LOVE ADVENTURE

LOVE ADVENTURE
Ganti yang lain


__ADS_3

Di kantin kampus Robby...


"Ei Ndre, lo suka kan sama Nella?" Tanya Robby pada Andre sahabatnya.


"Tau dari mana lo?!?" Tanyanya malu bercampur heran.


"Keliatan dari muka lo itu!"


"Huh, dicuekin gue... Nggak jauh dari sebatas temen, malah jadiannya sama elo..."


"Wkwkwk... Gasken sono! Buat lo aja..."


"Udah putus emang?!?" Andre membelalak kan matanya kaget.


"Gue ganti yang lain aja... Dia buat elo..."


"Asem bener... Ganti pacar kek ganti baju... Emang dasarnya ganteng ya... Kalo kaya gue mana bisa kaya gitu..."


"Yaaa, tinggal pilih satu tuh yang lagi ngantri..." Ujar Robby.


"Sebanyak itu!?!"


"Ya iyalah, kalo nggak ngapain kaya gitu..." Jawab Robby berlalu meninggalkan sahabatnya untuk masuk ke kelas.


"Oik, tungguin! Main tinggal aja..." Teriaknya sembari menyusul sahabatnya itu.


***


...SMP 403...


Pelajaran IPS dengan Bu Tri masih harus berlangsung tiga jam pelajaran lagi di kelas 9A. Ia sedang menjelaskan tentang keberagaman suku bangsa di dunia. Walaupun 9A adalah kelas unggulan, mereka bisa jenuh dan bosan jika hanya disuruh mendengarkan penjelasan saja. Seperti yang mereka alami saat ini. Ya, mereka bisa jenuh dong. Lha wong mereka masih manusia, bukan robot pinter. Ditambah dengan hawa panas siang itu.


Hanya ada segelintir siswa yang mendengarkan. Beberapa dari mereka membuka buku namun, jiwanya tidak disana bersama raganya. Ada saja anak yang memperhatikan gerak gerik guru itu dengan tatapan kosong. Ada yang sibuk menorehkan imajinasinya di atas kertas. Ada yang membaca buku lain (bukan buku pelajaran) dengan cara merangkap buku tersebut dengan buku pelajaran. Sehingga, bisa membaca dengan leluasa di atas meja tak perlu sembunyi sembunyi. Ada pula yang tidur dengan cara menegakkan buku tepat di depan muka, supaya tidak terlihat dari depan jika sedang tidur.


Xandra membolak balik buku pelajarannya melihat lihat gambar dan membaca sekilas. Walaupun ia tak menyukai pelajaran itu, ia tetap berusaha mempelajarinya. Lama lama rasa kantuk mulai menyergapnya. "Hmmpff," ia menguap tertahan.


Ia menemukan kertas coret coretan di laci mejanya.


Hmmm, buat prau kertas aja kali ya... Bosen gini... Pikirnya.


"Ama, pinjem gunting ya..."


"Ya, ambil aja..."


"Makasi..."

__ADS_1


Ia mulai menggunting kertasnya menjadi ukuran yang lebih kecil. Sehingga, saat dilipat menjadi perahu kertas mini. Beberapa saat kemudian kertas nya sudah habis semua ia lipat. Ia tak tahan jika tidak bergerak. Ia memutuskan untuk mengemis kertas tak terpakai pada temannya.


"Ma, Ama... Punya kertas gak ke pake?" Bisiknya pada teman semejanya itu.


"Nggak, maaf ya... Uda gue buang tadi...."


"Ouh, ya uda... Makasi ya..." Ia memutuskan untuk bertanya pada Lya teman yang duduk di belakang Amany.


"Ya, Lya, ada kertas gak kepake?" Bisiknya agar tidak terdengar oleh Bu Tri.


Lya mengerutkan alisnya bingung, "buat apaan?" Tanyanya keheranan. Yah, biasanya kan kertas begituan tidak ada yang membutuhkan.


Xandra menggeser sedikit posisinya untuk memperlihatkan lipatan perahu kertas mini yang berserakan di laci mejanya.


"Ealah, gabut bener.... Ada..."


"Ya, gue minta ya... Lemparin lewat kolong meja aja..." Pintanya.


"Hmmm," Lya melempar kertas bekas miliknya yang sudah menjadi bola kertas ke kolong meja Xandra. Dengan sigap langsung Xandra tendang ke kolong kursi miliknya dan ia tutup dengan kaki. Namun, sialnya kepala Lya terantuk meja saat akan kembali duduk tegak.


Jdug...


"Sshhh," Lya mengelus kepalanya. Apa yang dilakukan Lya menarik perhatian Bu Tri dan anak lain yang tidak tidur di kelas.


Lya gelagapan bingung mau menjawab apa. Melihat hal itu Xandra langsung bertindak. Ia menunduk seraya menjatuhkan pulpen miliknya ke atas sepatunya, supaya suaranya tidak menarik perhatian. Ia tendang pulpen itu agak kebelakang tepat didepan meja Lya. Lalu, ia ambil kembali.


