LOVE ADVENTURE

LOVE ADVENTURE
°•67•°


__ADS_3

Setelah Eveleen selesai diobati, dokter Jeon pergi menemui Kayle yang sedang berdiri merokok di depan balkon kamarnya disuasana yang dingin. "tuan, kenapa kamu menyiksanya padahal kita membutuhkannya" tanya dokter Jeon. "apa kamu mencemaskan nya?" tanya dokter Jeon. "apa kamu tidak merasa dingin tuan? ayo masuk dulu" ucap dokter Jeon yang berdiri di belakangnya. "apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Kayle menutup pintu balkonnya yang sudah kemasukan beberapa salju. "nona Eveleen mempunyai lenyakit mental, jadi jangan terlalu keras padanya" ucap dokter Jeon.


"dari mana kamu mengetahuinya?" tanya Kayle. "aku memeriksanya, nona Eveleen sangat tidak tahan yang namanya kekerasan dan penyiksaan, kalau tidak dia akan hancur dan akan mengakibatkan depresi" jelas dokter Jeon. "informasi yang bagus Jeon, aku akan membuatnya kehilangan rasa takut itu" ucap Kayle. "apa maksud tuan? jangan bilang anda melakukannya juga" tebak dokter Jeon panik. "dia akan menjadi anak buah ku yang terbaik" ucap Kayle dengan smirik nya. "seharusnya aku tidak mengatakannya" batin dokter Jeon. "sekarang bawa dia ke ruangan abadi" perintah Kayle dan keluar dari ruangan. "ruangan abadi?! bukakah itu terlalu kejam tuan! dia juga wanita" ucap dokter Jeon berusaha menghentikan.


"apa aku pernah lembut?" ucap Kayle terus berjalan. "nona Eveleen, anda di tunggu tuan" ucap anak buahnya membuka pintu kamar. Eveleen tidak menjawab nya, ia masih tidur karna tubuhnya sangat sakit. Karna Eveleen yang tidak bangun juga, anak buah itu membangunkan Eveleen. "nona, anda harus bangun" ucap anak buah itu dan Eveleen pun bangun. "biarkan aku istirahat dulu" ucap Eveleen yang lemas. "tidak bisa, tuan sedang menunggu mu" ucap anak buah itu. "aku tidak bisa bangun, tolong bantu aku" ucap Eveleen. "tapi... baiklah" ucapnya membantu Eveleen bangun. "tubuhnya sangat panas" batin anak buah itu.


"hentikan, kamu menyakitinya" ucap Eveleen yang mulai mengigau dan memeluk anak buah itu. "aishh" mendorong Eveleen hingga terlentang kembali. "apa yang harus aku lalukan?" ucap anak buahnya memutuskan untuk menggendong Eveleen ke ruangan abadi. Ruangan abadi adalah tempat penyiksaan yang ada di rumah itu, ruangan yang paling ditakuti anak buah Kayle. Saat Eveleen dibawa hingga sampai di depan pintu ruang abadi, ia membuat Eveleen berdiri walau tidak tegap. "tuan, nona tidak bisa sadar" ucap anak buah itu membawa Eveleen masuk. "kenapa?" tanya Kayle. Dokter Jeon langsung memeriksa Eveleen, "dia demam tinggi! sudah ku bilang dia tidak bisa yang namanya kekerasan" ucap dokter Jeon.

__ADS_1


"aku tidak peduli, dudukkan dia dan ikat" ucap Kayle. "tuan! itu kerterlalulan!" ucap dokter Jeon. Kayle tidak peduli dengan perkataan dokter Jeon, Eveleen di ikat dengan bangkunya walau setengah sadar. "Eveleen, liat atraksi ku" ucap Kayle di hadapan Eveleen. Tahanan Kayle dibawa masuk yang akan menjadi tumbalnya. "ayo kita mulai hahah" senang Kayle.


Brakk..


Brukk...


"agghhhhh!! Akkk!!!" ringisnya yang disiksa di hadapan Eveleen. Suara penyiksaan terdengar oleh Eveleen yang setengah sadar. Saat Eveleen melihat dengan jelas bagaimana Kayle menyiksa pria itu, ntah kenapa ingatan lamanya menjadi terlihat jelas karna cara penyiksaan Kayle pada tahanannya itu sama dengan pria yang diingatan Eveleen. "hen-hentikan!! kamu menyiksanya!! tidak!!! hentikan!!" teriak Eveleen. "hahah" tawa Kayle sambil menyiksa pria itu. "hentikan!! lari!!! adik kamu lari!!!" ucap Eveleen mengingat kalau ada anak kecil laki-laki sekitar 5 tahun sedang di siksa dihadapannya sedangkan ia diikat di kursi. Saat itu Eveleen tidak bisa berbuat apa-apa tapi ia berusaha keras untuk lepas menyelamatkan anak laki-laki itu, yapi hal hasil ia menyaksikan kalau anak itu disiksa di hadapannya. Saat ia berhasil lepas, ia langsung memukul penjahat wanita itu agar anak laki-laki tidak di pukuli lagi.

