LOVE ADVENTURE

LOVE ADVENTURE
°•36•°


__ADS_3

Pada jam enam sore waktunya Eveleen untuk pulang, ia mendapat pesan dari Fabilio yang seharusnya ia tidak membacanya.


"beri aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya, ayo kita bertemu di XXX" pesan Fabilio yang membuat Eveleen tertarik dan ingin memukul Fabilio atas nama Johnny.


"tidak ada salahnya bukan" ucap Eveleen tanpa membalas pesan Fabilio. Beberapa menit kemudian mereka bertemu di sebuah tempat yang tepatnya disebuah dataran tinggi yang penuh dengan pemandangan kota. "kenapa bertemu disini? apa kamu akan mendorongku ke bawah?" ucap Eveleen yang melihat Fabilio berdiri di belakang pagar pembatas. "kamu sudah datang" ucap Fabilio yang menilai reaksi Eveleen. "biarkan aku memukul mu dulu" ucap Eveleen mendekat. "tapi... baiklah" ucap Fabilio berdiri di hadapan Eveleen. "kamu akan merasakan kesakitan yang tidak akan kamu lupakan" ucap Eveleen smirik. "aku tidak akan melupakan nya" ucap Fabilio menutup mata bersiap-siap di pukul Eveleen.


Brak...


Satu pukulan perut dari Eveleen yang membuat Fabilio jatuh dan terkejut karna kerasnya pukulan Eveleen sebagai wanita. "sudah ku bilang aku mantan militer termuda dan senior bela diri wanita, berdiri lah aku masih punya energi" ucap Eveleen membuat Fabilio gugul untuk berdiri. "jika tidak mau di pukuli lagi aku bisa pergi sekarang" ucap Eveleen segera pergi melihat kesungguhan Fabilio. "tunggu! aku tidak merasakan apa-apa, kamu bisa lanjutkan" ucap Fabilio menahan sakitnya satu pukulan Eveleen ke perutnya. "kamu tidak boleh jatuh! mengerti?!" ucap Eveleen seperti senior militer. "baik" ucap Fabilio. "lebih keras!!" ucap Eveleen. "baik!!" keras Fabilio membuat Eveleen puas.


Bukk... "pukulan ini karna membuat tangan ku terluka"


Drass... "pukulan ini karna kamu adalah seorang mafia"


Dubrakk....

__ADS_1


Pukulan terakhir yang terkeras membuat Fabilio benar-benar menahan rasa sakit walau tak sesakit Johnny yang di pukul hingga berdarah. "sakit?" tanya Eveleen melipat tangan di dada. "ti-tidak" ucap Fabilio berdiri tegap dengan wajah yang merah. "Johnny lebih sakit dari pukulan itu, apa kamu mengerti?" ucap Eveleen. "maafkan aku" ucap Fabilio. "berdirilah dengan tegal" ucap Eveleen. "bukankah aku sudah tegap?" tanya Fabilio menahan sakitnya. "membungkuk?" ucap Eveleen melihap posisi Fabilio sedikit membungkuk karna menahan sakit. "apa sangat sakit?" tanya Eveleen lagi. "tidak" ucap Fabilio. "jangan berbohong, kamu memakai dasi bewarna biru" ucap Eveleen melihat dasi yang pernah ia belikan. "kamu mengerti perasaan ku" ucap Fabilio merasa sakitnya hilang setelah Eveleen masih memperhatikan nya. "katakan yang sebenarnya" ucap Eveleen jalan ke sisi pagar pembatas. "sebenarnya aku tidak berniat melakukannya, aku hanya marah pada diri ku yang tidak bisa mendapatkan mu dan Johnny mengatakan pada ku kalau aku dalam daftar misinya" ucap Fabilio berdiri di samping Eveleen sambil melihat pemandangan kota yang indah.


