
Johnny menceritakan semua kehidupan Eveleen tapi dengan batas yang wajar, banyak rahasia di balik kehidupan Eveleen hingga tidak bisa diketahui oleh banyak orang termasuk Johnny sekalipun. Eveleen tertidur pulas dengan mendengar music di Headphone pemberian Leo. "ku harap Eveleen tidak merasakan hal seperti itu lagi" ucap Johnny. "Eveleen orangnya sangat ceria tapi jika di sakit dia tidak akan cerita, hanya memendamnya sendiri, jadi kita harus tau ekspresi wajahnya" ucap Alice khawatir.
"Alice, biskaah kamu menunggunya di rumah saja, banyak hal yang harus aku katakan pada Eveleen, aku akan mengantarnya jika saatnya pulang" ucap Johnny. "tidak masalah aku percaya pada mu, kalau begitu aku pergi dulu" ucap Alice pamit dan pergi meninggalkan Eveleen dan Johnny. Johnny melepaskan Headphone dari kepada Eveleen, Eveleen pun terbangun walau sempat terdidur sejenak. "apa aku mengganggu mu?" tanya Johnny. "tidak" ucap Eveleen duduk di ranjang nya. "aku rasa kamu ingin bertanya pada ku" ucap Johnny duduk di sisi ranjangnya. "apa yang terjadi apada mu dan Fabilio?" tanya Eveleen menepuk ranjangnya untuk menyuruh Johnny duduk di hadapannya. "ingin tau semuanya?" tanya Johnny duduk di hadapan Eveleen. "hm" dehem Eveleen. "Fabilio adalah ketua mafia" ucap Johnny membuat Eveleen bergetar. "tenang, percaya pada ku" memegang pipi Eveleen dan menatap matanya. "aku percaya pada mu" ucap Eveleen.
"Fabilio masuk ke dalam daftar ku tiga tahun yang lalu, tapi karna ia berperan penting aku mengundurnya dan menjadinkan Fabilio daftar terkhir misi ku" ucap Johnny yang di mengerti Eveleen. "jadi doa menagkap mu saat tau dia menjadi daftar mu?" tanya Eveleen yang di anggukkan Johnny. "tapi kamu tenang saja, aku akan mengurus semuanya dengan lancar" ucap Johnny. "apa aku tidak punya misi?" tanya Eveleen. "kamu ingin memulainya?" tanya Johnny. "kalau ada kenapa tidak?" ucap Eveleen. "apa kamu takut dengan Fabilio?" tanya Johnny. "aku... Aku tidak takut, hanya saja aku pasti memikirkan mu saat bertemu dengan nya, aku jadi gugup" ucap Eveleen. "jangan khawatir, aku pastikan itu tidak terjadi lagi" ucap Johnny mengacak lembut rambut Eveleen.
__ADS_1
"bagaimana keadaan mu?" tanya Eveleen. "aku baik-baik saja, ini sering terjadi jafi tidak masalah" ucap Johnny santai. "buka pakaian mu" ucap Eveleen. "kenapa kamu terlalu bergairah~" ucap Johnny dengan wajah mesum.
Takk...
"apa tandanya aku tidak boleh ikut?!" marah Eveleen. "ti-tidak, ini terlalu bahaya untuk mu" ucap Johnny membujuk. "apa?!!!" marah Eveleen menarik Johnny dan mendekap leher Johnny hingga tidak bisa lepas. "apa ini tidak bahaya bagi mu?! Aku juga khawatir pada mu!" ucap Eveleen menahan leher Johnny. "ba-baikkah! baiklah! Lepaskan aku!" ucap Johnny yang merasa tercekik. "berjanjilah kamu akan mebawa ku saat kamu melakukan misi apapun itu yang berat maupun yang ringan" ucap Eveleen ingin mendengar janji dari Johnny. "aku berjanji! Aku berjanji!" ucap Johnny. "berjanji apa?!" ucap Eveleen. "aku akan menbawa mu setiap kali aku mendapatkan misi" ucap Johnny merasa tidak bisa bernafas. "bagus" melepaskan Johnny. "hok.. Hok... Apa kamu ingin membunuh ku?!" ucap Johnny yang batuk. "bagaiman mungkin aku mebunuh mu Johnny kuu" ucap Eveleen mengacak lembut rambut Johnny. "Eveleen" ucap Johnny tersenyum. "apa" tanya Eveleen. "menikahlah dengan ku" ucap Johnny dengan senyuman. "kenapa?" tanya Eveleen menggoda. "kamu memperlakukan ku dengan manis sayang" ucap Johnny ikut menggoda. "kalau begitu jadilah pembantu ku nanti" ucap Eveleen menaik turunkan ailis nya menggoda. "tidak masalah istri ku" senyum menggoda.
