LOVE ADVENTURE

LOVE ADVENTURE
°•32•°


__ADS_3

Selesainya pekerjaan mereka di sana, Eveleen dan Johnny lebih cepat pergi dan memilih untuk satu mobil karna ada yang akan mereka bahas secara rahasia. Semejak kejadian Fabilio menyatakan perasaannya kepada Eveleen dan di tolak, mereka jadi canggung walau semua orang heran dengan mereka. "apa ada sesuatu yang tidak ku ketahui tentang mu dan Eveleen?" tanya Luiz. "bukan apa-apa" ucap Fabilio dengan dingin. "eheiii pasti ada sesuatu yang terjadi" ucap Luiz yang ingin tahu. "apa kamu akan pergi ke ulang tahunnya Chao chao?" tanya Leo. "aku akan datang" ucap Fabilio yang tidak ingin mengecewakan Chao. "apa kalian akan tetap berdiri disini? waktunya pulang" ucap Jack yang menunggu Luiz. "baiklah, sampai jumpa" ucap Luiz pergi ke mobilnya.


"apa kamu sudah melihat fotonya?" tanya Leo. "foto apa?" tanya Fabilio. "aku akan mengirimkan nya, sampai jumpa" ucap Leo pergi menuju mobilnya. Saat Leo sudah jalan, Fabilio mendapat beberapa foto saat ia mabuk bersama Leo, "Eveleen mengirimkannya pada ku" pesan Leo. "apa dia masih peduli dengan ku?" batin Fabilio mengendarai mobinya. "aku tidak akan menyerah Eveleen" ucap Fabilio yang di dengar Daniel. "presdir Eveleen kenapa, presdir?" tanya Daniel yang tidak terlalu mendengar. "bukan apa-apa" ucap Fabilio. Eveleen dan Johnny sudah sampai lebih dulu, mereka pergi melihat persiapan acara ulang tahun Chao. "ini sangat meriah dan mewah" ucap Johnny menilai. "sebenarnya hanya sederhana, tapi sekarang Chao sudah banyak teman dan harus mengundang mereka" ucap Eveleen. "jangan bilang anak mu mengasingkan diri dengan membaca buku dan terus belajar" tebak Johnny.


"kamu benar, Chao Chao lebih memilih buku dan terus bermain internet untuk belajar hal baru, dia tidak tertarik dengan bermain maupun berteman" ucap Eveleen. "aku jadi mengingat kalau kamu adalah kutu buku sebenarnya, hingga pemikiran anak mu keturunan mu" ucap Johnny. "aku tidak kutu buku" ucap Eveleen. "apa kamu tidak sadar? saat kita militer, setiap jam kosong kamu lebih memilih ke perpustakaan, hingga mengabaikan ku" ucap Johnny mengingatnya. "hei! kita belajar bersama, aku tidak pernah mengabaikan mu" ucap Eveleen. "tapi anak mu bisa di katakan genius bukan?" tanya Johnny. "iya, bagaimana kamu bisa tau?" ucap Eveleen. "karna kalian sama-sama memiliki kepintaran hingga Chao mendapat IQ yang genius" ucap Johnny keceplosan. "apa kamu tau ayah dari Chao chao?" tanya Eveleen serius.

__ADS_1


"bukan, maksudnya kamu memiliki IQ yang tinggi hingga Chao chao juga memiliki IQ yang lebih tinggi seperti genius" ucap Johnny. "owh gitu, jadi apa kamu sudah mempersiapkan kado untuk Chao chao? kalau belum, aku bisa menemani mu" ucap Eveleen. "sudah" ucap Johnny. "kapan? kamu kan baru sampai setelah dari pantai" ucap Eveleen. "aku sudah memesannya" ucap Johnny. "Wahh kamu bisa di andalkan ternyata" goda Eveleen. "tentu saja" bersikap percaya diri. "kamu mempersiapkan apa?" tanya Eveleen. "rahasia" ucap Johnny menjitak pelan kepala Eveleen. "hehe, apa untuk ku ada?" tanya Eveleen. "kamu juga ulang tahun?" tanya Johnny. "tidak, tapi setidaknya kamu beri aku hadiah setelah aku tidak melihat mu bertahun-tahun" ucap Eveleen yang berharap. "haha aku bercanda" memberikan sebuah kotak kecil pas di genggam berwarna hitam.


"wahhh! ini sungguhan?!" tanya Eveleen senang. "apa ini terlihat 3D?" ucap Johnny membuka kotak kecil hitam itu. "Wahh ini cincin yang indah" ucap Eveleen melihat sepasang cincin. "ini cincin di desain khusus untuk mata-mata seperti kita dari senior, aku belum membukanya sebelum bertemu dengan mu" ucap Johnny. "sudah berapa lama pemberian senior kamu pegang?" tanya Eveleen. "beberapa hari yang lalu saat kita bertemu, aku mengatakan nya pada senior dan mengirimkan ku kotak ini" jelas Johnny memakaikan cincin itu ke jari tengah Eveleen. "dan milik ku satu" ucap Johnny memakai ke jari tengahnya. "hahah" memberikan jari tengah kepada Johnny untuk memperagakan cincin itu. "jari yang indah" ucap Johnny yang memberikan jari tengah nya juga. "hahah" tawa mereka.


