
Kayle jadi bingung apa yang ia harus lakukan pada Eveleen yaitu wanita yang ia cari-cari selama ini. "aku akan menggantikan mu!" ucap Eveleen yang jongkok melindungi Kayle dalam pelukannya. Seolah-olah ia sedang menggantikan Kayle yang dipukul oleh wanita yang menyiksa mereka. "hiks... adik kamu tidak papa?" tanya Eveleen memegang pipi Kayle. "kenapa aku tidak marah jika dia menyentuhku, aku juga menjadi kasihan padanya" batin Kayle menatap Eveleen yang sedang menangis. "aku tidak papa" ucap Kayle menghapus air mata Eveleen. Eveleen yang merasa nyaman duduk dan bersandar didinding, "aku akan mejaga mu" ucap Eveleen tidur memegang tangan Kayle. Kayle yang merasa Eveleen tertidur pun mengkatnya dan membawa Eveleen kembali ke kamarnya lalu membaringkannya.
Kayle segera pergi, "Fabilio" ucap Eveleen menahan tangan Kayle. "Fabilio?" kesal Kayle mendengar nama orang yang ia benci. "sialan!" gumam Kayle melepas paksa genggaman Eveleen. Ia segera pergi dengan perasaan kesal, saat melewati tangga ia menoleh ke sudut dan mengingat kejadian manis mereka disana, juga mengingat kalau Eveleen menyebut nama Fabilio dihadapannya. "menjijikkan" ucap Kayle turun dari tangga.
Fabilio dirumah Eveleen sendirian, sedangkan Chao tidur di rumah Alice. Fabilio tampak berantakan dan frustrasi karna hilangnya Eveleen sudah beberapa hari, ia juga terus di rumah mencari keberadaan Eveleen melalui anak buahnya. Bukan hanya Fabilio yang mencari Eveleen, tapi Leo, Luiz, dan Chao juga ikut mencari Eveleen. Mereka tidak henti-hentinya untuk terus mencari Eveleen. Eveleen dulu punya firasat yang buruk pada waktu itu, ia merekam beberapa video untuk keluarga barunya dan pekerjaannya. Vidio itulah yang terus Fabilio putar untuk melepas rasa kerinduannya.
"hallo hehe, siang kenapa wajahku bengkak, sayang jangan berhenti menyukai istri mu ini kalau tidak aku akan memukulimu hehe, Fabilio ku tau suamiku tersayang, ntah kenapa perasaan ku buruk beberapa hari ini dan aku memutuskan untuk membuat vidio untuk mu dan jika aku pergi maafkan aku, dan jika aku tidak pergi berarti kamu tidak akan pernah melihat vidio memalukan ini hehe" Fabilio menontonnya hanya bisa menangis dan tertawa. "suamiku, jaga kesehatan mu dan dilarang minum-minum jika aku tidak ada dan dilarang menyukai wanita lain selainku hm... apa lagi ya... owh ya tolong jaga Chao Chao untuk ku, rawat dia dengan baik dan ajarkan dia bagaimana cara menjadi anak yang baik, udah sampai sini dulu aku tidak tau apa yang harus aku katakan lagi, tapi tenang saja aku akan membuat vidio baru nantinya, hmm... jika terjadi sesuatu padaku percayalah aku baik-baik saja, dah sayang aku mencintaimu" vidio pun berakhir.
__ADS_1
Ada banyak vidio lainnya disana, ada Produk-produk untuk untuk perusahaan nya pun sudah dibuat Eveleen dan sudah dibukukan olehnya. Buku itu dan satu surat diberikan pada Jack untuk meneruskan perusahaannya nanti di dalam berangkas jika ia sesuatu terjadi padanya. Satu hari sebelum pernikahan Eveleen memberikan satu paket untuk Jack tanpa Jack ketahui, "pak tolong paket ini bapak pegang dulu, jika besok saya tidak kembali tolong di berikan pada Jack" ucap Eveleen kepada satpam di rumahnya. "presdir mau Kemana, kenapa tidak berikan langsung saja pada tuan Jack" tanya satpam. "hanya saja ini sebuah hadiah kecil" ucap Eveleen. Eveleen pergi setelah memberikan paket sebuah nomor, satu flesdis dan nama untuk diletakkan di mejanya nanti yang bertulisan 'CEO EYS JACK.
