LOVE ADVENTURE

LOVE ADVENTURE
°•66•°


__ADS_3

"Fabilio, tolong aku" ucap Eveleen mengeluarkan air mata. Ia memeluk melipat kakinya dan memeluknya menundukkan kepala. "ak-aku harus tenang, harus tenang" menutup telinganya dengan rasa ketakutan. "dimana Eveleen tadi?" tanya Kayle kepada asisten wanita tadi. "nona kembali ke atas tadi tuan" jawabnya. "beri dia makan kalian jaga dia" ucap Kayle pergi. "baik tuan!" jawab mereka. Beberapa jam kemudian saat asisten itu pergi membawakan makanan kepada Eveleen, ia tidak melihat Eveleen di dalam kamar dan memutuskan untuk mengecek di dalam kamar mandi. "nona! Nona!" carinya hingga ke balkon pun tidak ada. "apa kalian tidak melihat nona Eveleen keluar? Dia tidak ada di kamar!" ucap asisten itu kepada penjaga kamar Eveleen. "tidak ada, kami disini dati tadi" ucapnya panik dan masuk ke dalam kamar. Asisten itu berlari dan melaporkan kepada Kayle yang sedang duduk dengan buku di tangannya, "tuan! Nona tidak ada di kamarnya" ucap asisten itu membuat Kayle kesal dan pergi ke kamar Eveleen. "apa kalian tidak menjaganya?!" marah Kayle yang melihat kamar Eveleen kosong.


"kami sudah menjaga pintu dengan baik, tapi tanda-tanda nona Eveleen keluar pun tidak ada tuan" jelas anak buahnya. "tidak ada?" bingung Kayle yang ntah kenapa langsung melihat ke lemari. Kayle pun jalan ke arah lemari dengan ragu dan membukanya langsung dan terlihatlah Eveleen di dalam sana tag sedang mengikuk kakinya dan sedang menutup telinganya dengan tangan. "apa yang kamu lakukan?!" ucap Kayle menarik Eveleen keluar dari lemari. "lepaskan!" ucap Eveleen dengan wajah yang pucat dan keringat dinginnya yang bercucuran tapi Kayle tidak peduli.


Plakk


Kayle menampar Eveleen, "apa yang kamu lakukan di dalam!" ucap Kayle yang kesal takut Eveleen akan kabur. "bukan urusan mu!" ucap Eveleen kesal. "aku harap begitu!" ucap Kayle mencekik leher Eveleen. "agg..." Eveleen tidak bisa bernafas. "tu-tuan" ucap asisten nya takut. "tidak ada yang bisa membentak atau memarahinku!" ucap Kayle dengan kemarahan. Eveleen yang tadinya melawan agar di lepaskan, tapi sekarang ia membiarkan Kayle untuk mencekiknya tanpa lawanan. "tuan! sadarlah!" ucap anak buahnya yang melihat.


Brukk..


Eveleen dibuang begitu saja hingga bernafas lagi, "kamu sangat ingin mati ternyata" ucap Kayle dengan senyuman iblisnya. "huk...huk...huk.." Eveleen yang bisa bernafas kembali. "nona ayo saya bantu" ucap asisten itu membantu Eveleen berbaring di ranjang. "nona harus makan dulu" ucapnya. "pergilah, aku tidak ingin makan" ucap Eveleen membelakangi asisten itu. Asisten lainnya yang melihat itu sangat kesal dan membenci Eveleen karna Kayle tidak pernah membawa wanita ke rumahnya selain Eveleen. "dia tidak mau makan jangan di paksa" ucap asisten lainnya itu yang bernama Azira. "tapi dia harus makan kata tuan" ucap Anna yang sedang mejaga Eveleen.

__ADS_1


"apa kamu tidak lihat kalau tuan ingin dia mati" ucap Azira menarik Anna keluar dari ruangan Eveleen. "nanti tuan marah bagaimana?" tanya Anna yang peduli. "tidak akan" ucap Azira membawa Anna pergi. Pintu Eveleen yang tertutup pun terbuka kembali dan masuklah seorang tampan yang membawakan kotak P3K. "pergilah aku ingin sendiri" ucap Eveleen. "Eveleen, ini aku" ucap dokter Jeon yang suaranya yang di kenali langsung oleh Eveleen. Eveleen langsung berbalik badan untuk mastikan, "dokter Jeon?!" kaget Eveleen. "sstttt" ucap dokter Jeon menutup pintu kamarnya dengan sempurna. "bagaimana dokter ada di sini? Apa dokter termasuk?" tanya Eveleen. "aku di sini untuk mengobati mu, sini duduk dulu" ucap dokter Jeon yang langsung di turuti Eveleen.


