Manequin Kekasihku

Manequin Kekasihku
Part 69


__ADS_3

Perjalanan yang cukup panjang menuju Perancis, Keke tak bisa dibujuk lagi. Ia tak mau tertidur di dalam pesawat, ia terus menggenggam tangan Alvin sambil menangis. Pria itu diberi obat tidur oleh dokter, jadi Alvin sama sekali tidak terjaga.


"Nona Keke, beristirahatlah... Kita masih lama sampai di Perancis. Alvin saja terus tidur." bujuk Calio.


"Aku takut masih tertidur saat Alvin bangun, aku merindukannya." jawab Keke.


"Aku janji akan membangunkanmu jika Alvin terbangun. Kau harus tidur, kita akan ke rumah sakit setelah sampai. Dan itu akan sangat melelahkan." kata Calio.


Keke menatapnya dengan lembut. "Kau janji akan membangunkanku jika Alvin bangun."


Calio mengangguk. "Pasti..." jawabnya.


Keke akhirnya mau tidur tapi ia tak mau melepaskan tangan Alvin. Wanita itu tertidur disamping ranjang Alvin.


Sudah lebih dari 3 jam, akhirnya Alvin terbangun. Ia menatap ruangan pesawat dan menatap kekasihnya yang tertidur pulas. Calio terkejut karena Alvin terjaga.


"Kau bangun?" tanya Calio.


Alvin mengangguk tapi ia menaruh jarinya di bibir agar tidak berisik.


"Tapi aku berjanji akan membangunkan kekasihmu saat kau terjaga." bisik Calio.


Alvin menggeleng. "Aku akan pura pura tidur jika ia terbangun nanti, biarkan ia beristirahat." jawabnya lirih.


Calio mengangguk. "Kau tidurlah lagi, aku juga sangat mengantuk. Perjalanan kita masih sekitar 5 jam lagi Vin." pintanya.


Alvin menggeleng. "Aku sudah terlalu lama tidur, kau saja sekarang yang tidur. Bolehkah aku turun dari sini?" tanya Alvin.


Calio menatapnya tajam. "Kau berani turun, akan aku lempar kau keluar pesawat." ancam Calio.


Alvin menahan tawanya karena takut membangunkan Keke. "Sejak aku sakit, kau berani memerintahku Cal. Bahkan kau mulai mengatur hidupku."


"Aku tidak takut lagi padamu Vin, kesehatanmu lah yang aku takutkan. Sudah jangan banyak bicara, aku selalu emosi jika menghadapimu." kata Calio seraya memejamkan matanya.


Alvin menghela nafasnya lalu ia menatap kekasihnya. "Keke, aku belum membuatmu bahagia. Kau malah mengetahui penyakitku disaat kau sendiri masih hilang ingatan. Aku berjanji akan segera sehat dan menikahimu. Aku tak ingin kehilanganmu walaupun kau pernah bilang hanya satu tahun kau berada disini." gumamnya.


Suster yang disewa Calio dari Indonesia menghampirinya dan memeriksanya. "Bagaimana keadaan anda?"


"Aku lebih baik sus, terima kasih kau mau mengikuti kami." jawab Alvin.


"Tentu saja tuan Mark, sudah menjadi tugasku menjaga pasien." jawabnya. "Apakah aku boleh membangunkan kekasih anda?" tanyanya.


Seketika Alvin menggeleng. "Kau periksalah sebelah sini, biarkan kekasihku beristirahat."


"Oh baiklah..." jawab suster itu.


Setelah ia selesai memeriksa Alvin Mark, suster itu kembali ke tempat duduknya. Sedangkan Alvin terus saja menatap Keke. Ia sama sekali tak pernah bosan menatap wajah cantik kekasihnya itu.

__ADS_1


Alvin membelai rambut Keke yang panjang dengan tangannya yang bebas selang infus. Tapi gerakannya justru membangunkan wanita itu, seketika Alvin berpura pura memejamkan matanya.


"Kenapa kau belum bangun Vin, aku merindukanmu." ujar Keke pelan. Ia membelai wajah Alvin.


Tangan Keke ditahan Alvin, pria itu membuka matanya. "Aku juga merindukanmu sayang."


Keke terkejut. "Sejak kapan kau bangun?" tanyanya.


"Baru saja, aku terbangun karena merasakan belaian lembut kekasihku." jawab Alvin berbohong.


"Apa kau baik-baik saja? Mana yang sakit? Katakan padaku." ujar Keke.


Alvin menunjuk hatinya. "Disini yang sakit."


"Aku akan memanggil suster." ujar Keke panik.


Alvin menahan tangannya, ia menarik Keke sampai jatuh diatasnya. "Hatiku sakit karena merindukanmu." godanya.


Keke berusaha melepaskan dirinya. "Kau jahat sekali, aku takut Alvin... Sangat takut..." kata Keke seraya terisak.