"tidak masalah aku dalam daftar misinya dan itu sudah biasa terjadi pada ku, hanya saja dia orang yang paling dekat dengan mu dan orang yang kamu sukai, itu membuat ku marah dan melampiaskan amarah ku padanya, maafkan aku bertingkah seperti pecundang" lanjut Fabilio. "jadi intinya ini karna ku?! wah! ini sangat tidak masuk akal" tak percaya akan terjadi hal seburuk itu karna seseorang menyukai nya. "jangan menjauhi ku" ucap Fabilio dengan serius. "aku hanya tidak nyaman meninggalkan mu begitu saja setelah menolak perasaan mu pada ku, aku sedikit canggung" ucap Eveleen mengingat kejadian di pantai waktu itu. "hanya itu?! ku kira kamu tidak ingin melihat ku lagi" ucap Fabilio. "ya hanya itu, tapi setelah membuat kesalahan yang fatal aku tidak bisa merasakan kamu yang seperti dulu" ucap Eveleen memperlihatkan tangannya yang gemeteran. "Eveleen" kecewa Fabilio melihat Eveleen yang juga melihatnya.


"aku tidak ingin mengingat kejadian itu lagi" ucap Eveleen dengan lembut yang membuat Fabilio kecewa berat. "jangan bicara dengan lembut! kamu membuatku frustasi!" marah Fabilio berlutut di hadapan Eveleen. "kamu seharusnya berfikir jernih sebelum bertindak" ucap Eveleen menahan sedihnya. "jangan bicara seperti itu! kamu bisa memukul ku semau mu! tapi jangan bicara seperti tidak ingin bertemu dengan ku lagi" ucap Fabilio menahan air matanya. "kita sebatas rekan bisnis saja" ucap Eveleen pergi dari hadapan Fabilio yang bertekuk lutut. "Eveleen!" teriak Fabilio yang langsung berdiri di tempat. "ayo kita ulang dari awal dan melupakan kejadian sebelumnya" ucap Eveleen yang membelakangi Fabilio. "aku mencintaimu!" ucap Fabilio membuat Eveleen mengeluarkan air mata. "aku benar-benar mencintai mu!" ucap Fabilio yang juga mengeluarkan air mata. "selamat tinggal" ucap Eveleen masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Fabilio.


"Eveleen aku tidak ingin kehilangan mu! Maafkan aku!!" teriak Fabilio walau Eveleen sudah pergi jauh. "hiks.. kita berbeda kriteria, aku juga akan menagkap mu jika misi Johnny selesai" tangis Eveleen mengendarai mobil nya. "tapi ini menyakitkan hiks.. dada ku sesak... hiks...aaa!!!!" teriak frustasi Eveleen. Di ruamh Eveleen, Johnny masih menunggu Eveleen yang belum pulang juga saat ini. "paman, mama belum pulang juga?" tanya Chao. "mama akan segera pulang, kamu bisa tidur dahulu aku akan menunggu mama mu" ucap Johnny. "Alice, tolong kamu tidurkan Chao chao dulu" ucap Johnny dan di turuti Alice. "dia pergi kemana?" batin Johnny.


"aku harus kembali!" ucap Eveleen yang tidak tahan akan sakitnya batinnya. Fabilio yang frustasi pergi ke sebuah bar yang dimana itu milik kakaknya. "carikan aku wanita" ucap Fabilio pergi ke ruang VVIP yang memiliki kamar. "hallo tuan" ucap beberapa wanita yang masuk ke ruangannya. "kemana dia pergi?" ucap Eveleen yang sudah tak melihat Fabilio di sana. "aku harus mencarinya" ucap Eveleen mencari Fabilio. "jika aku frustasi aku akan pergi ke..... " Eveleen terus memikir dan pergi ke sebuah taman yang di terangi lampu taman tetap saja Fabilio tidak di sana. "Eveleen teruslah berfikir, jika Luiz frustasi dia pasti ke... bar!!" ucap Eveleen langsung memutar stir mobilnya menuju ke bar dimana ia pernah menjemput Fabilio dan Leo. Saat sudah tiba, Eveleen bergegas masuk dan menanyakan keberadaan Fabilio pada pelayan. "di ruang VVIP 01 nona" ucap pelayan. "maafkan aku" ucap Eveleen berlari menuju kamar bertulisan VVIP 01. "apa dia minum sebanyak itu, agh pasti dia sangat frustasi" menyesal meninggalkan Fabilio.


