
Luiz dan Fabilio pergi dari rumah Eveleen setelah mengantar Eveleen pulang memastikan selamat. Eveleen, Chao, dan Alice di jaga ketat oleh para bodyguard mereka untuk siaga dari nekatnya Annabele. "bagaimana bisa kabur?" tanya Fabilio. "seseorang membantunya keluar" ucap Luiz. Mereka pergi ke suatu tempat dimana Fabilio, Leo, dan luiz berkumpul untuk membuat suatu misi. "kira-kira siapa yang membantu Annabele keluar dari penjara?" tanya Luiz. "Annabele tidak punya orang terdekat selain keluarga nya, tapi keluarga nya membencinya juga tidak mungkin mereka mengeluarkan Annabele diam-diam" jelas Fabilio. "kamu mengenalnya dengan baik" ejek Leo. "jangan bercanda" kesal Fabilio. "apa kalian sudah mengecek data CCTV dan sidik jari?" tanya Luiz. "tidak ada, dia melakukannya dengan bersih" ucap Leo. "sepertinya ini bukan yang pertama kali orang itu lakukan, dia seperti sudah ahli dan profesional" ucap Luiz.
"setiap CCTV di nonaktifkan atau bisa di katakan eror" ucap Leo. "dia bukan orang biasa" ucap Luiz dan membuka laptop nya. "apa yang kamu lakukan" Fabilio dan Leo ikut melihat laptop Luiz. Luiz mengotak atik yang tidak di mengerti oleh mereka berdua, mereka merasa takjub dan kaget kalau Luiz mempunyai kemampuan ahli lain. "Wahh apa kamu Hecker?" tebak Fabilio. "bukan, hanya mengirim sesuatu kepada sang lebih ahli" ucap Luiz mengirimkan kode Hecker kepada Chao yang sedang di kamar tidur memegang laptop menunggu pesan Luiz. "apa itu kode? dan SYE SKY? siapa dia?" tanya Fabilio. "dia lebih baik dari ku, tunggu beberapa menit dia akan menagani kasus CCTV itu" ucap Luiz yang masih fokus pada laptop nya. "dia sangat banyak bicara" batin Luiz dan Leo.
Chao melihat pesan Luiz yang bernama KING BEAR langsung mengerti kode dari Luiz dan mencari hasil CCTV yang di eror kan setelah kajadian terjadi. "dia lalai" ucap Chao. Chao memgambil rekaman CCTV itu dan mengirimkan nya kepada Luiz dalam waktu 1 menit. "hanya ada satu vidio yang paling jelas, jadi aku hanya mengirim yang lebih jelas" rekaman suara dari Chao dengan suara samaran yang di dengar mereka bertiga. "terimakasih" balas Luiz. "wahhh hanya kurang dari 1 menit sudah menemukan nya, di sangat pro" ucap Fabilio. "coba lihat ini" memberikan ruang untuk Fabilio dan Leo. Mereka melihat rekaman vidio itu dengan jelas, Annabele keluar dari tahanan lewat pintu belakang dan tidak ada satupun yang tau. "lihat kejadian sebelum Annabele keluar" ucap Luiz. Mereka melihat beberapa pintu tahanan terbuka otomatis dan bisa di katakan mengalihkan keadaan.
Seorang pria berpakaian petugas dan memakai masker membesakan Annabele tanpa dicurigai. "tidak salah lagi kalau ini orang yang ahli" ucap Luiz. "apa rencana selanjutnya?" tanya Leo dan mereka saling menatap satu sama lain.
"Eveleen, bagaimana Fabilio menurut mu?" tanya Alice yang duduk di sebelah Eveleen menonton tv. "hm... dia baik" ucap Eveleen. "hanya itu?" bingung Alice. "maksudmu?" bingung Eveleen. "ya seperti dia tampan, atau.... kamu punya perasaan padanya" goda Alice. "tidak! dia gay!" ucap Eveleen membuat Alice terkejut. "setelah kamu dengar dia gay pasti sudah sadar" lanjut Eveleen. "tidak papa" santai Alice membuat Eveleen tak menyenangkan reaksinya. "Iyaaa kejar dia, lagian kalau gay pun tidak punya pacar" membuat Eveleen membulatkan mata. "Alice!! apa kamu gila?!" kesal Eveleen. "kenapa?! apa kamu tidak cantik?! apa kamu kalah dengan kecantikan pria?! apa kamu ingin melajang seumur hidup?!" ucap Alice membuat Eveleen kehabisan kata-kata. "ta-tapi... dia menyukai seseorang" gumam Eveleen. "siapa?" dengar Alice. "aku tidak akan beri tahu" tolak Eveleen. "eheiii Eveleen kalah dengan pria" ejek nya untuk memancing Eveleen. "Alice! kamu harus tau siapa yang dia sukai dulu!" kesal Eveleen. "emang siapa?!" kesal balik. "JACK! ASISTEN KU! JACK!" marah Eveleen membuat Alice menganga.
