
Fabilio benar-benar merasa bersalah, ia ingin Eveleen kembali dan memaafkannya untuk ke dua kalinya. Tapi jika ia menjadi Eveleen pasti tidak akan memaafkannya, Fabilio terlalu gegabah dan tifak bisa berpikir panjang yang nama nua cinta, "apa cinta itu sebenarnya" ucapnya menundukkan kepala. "Cinta adalah suatu emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Cinta juga dapat diartikan sebagai suatu perasaan dalam diri seseorang akibat faktor pembentuknya. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang" ucap Daniel yang mendengar pertanyaan putus asa Fabilio. "aku tidak mengerti apa yang kamu katakan" ucap Fabilio. "intinya karna cinta kamu akan melakukan segalanya, apapun itu" ucap Daniel. "kalau begitu, aku sudah merencanakan sesuatu" ucap Fabilio. "apa itu?" tanya Daniel ingin tau.
"pasti ini berawal dari kemarahan Eveleen yang tinggi, hingga membuatnya hilang kendali" ucap Johnny memegang tangan Eveleen yang tak kunjung sadar. "mama, sadarlah" ucap Chao chao yang khawatir duduk di pangkuan Johnny. Chao datang pada siang hari dan sekarang sudah mulai malam Eveleen tak juga sadarkan diri, Chao sudah mengecek semua satelit dan sekalipun tidak menemukan apa pun untuk mencari tau apa yang di pakukan Eveleen sebelumnya. "mereka bukan orang biasa hingga semua petunjuk tidak di temukan atau sudah di hapus dengan bersih" batin Chao yang masih memikir apa yang terjadi pada mamanya. "Chao chao ayo kita beli sesuatu untuk di makan" ajak Johnny agar Chao tidak banyak pikiran. "kamu benar, aku akan menjaga Eveleen di sini" ucap Alice setuju. "baiklah" ucap Chao. Johnny dan Chao pergi untuk mencari makanan.
"permisi, aku harus mengecek keadaan nona Eveleen" ucap dokter masuk. "baik" ucap Alice. Dokter menyuntikkan sesuatu pada lengan Eveleen, "demamnya akan segera turun, aku akan membawanya untuk tes kesehatan dalam dulu agar diketahui bahwa pasien tidak memiliki penyakit lain" ucap dokter. "baiklah, apa Eveleen akan baik-baik saja dokter?" tanya Alice. "tentu, saya bawa pasien dulu dan akan kembali" ucap dokter. "baik" ucap Alice.
__ADS_1
tok...
tok...
"aku datang" ucap Fabilio dengan gugup melihat sekitar ruangan Eveleen yang hanya melihat Alice dan dokter si sana. "Fabilio jamu datang" ucap Alice. "maafkan aku datang terlambat" ucap Fabilio meletakkan beberapa buah tangan. "Eveleen akan pindah ruangan?" tanyanya melihat dokter akan membawa Eveleen. "hanya melakukan pengecekan fisik dalam" jelas Alice. "owh.. apa kamu hanya sendiri?" tanya Fabilio sambil melihat Eveleen dibawa keluar ruangan. "tidak aku bersama Johnny dan Chao, mereka tadi pergi bermain agar Chao tidak stres saja" ucap Alice. "jadi keadaan Eveleen bagaimana?" tanya Fabilio. "depresi karna tidak emosinya hilang kendali" ucap Alice. "ini salah ku" batin Fabilio. "aku dengar, Eveleen pergi ke suatu tempat untuk bertemu dengan seseorang, setelah itu kejadian itu tidak bisa di temukan, tidak ada rekaman dinana pun, seperti sudah di hapus" jelas Alice membuat Fabilio bingung. "apa Leo yang menghapusnya?" batin Fabilio. "dimana pasiennya?" tanya dokter yang bingung baru masuk ke ruangan mereka.