Beberapa jam kemudian acara akan segera di mulai, "Chao chao, mama pergi sebentar ya" ucap Eveleen meninggalkan Chao di tempat yang sedikit gelap. "Chao chao takut mama, mama di sini saja" ucap Chao memegang tangan Eveleen. "mama akan menyalakan lampunya, tunggu sebentar ya" ucap Eveleen langsung pergi. "mama!" teriak Chao yang ketakutan. Beberapa menit Chao menunggu Eveleen tidak kunjung datang, Chao menjadi cemas tentang Eveleen. "apa mama baik-baik saja? aku khawatir" ucap Chao yang mencemaskan Eveleen bukan dirinya. "aku harus mencari mama" ucap Chao yang pergi mencari Eveleen. "Chao~ Chao~" seseorang memanggilnya di ruangan yang gelap. "aku tidak takut kalian! keluarlah! kembalikan mama!" ucap Chao berlari ke ruang gelap itu dengan senter ponselnya.

__ADS_1


"kejutan!!!" lampu mendadak hidup dan terlihatlah banyak orang yang sedang mengejutkan acara ulang tahunnya. "selamat ulang tahun Chao chao" ucap Eveleen datang mendekat memberikan selamat. "mama! aku khawatir pada mu, ku kira sedang terjadi sesuatu" ucap Chao memeluk Eveleen. "aku memberikan mu kejutan, ayo kita mulai acaranya" ucap Eveleen yang membimbing Chao naik ke atas panggung kecil. "Chao chao selamat ulang tahun" ucap teman-teman nya. "terimakasih" ucap Chao dengan senyuman. "setelah datangnya Chao chao, sekarang kita mulai dengan acara tiup lilin dengan nyanyian!" ucap MC. Mereka mulai dengan acara tiup lilin dan acara potong kue, tak hanya itu, acara anak-anak pun diadakan agar acara lebih meriah dengan tawa anak-anak.


"Chao chao, perkenakan paman Johnny teman mama yang menjaga mama dulu" ucap Eveleen memperkenalkan Johnny pada Chao. "hallo paman, aku Chao chao" ucap Chao memperkenalkan diri. "Chao chao kamu sangat tampan" ucap Johnny memuji. "terimakasih" ucap Chao dengan senyuman. "Chao chao" ucap seseorang yang sedang berjalan ke arah mereka. "papa!" ucap Chao melihat Fabilio yang memanggilnya. "selamat ulang tahun pangeran kecil" ucap Fabilio mengacak lembut rambut Chao. "terimakasih papa!" ucap Chao memeluk Fabilio. "apa Chao sudah tau kalau Fabilio ayahnya?" batin Johnny yang sudah tau kalau Fabilio adalah pria yang bersama Eveleen beberapa tahun yang lalu. Saat pagi hari, Eveleen dikabarkan sedang bersama pria lain di hotel, Johnny bergegas untuk menolong Eveleen walau sudah terlambat.


Saat itu, Johnny melihat Eveleen keluar dari suatu kamar dengan keadaan biasa-biasa saja tapi terlihat di sangat takut. Johnny hanya bisa bersembunyi dan pergi ke ruang CCTV untuk mencari tau apa yang telah terjadi sebelumnya, ternyata mereka sama-sama mabuk saat tiba di hotel. Johnny tidak bisa apa-apa, di keadaan seperti itu Johnny sedang dalam masalah berat juga, ia takut kalau mendekati Eveleen akan terjadi sesuatu yang lebih buruk. "Chao chao memanggil mu papa?" tanya Johnny berusaha santai. "Chao chao memanggil semua orang yang dekat dengannya sebagai orang tua nya" ucap Eveleen menjelaskan. "owh begitu" ucap Johnny merasa tidak yakin. "padahal Chao chao beberapa kali bertemu dengan Fabilio" batin Johnny. "Chao chao aku datang" ucap Luiz yang juga datang walau terlambat. "ayah!" ucap Chao berlari ke pelukan Luiz. "tapi bisa jadi" ucap Johnny yang masih ragu. "ayah kamu terlambat" ucap Chao. "maafkan ayah, apa kamu tau kalau saran dari mu membuat kita lebih beruntung" ucap Luiz yang membawa Chao dari mereka. "benarkah? kita harus rapat dahulu" ucap Chao yang sibuk bicara dengan Luiz.

__ADS_1


"kemana jamu bawa Chao?" tanya Eveleen. "kami ada rapat dulu" ucap Luiz membawa Chao. "mama Chao chao! aku ingin jus" ucap seorang anak yang di samping Eveleen. "kamu ingin jus? mau ku ambilkan?" tanya Eveleen mengangkat ke pelukan nya. "mau" mengangguk. "kalian bersantai lah, aku akan kembali" ucap Eveleen pergi. "kamu terlihat sangat dekat dengan Eveleen" ucap Johnny. "tentu saja" ucap Fabilio dengan datar. "tapi kamu tidak bisa dengannya" ucap Johnny membuat Fabilio geram. "aku tau Eveleen menyukai mu, tapi aku tidak akan menyerah" dinginnya. "Eveleen milik ku dan tidak akan menjadi milik mu" ucap Johnny dengan serius. "kita lihat saja nanti" ucap Fabilio smirik. "bukan hanya itu, bukankah kamu juga tau kalau aku agen mata-mata negara?" ucap Johnny yang menatap tajam Fabilio. "apa yang akan kamu lakukan?" ucap Fabilio mendekat seperti sedang berbisik. "berhati-hati lah mafia, kamu sedang dalam daftar ku sekarang" ucap Johnny smirik dan meninggalkan Fabilio yang terkejut.


__ADS_2