LOVE ADVENTURE

LOVE ADVENTURE
°•71•°


__ADS_3

Kayle melihat darah yang mengalir di hidung Eveleen dan mengangkatnya walau Eveleen berusaha lepas dengan tenaga kecilnya itu. Eveleen dibawa masuk kembali oleh Kayle, "Jeon! panggil Jeon!" teriak Kayle khawatir segera ke kamar Eveleen. "biarkan aku pergi" lemas Eveleen yang darah hidungnya terus keluar. "mana Jeon! cepat panggil dia!" ucap Kayle. "ada apa?!" tanya dokter Jeon yang juga ikut khawatir. "hidungnya mengeluarkan darah dan dia terus mengatakan hal aneh" ucap Kayle. "ini semua gara-gara Batris, kupastikan Batris melakukan sesuatu pada Eveleen karna dia yang masuk ke kamar Eveleen tadi" ucap dokter Jeon yang sedang memeriksa Eveleen. "panggil Batris!" ucap Kayle langsung. "baik!" ucap anak buah serentak.


"dia sedingin es, bisakah tuan membantu ku?" tanya dokter Jeon. "apa? apa yang bisa aku bantu?" tanya Kayle bingung. "bisakah memberikan kehangatan mu pada nona Eveleen?" tanya dokter Jeon. "ap-apa maksud mu?" tanyanya menyilangkan kedua tangannya menutup dada. "hanya sampai nona merasa nyaman saja" ucap dokter yang menebak pikiran Kayle. "cara lain, apa tidak da cara lain?" tanya Kayle. "butuh beberapa minggu, apa aku suruh pria lain saj..... " ucapan dokter Jeon terputus. "baiklah, hanya pelukan kan?" tanya Kayle yang pipinya memerah. "apa kamu tau cara menghangatkan bukan? tanpa kemeja mu dan nona bisa merasakan tubuh hangat mu" jelas dokter Jeon yang didengarkan Kayle.


"nona sudah saya suntikan tidur, anda juga harus memeluknya tanpa pakaian luar" ucap dokter Jeon. "aku tau! aku tau! kamu selesaikan urusan Batris" ucap Kayle. "baik tuan" ucap dokter Jeon pun pergi menutup pintu dengan sempurna. Kayle sedikit bingung cara membuka baju Eveleen, wajahnya hanya panas dan merah. "Eveleen kamu harus berterimakasih pada ku" ucap Kayle mematikan lampu kamar dan membuka kemejanya. Kamar itu hanya diterangi oleh sinar bulan dan memancar di ruangan Eveleen. Kayle pun membuka pakaian Eveleen secara hati-hati, dan tidak melihatnya hanya berpaling agar tidak melihat tubuh wanita itu walau masih memakai tangtop untuk menutup bagian tubuh dalam.


"maafkan aku" ucap Kayle baik keranjang dan memeluk Eveleen dibawah selimut dengan hangat.


Keesokan harinya, Kayle bangun dan masih melihat Eveleen tertidur di pelukannya. "sepertinya sudah baikan" merasakan suhu tubuh normal Eveleen. Kayle bangun dan pergi dari kamar Eveleen agar Eveleen tidak kaget kalau semalaman ia memeluk Eveleen dengan bertelanjang dada.


"bagaimana, kalian sudah menemukan Eveleen?" tanya Fabilio pada anak buahnya. "belum tuan" jawabnya. "baiklah terus mencari" ucap Fabilio. "papa" ucap Chao yang masuk ke markasnya bersama Daniel. Fabilio sudah menjelaskan semua yang terjadi pada Eveleen dengan jelas, Chao juga tifak menyalahkan Fabilio karna sudah frustasi selama berhari-hari karna kehilangan Eveleen. Chao dibawa ke markas besar Fabilio dan juga membantu mencari keberadaan Eveleen setelah pulang sekolah. "kamu sudah pulang" ucap Fabilio mengangkat Chao kepelukannya. "apa masih belum ditemukan papa?" tanya Chao dan hanya dijawab geleng oleh Fabilio.

__ADS_1


Drasss...


Brakk...


Brukk...


"bisa-bisanya kamu menyiksa Eveleen!!!" marah Kayle pada Batris. "tidak tuan! aku tidak melakukannya!!' bohongnya padahal sudah di siksa dokter Jeon semalam. "bawa dia ke ruang abadi" ucap Kayle dingin. "tidak! tuan! maafkan aku! lepass!!" berusaha berontak tapi tidak bisa yang di lihat Azira. Saat sampai di ruang abadi, Batris diikat kursi listrik di hadapan Kayle dan dokter Jeon. "lengan Eveleen memerah karna sengatan tang jamy berikan, memar pada tubuh Eveleen dan meningkatkan rasa sakitnya melalui telinga yang ia dengar" jelas dokter Jeon. "bukan! bukan saya tuan!" panik tak tertahankan.


