LOVE ADVENTURE

LOVE ADVENTURE
°•49•°


__ADS_3

Selesai mereka melakukan pertemuan dan membahas beberapa masalah, Eveleen dan Johnny pamit karna hari sudah mulai malam dan Chao harus sekolah besok. "hati-hati kakak!" ucap mereka bungkuk serentak. Mereka pun pergi menuju rumah masing-masing dan kembali istirahat untuk memulai aktifitas esoknya.


Pagi pun tiba, Fabilio bangun pagi-pagi dan olahraga sejenak lalu segera siap-siap untuk berangkat menjemput Eveleen. Fabilio memakai jas abu-abu dengan dasi berwarna merah yang berarti mendapatkan cinta atau kekuatan. "sempurna" ucap Fabilio melihat banyangannya di cermin. Fabilio segera pergi ke parkiran yang penuh mobilnya yang mahal, ia masuk di salah satu mobil putih dan menuju rumah Eveleen. Eveleen sedang membuat sarapan untuk Chao dan Alice yang akan pergi ke rumah barunya, "kamu tidak perlu membawa barang-barang mu dari sini, kamu bisa membelinya yang baru" ucap Eveleen saat Alice turun dari tangga. "apa kita akan belanja hari ini?" senang Alice. "kita akan beli keperluan untuk di rumah baru mu, hari ini kamu sedang beruntung, aku akan belikan semuanya" ucap Eveleen yang masih sibuk dengan pembuatan sarapan. "benarkah?! wahh... kamu memang suami ku yang baik" ucap Alice memeluk Eveleen dari belakang.


"benar aku suami mu, tapi kamu harus mencari suami yang lebih baik dari ku mengerti?" ucap Eveleen. "aku akan melakukan kencan buta, jadi jangan menghubungi ku besok" ucap Alice duduk di meja makan. "benarkah?! dengan siapa?!" tanya Eveleen ikut bahagia. "dia seorang dokter bedah, dan juga tampan" ucap Alice memperlihatkan foto pria itu melalui ponsel. "wahh di tampan" puji Eveleen yang diangguk cepat oleh Alice dengan senyuman. "tampanan aku" ucap seseorang yang berdiri di belakang mereka. "woah?! kamu mengagetkan ku!" kesal Eveleen yang melihat Fabilio di belakang mereka secara tiba-tiba. "kapan kamu datang?" tanya Eveleen. "1 menit 20 detik yang lalu" ucap Fabilio melihat jamnya. "kenapa tidak bilang, ku kura siapa" ucap Eveleen kembali ke meja dapur di hadapannya.

__ADS_1


"presdir Fabilio ngapain kesini?" tanya Alice. "aku ingin bertemu Eveleen, yang tadi aku kenal dia" ucap Fabilio membuat Alice tertarik. "apa dia orang yang baik? dari mana kamu kenal dia?" tanya Alice. "ingin ku beri tau hal yang membuat ku melarang mu pergi bersamanya?" ucap Fabilio membuat Alice dan Eveleen yang mendengar bingung. "apa dia orang jahat? kenapa kamu melarangnya?" tanya Eveleen. "dia memang seorang dokter, tapi juga seorang gangster yang jahat" ucap Fabilio membuat mereka menganga. "padahal aku sudah nyaman bersamanya, di juga baik" ucap Alice. "apa kamu pernah bertemu dengannya?! kenapa aku tidak tau?!" ucap Eveleen khawatir. "aku bertemu beberapa kali dengannya, aku hanya ragu untuk membicarakan nya" ucap Alice merengek takut di marahi Eveleen.


prakkk...


Fabilio dan Alice kaget, "kalau dia melakukan sesuatu yang jahat bagaimana?! kamu harus bicara dengan ku!" ucap Eveleen marah memukul panci dengan sendok yang ia pegang. "tapi kamu selalu sibuk dan menghilang! aku juga sendirian tidak tau kemana" ucap Alice menunduk marah. "hah~" ucap Eveleen menarik nafas dalam dan membawakan sarapan ke atas meja makan. "maafkan ku ya, tapi jika kamu kesepian bisa datang pada ku, jika kalau aku sedang sibuk aku pastikan kamu tidak kesepian" ucap Eveleen memeluk Alice. "Eveleen, maafkan aku mengeraskan suara ku pada mu" ucap Alice memeluk Eveleen kembali. "tidak papa, itu wajar" ucap Eveleen melepaskan pelukannya. "papa!!" ucap Chao yang berlari ke arahnya. "hai Chao chao" ucap Fabilio mengangkat Chao ke pangkuannya.

