
Semua orang melihat ke arah Eveleen yang tidak tau kalau Eveleen sedang meminum jus, "wahh ternyata kamu sangat kuat minum" mereka meneguk minuman itu. "wahh Eveleen kamu terlihat benar-benar berubah dari masa lalu" ucap salah satu dari mereka. "kamu terlihat lebih kaya dari Batris" ucapnya membuat Batris kesal. "haha terimakasih" ucap Eveleen. "suami ku kerja di perusahaan GH sebagai direktur yang sudah naik dan sudah terpandang dalam beberapa tahun" ucapnya pamer tak mau kalah. "wahh suami mu pasti kaya" ucap mereka. "aku sudah menyuruh suami ku untuk datang menemui kalian" ucap Batris. "ide yang bagus" ucap mereka. "Eveleen apa kamu berniat untuk menikah lagi?" tanya salah satu dari mereka. "tentu, beberapa minggu lagi" ucap Eveleen. "wahh siapa calin suami mu?" tanya mereka. "CEO XC Fabilio" ucap Eveleen juga ingin sedikit pamer pasa Batris. "wahhh kamu mendapat orang yang sukses" puji mereka. "bagaimana dengan mantan suami mu? apa duku dia juga kaya?" tanya Batris. "jika iya apa kamu mengambil hartanya lalu bisa kaya seperti ini?" sindir Batris.
"apa itu benar?" Eveleen jadi bahan gunjungan. "tidak, perusahaan ku asli kerja ku sendiri, apa kamu tidak terima kalau aku lebih kaya dari mu?" tanya Eveleen dengan senyuman. "apa kamu mengolok ku!" kesal Batris berdiri di hadapan Eveleen yang di batasi meja panjang itu. "dimana suami mu itu? aku bisa saja membuatnya hilang pekerjaan" ucap Eveleen. "emang kamu siapa? suami ku itu direktur terbaik mungkin kamu yang akan kehilangan pekerjaan mu itu" ucap Batris. "selamat malam" ucap seorang pria yang baru masuk ke ruangan mereka. "akhirnya suami ku datang, kita lihat saja nanti" ucap Batris berjalan ke arah suaminya.
"sayang aku dipermalukan di depan teman-teman ku" rengeknya mengadu. "siapa yang melakukannya pada istri ku" tegasnya. "dia" menunjuk ke arah Eveleen yang memalingkan wajahnya. Suasana menjadi serius dan mereka mengkhawatirkan Eveleen yang akan di maki oleh Batris karna sudah membawa suaminya. "siapa dia? kenapa kamu mempermalukan istriku?" tegasnya jalan ke arah Eveleen. "apa kamu takut dengan suamiku? perlihatkan wajah mu" ucap Batris membuat Eveleen kesal sudah menahan marahnya dan suaminya belum melihat wajah Eveleen. Eveleen mengeluarkan ponsel nya dan berdiri berhadapan dengan suami Batris. "Presdir?!" kegetnya langsung tunduk di hadapan Eveleen. "apa?!" mereka kaget melihat suami Batris tunduk di hadapan Eveleen. "aku sudah bertaruh dengan istri mu, katanya akan membuat ku kehilang pekerjaan nya, jadi aku ingin membuktikan kalau aku bisa membuat suaminya kehilangan pekerjaan nya" ucap Eveleen dengan jelas.
__ADS_1
"apa?! apa kamu gila bicara seperti itu pada presdir Eveleen?!" marahnya panik takut di pecat. "kamu direktur terhormat kenapa tunduk padanya?!" malu Batris. "perusahaan GH hanya aku pegang pengganti presdir Eveleen! perusahaan itu milik presdir Eveleen! dia adalah CEO perusahaan ku!" marahnya menjelaskan dan membuat Batris jadi sorot pandangan. "dia akan bangkrut" ucap mereka melihat Batris. "sial!" batin Batris. "tolong maafkan istri saya presdir! tolong jangan pecat saya!" mohonnya. Eveleen hanya tersenyum dan menelfon, "kemas barang direktur Cong karna jabatannya sudah ku cabut detik ini juga!" ucap Eveleen menatap tajam penuh kemarahan. "tidak! maafkan saya presdir!" ucap nya memohon. "bawa dia" ucap Eveleen kepada pegawai yang ada di sana. "baik kakak!" ucap mereka membawa suami Batris keluar dari ruangan itu.
"Eveleen toling maafkan aku! aku salah! hiks.. " ucapnya memohon menangis. "jadi siapa yang akan membayarnya!" mereka kesal pada Batris. "kalian tenang saja pesan semua yang kalian inginkan, aku yang akan membayarnya" ucap Eveleen membuat mereka terdiam. "Eveleen, apa kamu sering ke sini? mereka memanggil mu kaka tadi" tanya salah satu dari mereka. "aku berkunjung untuk mengecek pekerjaan mereka saja" ucap Eveleen. "apa maksudmu?" tanya mereka. "kekasihku pemilik hotel ini, jadi makanlah dengan nyaman" ucap Fabilio yang tiba-tiba datang menggendong Chao. "apa?!" mereka semua menganga. "sayang?" Eveleen jadi bengong.