__ADS_1
"Alice!" ucap Luiz yang cemas bersama Johnny datang. "apa Eveleen sudah ketemu?" tanya Luiz. "maafkan aku, aku terlalu lalai hiks.. " ucap Alice yang menangis. "stt... tenanglah, Eveleen pasti baik-baik saja" memeluk Alice. "apa yang kamu lakukan di sini" dingin Johnny. "Fabilio mengejarnya tapi tidak dapat, kami terlalu lama menyadarinya" ucap Alice. "maafkan aku" ucap Fabilio. "sudahlah, kita akan mencarinya bersama" ucap Luiz. "kalau begitu kita pergi mencarinya berpencar di segala daerah" ucap Fabilio. "bagaimana car kalian menemukan nya" tanya Alice. "tenang saja" ucap Luiz memberi kode kepada kedua pria itu untuk mencari Eveleen melalui bawahan mereka. "aku pergi" ucap Fabilio segera menghubungi bawahan mereka. "aku butuh bantuan kalian" ucap Johnny menghubungi rekan-rekan nya
"aku akan mengantar mu dulu" ucap Luiz yang akan membawa Alice ke rumah pamannya. "Leo, Eveleen hilang bantu aku" ucap Fabilio menghubungi Leo. "bagaimana bisa?! baiklah" ucap Leo yang langsung menghubungi bawahannya. Berlangsung selama berjam-jam Eveleen tetap saja tidak di temukan, bahkan Chao pun membantu mereka secara diam-diam atas permintaan Luiz. "aku masih tidak menemukan nya" pesan Fabilio, Leo, dan Luiz kepada Johnny. "apa benar-benar di hapus?" tanya Johnny pada bawahannya yang bertugas sebagai hecker rahasianya. "tidak ada jejak sekalipun" ucapnya menajawab. "senior, biasanya pasti akan di hubungi oleh penculik nona Eveleen" ucapnya. "baiklah, kerja yang bagus" ucapnya langsung pergi dari tempat itu. "kita tunggu saja petunjuk yang mereka berikan" pesan Johnny kepada mereka. "SKY SYE apa kamu menemukan sesuatu?" tanya Luiz pada nama samaran Chao dengan telfon. "benar-benar hilang seperti semalam, ayah apa mama akan baik-baik saja?" khwatirnya. "tenang saja, mama akan baik-baik saja" ucap Luiz dengan yakin.
"ayah, ayah, aku baru saja mendapat lokasi mama!" ucap Chao yang melihat laptop nya. "benarkah?! ada dimana?" ucap Luiz. "mama seperti nya sedang dang di dalam pesawat yang menuju negara QQ" ucap Chao. "baiklah aku akan ke sana, pantau terus perjalanan nya" ucap Luiz menutup panggilan. "Eveleen pergi ke negara QQ ayo kita ke sana" pesan Luiz kepada Johnny, Fabilio, dan Leo. "bawahan ku ada di negara itu, aku akan mereka untuk berjaga" pesan Leo. Para pria itu segera ke bandara dan memesan tiket untuk pergi, mereka bertemu di satu titik dimana mereka akan menaiki pesawat.
__ADS_1
drttt...
"ayah sepertinya juga akan mengarah ke negara YY, ntah kenapa jalurnya menuju dua titik" ucap Chao menelfon Luiz. "ada dua titik negara untuk keberadaan Eveleen, apa yang harus kita lakukan" ucap Luiz. "baiklah aku akan pergi ke negara itu, bawahan ku ada di sana" ucap Fabilio. "aku akan menemani mu" ucap Leo. "tidak usah, bawahan mu ada di negara QQ yang akan membantu mereka, aku bisa sendiri" ucap Fabilio langsung pergi memesan tiket ke negara YY. "presdir apa anda yakin dengan keputusan ini?" tanya Daniel yang menyamar. "apa Eveleen baik-baik saja?" tanya Fabilio. "presdir Eveleen sedang menuju negara LL dalam keadaan baik-baik saja" ucap Daniel. "baiklah, aku akan ke sana kamu pergi ke negara YY, lakukan yang terbaik" ucap Fabilio kepada Daniel. "ini identitas palsu mu dan nona Eveleen" memberikan beberapa tanda pengenal. "baiklah, aku percaya pada mu" Fabilio pergi ke negara LL untuk menyusul Eveleen yang sudah ia culik.