"Dia ngambil pulpen nya Bu... Jatuh terlalu kedepan... Jadi dia nggak bisa ambil," ujarnya sembari meletakkan pulpen miliknya ke meja Lya lalu berbalik ke depan.


Melihat perlakuan itu Lya mengikuti permainan Xandra, "iya Bu... Hehe..."


"Nek, nggak sampai kan bisa mintak tolong temen kan? Biar nggak sampe kejedot gitu..."


"Hmmm... Iya Bu... Nggak di ulang... Maaf..."


Bu Tri mengangguk dan melanjutkan penjelasannya tanpa menaruh curiga pada kedua anak itu. Fyuh, untung dia bantuin... Gak ngerti gue mau jawab apa... Ucap Lya dalam hati.


Xandra menoleh ke belakang sekilas dan dibalas dengan tatapan penuh rasa terimakasih oleh Lya.


Xandra meletakkan kepalanya di meja, tangannya meraih bola kertas di kolong kursi secara perlahan tapi pasti. Cukup berisiko memang, karena ia menempati kursi paling depan. Jadi, pergerakannya sedang apa tertangkap jelas. Tapi, guru itu tak menyadari pergerakan Xandra.


Tak terasa laci Xandra sudah setengah penuh dengan perahu kertas mini. Bel pulang sekolah berbunyi. Yang tidur terbangun, yang jiwanya melayang entah kemana kembali, gerakan menorehkan imajinasi berhenti, yang membaca buku berhenti. Semua mata kembali bertenaga, kantuk hilang sudah.


"Baik anak anak, besok ulangan harian ya! Materinya tentang apa yang tadi saya jelaskan," tukas Bu Tri untuk mengetahui apakah anak didiknya memperhatikan pelajarannya atau tidak. Sontak kelas mengerang kesal akan apa yang Bu Tri katakan. "Selamat siang anak anak..." Ujar Bu Tri sembari berjalan keluar kelas.


Semua anak bergegas membereskan barang bawaan mereka dan keluar kelas. Senyum tipis melekat di bibir Xandra. Hanya Tuhan yang tahu apa yang dipikirkannya. Ia memilih untuk langsung pulang dan membuat ringkasan supaya nilainya tidak terlalu jelek. Ia membereskan buku bukunya dan menyandang tasnya untuk ke meja belakang.

__ADS_1


"Misi Ma, duluan yo..."


"Wokee"


"Eh, pulang duluan ya... Mau belajar..." Ujar Xandra pada para sahabatnya.


Amara mengerutkan alisnya, "belajar? Insaf lo?!?"


"Hmmm... Emang napa? Seneng ya gue contekin terus gue dapet nilai lebih bagus dari kalian?"


"Ya enggak lah... Enak aja... Besok nyampe lo minta jawaban ke gue, gue kasi jawaban yang salah!" Ujar Ira.


"Iya, iya, gue gak bakalan minta sama elo..."


"Eh, eh, tumben kali ini gada yang ninggalin coklat sama bunga... Kenapa ya??" Tanya Lili.


"Yah, hilang sudah harapan buat makan coklat..." Ujar Nala.


"Hadehh, ngarep kok sama cowok orang... Napa gak sama cowok lo sendiri?" Ujar Xandra.


"Yah, gue gak punya... Giman dong?"


"Minta sono ama bokap lo! Bokap lo kan cowo... Punya lo seorang lagi..." Jawab Xandra.


"Sialan! Kasi saran kaga bener..."


"Wkwkwk, sapa suruh dengerin saran gue..."


"Eh, besok kerjasama ya..," pinta Citra.


Sontak semua mata tertuju padanya penuh rasa tidak suka. Karena, saat tadi dijelaskan ia hanya tidur. Ira lah yang paling tidak suka, karena ia memahami pelajaran sendiri tanpa menghiraukan penjelasan Bu Tri. Sedangkan Xandra, sekalipun tidak memperhatikan, apa yang dikatakan Bu Tri ada yang masuk beberapa. Begitu juga dengan Nala, Amara, dan Lili. Mereka tadi juga sibuk sendiri tidak mendengarkan.


Xandra memiringkan kepalanya, "kenapa lo gak belajar aja?" Tanyanya dengan berusaha menggunakan nada selembut mungkin.


"Sulit... Gue gak suka pelajarannya pula..." Sanggah Citra.


"Cuman ngapalin sih... Tapi, kalo masalah gak suka pelajarannya gue juga sama..."


"Hiih, otak lo kan encer! Apa aja gampang masuknya... Kalo bisa juga gue minta tukeran sama otak lo..." Keluhnya.


Xandra mengangkat sebelah alisnya sebal lalu pamit pulang.


"Gue duluan ya... Byee..."


"Bye... Ti ati!!" Jawab Lili.

__ADS_1


__ADS_2