"mama!" sapa Chao. "karna aku sudah datang, aku akan membayar semuanya" ucap Fabilio menurunkan Chao dan mengeluarkan dompetnya. "BLACK CART?!" mereka serasa akan melayang. "sudah ku bilang bukan? kalau Eveleen hanya mengincar uang untuk menikah!" ucao Batris memotong. "tidak papa, aku juga bisa membayarnya" memperlihatkan kartu gold cart dan black cart nya. "hahhhh????" mereka tidak berkedip sedikit pun. "ingin bertanding?" ucap Fabilio tertarik. Fabilio mengeluarkan semua kartu black cart dan gold cart nya yang banyak di tangan. "haha ingin melakukannya lagi?" ucap Eveleen mengeluarkan kartu black cart dan gold cart nya. "apa kalian sedang pamer?" ucap Chao membuat mereka sadar tentang pertandingan keanak-anakan mereka. "eh?" mereka memasukkan kartu itu kembali ke dalam dompet. "kalau begitu aku pergi dulu, pesan saja sepuas kalian" ucap Eveleen pamit dan mereka menganga dan hanya diam karna pameran kartu secara langsung. Fabilio menggendong Chao dan bergandengan tangan dengan Eveleen keluar ruangan dengan kebahagiaan mereka.
__ADS_1
"Chao... " ucapan Fabilio terputus karna Chao menutup mulut Fabilio dengan tangan kecilnya. "ingin mengikuti mama lagi?" tanya Chao. "anak papa memang pengertian, apa kita harus pulang dulu?" tanya Fabilio. "iya, laptop ku ada di rumah" ucap Chao. "baiklah ayo kita balik dulu" ucap Fabilio segera menuju ke rumah Eveleen. "ayah kenapa kamu masih menginap di rumah mama? kapan kamu akan menikahi mama" ucap Chao. "tenang saja, aku akan melamarnya sekarang jadi cari tau keberadaan nya" ucap Fabilio. "benarkah? baguslah ayo cepat aku tidak sabar" ucap Chao yang senang. "hei aku yang akan melamar kamu yang tidak sabaran" ucap Fabilio mengacak lembut rambut Chao.
"Leo!" lanbai Eveleen yang melihat Leo yang menunggunya di taman kota. "hai" lambai balik Leo. Eveleen jalan ke arah Leo yang menunggunya dari tadi, Eveleen sebenarnya menemui Leo karna Leo yang memintanya jangan sampai Fabilio tau. "kamu datang sendiri kan?" tanya Leo. "iya, apa yang ingin kamu katakan?" tanya Eveleen. "sambil jalan?" tanya Leo. "baikalah" ucap Eveleen, mereka jalan mengitari tempat-tempat menunggu Leo membuka suara. "baiklah, aku akan mengatakannya sekarang" ucap Leo berhenti berjalan. "apa?" tanya Eveleen ikut berhenti jalan. apa kamu membawa headphone yang aku berikan?" tanya Leo "ya aku membawanya" mengeluarkan dari tasnya.
"pakai dulu" ucap Leo menggantungkan ke leher Eveleen. "ada apa?" tanya Eveleen yang bingung. "aku menyukai mu!" ucap Leo dengan lantang. Eveleen yang mendengarnya antara kaget dan bingung apa yang harus ia lakukan sekarang. "ta-tapi... " ucapan Eveleen terputus. "aku tau kalau kamu kekasih Fabilio tapi aku juga tidak bisa memendam perasaan ini, aku juga tidak memaksa mu untuk menerima ku, hanya saja aku harus mengatakan ini agar aku lebih tenang" ucap Leo tak ingin membuat Eveleen kepikiran. "maafkan aku" ucap Eveleen merasa bersalah. "hei, aku hanya mengatakan apa yang aku pendam selama ini padamu, setelah aku mengatakannya tolong jangan menjauhi ku" ucap Leo dengan hatinya yang berat. "Leo~ huaaa!!!" tangis pecah Eveleen.
__ADS_1
"ke-kenapa kamu menangis?" panik Leo. "apa jika pria tau kalau wanitanya sudah menjadi kekasih orang lain akan menjauh?" tanya Eveleen. "kemungkinan besar begitu" jawab Lek. "apa Johnny mengetahui hubungan ku dengan Fabilio? hiks.. " tangis Eveleen yang tiba-tiba mengingat Johnny. "ku rasa dia sudah tau, karna itu dia pergi" ucap Leo. "huaa!!! jadi Johnny meninggalkan ku karna aku kekasih Fabilio? hiks... aku tidak tau perasaannya" menyalahkan diri sendiri. "itu bukan salah mu" ucap Leo menenangkan dan memeluk Eveleen. "Leo... kembalikan Johnny pada ku hiks... " tangis Eveleen. "aku... aku akan berusaha menghubungi nya" ucap Leo berusaha menenangkan Eveleen yang terus menangis. "Eveleen!!" teriak seseorang yang membuat mereka melengah bersamaan. "Fabilio? hiks.." masih tersedu-sedu. Fabilio terlihat sangat marah dan jalan kearah Leo dan Eveleen, Leo yang sadar masih memeluk Eveleen pun melepaskan pelukannya.