LOVE ADVENTURE

LOVE ADVENTURE
°•39•°


__ADS_3

Sebelum kejadian Eveleen terjadi, Fabilio memutuskan untuk menculik Eveleen, "ini terlalu beresiko untuk kita presdir, apalagi Johnny seorang mata-mata negara, Luiz punya banyak bawahan, dan Leo apa lagi" ucap Daniel. "jika aku juga mencari mereka tidak akan curiga pada ku, kita butuh dokter palsu untuk membawa Eveleen dari rumah sakit, dan pas saat itu aku datang berkunjung agar mereka tau aku sudah berusaha mengejar Eveleen, dan juga saat itu pakai hecker terbaik untuk mengahapus semua jejak dan buat Eveleen berada di dua negara tapi bawa Eveleen ke negara le tiga" ucap Fabilio dengan jelas. "aku mengerti, buat jejak presdir Eveleen di dua negara dan bawa ke negara lainnya, tapi apa kamu yakin presdir?" tanya Daniel memastikan. "aku ingin membuat hubungan baik dengan Eveleen untuk beberapa hari" ucap Fabilio berharap. "baiklah jika itu mau mu, aku akan mempersiapkan nya" ucap Daniel pergi.


Sekarang Fabilio pergi ke negara LL untuk menyusul Eveleen, saat itu Eveleen masih belum sadar dan sudah di ambil alih oleh dokter pilihan terbaik Fabilio. Beberapa jam kemudian mereka sampai di negara yang berbeda-beda, setelah mendapat informasi palsu Eveleen lolos dari bandara mereka langsung untuk berpencar di negara itu. Sedangkan Fabilio pergi ke kediamannya yang baru di beli beberapa jam yang lalu, Eveleen sudah berada di sana dan sedang istirahat. "bagaimana keadaan Eveleen?" tanya Fabilio yang baru tiba. "keadaan nona Eveleen belum stabil karna demamnya tidak turun-turun" ucap dokter. "baiklah, aku akan menjaganya" ucap Fabilio duduk di sisi ranjang Eveleen dan dokter pun pergi ke luar.


klek...


pintu pun tertutup sempurna, "Eveleen maafkan aku, aku memang egois tapi aku terlalu meinginkan mu" ucap Fabilio memegang tangan Eveleen. Fabilio yabg merasa bersalah hanya duduk menunggu keadaan Eveleen sambil memegang tangannya. Saat malam hari Eveleen sadar dan membuka matanya perlahan, ia melihat ke sekitar nya dan sadar kalau itu bukan rumahnya atau rumah sakit, tapi mentalnya mengatakan untuk dia dan pergi. Saat duduk, ia melihat Fabilio dengan jelas dan sedang memegang tangannya yang di perban. "Fabilio.... " tiba-tiba ia mengingat kejadian dimana Fabilio bersama wanita lain dan ia hilang kendali. "aaaa!!!" teriak Eveleen kembali frustasi mengacak rambutnya. Fabilio yang di sampingnya pun terkejut dan segera menenangkan Eveleen. "Eveleen, Eveleen tenang lah aku ada di sini" segera memeluk Eveleen. "lepas! Lepas!" teriak Eveleen berusaha melepaskan pelukan Fabilio. "stt... tenanglah maafkan aku, maafkan aku" terus memeluk. "kamu jahat, aku bebci kamu hiks... Aaa!!!!" teriaknya lagi mendorong keras Fabilio hingga jatuh ke lantai. "Eveleen, Eveleen ini salah ku maafkan aku, ku mohon" ucap Fabilio memegang tangan Eveleen sambil berlutut di lantai. "kamu bajingan hiks.. Kamu jahat hiks... " tangis Eveleen yang membiarkan Fabilio memegang tangannya.

__ADS_1


"Eveleen tatap mata ku" ucap Fabilio duduk kembali ke sisi ranjang Eveleen dan meraup pipi kecil Eveleen dan mentap Fabilio bingung dengan segukan. "aku benar-benar mencintai mu, katakan yang ingin kamu katakan, tanya yang ingin kamu tanyanyakan" ucap Fabilio lembut. "Fabilio kamu sangat jahat, aku membenci mu, kamu bersama wanita lain aku benci itu, aku kembali untuk mu tapi kamu bersama wanita lain....... Aku juga benci kalau aku terlalu mencintai mu" ucap Eveleen segukan menatap mata Fabilio. "aku senang kamu membenci ku, tapi aku aku lebih sedang kalau kamu lebih mencintai ku" ucap Fabilio. "kenapa kamu senang aku membenci mu? Apa kamu ingin melakukan nya lagi?!" kesal Eveleen. "tidak, hanya saja merasa aneh jika semua orang tidak membenci ku" ucap Fabilio membuat Eveleen terdiam. "jangan melakukannya lagi" ucap Eveleen. "tidak akan" ucap Fabilio memeluk Eveleen.