__ADS_1
"suami ku tolong bersihkan pekerjaan rumah, aku ingin tidur bersantai" ucap Eveleen mendalami peran. "tidak masalah istri ku" ucap Johnny. "kamu sangat patuh suami ku" ucap Eveleen. "tapi aku meminta imbalan memakan mu" ucap Johnny mesum. "ingin dimana? Di sini, sini, sini, atau sin..." ucapan Eveleen terputus setelah menunjuk leher, bibir, dan membuka satu buah bajunya. "Eveleen! Kamu terlalu mendalami!" ucap Johnny salah tingkah dan memasang buah baju Eveleen kembali. "hahah, kamu yang memancing ku dulu" ucap Eveleen tertawa. "jangan pernah melakukannya di depan pria lain!" ucap Johnny kesal. "lalu? Apa aku hanya boleh melakukannya di depan mu?" tanya Eveleen menggoda kembali yang akan membuka buah bajunya. "HEI! EVELEEN!" ucap Johnny menahan tangan Eveleen. "haha" Eveleen hanya bisa tertawa melihat kelakukan Johnny.
"ku rasa Eveleen sudah tau siapa aku sebenarnya" ucap Fabilio kepada Daniel. "apa?! bagaimana bisa?!" ucap Daniel kaget yang sebagai asisten Fabilio di perusahaan ataupun mafia. "aku membawa Johnny karna aku adalah incarannya, dan memukulnya hingga tidak ku sangka Eveleen ada di sana" ucap Fabilio. "kenapa presdir tidak membicarakannya dulu dengan ku, siapa tau hanya membuat mu takut saja" ucap Daniel. "aku hanya kesal melihat nya bersama Eveleen" ucap Fabilio meyesal. "ternyata tetang presdir Eveleen, presdir, aku bisa membantu mu untuk mendapatkan hati presdir Eveleen" ucap Daniel. "Eveleen menyukai Johnny" ucap Fabilio. "kita coba saja nanti, kalau nona Eveleen biasa saja saat bertemu dengan mu berarti presdir Eveleen menyukai mu" ucap Daniel membawa harapan pada Fabilio. "tapi aku membuatnya kambuh saat itu, mungkin aku bisa membuatnya kambuh tanpa sentuhan" ucap Fabilio mundur. "coba saja, jika presdir Eveleen tidak membuatnya kambuh itu berarti ada kesempatan untuk membuatmu mengejarnya" ucap Daniel. "bisakah?" untuk meyakinkan.
"tentu bisa" ucap Eveleen yang sedang berada di perusahaan nya yang sedang berbicara dengan Alice. "tidak bisa! kamu dalam keadaan yang tidak baik" ucap Alice. "presdir anda bisa istirahat dulu, atau bisa bekerja di rumah saja" ucap Jack. "jika aku tidak mau" ucap Eveleen duduk di kursinya. "aku mau tau! yang penting kamu istirahat di rumah dulu" ucap Alice yang tidak mendengar kan nya. "Johnny! kamu jangan duduk saja, kamu bilang akan mengantarkan Eveleen pulang" ucap Alice melihat Johnny duduk santai. "aku tidak bisa apa-apa jika dia ingin memukul ku" ucap Johnny pembelaan diri. "hah~ kamu samgat keras kepala, aku akan memesan makanan dulu" ucap Alice yang menyerah. "aku akan membelinya langsung kalian tunggu disini, Jack kamu ingin apa?" tanya Johnny memakai jas dinginnya. "aku apa saja yang penting tidak pedas" ucap Jack. "baiklah, aku akan kembali" ucap Johnny pergi. "hati-hati" ucap Eveleen dan Jack hanya melambali pergi.
__ADS_1