Manequin Kekasihku

Manequin Kekasihku
Part 13


__ADS_3

Alvin Mark mulai bekerja, jika ia sudah membuat sebuah manequin, ia akan lupa waktu. Cara kerjanya memang terkenal sangat gila. Apalagi ini menyangkut Keke.


Aku tak menginginkan ini, tapi aku harus melakukannya. Keke... haruskah aku membuatnya lagi. Aku hanya menyayangimu Keke. Bagaimana aku membuat yang palsu dan membiarkan wanita yang masuk di tubuhmu aku perkenalkan. Jika aku ingat semua ini, aku benar benar bisa gila. Bagaimana Tuhan mengirimku seorang wanita tanpa identitas dan berasal dari dunia lain. gumam Alvin.


Alvin memang masih tak mempercayai apa yang sedang terjadi pada hidupnya. Ide gila Calio memang bagus, tapi ia juga sangat membenci Keke palsu yang akan ia buat sekarang. Ia terus memulai bahan bahan itu, warna kulit, mata dan rambutnya harus benar benar sama. Catatan saat pembuatan Keke dulu, memang masih ada tapi bahan terbaru dan warna semakin tahun itu berbeda. Jadi ia harus melakukannya dengan lebih berhati hati.


Alvin terkejut dengan suara ponselnya. Ia menatap layar ponsel itu, wanita yang tak ia inginkan. Karen Calling...


Alvin membiarkannya tapi wanita itu hampir 10 kali menghubunginya. Alvin menghela nafasnya dan akhirnya mengangkat ponselnya.


"Halo Mark... tolong aku." ujar Karen.


"Ada apa Karen, aku sedang melakukan perjalanan." jawab Alvin.


"Seseorang mengancam ingin membunuhku Mark, mereka berkata karena aku dekat denganmu. Aku sekarang tak bisa keluar dari apartemen. Aku takut Mark." kata Karen.


"(Wanita ini pintar sekali mengarang cerita)" dalam hati Alvin. "Apa hubungannya denganku Karen? Aku sibuk sekarang, kau bisa menghubungi polisi." jawab Alvin lagi.


"Tidak bisa Mark, aku tak bisa menghubungi polisi. Mereka mengancamku, tolong bantu selamatkan hidupku Mark." pinta Karen.


Alvin melihat jam tangannya, ia tak bisa jahat pada seorang wanita. Jika Karen benar benar diancam, maka ia akan merasa bersalah. Ia menghela nafas beratnya.


"Kirim lokasimu, aku akan segera kesana." ujar Alvin seraya mematikan ponselnya. Ia menatap pekerjaannya yang baru saja ia mulai.


Aku harus menyelesaikan Karen terlebih dahulu. pikir Alvin.


Ia keluar dari ruangan itu segera menuju lokasi yang Karen kirimkan padanya.


Keke... Maafkan aku... gumamnya.


Alvin menuju lokasi dimana Karen berada dan ketakutan sekarang.


*****


Keke berkali kali tertawa saat menonton film kartun di televisi. Beberapa pelayan menatap wanita cantik itu sambil bekerja.


"Apa non Keke lapar?" tanya Hara.


Keke menggeleng. "Mengapa ada orang orang itu di dalam sana?" tanyanya sambil menunjuk televisi.

__ADS_1


"Itu namanya televisi non, mereka hanya gambar dan di rekam lalu ditayangkan di layar itu." jawab Hara.


"Jadi mereka tak bisa keluar dari sana dan bermain denganku, mereka sangat lucu." ujar Keke.


Hara tertawa dan menggeleng. "Jika non Keke bosan, non bisa bermain dengan kami dan ada Milo di halaman." jawabnya.


"Aku takut dengan monster Milo itu, ia akan memakanku nanti." ujar Keke lagi.


Hara kembali tertawa. "Milo bukan monster non, ia hanya seekor ******." kata Hara.


"Seekor ******? Apa seperti serigala?" tanya Keke.


Hara menggeleng. "****** lebih baik dari serigala. Manusia biasa memelihara ****** untuk menjaga rumah mereka." jawabnya.


Keke mengangguk anggukkan kepalanya. "Oh jadi ia hanya penjaga rumah. Lalu mengapa di dunia kalian banyak monster besar terbang di angkasa?" tanyanya lagi.


Hara bingung apa yang dimaksud Keke, ia menatap bu Farah.


