Manequin Kekasihku

Manequin Kekasihku
Part 88


__ADS_3

Keduanya sampai di tempat kegiatan anak anak panti, anak anak itu menyadari akan kedatangan Keke. Mereka langsung mengejar Keke dan memeluknya.


"Maaf aku datang terlambat." ujar Keke.


"Tidak apa apa nona Keke, anda tidak terlambat." kata bu Shinta. "Ini..."


"Oh ya aku hampir lupa, ini pak Alvin Mark pemilik perusahaan manequin. Ia ingin mengenal anak anak panti juga." ujar Keke mengenalkan Alvin.


"Nona Keke pacar nona tampan sekali." ujar anak anak panti bersamaan.


Keke terbelalak lalu menggeleng. "Tuan ini bukan..."


"Halo anak anak..." sapa Alvin memotong ucapan Keke. "Senang berkenalan dengan kalian, dan juga anda bu." sambungnya.


"Selamat datang tuan Alvin, maaf kami sedang melakukan kegiatan di luar." jawab bu Shinta.


"Aku senang bisa melihat kegiatan seperti ini. Aku juga ingin menjadi donatur tetap di panti anda. Apakah anda bersedia menerimaku?" tanya Alvin.


"Ya Allah, tentu saja dengan senang hati tuan." jawab bu Shinta. "Bu Yani, ini tuan Alvin akan menjadi donatur baru kita." ujarnya pada bu Yani.


"Selamat datang tuan Alvin, senang anda bisa ikut membantu anak anak kami." jawab bu Yani.


Alvin tersenyum lalu mengangguk, Keke terus menatap Alvin. Ia merasa semakin ada yang aneh pada dirinya. Bu Shinta dan bu Yani memperhatikan tatapan Keke pada pria itu lalu tersenyum. Mereka tahu, sepertinya Keke menyukai pria tampan itu.


"Nona Keke, ayo kita mulai." ajak anak anak.


"Ah iya, ayo..." jawab Keke seraya meninggalkan Alvin bersama penjaga panti.


Alvin terus berbicara pada bu Shinta dan bu Yani sambil sesekali melihat Keke yang mengajari anak anak panti. Pria itu semakin mengagumi Keke yang sekarang.


"Nona Keke sudah lebih dari satu tahun merawat dan memberi pelajaran sekolah pada anak anak. Selain cantik diluar, wanita itu sangat cantik hatinya." ujar bu Yani.


"Ia juga selalu memberikan bantuan pada kami, ia tak pernah meminta imbalan apapun. Anak anak sangat menyayanginya." sambung bu Shinta.


"Apa kalian tahu, siapa ia dan keluarganya?" tanya Alvin.


Mereka mengangguk. "Nona Keke hanya sebatang kara disini tuan, ia tinggal sendirian dan memiliki usaha bunga selama 2 tahun terakhir. Hanya saja sampai saat ini, nona Keke tak mengingat keluarganya sama sekali. Ia juga tak pernah dekat dengan seorang pria, kami terkejut ia membawa anda kemari." jawab bu Shinta.


"Aku mengajaknya bekerjasama soal bunga. Sebenarnya aku ingin mendekatinya, tapi apakah aku pantas untuknya." ujar Alvin.


"Tentu saja, anda sangat tampan. Kalian pasangan yang sangat serasi." jawab bu Yani.


Alvin tertawa. "Apakah anda tidak curiga kalau aku mungkin orang jahat yang akan menyakiti nona Keke?" tanyanya.


Keduanya menggeleng. "Kami bisa menilai orang tuan, dan pandangan anda pada nona Keke seperti seseorang yang sangat merindukannya. Dan aku bisa bilang pada anda, sepertinya nona Keke juga tertarik dengan anda." jawab bu Shinta.


"Aku memang sangat merindukannya." jawab Alvin tanpa sadar.


"Maksud anda?" tanya keduanya bersamaan.

__ADS_1


"Ah... maksudku aku merindukan sosok wanita seperti itu. Sangat jarang menemukan wanita cantik yang perduli pada sesama." jawab Alvin. "Apa kalian yakin ia tertarik padaku?" tanyanya.


Keduanya mengangguk. "Kami tak pernah melihat nona Keke menatap seorang pria seperti itu, banyak sekali pria yang mendekatinya. Tapi ia sangat acuh pada mereka."


"Aku harap bisa mendekatinya, aku senang kalian mendukungku. Dan soal donatur itu, aku tak bercanda. Aku akan menjadi donatur tetap panti asuhan kalian. Aku mungkin tak bisa disini selamanya, karena tempat tinggalku di Perancis. Tapi aku akan menyuruh karyawan perusahaanku untuk datang ke panti tiap bulan." ujar Alvin.


"Terima kasih tuan Alvin, kami sangat senang sekali. Tapi aku pikir anda orang Indonesia, ternyata anda tinggal jauh sekali." ujar bu Shinta.


"Aku memang orang Indonesia, tapi sejak orang tuaku meninggal, aku tinggal di Perancis." jawab Alvin.


"Kasian nona Keke, jika anda kembali kesana. Ia wanita yang kesepian." ujat bu Yani.


"Aku akan memikirkannya jika aku bisa mendapatkannya." kata Alvin seraya menatap wanita itu yang sedang tertawa bersama anak anak panti.


Wanita itu memang sangat mengagumkan, pantas saja ia bersama anak anak, ia sangat kesepian.