"aghh!!" Kayle menembak kaki kiri Batris dengan pistol yang ia pegang, "itu baru permulaan" ucap Kayle dengan smirik nya bahagia. "tangan yang indah ini menekan tombol potong tangannya, mulutnya ini menggukanan nama ku potong lidahnya, telinga ini mendengar Eveleen tersiksa buat dia sendiri mendengar kakinya dibakar" dingin Kayle menatap dengan senyuman mengerikan membuat Batris merinding ketakutan. "tuan! maafkan aku! tuan!! tuan!!" teriaknya keluar dari ruangan itu dan anak buahnya yang akan melakukan perintah mengerikan Kayle. "owh iya satu lagi, buang dia saat kakinya sudah selesai di bakar, pastikan dibuang masih hidup" ucap Kayle dingin dan keluar bersama dokter Jeon. "tuan!!! tuan!!" teriaknya panik dan sudah pucat saat pintu itu tertutup sempurna.


"tuan, ini terlalu kejam" ucap dokter Jeon. "kurasa itu masih level satu, jika tidak aku akan mengeluarkan isi perutnya hidup-hidup" ucap Kayle membuat dokter membuat menggelengkan kepalanya. "dia seperti psikopath karna Eveleen adalah kelemahannya" batin dokter Jeon. "aghhh!!!!!" teriak Eveleen di kamarnya dan membanting semua yang ia lihat. "nona ada apa? cepat panggil tuan!" ucapnya pada temannya. "baik" jawabnya langsung pergi. Anak buah itu melihat kamar Eveleen seperti kapal pecah berserakan, Eveleen terlihat depresi dan berantakan. "pergi!!!" teriak Eveleen.

__ADS_1


"tuan! tuan! nona Eveleen sepertinya kambuh!" ucapnya pada pada Kayle dan dokter Jeon terburu-buru. "ini tidak baik!" ucap dokter Jeon berlari bersana Kayle menuju kamar Eveleen. "kalian pembohong!!!" teriaknya menghempas barang-barang itu. Saat Kayle dan dokter Jeon datang, betapa terkejutnya mereka melihat keadaan Eveleen yang berantakan. "aku akan membunuh mu!!!" ucap Eveleen melihat Kayle berdiri di depan pintu bersama dokter Jeon. "Eveleen, tenanglah kamu hanya salah paham!" ucap Kayle menenagkan. "aku tidak bisa membunuh mu! tapi, bunuh aku sudah karang!" ucap Eveleen dengan kemarahan. "tenanglah nona, aku akan selalu bersama mu tenanglah" ucap dokter Jeon. "kalian membodohi ku!" ucap Eveleen yang memegang serpihan kaca dan menggenggamnya dengan erat hingga darah bercucuran dilantai.


"Eveleen, kamu salah paham aku tidak menyuruh nya, dia hanya memakai nama ku agar di bisa masuk ke kamar mu" jelas Kayle yang jalan maju perlahan. "diam!! kalian hanya pembohong!" ucap Eveleen mengeluarkan air mata. "aku... tidak akan menyuruh orang masuk tanpa ada aku disana, aku juga akan memberikan perintah untuk... " Kayle langsung memeluk Eveleen dan menahan kedua tangan Eveleen dengan satu tangannya.


"lepass!!" ucap Eveleen berusaha berontak. "tenanglah, tenang aku tidak melakukan apapun pada mu" lembut Kayle. "hiks..." Eveleen hanya menangis di pelukan Kayle. "aku tidak akan membiarkan seseorang menyentuh mu, percayalah" ucap Kayle dan Eveleen menjatuhkan serpihan kaca itu dari tangannya. "huaaa!!" tangis pecah Eveleen meremas baju Kayle. "tenanglah" memeluk Eveleen.


Brukk...


Eveleen mendorong Kayle hingga jatuh dan mengambil pistol saat berpelukan dengan Kayle. "jangan mendekat! atau aku akan menembak mu!" ucap Eveleen terus mundur hingga tersudut lemarinya. "tenanglah!" ucap Kayle mendekat. "jangan bergerak!! aku akan membunuh diri ku!" ucap Eveleen menodongkan ke kepalanya. "no-nona!" panik dokter Jeon. "dia bersungguh-sungguh!" batin Kayle panik. "kamu ingin membunuh ku bukan? aku akan mengabulkannya" ucap Eveleen menutup matanya.


Dorrr...

__ADS_1


"Eveleen!!!" teriak mereka yang melihat percikan darah.


__ADS_2