Alvin terkejut lalu menarik kekasihnya kembali. "Maaf sayang, maafkan aku. Aku hanya bercanda, sungguh." ujar Alvin menyesal.


Keke memeluknya dengan erat. "Jangan sakit, jangan tinggalkan aku sendiri."


"Aku tidak akan meninggalkanmu, aku janji. Ini hanya sebentar, aku akan kembali sehat dan terus bersamamu." jawab Alvin.


Keduanya melepaskan pelukan mereka. "Apa aku membangunkanmu Cal?" tanya Alvin.


Calio menggeleng. "Sejak tadi aku tidak tidur. Nona Keke duduklah dengan benar, kita masih di udara. Aku takut kau terlempar keluar." pintanya.


"Tidak akan tuan Calio, aku memegangnya dengan erat." ejek Alvin.


"Dasar pria gila..." jawab Calio seraya kembali memejamkan matanya.


Alvin dan Keke tertawa bersama melihat sikap Calio.


******


Akhirnya mereka sampai juga di Perancis, mobil ambulance sudah menunggu Alvin di bandara. Mereka segera turun dari pesawat langsung menuju rumah sakit. Lagi lagi Keke menangis, ia takut terjadi sesuatu pada Alvin Mark.


"Tenanglah sayang, aku baik baik saja. Nanti Bu Farah akan menemanimu di rumah sakit. Setelah itu kau bisa pulang terlebih dahulu, aku akan menjalani operasi besok pagi." ujar Alvin.


Keke menggeleng. "Aku tidak akan kembali ke rumah, aku akan menemanimu sampai kau selesai operasi."


"Tapi kau perlu istirahat Keke, ada Calio yang menjagaku." kata Alvin.


"Alvin benar nona Keke, aku akan menjaganya terus." sambung Calio.

__ADS_1


Keke tetap tak mau, ia ingin terus bersama Alvin Mark. Alvin dan Calio saling bertatapan, mereka bingung. Dokter Mattew mengatakan, penyakit Keke bisa saja mulai kambuh jika ia semakin stress.


"Kau menyayangiku kan?" tanya Alvin.


"Tentu saja..." jawab Keke.


"Tolong ikuti kata kataku sayang, setelah kita sampai di rumah sakit. Bu Farah akan menjemputmu, kau pulanglah dan kembali saat aku akan operasi." pinta Alvin.


Keke menatap Alvin, matanya kembali berkaca kaca. "Kau ingin aku menjauhimu, aku sehat dan baik baik saja Alvin, aku..."


"Baiklah nona keras kepala, kau bisa terus berada di samping Alvin..." potong Calio.


Calio sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi, ia sulit mengatur Keke. "Biarkan saja ia bersamamu Vin."


"Baiklah, kau bisa bersamaku sayang." ujar Alvin.


Mobil ambulance mulai akan bergerak, Keke berada di dalam ambulance bersama Alvin. Sedangkan Calio menuju parkiran bandara untuk mengendarai mobilnya yang terparkir 3 hari yang lalu disana. Calio mengendarai mobilnya mengikuti mobil ambulance menuju rumah sakit.


Perjalanan yang cukup jauh tapi bisa menjadi lebih cepat karena suara sirine ambulance dibunyikan. Alvin sama sekali tak memejamkan matanya, ia terus menatap kekasihnya. Keke pun menatap Alvin, ia tersenyum menghilangkan rasa sedihnya di depan Alvin.


"Apa kau takut?" tanya Alvin.


Keke menggeleng. "Pertanyaan itu seharusnya untukmu, apa kau takut?" tanya Keke balik.


Alvin mengangguk. "Keke, jika setelah operasi aku tak bisa bangun lagi. Tetaplah bersama Calio, di luar sangat berbahaya. Aku hanya percaya pada Calio."


"Jangan katakan itu, jika kau tidak bangun lagi maka aku ikut denganmu. Kau tidak boleh meninggalkan aku Alvin." ujar Keke menangis.


"Ya Tuhan, maafkan aku... Aku tak bermaksud membuatmu takut. Iya, aku janji akan bangun dan kita akan hidup bahagia bersama." kata Alvin. "Tenanglah sayang, jangan menangis lagi." sambungnya sambil menggenggam tangan Keke.


Keke menghentikan tangisannya, ia benar benar lelah. Kepalanya mulai berdenyut, samar samar ia mengingat sekilas saat pertama kali ia bertemu Alvin Mark. Alvin menatap keanehan pada kekasihnya.


"Sayang, kau baik baik saja kan? Wajahmu pucat, apa kau sakit?" tanya Alvin.


Keke menatap wajah Alvin lalu menggeleng. Sebelum Keke mengatakan sesuatu, mobil ambulance berhenti. Mereka ternyata sudah sampai di rumah sakit. Dokter Mattew menyambut kedatangan Alvin di depan rumah sakit.


*****


1...


2...


3...


Next Part...


Happy Reading All...😘

__ADS_1


__ADS_2