LOVE ADVENTURE

LOVE ADVENTURE
°•64•°


__ADS_3

Selesai acara pernikahan, para tamu undangan merayakannya dengan makan-makanan yang telah disediakan dengan mewah. Eveleen dan Fabilio pergi ke ruang istirahat mereka, Luiz, Leo, dan Alice datang menemui mereka ya g sedang duduk di sofa. "lihatlah pasangan baru ini" ucap Alice datang. "aku sebenarnya tidak rela, tapi jika Eveleen bahagia aku melepaskannya" ucap Luiz jalan bersama Leo masuk. "Luiz~ aku terharu" ucap Eveleen berdiri ingin memeluk Luiz. "hei, kamu sudah punya suami, kamu tidak bisa memeluk sembarang orang lagi" ucap Fabilio menahan. "sayang sekali" ucap Eveleen. "apa kamu kecewa menikah dengan ku karna tidak bisa memeluk Luiz?" tanya Fabilio tak percaya tingkah istrinya.


"tidak, aku senang akhirnya bisa menikah dengan mu" ucap Eveleen jalan Kearah Luiz dan memeluknya. "hei, suami mu ada di sini!" cemburu Fabilio. "sebentar saja, Luiz sudah menjaga ku selama ini bersama Alice" ucap Eveleen menarik Alice ke pelukannya juga. "aku senang bisa menjaga mu, jika Fabilio membuat mu menangis aku akan segera membunuhnya tenang saja" ucap Luiz. "jika Fabilio menyakiti mu, aku akan memotong rambutnya hingga botak" ucap Alice membuat Fabilio memegang rambut kesayangannya. "hei itu terlalu kejam, aku tidak akan menyamiti dan membuat Eveleen menangis" ucap Fabilio.


"Leo, terimakasih sudah datang melihat adik mu" ucap Eveleen berjalan memeluk Leo. "baiklah aku merelakan kamu memeluk orang yang kamu senangi hari ini" ucap Fabilio. "apa kamu tau, yanga bersikeras mengundang mu adalah Fabilio" ucap Eveleen membisikkan pada Leo. "apa yang kalian bisikkan, apa kamu selingkuh dihadapkanku?" canda Fabilio. "terimakasih sudah mengundang ku" ucap Leo pada Fabilio. "it-itu bukan apa-apa" salah tingkah karna Eveleen mengatakannya pada Leo. "hahah" mereka tertawa. "kita harus menyambut tamu dulu, dah~" ucap Alice menggandeng kedua pria tampan itu. "apa yang kamu lakukan?" tanya Leo dan Luiz yang tangan mereka di gandeng bersamaan.


"aku juga ingin terlihat cantik di samping pria tampan seperti kalian" ucap Alice dengan jujur membawa mereka pergi. Saat ruangan itu tinggal mereka berdua, Johnny datang dan masuk ke ruang istirahat Eveleen dan Fabilio. "selamat" ucap Johnny yang masuk. "Johnny?!!" ucap Eveleen berlari kearah Johnny. Johnny membuka lebar tangannya dan jalan memeluk Eveleen yang berlari kepelukannya. "aku sungguh merindukan mu! kamu jahat pergi meninggalkan ku hanya pamit dengan sebuah surat!" ucap Eveleen memeluk erat Johnny. "maafkan aku, aku harus melaksanakan misi ku" ucap Johnny sebagai alasan. "aku tau kami terluka saat pergi!" ucap Eveleen. "itu sah berlalu, sekarang aku baik-baik saja" ucap Johnny.

__ADS_1


"jaga kekasih lama ku" ucap Johnny pada Fabilio. Mendengar itu Fabilio langsung menarik Eveleen dari pelukan Johnny, "dia istri ku" ucap Fabilio. "kamu akan kesusahan dengan suami pencemburu, aku hanya punya satu pesan pada mu" ucap Johnny. "hajar dia jika membuat kamu terluka atau menangis" pesan Johnny. "kenapa semua orang tidak percaya pada ku kalau aku tidak akan berbuat buruk pada Eveleen" ucap Fabilio tak percaya. "aku percaya, dan tepati janji mu" ucap Johnny. "apa kamu akan pergi lagi?" tanya Eveleen. "ya, aku data g juga untuk pamit dan tidak bisa kembali di waktu yang dekat karna ada misi yang lebih memikat ku" ucap Johnny.