__ADS_1
"APAAAAA?!!!!" tak percaya. "tidak apa Eveleen, kamu tidak kalah cantik dengan Jack" tak putus asa menjodohkan Eveleen dengan Fabilio. "kamu memang benar-benar gila" kesal Eveleen pergi meninggalkan Alice sendiri dan menuju ke kamarnya untuk tidur. "tungguuuu" rengek Alice mengejar Eveleen setelah mematikan tv.
Hari pun pagi, Eveleen bersiap-siap untuk bekerja. "Eveleen kamu harus tukar pakaian mu dengan gaun selutut berwarna hitam berjas putih yang cocok dengan kriteria mu" ucap Alice. "apa ada jadwal pesta?" tanya Eveleen. "tidak, tapi kamu harus terlihat lebih menarik dari Jack" ucap Alice. "kenapa kamu mengungkit nya kembali" rengek Eveleen. "dengar kata ku, kalau gitu tidak usah kerja hari ini" ancam Alice. "baiklah" pasrah. Setelah beberapa menit kemudian Eveleen terlihat lebih feminim dari biasanya yang selalu memakai celana panjang untuk ke kantor. "apa kamu puas" ucap Eveleen. "kamu cantik Eveleen~" puji Alice yang membuat Eveleen semangat tiba-tiba. "makasihh" senyum Eveleen. "saudara ku, dengar aku" memegang kedua pipi Eveleen dengan telapak tangan nya.
"bagaimana pun, kamu tidak boleh kalah dari Jack" pesan Alice. "aku tidak yakin" ucap Eveleen. "hei dengar, anggap saja kamu tidak rela Jack salah pasangan" ucap Alice masuk akal. "baiklah, apa kamu puas sayang" senyum Eveleen. "ayo sayang, kamu harus cari uang" ucap Alice dan mereka ke luar dari kamar. "Chao kamu mau kemana hari ini?" tanya Eveleen yang melihat Chao tidak berpakaian rapi seperti biasa. "aku hanya ingin di rumah" jawab Chao. "sendiri?" tanya Alice. "iya, aku ingin bermalas-malasan" ucap Chao. "waw tiba-tiba?" sedikit mengejutkan Eveleen. "mama apa kamu yakin akan pergi bekerja?" tanya Chao. "mama mu sangat keras kepala, aku tidak bisa menahannya" ucap Alice. "tenang saja aku akan baik-baik saja" ucap Eveleen.
Ponsel Eveleen berdering dan mengangkatnya karna panggilan dari Luiz. "ada apa?" tanya Eveleen dan Alice yang ikut menguping. "jangan bekerja hari ini" ucap Luiz. "aku akan mengecek produk XC yang baru datang di mall pusat" ucap Eveleen. "sudah ku bilang jangan bekerja, Fabilio akan membantu Jack di sana" ucap Luiz membuat kedua wanita itu kaget membulatkan mata. "kami akan datang!" ucap kedua perempuan itu serentak. Eveleen mematikan ponselnya dan bergegas ke pintu utama, "mama dan kakak tidak sarapan?!" teriak Chao. "tidak kami terlambat!! terimakasih sudah mengingat panggilan ku" ucap Alice yang tidak suka di panggil tante. "wanita sangat berisik" ucap Chao pergi sarapan sendiri. Eveleen dan Alice pergi pe pusat mall di bawah lindungan puluhan bodyguard. "jangan sampai Fabilio mengambil kesempatan dalam kesempitan" ucap Alice.