Brakk...


Brukk..


Terjadinya bangku hantam di sana hingga wanita itu terpental jauh karna pukulan keras Eveleen. "Pria berengsek!! mati saja sana!!" ucap Eveleen memukul Fabilio dengan keras walau menangis.

__ADS_1


Brukkk....


Eveleen memukul Fabilio hingga tidak sadarkan diri, "kamu membuat ku sadar diri! dasar wanita sialan! pergi dari sini!" ucap Eveleen pergi dari ruangan itu. "aku akan membunuh kalian jika Fabilio atau Leo bermain wanita yang tidak ia nikahi!!" ucap Eveleen marah kepada semua pegawai di sana. "jika ada yang melawan! aku akan menyuruh bos kalian memecat kalian!" ucap Eveleen yang dianggukkan mereka dengan ketakutan setelah melihat wanita yang bersama Fabilio tadi sudah berantakan di belakang Eveleen memberi kode. "sialan!!!" teriak Eveleen saat di dalam mobil. Eveleen pergi ke sebuah hotel untuk menangkan diri dan sudah memberikan pesan pada Johnny kalau ia akan menginap di hotel dengan alasan ada yang harus ia lakukan.


"kenapa tiba-tiba" ucap Johnny yang merasa bingung. "baiklah, Alice apa Chao chao sudah tidur?" tanya Johnny yang melihat Alice keluar dari kamar Chao yang di bawah. "sudah, apa Eveleen belum pulang juga?" tanya Alice. "dia akan menginap di hotel karna ada urusan pekerjaan, jadi aku balik dulu" ucap Johnny yang rumahnya di seberang rumah Eveleen. "baiklah" ucap Alice. Eveleen memesan kamar yang kedap suara, luas, dan seperti apartemen yang adanya ruang tamu juga dapur dan mulai berantakan, "aaaa!!!" teriak frustrasi Eveleen membuang semua yang ada di depannya. "kenapa begitu sesak!!! sialan!!" ucap Eveleen mengacak rambutnya frustasi.


Drass....


Eveleen memukul kaca dengan tangannya yang memperlihatkan bayangannya yang kacau hingga mengeluarkan bayak darah di tangannya. "aku tidak ingin seperti ini!!! pergilah perasaan buruk ini!!!" teriak Eveleen yang mulai depresi. "AAAA!!!" teriak Eveleen terduduk di lantai yang dingin. "hah~ nafas k-ku hah~" nafasnya yang mulai sesak. "cin-cinta sialan!! hah~" berdiri sempoyongan dan mulai mendekati dinding yang mulus. "hah~ aku iri dengan dinding yang mulus ini hah~" memandang kosong.


brukk..


brukk...


brukk...

__ADS_1


Eveleen membenturkan kepalanya berkali-kali ke tembok hingga mengeluarkan darah di kening nya. "Fabilio sialan!!" membenturkan lebih keras hingga terduduk di lantai kembali. Eveleen menatap kosong lagi yang sudah kehilangan kesadaran dibatas normal, tangan dan keningnya sudah mengeluarkan banyak darah tapi ia tidak merasakan sakitnya. Eveleen berjalan ke kamar mandi dan mengisi penuh air di dalam bathtub yang putih. Eveleen masuk dan berbaring di sana dengan tatapan yang kosong dengan air yang tetap mengalir. Air matanya terus bercucuran tanpa adanya suara tangisan Eveleen, matanya hanya menatap atap dan nafasnya kembali sesak. "hah~ to-tolong hah~" ia terus merosot ke dalam air karna tidak adanya tenaga untuk bertahan. "hah~ agg~" kepala Eveleen mulai tenggelam dan tidak bisa bernafas.


__ADS_2