__ADS_1


"larilah!!!" ucap Eveleen teriak membuat Kayle berhenti menyiksa "aku akan menggantikan mu!!" teriak Eveleen lagi membuat Kayle menatap Eveleen mengingat kenangan buruknya dulu. "apa dia wanita itu?" batin Kayle mengingat saat ia disiksa seorang wanita ada anak kecil perempuan yang juga di tahan diruangan yang sama dengannya. Anak perempuan itu menolongnya dan berkata, "larilah!!! aku akan menggantikan mu!!" ucap anak perempuan itu pada Kayle yang bisa lari membebaskan diri meninggalkan Eveleen dan mencari bantuan. "larilah!!! hentikan!!" teriak Eveleen yang padahal Kayle tidak melakukan apapun dan hanya menatap Eveleen. "tuan! kita dapat masalah!" ucap anak buahnya yang masuk. "ada apa?" tanya Kayle. "aku akan menggantikan mu!! hiks.." ucap Eveleen. "ay-ayo kita keluar" ucap Kayle keluar dan masih kepikiran dengan masa lalunya.


"nona, nona maafkan aku" ucap dokter Jeon yang melepaskan ikatan Eveleen dan Eveleen langsung jatuh ke lantai tapi ditahan dokter Jeon. Dokter Jeon mengangkat Eveleen yang sudah semakin panas tubuhnya, ia memberi oksigen dan menyuntik Eveleen setelah tiba di kamar Eveleen. "tidak akan kubiarkan kamu seperti ini lagi" ucap dokter Jeon mengobati Eveleen. Eveleen sudah tidak sadar karna suntikan dokter Jeon, asisten Anna diperintahkan dokter Jeon untuk menukar baju Eveleen yang sudah basah dengan keringat dingin. "jangan ada yang dibolehkan masuk selain asisten Anna" ucap dokter Jeon. "baik" jawab anak buah. "owh iya satu lagi kalau nona Eveleen keluar kamar jangan halangi dia, kalian cukup mengikutinya saja, kemungkinan besar ia sedang tidak sadarkan" ucap dokter lagi. "baik" jawab mereka berdua. Anna adalah orang yang di percaya dokter Jeon karna sifat dan kebaikannya dalam bekerja.


Hari pun malam, Eveleen yang panasnya yang tidak turun juga membuat dokter Jeon khawatir. Dokter Jeon memutuskan untuk membuat resep obat baru di ruang penelitiannya, Eveleen bangun membuka oksigen di hidungnya. Eveleen yang mengigau keluar dari kamar dan di ketahui oleh anak buah, mereka hanya mengikuti Eveleen dari belakang. Kayle yang baru pulang dari aksinya, jalan menuju kamar Eveleen karna masih kepikiran dengan masalalu.


"Eveleen?" ucap Kayle yang melihat Eveleen jalan yang di ikuti anak buahnya. "apa yang kalian lakukan?" tanya tegas Kayle dari kejauhan. "adik?!" ucap Eveleen berlari kearah Kayle. Karna Eveleen berlari anak buah itu juga ikut berlari mengikuti Eveleen, "adik! aku akan melindungi mu!" ucap Eveleen memeluk Kayle dengan erat. "maaf tuan" berusaha menarik Eveleen dari Kayle. "aku akan mengurusnya" ucap Kayle dan anak buah itu pun membungkuk pergi. "apa kita tidak papa meninggalkan nona dengan tuan?" tanya anak buah itu satu sama lain. "tapi bukankah aneh tuan tidak menolak pelukan nona?" ucapnya. "kamu benar" ucap nya.

__ADS_1


"adikk, saat kamu meninggalkan ku apa kamu baik-baik saja?" tanya Eveleen menatap Kayle yang tinggi darinya. "apa, kamu anak itu?" tanya Kayle yang tidak tau perasaan apa yang sedang ia dapat. "wanita itu datang!! wanita itu datang!! wanita itu datang!!" memeluk Kayle lebih erat. "bagaimana mungkin itu kamu" Batin Kayle memeluk Eveleen kembali. "tidak ada wanita itu disini" ucap Kayle memeluk Eveleen dengan hangat dan menangkannya. "awas! aku akan melindungi mu!" menarik Kayle berlari ke sudut rumah sebelum tangga. "apa kamu tidak papa?" tanya Eveleen jongkok bersama Kayle yang menurutinya dan menatapnya.


__ADS_2