Sesampai di mall Eveleen dan Alice jalan menuju pintu masuk dan bertemu langsung dengan Fabilio, Daniel, dan Jack sedang bicara di tengah mall. "kita belum terlambat" ucap Alice. "hm" dehem Eveleen dan mereka jalan ke arah ketiga pria itu. "maaf kami terlambat" ucap Eveleen. "apaan ini? kenapa kamu datang?" tanya Fabilio bingung. "apa aku tidak boleh datang?" kesal Eveleen. "dasar gendut! kamu tidak boleh mendekati Jack" batin Eveleen menatap tajam Fabilio. "ada apa dengannya?" bingung Fabilio. "presdir, bukan kah kamu harusnya sedang istirahat?" tanya Jack. "tidak perlu, aku bosan" ucap Eveleen menggeser Jack dan berdiri di antara Jack dan Fabilio. "dengan begini kalian tidak bisa dekat-dekat" batin Eveleen.
__ADS_1
"apa dia menyukai Jack?" batin kesal Fabilio. Alice dan Eveleen saling bicara dengan kode, "kalu begitu aku akan berkeliling dulu" ucap Alice pergi begitu saja setelah memberikan jempol pada Eveleen. "ayo kita lanjutkan" ucap Eveleen menggandeng lengan Jack yang menurut Jack hanya hal biasa. "Aku akan membunuh mu Jack!" batin panas Fabilio. Daniel yang peka harus melakukan sesuatu agar bosnya tidak marah. Dengan maksud memisahkan Eveleen dan Jack malah Daniel di tarik Eveleen dan menggandeng lengan Daniel di sebelah nya. Eveleen berada di tengah Jack dan Daniel dengan menggandeng dua lengan pria sekaligus sambil jalan. "jangan sampai juga Daniel berada di sini nya" batin Eveleen.
Fabilio makin panas dan kesal melihat kelakuan kedua asisten di hadapannya. "apa ada tambahan lagi presdir Fabilio?" tanya Eveleen. "tidak" dingin Fabilio. "apa dia marah karna aku memisahkan dia dengan Jack atau Daniel?" batin Eveleen. "kalau begitu kita bisa akhiri hari ini" ucap Eveleen. "aku akan ke toilet dulu" dingin Fabilio menatap tajam Daniel dan Jack. "Ak-aku juga ingin ke toilet" ucap Daniel gugup dan pergi. "Ak-aku juga" ucap Jack mengejar Daniel. "kita dalam masalah" ucap kedua asisten itu. "hei! kalian kenapa pergi barengan!" kesal Eveleen yang tidak di hiraukan. "kamu harus hati-hati dengan pria itu Jack, dia milikku" gumam Eveleen.
Eveleen turun ke lantai bawah dengan eskalator sendirian. "kerja bagus Eveleen" memuji diri nya sendiri karna sudah memisahkan Jack dan Daniel dari Fabilio. Saat sudah tiba di lantai bawah, Eveleen di kagetkan oleh Annabele yang masuk ke mall nya dengan emosi dan amukan. Annabele menghancurkan kaca dan barang-barang yang ada di hadapannya. Eveleen cemas dan berjalan mundur menutup mata dengan gugup karna ia mendengar teriakan dan pecahan dari Annabele.
happp.....
Seseorang memutar tubuh Eveleen dan memakai kan Eveleen Headphone ke telinga dengan sebuah lagu yang membuat suara berisik itu tidak terdengar. Saat Eveleen membuka matanya terlihatlah Leo yang ada di depannya yang sedang ngos-ngosan seperti selesai berlari. Leo mentap Eveleen khawatir dan memeluknya dalam hingga membuat Eveleen lebih tenang kehilangan rasa khawatir. Sedangkan Annabele langsung di tangkap oleh petugas keamanan. Eveleen dan Leo di kerumuni oleh kawanan bodyguard di sana untuk melindungi. Leo tidak membiarkan Eveleen melihat Annabele dan memperdalam pelukan nya. "aku akan membunuh mu Eveleen! ****** sial!!" ucap Annabele yang tidak di dengar Eveleen. Karna ada kehebohan di mall, Fabilio, Daniel, dan Jack langsung keluar melihat dari atas kalau Annabele sedang mengamuk di mall dan Eveleen sedang di peluk oleh Leo. "ini membuat ku sesak" batin Fabilio melihat Eveleen di pelukan kakaknya.
__ADS_1