Apakah di dunia peri, ia kembali dibuang karena kehilangan sayapnya untuk menolong hidupku. Aku akan menjagamu Keke, sampai kapanpun aku tak akan membiarkan kau kesepian dan kesakitan sendiri. Aku akan mencari solusi agar kita bisa bersama. pikir Alvin**.


"Sepertinya aku harus bergabung bersama mereka, aku juga ingin mengenal anak anak." ujar Alvin.


"Silahkan tuan..." ujar bu Shinta.


Alvin menghampiri Keke, ia ikut membantu Keke mengajari anak anak. Mereka juga melakukan permainan agar anak anak senang dan mengenal lingkungan barunya. Keduanya terlihat begitu dekat satu sama lain.


*****


Calio tak mendapat kabar apapun dari Alvin, ia sudah menunda meeting dan pengangkatan direktur baru demi Alvin. Tapi sampai hampir pukul 3 sore, ia masih juga tak mendapat kabar dari Alvin.


Calio menghubungi ponsel Alvin tapi selalu di luar jangkauan, ia akhirnya menghubungi toko bunga K'Florist. Dan karyawannya mengatakan jika Alvin pergi bersama Keke ke panti asuhan.


"Dasar pria gila, mengapa kau terlalu cepat mendekati wanita itu. Jika Keke takut dan menjauhimu bagaimana." gumam Calio lagi.


Calio akhirnya membatalkan meeting hari ini, karena pria itu tak mungkin datang ke perusahaan. Setengah jam kemudian, akhirnya Alvin menghubunginya.


"Apa yang kau lakukan?" bentak Calio.


"Sabar tuan Calio, aku minta maaf. Aku tak bisa ke perusahaan. Aku mengantarkan Keke ke panti dan sekarang aku berada di acara pesta resepsi pernikahan. Aku mengantarkan Keke, menata bunga di acara ini." jawab Alvin.


"Apa tak terlalu cepat kau mendekatinya Vin, jika wanita takut dan semakin jauh bagaimana?" tanya Calio.


"Kau tenang saja, aku tahu apa yang aku lakukan Cal. Aku minta maaf soal Vina juga, kita bisa melakukannya besok pagi." ujar Alvin.


"Terserahlah, aku harap kau segera mendapat jawaban atas wanitamu. Dan jangan melewatkan makanmu, aku takut kau kembali sakit." pesan Calio.


"Pasti nenek, aku selalu makan. Dan aku makan dengan wanitaku." ejek Alvin.


"Sialan..." umpat Calio seraya menutup ponselnya.


Calio kembali menangani perusahaan, ia berharap sahabatnya segera mendapatkan kekasih yang hilang 2 tahun yang lalu. Ia juga berharap, jika Keke kali ini adalah manusia biasa bukan seorang peri seperti sebelumnya. Ia ingin keduanya bersatu seperti manusia normal.

__ADS_1


*****


Alvin memang gila sekarang, ia menunggu wanita itu bekerja. Ia semakin protektif pada Keke. Ia ingin memastikan wanita itu aman dimanapun, dan ia juga senang Keke semakin dekat dengannya.


"Nona, kenapa pak Alvin masih disini?" tanya Bili.


"Pria itu sangat keras kepala, ia bilang akan menungguku sampai selesai dan mengantarkanku kembali ke rumah." jawab Keke.


"Apa nona tak curiga kalau ia hanya ingin mendekati nona?" tanya Bili lagi.


Keke mengangkat bahunya. "Aku tak tahu, tapi aku juga tak bisa menolaknya. Ia sepertinya pria baik baik."


"Kenapa kau sangat tidak suka Bil, biarkan saja pak Alvin dekat dengan nona." ujar Putri.


"Iya benar, ia tampan dan nona juga cantik." sambung Lina.


"Bukan itu juga, ia akan menjadi rekan kerjaku. Kami akan melakukan kerjasama bunga mawar biru." jawab Keke.


"Dan aku hanya takut pria itu menyakiti nona." jawab Bili kesal.


"Terima kasih Bil, aku bisa menjaga diriku." kata Keke.


Bili meninggalkan mereka dengan kesal, sepertinya pria itu cemburu pada Alvin Mark. Keke menatap Alvin yang sedang duduk sambil sibuk dengan ponselnya.


Seperti apapun, ia memang tampan. Dan aku sama sekali tak bisa menolaknya. Entah mengapa aku nyaman dekat dengan pria itu. Apakah aku mulai menyukai pria yang baru aku kenal itu. Tapi aku merasa perasaan ini seperti sudah lama terpendam, semakin lama aku dekat dengannya, aku semakin takut kehilangannya. Ya Tuhan Keke, sadarlah... pikir Keke.


Putri dan Lina memperhatikan Keke yang terus menatap Alvin, dan mereka tertawa saat Keke salah memotong tangkai bunganya. Keke sadar dengan suara tawa mereka.


"Kenapa?" tanya Keke.


Putri dan Lina menunjuk bunga yang di pegang Keke. Keke melihatnya dan tertawa. "Oh ya ampun, kalian mengapa diam saja." ujar Keke.


Keduanya kembali terkekeh. "Jika nona ingin bersamanya, biar kami yang mengerjakannya." goda Putri.


"Lanjutkan pekerjaan kalian." jawab Keke dengan wajah yang merona.


Mereka tertawa lagi sambil melanjutkan pekerjaannya. Keke juga melanjutkan pekerjaannya untuk menutupi perasaannya.


*****


1...


2...


3...


Next Part...


Happy Reading All...😘

__ADS_1


Nantikan 2 episode terakhir ya guys...


__ADS_2