
Johnny berhenti beberapa meter dari titik pemotretan untuk memberikan motor pantai itu kepada petugas. "owh iya, bukankah akan mendapatkan kecupan pipi jika menang balapan? " ucap Johnny tak ingin rugikan karna ia yang menang. "hei tadi itu aku bukan kalah, hanya sedikit melamun" ucap Eveleen tak terima kekalahan. "tetap saja" ucap Johnny menunjuk pipinya. "tapi... baiklah" Eveleen mengecup singkat pipi Johnny yang di lihat ketiga CEO itu. "tapi kamu tetap pemenang hati ku" ucap Johnny menggoda. Mereka hanya santai jika saling menggoda karena itu sudah biasa terjadi pada mereka. Ketiga CEO itu kesal dan menyamperi mereka, "Eveleen, siapa dia?" tanya Luiz menatap sinis Johnny. "aku akan perkenakan pada kalian ini Johnny sahabat lama ku, ini Luiz teman ku, ini Fabilio teman rekan kerja, dan Leo teman rekan kerja ku juga, mereka CEO dari perusahaan yang berbeda"
"senang bertemu dengan kalian, aku Johnny sahabat lama Eveleen" sapa Johnny dengan normal. "ini teman lama yang pernah aku ceritakan pada mu" ucap Eveleen membuat Fabilio dan Luiz mengingat Eveleen pernah cerita tentang teman lamanya. "owh jadi dia, badan yang tegak dan body yang bagus, benar seperti seorang militer" batin mereka menilai masing-masing. "apa kita akan memulainya?" tanya Eveleen. "ayo mereka sudah menunggu" ucap Leo berjalan ke arah fotografer. Fabilio dan Luiz menatap sinis Johnny dan membawa Eveleen jauh darinya. "Johnny kamu bisa duduk di sana dulu" teriak Eveleen dan Johnny duduk di tempat yang telah di persiapkan. "apa artisnya sudah selesai?" tanya Eveleen. "sudah presdir, disana sedang bersiap-siap" ucap Jack. "ayo kita mulai" ucap fotografer.
Leo, Eveleen, dan Fabilio berfoto untuk majalah mereka sedangkan artis mereka sedang berfoto dengan produknya. Johnny menyibukkan diri dengan ponselnya dan mengambil gambar Eveleen dari jauh. "tema selanjutnya adalah pakaian kerja" ucap fotografer agar mereka lanjutkan mengganti pakaian. "sebentar, aku ingin mengambil gambar lain" ucap Eveleen lari ke arah Johnny yang sedang mengambil gambarnya. "sudah cukup untuk mengambil foto ku, sekarang ayo kita berfoto" ucap Eveleen menarik Johnny ke depan fotografer. "sebentar" ucap Johnny bersiap berfoto dengan kameranya bersama Eveleen. Eveleen yang mengerti tersenyum saat Johnny akan memotret nya, "ayo sekali lagi" ucap Eveleen mengambil ponsel Johnny dan ia yang memegang. "bagus, ayo kita kesana" ucap Eveleen menarik Johnny. "kami sudah siap" ucap Eveleen mengambil pose bersama Johnny. Luiz yang melihat itu iri dan kesal, ia berfikir untuk ikut berfoto dengan mereka. "apa yang kamu lakukan?" tanya Eveleen yang hanya ingin berfoto dengan Johnny. "biarkan aku bergabung, lagian aku belum berfoto dengan mu" ucapnya mencari alasan. "aku juga" ucap Fabilio mendekat. "ayo foto bersama" ucap Leo yang juga mendekat.
__ADS_1
"tapi aku ingin.... baiklah ayo kita berfoto bersama" ucapan Eveleen setelah mendapat anggukan dari Johnny. Mereka terus bertingkah saat berfoto ada yang ingin memisahkan Eveleen dengan Johnny, ada yang ingin berfoto dekat dengan Eveleen, dan terus terjadi saat berfoto hingga mendapatkan foto yang bagus. Setalah melakukan proyek di sana, saatnya mereka makan malam bersama, "dimana Eveleen?" tanya Luiz kepada Jack. "katanya sedang menjaga berat badan" ucap Jack. "kalau begitu ayo kita makan malam, Eveleen sedang menjaga berat badan" ucap Luiz membuat mereka mulai makan. Eveleen yang sedang menjaga berat badan pergi mengelilingi pantai bersama Johnny secara diam-diam agar para CEO itu tidak mengganggu. "aku ingin mengatakan kalau kamu harus hati-hati dengan Fabilio dan Leo" ucap nya sambil berjalan. "kenapa? mereka kan baik" ucap Eveleen. "aku tidak boleh mengatakan nya, aku harus merahasiakan nya" batin Johnny.
