati lah" ucap Alice. "baiklah kami pergi dulu? ucap Eveleen.
"Chao chao, kamu terlihat keren" ucap Johnny menggendong Chao chao. "paman juga terlihat lebih tampan" ucap Chao. "Chao chao, kamu bukan kalau bertemu dengan seseorang karena ucap harus apa?" tanya Eveleen. "sapa, bersikap sopan, dan tidak merengek" ucap Chao bicara dengan jelas. "pintar" ucap Eveleen memuji. "Chao chao sekolah dengan baik kan?" tanya Johnny. "tentu, tapi pelajarannya sangat membosankan" ucapnya yang duduk di depan Johnny yang membawa honda ninja dan Eveleen di belakangnya. "apa teman-teman mu baik kepadamu?" tanya Eveleen. "mereka sangat baik" ucal Chao dengan semangat. Mereka memakai helm masing-masing, hingga semua siap. "baiklah, kita berangkat" ucap Johnny yang mulai mengendarai motornya menuju tempat pertemuan mereka yang di bar.
"kakak kedua, apa kamu menikah dengan kakak pertama?" tanya salah satu dari mereka karna melibat Chao chao yang di gendong Johnny. "haha bukan, aku menikah cerai waktu itu, maaf tidak mengundang kalian saat itu" ucap Eveleen berbohong. "siapa laki-laki yang mengkhianati kakak waktu itu? kami akan beri pelajaran" ucap salah satu dari mereka. "benar!" sorak mereka. "itu sudah lama kenapa kalian masih membahasnya, sekarang kalian perkenalkan ini anak ku Chao chao" ucap Eveleen menyuruh Johnny meletakkan Chao di atas meja agar lebih tinggi. "beri salam" ucap Eveleen. "halo paman, aku Chao chao berusia enam tahun, senang bertemu dengan kalian" salamnya. "wahhh" serah mereka yang gemas melihat Chao. "kita duduk dulu" ucap Johnny dan mereka pun duduk.
__ADS_1
"Chao chao kamu sangat tampan dan cantik seperti mama mu" puji mereka. "apa kamu tau saat dulu mama kamu sangat berani hingga kami menjadi bawahannya haha" cerita dari mereka. "tidak ada minuman hari ini, kita akan berpesta riang tanpa minuman" ucap salah satu dari mereka karna melihat anak Eveleen yang masih kecil juga ikut. "apa kalian tidak bekerja?" tanya Johnny. "kami semua bekerja, tapi yang biasanya setiap hari berkumpul hanya bisa tiga kali seminggu untuk bertemu" jelasnya. "setidaknya kalian tidak ada yang menganggur" ucap Johnny. "kalian terlihat lebih bahagia dari sebelumnya, aku jadi ikut senang" ucap Eveleen. "tapi dari mana kalian tau kalau Eveleen sakit?" tanya Johnny. "aku mendapat kabar dari seseorang kalau kakak pertama sakit, setelah mendapat kabar lagi kalau kakak pertama dan kedua bersama lulang dari bandara, kamu menyusul" jelasnya. "lain kali jangan membuat keributan di tempat ramai, salah satu daru kalain bisa mendatangi ku ke perusahan ku" ucap Eveleen. "kami ada niatan, tapi kami hanya takut kakak pertama tidak akan berhubungan dengan kami lagi setelah meninggalkan kami" ucap mereka. "aku pernah ke perusahaan kakak, tapi mereka bilang harus ada janji dulu baru bisa bertemu dengan mu, hanya seja saat akan bertemu dengan secara langsung sangat sulit dan hampir kita kita bertemu denga kakak jelasnya lagi.
"kalau begitu kalian bisa memegang kartu nama ku agar bisa bertemu dengan ku, aku tidak pernah melupakan atau meninggalkan kalian, hanya ada urusan pribadi hingga meninggalkan kalian" ucap Eveleen memberikan kartu namanya yang banyak agar mereka biasa mendatanginya jika ada keperluan. "kami yakin kakak pasti punya alasan saat itu" ucapnya saling mengoper kartu nama Eveleen dan masing-masing memegang satu kartu namanya. "jika kalian ada apa-apa bisa menghubungi ku dengan nomor lama ku, nomor ku masih aktif" ucap Johnny. "paman, terimakasih sudah berteman dengan mama" ucap Chao membuat suasana menjadi lebih hangat. "belajarlah yang rajin Chao chao, jangan putus asa ya, kami sudah banyak mengalami banyak masa-masa yang sulit, kamu adalah generasi penerus kami" ucap salah satu dati mereka.
"jika paman ada masalah juga bisa menghubungi ku melewati mama, aku akan membantu paman" ucap Chao. "hahah baiklah" senang dan gemas. "kakak!" ucap seseorang yang panik berlari ke arah Eveleen dari luar. "Xiue?!" kaget mereka yang membuat salah satu dari mereka khawatir dan suasana menjadi tegang. "mereka mengejar ku! tolong aku!" ucapnya dengan panik. Mereka saling menatap dan segera ke luar dan melihat apa yang sebenarnya terjadi yang membuat salah satu dari kelompok mereka takut dan pucat seperti melihat makhluk aneh.
__ADS_1