"Seperti apa yang non maksud?" tanya bu Farah.


"Tubuhnya besar, suaranya sangat keras dan terbang kesana kemari di atas langit." jawab Keke.


"Non Keke, itu namanya pesawat. Pesawat itu bukan monster, itu kendaraan yang digunakan manusia untuk pergi ke luar negeri atau antar negara. Pesawat itu memang terbang, tapi di dalamnya selalu ada manusia." ujar bu Farah.


Keke terbelalak. "Antarkan aku ke pesawat itu sekarang bu, aku ingin menemukan teman temanku." ujarnya.


Bu Farah menggeleng. "Tidak semudah itu sayang, melakukan perjalanan harus dengan paspor, tiket dan tentu saja uang." jawabnya


Keke menghela nafasnya, ia sama sekali tak mengerti apa yang dikatakan pelayan itu. Bu Farah melihat kebingungan di wajah Keke.


"Pelan pelan tuan Alvin akan menjelaskannya dan mengenalkannya padamu. Untuk saat ini, kau nikmati saja tontonanmu. Jika non Keke lapar, panggil kami." ujar bu Farah.


Keke sangat penurut, ia mengangguk dan kembali menikmati tontonannya sambil tertawa. Bu Farah dan pelayan yang lain hanya tersenyum menatapnya.


*****


"Sangat menyenangkan dengan kehadiran non Keke, rumah ini semakin berwarna." ujar Hara.


Semuanya mengangguk. "Seandainya non Keke itu sama seperti kita, mungkin tuan Alvin akan menikahinya. Dan tuan Alvin akan bahagia mengingat ia memang menyayangi manequin Keke. Walaupun ia bukan manusia, tapi aku tak merasa takut sedikitpun. Bahkan aku senang sekali melihat kepolosannya. Mungkin ia pendiam, penurut dan tak pernah bergaul di dunianya." ujar bu Farah.

__ADS_1


"Bu Farah benar, non Keke selain cantik, ia juga sangat menyenangkan. Aku mendukung jika tuan menikahinya." ujar Ayu.


"Sudah jangan bergosip lagi, teruskan pekerjaan kalian dan awasi non Keke. Jika ia ingin makan segera layani. Aku akan ke mall membeli beberapa bahan makanan." perintah bu Farah.


Mereka mengangguk dan mulai melanjutkan pekerjaannya. Saat bu Farah akan keluar, Keke menatapnya.


"Bu Farah mau kemana?" tanya Keke.


"Ke mall non membeli bahan bahan dapur." jawab bu Farah.


"Apa mall itu kebun sayuran dan buah buahan?" tanya Keke lagi.


Bu Farah menggeleng. "Mall itu bahkan bukan hanya menjual sayuran dan buah buahan, masih banyak lagi." jawabnya.


"Aku ikut." pinta Keke.


Bu Farah menggeleng lagi. "Belum saatnya non Keke keluar rumah, nanti tuan Alvin marah." ujarnya.


Keke menekuk wajahnya tapi ia mengangguk dan kembali duduk di sofa itu. Bu Farah tersenyum menatapnya.


"Bu Farah janji, akan membawa non Keke jika saatnya tiba nanti, sekarang hanya baik baik di rumah. Ingat panggil pelayan jika kau membutuhkan sesuatu." ujar bu Farah. Dan Keke kembali mengangguk.


Bu Farah meninggalkannya untuk menuju ke mall. Keke hanya bisa menatap pintu itu dengan sedih.


Kapan aku bisa keluar dari rumah ini dan menemukan mawar biru? Jika aku terus seperti ini, maka aku akan menyia-nyiakan waktuku di dunia manusia, aku akan mengecewakan raja peri dan yang lainnya. Ini pertama kali raja memberiku tugas, aku tak ingin gagal. Peri Anem, Peri Harva, Peri Vivi dimana kalian semua, apa kalian sudah menemukan mawar biru? Aku tak bisa menghubungi kalian, karena kekuatanku semakin menghilang. gumam Keke sedih.


Tapi ia tetap harus bersabar sekarang, bagaimanapun ia sudah berada di sekitar orang orang yang sangat baik padanya. Dan Alvin Mark adalah orang yang harus ia percayai sekarang.


*****


1...


2...


3...


Next Part...


Happy Reading All...😘

__ADS_1


__ADS_2