"jika butuh aku, hubungi aku" ucap Eveleen. "tidak perlu, ini mudah" ucap Johnny menolak. "sampai jumpa" ucap Eveleen memeluk Johnny kembali. "sampai jumpa" ucap Johnny memeluk Eveleen dengan erat. "aku pergi dulu, bye" pamit Johnny keluar ruangannya.


"apa kamu menangis?" tanya Fabilio menatap Eveleen. "dari tadi aku menahannya dan aku dilarang menangis jika berpisah dengan Johnny" ucap Eveleen. "kenapa?" bingung. "kalau tidak, dia tidak bisa meninggalkan ku dan jika aku menangis suatu hari nanti dia akan pergi dengan surat tanpa sepengetahuan ku" jelas Eveleen. "apa kamu masih sedih?" tanya Fabilio memeluk Eveleen. "tidak, karna aku sudah bersama suamiku" ucap memeluk Fabilio. "tapi aku tidak melihat Chao chao setelah kita menikah" ucap Fabilio. "kata Alice tadi Chao chao tertidur di pangkuannya, jadi dia sedang tidur" ucap Eveleen.


Cup...

__ADS_1


Mereka berciuman dengan suasana yang bahagia. Dari tadi Eveleen dan Fabilio dipantau seseorang, ia membawa senjata sedang jalan menunu ruang istirahat mereka yang padahal berpapasan dengan Johnny. Pengintai itu membuka pintu ruangan mereka pelan-pelan dan melihat Fabilio dan Eveleen sedang berciuman. Fabilio yang merasa mereka sedang di awasi seseorang pun sedikit menoleh.


stashh...


Fabilio melepaskan ciuman mereka dan memegang lehernya yang ternyata ada sebuah peluru obat bius yang menempel. "apa ini?!" panik Eveleen melihat bius yang dipegang Fabilio. "E-Eveleen" Fabilio mulai lemas terdudul di sofa. "akk" Eveleen merasa sesuatu menusuk lehernya. Ia juga mendapatkan obat bius pada lehernya, "ti-tidak" ucap Fabilio memeluk Eveleen erat. "Fa-fabilio" ucap Eveleen yang hampir kehilangan kesadarannya. Seseorang masuk kedalam dihadapan mereka tapi terlihat tidak jelas dimata mereka yang merabun. "jangan membawa istri ku" ucap Fabilio terus berusaha memeluk Eveleen. "Fabilio, aku mencintaimu, aku benar-benar mencintai mu" ucap Eveleen yang setelah itu baru tidak sadar di pelukan Fabilio. Fabilio juga terus bertahan tapi tenanganya perlahan menghilang dan Eveleen dibawa olehnya.


"Eveleen, tidak, Eveleen" lemasnya mengejar yang kemudian jatuh tidak sadarkan diri membuat ruangan berantakan. Saat anak buah Fabilio akan masuk ke uangan mereka karna dipanggil Luiz, ia melihat Fabilio tidak sadarkan diri di lantai dan Eveleen tidak ditemukan. "Tuan! tuan!" panik berusaha menyadatkan. Saat itu ia melihat dua peluru bius di lantai, dan ia sudah menebak kalau Eveleen sudah di culik. anak biah Fabilio langsung segera memberi tahukan pada Luiz secara diam-diam agar tidak mengejutkan para tamu undangan. Luiz yang mendengarnya pun panik dan bergegas ke ruang istirahat yang berantakan itu, Fabilio yang tidak sadarkan diri dilantai.

__ADS_1


"kami sudah mencari kemana-mana tapi nona Eveleen tidak ditemukan tuan" ucapnya melapor. "cepat cari sekali lagi!" marah Luiz. "kenapa lama seka.... hah?!" Alice yang kaget melihat ruangan itu dan Fabilio yang berbaring di sofa. "apa yang terjadi?! dimana Eveleen?!" panik Leo yang juga datang. "kita terlambat!" putus asa Luiz. "sial!!" Leo frustrasi. "apa maksud kalian?!" panik Alice. "Eveleen diculik karna kepintarannya" ucap Luiz menyesal tidak bisa menolong. "apa! Eveleen!" teriak Alice setelah itu tidak sadarkan diri lagi. "Alice?!" panik mereka menggendong Alice. "kita sudah kehilangan jejak tuan, dan saya menemukan bius ini saat tuan Fabilio tidak sadar" ucapnya memberikan dia buah peluru bius itu. "siall!!! mereka sudah merencanakannya!" mereka benar-benar frustrasi dan menyembunyikan masalah ini pada semua orang tanpa ada yang curiga.


__ADS_2