Jack yang menerima paket itu pun menangis, ia diberikan amanah dan produk-produk yang ingin dikembangkan oleh perusahaan EYS melalui vidio flesdis. "Jack mempelajari dan sudah memberitahukan ke media kalau perusahaan EYS kembali pindah tangan pada Jack atas tanda tangan Eveleen. Jack juga sudah berdiskusi dengan keluarga Eveleen dan orang terdekat yang juga sudah menerima Jack sebagai pemilik perusahaan EYS dan beberapa perusahaan lainnya pada Alice.
Chao yang tau mamanya menghilang sempat mengamuk dan terus menangis. Untungnya ada Fabilio sang papa terus membuat Chao kuat dan membujuknya. Chao sempat tidak ingin sekolah lagi, "jika Chao chao ingin mama kembali kamu harus sekolah dan rajin belajar agar kamu bisa menemukan mama dengan cepat, mama pasti akan bangga padamu" ucap Fabilio membujuk. Karna demi Eveleen, Chao kembali sekolah dan belajar dengan rajin dan terus mencari tau keberadaan Eveleen dengan tekniknya.
tok..
__ADS_1
tok..
"Eveleen kamu sudah bangun?" tanya dokter Jeon didepan pintu yang tertutup. "masuklah" ucap Eveleen duduk menyandar diranjang. Dokter Jeon membuka pintunya dan membawa sarapan untuk Eveleen, "bagaimana perasaan mu?" tanya dokter Jeon. "apa ada obat baru yang kamu buat dokter?" tanya Eveleen. "sedang dalam proses, tapi... kenapa demam mu turun dengan cepat?" tanya dokter Jeon yang berfikir. "dokter, aku jadi ingat masa laluku dengan jelas" ucap Eveleen mengingat seorang anak laki-laki yang sedang di siksa. Dokter Jeon melihat tangan Eveleen gemetar, "jangan dipikirkan dulu, kamu harus sarapan agar pikiran mu jadi fresh" ucap dokter.
"owh iya, karana aku tidak berfikir dengan cepat aku baru ingat kalau aku diculik setelah menikah bukan sebelum menikah" ucap Eveleen. "benarkah? aku tidak tau, mungkin ada sedikit kesalahan saat itu" jawab dokter. "aku merindukan keluargaku, dan lihatlah dia memakaikan ku alat penyentrum" ucap Eveleen mengeluh. "aku juga tidak bisa membantu mu" ucap dokter Jeon. "apa tidak ada cara lain?" tanya Eveleen. "tidak ada, ini di kutub dan tidak ada orang disekitar ini" ucap dokter. "aku sangat merindukan mereka hiks.. " tangis Eveleen. "jika kamu sudah sehat, akan aku cari cara untuk membantu mu" ucap dokter Jeon membuat Eveleen berhenti menangis. "berjanjilah" ucap Eveleen. "aku janji" jawab dokter dan Eveleen memakan sarapannya dengan lahap.
"kalau begitu aku keluar dulu" ucap dokter keluar dari kamarnya. Saat pintunya tertutup, Eveleen kembali menangis sambil makan. "aku harus sehat agar bisa bertemu dengan mereka lagi" ucap Eveleen memakan sarapannya. "cuman ada satu cara, tapi itu terlalu bahaya untuk mu" batin dokter berdiri di depan pintu kamar Eveleen. "apa yang kamu lakukan?" tanya Kayle yang melihat dokter Jeon berdiri di depan kamar Eveleen. "mengantarkan makanan untuk Eveleen" ucap dokter Jeon. "peduli sekali" ejek Kayle. "aku dokternya, jadi wajar aku khawatir padanya" ucap dokter Jeon. "seterah, aku ingin membawanya ke ruang abadi kembali" ucap Kayle membuat dokter Jeon terkejut dan menahan tangan Kayle yang akan membuka pintu kamar Eveleen.
__ADS_1