"apa tangan mu sangat sakit?" tanya Fabilio memegang tangan Eveleen yang di perban. "aku tidak merasakan apapun, tapi sepertinya kamu berfikir aku memaafkan mu, aku belum memaafkan mu" ucap Eveleen menjaga jarak. "tadi bukankah kita sudah baikan?" bingung Fabilio. "aku akan memaafkan mu bagaimana cara kamu memeperlakukan ku kali ini" ucap Eveleen. "aku akan memperlakukan mu dengan baik tanpa kamu minta" ucap Fabilio. "kita lihat saja nanti" ucap Eveleen. "ayo makan" ucap Fabilio menggendong Eveleen ala bridal. "aku tidak nyaman seperti ini" ucap Eveleen. "bukankah wanita suka di gendong seperti ini?" tanya Fabilio yang masih menggendong Eveleen. "tapi aku ingin memeluk mu, aku ingin seperti koala" ucap Eveleen dengan senyuman. "tidak masalah, aku suka" ucap Fabilio menurunkan Eveleen dan menggendong Eveleen kembali seperti koala besarnya. "aku baru tau kalau kamu itu sangat manja" ucap Fabilio jalan menuju ruang makan. "aku hanya merasa nyaman, jika kamu keberatan aku akan jalan" ucap Eveleen yang masih memeluk leher Fabilio. "jika kamu nyaman, aku lebih nyaman" ucap Fabilio. "kenapa, bukankah aku menggendong ku membuat mu menambah beban" ucap Eveleen. "aku bisa melihat wajahmu sangat dekat itu membuat ku berdebar, itu membuat ku merasa nyaman" ucap Fabilio menatap mata Eveleen. "sebentar" ucap Eveleen membuat Fabilio berhenti melangkah dan menatap. "kenapa?" tanya Fabilio.


"ini rumah siapa?" tanya Eveleen. "ini rumah ku" ucap Fabilio. "aku datang ke rumah mu saat itu bukan seperti ini" melihat ke sekitar. "ini rumah ku di negara LL" ucap Fabilio membuat Eveleen membulatkan mata. "apa?! Kita di Negar LL?! bagaimana bisa?!" kaget Eveleen. "hmm aku akan menceritakan nya nanti" ucap Fabilio memperlihatkan giginya. "tapi ini sangat jauh Fabilio?! Apa aku di pindahkan ke rumah sakit di negara LL?" tanyanya. "tidak" jawab Fabilio. "apa penyakit ku parah?!" tanya nya. "tidak" jawab Fabilio lembali. "apa aku mendapat penyakit mematikan?! Atau bertemu dengan dokter khusus?!" tanyanya dengan cepat tanpa memberikan waktu untuk Fabilio menjawab.


Fabilio mengecup singkat bibir Eveleen, "kamu tidak terkena penyakit apa pun, aku yang membawa mu ke sini untuk menghabiskan waktu bersama mu" ucap Fabilio kembali berjalan hingga mereka sampai diruang makan. "ka-kamu, bagaimana kau bisa menciumku tanpa izin?!" ucap Eveleen kesal dengan wajah yang merah. "jelas-jelas kamu menyukainya" ucap Fabilio di depan wajah Eveleen yang duduk di kursi. "Fabilio! kamu tidak bisa melakukan ini pada ku" ucap Eveleen. "kenapa? aku kan kekasih mu" ucap Fabilio bungkuk terus terang . "kamu juga harus merasakannya bukan" ucap Eveleen mendekatkan wajahnya.

__ADS_1


cup...


Eveleen mengecup singkat bibir Fabilio, "apa kamu berdebar? wajah mu memerah" ejek Eveleen melihat Fabilio mematung. "aku... jantung ku berdetak kencang" ucap Fabilio wajahnya seakan panas. Eveleen tersenyum melihatnya, "aku menginginkan nya lagi" ucap Fabilio langsung menarik teguk leher Eveleen.


cup...


Mereka berciuman penuh dengan cinta, beberapa menit kemudian mereka tersenyum saat melakukannya dan tertawa. "aku malu" ucap Eveleen menutup wajahnya membuat Fabilio gemas. "kenapa malu, kamu terlihat menikmati nya" goda Fabilio. "apa kamu tidak malu?" memegang pipinya yang merah. "tidak, tapi sebaliknya aku menginginkan nya lagi" ucap Fabilio membuat Eveleen benar-benar berdebar. "jangan bicara lagi" memeluk pinggang Fabilio yang berdiri di depannya. "Fabilio, aku mencintaimu" ucap Eveleen duduk mendongak ke atas sambil memeluk pinggang Fabilio yang berdiri di dapannya. "aku juga mencintai mu Eveleen" mengelus rambut Eveleen dengan gemas. "mau makan apa? aku akan masak" ucap Fabilio. "apa kamu bisa masak?" melepaskan pelukannya. "ya beberapa" ucap Fabilio. "buatkan beberapa makanan itu" ucap Eveleen. "baiklah sayang" ucap Fabilio pergi dari hadapan Eveleen. "sa-sayang?" batin Eveleen dan wajahnya memerah kembali. "buat yang paling enak sayang" ucap Eveleen membalas. "baiklah sayang" cengengesan.

__ADS_1


__ADS_2