"kamu tidak boleh mengenali ku saat ada tuan Kayle, kalau tidak dia akan membunuh ku" ucap dokter Jeon. "aku senang ada dokter di sini" ucap Eveleen. "aku akan mengobati luka mu dulu" ucap dokter. "apa yang dokter lakukan di sini?" tanya Eveleen. "aku adalah asisten tuan Kayle, hanya saja saat aku tau misinya adalah kamu aku jadi khawatir" ucap dokter Jeon sambil mengobati luka kepala Eveleen. "dokter, aku kira kamu..." tidak melanjutkan kata-katanya. "aku juga punya rahadia sendiri, apa kamu kambuh tadi?" tanya dokter Jeon melihat lemari Eveleen yang masih terbuka lebar. "hm" gumam Eveleen. "ingat kamu akan baik-baik saja, aku akan menjafi dokter pribadi mu mualai sekarang jadi jangan takut, aku juga tidak yakin akan bisa menolong mu" ucap dokter Jeon.


"kenapa?" tanya Eveleen yang kekhawatiran nya mulai hilang. "kita berada di daerah terpencil dan tidak ada seorang pun yang akan melibat mu jika ingin di makan beruang jika kabur dari rumah ini" jelas dokter. "apa tidak ada cara laim dokter?" tanya Eveleen. "aku tau kamu akan menikah, tapi itu aku yang sarankan saat kamu di culik sebelum menikah" ucap dokter. "kenapa harus kamu dokter" kecewa Eveleen.


"aku hanya takut kau sesudah menikah dan berhubungan dengan Fabilio, kamu akan mengandung saat di culik lalu itu akan merusak mental mu dengan cepat, aku khawatir" jelas dokter. "dokter jangan pernah tingalkan aku sendiri" ucap Eveleen yang di anggukkan dokter Jeon. "sudah" ucap dokter Jeon memperban kepala Eveleen. "terimakasih" ucap Eveleen dengan senyuman. "akhirnya kamu bisa tersenyum, aku katakan pada mu sesuatu" dokter Jeon mendekatkan wajahnya dan berbisik sesuatu pada Eveleen. "apa itu benar?" tanya Eveleen dengan wajah yang lega. "kalau begitu aku pergi dulu" ucap dokter Jeon pergi dari kamarnya. "kamu tidak akan bisa mengatur hidup ku Kayle" ucap Eveleen penuh kebencian.


"sudah ku bilang tidak lapar! Apa kamu tuli!" kesal Eveleen membuang makanan yang ada di meja hingga berserakan. "dasar wanita gila!" kesal Azira mengeluarkan suatu benda hitam dan mengarahkan pada Eveleen. "aghhhh!!!!" teriak Eveleen saat sesuatu menyengat lengannya hingga ia jatuh. "tuan sudah memasang alat sentrum di lengan mu, jadi kamu tidak akan bisa melawan lagi" ucap Azira. "apa kalian taku aku akan menghabisi kalian dalam waktu singkat?" ucap Eveleen smirik yang kehilangan tenanganya seketika. "agghhhhh!!!!" teriak Eveleen kembali. "apa lagi ini?" dingin Kayle yang datang. Azira kaget kalau Kayle datang tiba-tiba, ia pani dan mencari sebuah alasan. "itu tuan, nona membuang makanan dan mengatakan ingin membunuh ku, jadi aku menyalakan alat sentrum itu saat ingin kabur" bohong Azira.


"apa?!" mendengar kebohongan Azira dengan lemas. "apa kamu berani mengancam anak buah ku?!" kesal Kayle. "jika aku mau tidak papa, tapi kapan aku mengatakannya?!" kesal Eveleen. "apa kamu ingin Fabikio mati?" ancam Kayle. "kamu hanya mafia bodoh, Fabilio tidak akan terkena imbasnya lagi setelah kena sekali" ucap Eveleen dengan smirik berdiri sekuat tenaganya.

__ADS_1


Brukk....


Eveleen di pukul Kayle hingga jatuh karna tidak ada tenaganya, "beraninya kamu memakiku!" marah Kayle. "bukan kah itu benar haha" ucap Eveleen tertawa.


Brukk...


Brakk....


Drashh...


Eveleen di pukul sehabis habisnya, hingga mengeluarkan darah lagi. Kayle tidak peduli dan terus menyiksa Eveleen, dokter yang kembali untuk memberikan beberpa obat pada Eveleen melihat Kayle menyiksa Eveleen di hadapannya. "aghh... Aghh.. " ringis Eveleen merasa amat sakit. "tu-tuan sabar lah" berusaha menghentikan. "tidak bisa begini, mentalnya bisa tambah buruk" batin dokter Jeon. "tuan sudah, tenangkan diri mu" ucap dokter menahan tubuh Kayle. "aku tidak sabar untuk membunuh mu!" ucap Kayle keluar dari kamar Eveleen. "aghh" ringis Eveleen kesakitan dan berdarah. "maafkan aku Eveleen" mengangkat Eveleen ke atas ranjang. "hentikan ku mohon" ucap Eveleen yang mengeluarkan keringat dingin. "tidak lagi" ucap dokter segera memeriksa keadaan Eveleen dan mengobatinya.

__ADS_1


__ADS_2