__ADS_1


"jika di lihat-lihat kalian cocok juga, dan terlihat kalian sepasang kekasih" ucap Alice. Fabilio dan Eveleen saling memandang satu sama lain, ingin memberitahukan kepada Alice tapi di bisa saja bilang pada Luiz, "haha aku terlalu cantik untuk nya" ucap Eveleen membuat Fabilio membesarkan mata. "apa. yang kamu katakan, Fabilio juga tampan" ucap Alice membuat Fabilio bertingkah keren. "tidak, pria yang di ponsel mu lebih tampan, hanya saja seorang gangster aku tidak suka" ucap Eveleen membuat Fabilio kesal. "apa dia lebih tampan dari ku?! kenapa kamu memuji pria lain?" kesal Fabilio. "aku hanya bercanda hehe, kamu lebih tampan darinya" ucap Eveleen tidak ingin melihat Fabilio marah. "kenapa kamu takut Fabilio marah?" tanya Alice yang biasanya melihat Eveleen yang tidak peduli dengan perasaan orang lain. "han-hanya tidak ingin membuat keributan" gugup Eveleen. "hmmm kamu menyembunyikan sesuatu padaku" ucap Alice menatap curiga.


"tidak ada apa-apa" ucap Eveleen. "awas saja jika aku tau sesuatu yang buka dari mulut mu, aku tidak akan lagi bertemu dengan mu" ancam Alice. "kenapa kamu tega bicara seperti itu!" takut Eveleen. "benar! kamu. menyembunyikan sesuatu pada ku! katakan sekarang sebelum aku kesal" ucap Alice yang membuat Fabilio dan Eveleen saling menatap mata lagi. "seterah mu, aku baik-baik saja" ucap Fabilio yang membuat Alice tambah tertarik. "kami... kami...." Eveleen tampak ragu. Fabilio menggenggam tangan Eveleen dan mengangkatnya le atas meja, "kami sepasang kekasih yang kamu bicarakan" ucap Fabilio yang membuat Eveleen hanya menunduk malu. "baguslah, Chao chao kamu akan punya papa dalam waktu yang dekat" ucap Alice. "benarkah?! apa papa akan menjafi milik mama?!" senangnya. "tentu" ucap Fabilio. "tapi, jangan bilang sama orang lain dulu ya, aku belum siap" ucap Eveleen. "kenapa? bukankan itu mengejutkan?" tanya Alice bingung. "tunggu saja aku mengumumkan nya" ucap Eveleen. "baiklah, Chao chao ini rahasia, kamu taukan rahasia?" tanya Alice. "sesuatu yang harus bilang kita sembunyikan dari orang-orang, hanya kita yang tau" ucap Chao. "pintar" puji mereka.


Mereka menyelesaikan sarapan dengan suasana yang hangat, hingga tiba saatnya untuk pergi mengantar Chao ke sekolahnya. "Alice, hubungi aku jika kamu butuh sesuatu dan hubungi saja aku kapan kita akan pergi belanja nanti" pesan Eveleen. "baiklah, hati-hati dijalan" ucap Alice melambai. Eveleen dan Chao berangkat bersama mobil Fabilio, "Chao Chao, bagaimana dengan teman-teman mu?" tanya Fabilio. "mereka baik seperti yang papa bilang" ucap Chao. "papa pastikan kalau sekolah itu menyenangkan, tapi jika pelajaran nya membosankan itu biasa, saat pulang sekolah kamu bisa belajar yang kamu inginkan" ucap Fabilio. "kalau begitu aku ingin belajar dengan papa setelah pulang sekolah" ucap Chao. "setuju, papa akan menjemput mu saat pulang sekolah" ucap Fabilio. Tak lama kemudian Mereka sampai di depan gerbang sekolah Chao, "kita sudah sampai, tunggu disini" ucap Fabilio keluar dan jalan menuju pintu Eveleen. "silakan turun" ucap Fabilio membuat Eveleen tersenyum dan turun menirurunkan Chao.

__ADS_1


"kami akan menjemput mu nanti" ucap Eveleen jongkok menyamakan tingginya dengan Chao. "baik mama" ucapnya. "belajarlah dengan baik" ucap Fabilio membungkuk memegang kedua pundak kecil Chao. "baik papa!" ucapnya semangat. "baiklah, sampai jumpa" lambai Fabilio yang menarik pinggang Eveleen agar lebih dekat dengannya. "kamu kenapa?" tanya Eveleen bingung. "apa aku tidak boleh dekat dengan mu?" tanya Fabilio. "tentu" ucap Eveleen memeluk Fabilio. "hah~ aku tidak ingin melepaskan mu" ucap Fabilio memeluk erat Eveleen. "sudah, nanti saja disini banyak orang" baru sadar banyak orang yang melihat mereka yang sedang mesra. "baiklah" ucap Fabilio melepaskan pelukannya yang gemas melihat Eveleen malu.


__ADS_2