"apa Fabilio dan Leo pernah masuk ke daftar misi mu?" tanya Eveleen menebak. "tidak, aku hanya mengkap orang yang ilegal dan melawan undang-undang, tapi apa menurut mu mereka pernah melakukan ilegal?" tanya Johnny. "hmm ntah lah, aku tidak yakin mereka melakukan hal ilegal" ucap Eveleen yang dianggukkan Johnny. "Eveleen, jika aku dalam masalah tolong selamatkan diri mu dulu" ucap Johnny tiba-tiba membuat Eveleen berhenti berjalan. "apa akan terjadi sesuatu?" tanya Eveleen dengan perasaan tidak enak. "bukan, aku bilang jika" ucap Johnny tak ingin membuat Eveleen khawatir. "apa kita akan bertemu lagi?" tanya Eveleen dengan wajah yang berharap. "tentu saja, tapi dengan cara mata-mata" ucap Johnny dengan senyuman aneh. "ayo kita lakukan secara mata-mata" ucap Eveleen dengan smirik. "aku akan balik besok sore, tapi bisakah kamu datang ke acara ulang tahun anak ku besok malam?" tanya Eveleen. "tidak masalah" ucap Johnny membuat Eveleen membulatkan mata. " benarkah?!" senang Eveleen. "hm" dehem Johnny mengangguk. "aku senang!" melompat ke pelukan Johnny.
Cupp...
__ADS_1
Johnny menarik Eveleen dan mencium bibir Eveleen dengan tiba-tiba. Eveleen tidak tau harus apa, ia berdiri membeku, "apa yang harus aku lakukan?" jantung Eveleen berdetak dengan cepat. Johnny mencium lembut bibir Eveleen dan Eveleen mempertimbangkan nya lalu membalas ciuman Johnny yang entah itu perasaan kerinduan, atau itu perasaan cinta. Fabilio yang selesai makan langsung mencari Eveleen karna ia berfikir pasti Eveleen sedang bersama Johnny. Saat mencari ke sisi pantai, ia melihat Eveleen dan Johnny sedang berciuman di hadapan nya. "EVELEEN!" teriak Fabilio yang membuat Eveleen dan Johnny melepaskan ciuman itu dan menjauh. "apa yang kalian lakukan?" dingin Fabilio menarik Eveleen ke belakangnya. "kami berciuman" ucap Johnny dengan santai yang memebuat Eveleen malu. "kamu jangan malu! ayo ikut dengan ku!" ucap Fabilio menarik Eveleen.
"apa yang kamu lakukan?! Johnny aku akan kembali!" soraknya saat dibawa Fabilio. "dia tidak akan menemui mu!" teriak kesal Fabilio. Johnny hanya tersenyum melambaikan tangan, ia merasa senang karna sudah mendapatkan ciuman itu setelah lama menunggu. "Fabilio! apa yang kamu lakukan!" ucap Eveleen berusaha melepaskan genggaman tangan Fabilio. "aku tidak suka jika ada orang yang mencium mu!" ucap Fabilio melapaskan genggaman tangannya pada Eveleen. "kenapa?!" kesal Eveleen. "aku tidak menyukai nya!" ucap Fabilio balik kesal. "apa hubungannya dengan ku?! apa kamu menyukai ku?!" ucap Eveleen dengan kesal. "iya! aku menyukai mu!" ucap Fabilio membuat Eveleen terdiam.
"la-lalu aku harus apa?!" kesalnya kehilangan kata-kata. "jangan mencintai orang lain" ucap Fabilio dengan suara yang lembut. "jangan bicara seperti itu, aku bisa salah paham!" ucap Eveleen memperingati. "aku serius! kamu tidak salah paham" ucapnya membuat Eveleen salah tingkah. "aku, aku tidak bisa jatuh cinta" ucap Eveleen menolak. "kenapa tidak mencobanya dengan ku?" tanya Fabilio. "aku tidak bisa" tolak Eveleen. "kenapa?" tanya Fabilio. "karna aku punya banyak rahasia yang tidak akan bisa membuat kita bahagia atau bersatu" batin Eveleen. "aku tidak menyukai mu" ucap Eveleen yang sadar kalau keinginan memiliki Fabilio adalah suatu hal yang mustahil. "aku bisa menunggu! beri aku waktu agar kamu menyukai ku" ucap Fabilio yang masih berharap. "aku tidak bisa" ucap Eveleen pergi dari hadapan Fabilio. "apa kamu menyukai orang lain?" tanya Fabilio membuat Eveleen berhenti. "iya, aku sudah menyukai seseorang yang sudah kamu lihat tadi" ucap Eveleen dan pergi meninggalkan Fabilio dengan keadaan marah. "Johnny" gumam kesal Fabilio.
__ADS_1