
Keesokan harinya, hari yang di nanti akhirnya tiba, sebelum konferensi pers bu Farah menghubungi Alvin Mark untuk memberikan nasihat kepada Keke. Tapi Keke tak mau menerima panggilan dari bu Farah, alasannya ia tak ingin semakin merindukan bu Farah.
Wanita itu sudah dirias para pelayan dengan sangat cantik dan anggun. Alvin sampai terbelalak dibuatnya. Ia turun dari tangga bak peri dari langit. Itulah yang dipikirkan Alvin.
"Kau kenapa Alvin, apa aku sangat jelek?" tanya Keke saat melihat Alvin masih terpaku.
Para pelayan tertawa mendengar pertanyaan Keke, mereka tahu tuannya tergila-gila pada wanita cantik itu.
"Kalian tak bisa mengejekku, lihat wanitaku sekarang, ia seperti seorang peri." ujar Alvin saat mendengar para pelayan tertawa.
"Tentu saja kami tahu tuan, non Keke sangat cantik. Kami sampai terkejut saat mendandaninya tadi." jawab Hara.
"Kalian kenapa sih, aku kan hanya berdandan dan memakai gaun." ujar Keke.
"Dan itu membuatku gila sayang." ujar Alvin seraya menarik tangan Keke. "Bu Farah sangat sedih karena kau tak mau menerima teleponnya." sambung Alvin.
"Aku tak ingin sedih dan merindukan wanita tua itu. Aku bisa menangis terus menerus jika mendengar suaranya." jawab Keke.
"Aku tak suka kau menangis, tadi bu Farah berpesan agar kau tak mendekati orang lain saat keluar bersamaku." kata Alvin.
Keke mengangguk. "Sepertinya itu pesanmu bukan pesan bu Farah." ejeknya.
Para pelayan kembali tertawa mendengarnya. Keduanya sudah berada di ruang santai, Keke terbelalak saat melihat tas besar dihadapannya.
"Apa itu?" tanya Keke.
"Tentu saja manequin Keke, sudah saatnya memperkenalkanmu ke dunia. Dan ini penyebab mengapa aku belum mengajakmu keluar sayang." jawab Alvin.
"Aku tak mengerti." ujar Keke.
Alvin menjelaskan sekilas soal kemiripan wanita itu dengan manequin buatannya.
"Sebenarnya aku sudah menjelaskan padamu saat kau masih ingat semuanya, sekarang kau mengerti kan apa maksud dari konferensi pers ini?" tanya Alvin.
Keke mengangguk. "Aku akan mengikuti apa katamu, aku akan menjadi wanita penurut." jawab Keke.
Alvin mengecup keningnya. "Aku percaya padamu sayang."
"Apa aku mengganggu kemesraan kalian?" tanya Calio.
Alvin menatap pria itu. "Kau sudah datang Cal, bagaimana persiapannya?" tanya Alvin.
"Semuanya beres Vin, aku harap kau siap dengan segala konsekuen setelah mengenalkan Keke pada dunia." jawab Calio.
"Aku akan melakukan yang terbaik Cal, tapi tetap aku membutuhkanmu." ujar Alvin.
__ADS_1
"Tentu saja kau tak perlu khawatir Vin, aku akan selalu ada untukmu." kata Calio.
"Kau memang sahabat yang terbaik." jawab Alvin.
Keke hanya bingung dengan yang mereka katakan, ia sama sekali tak mengingat apapun sekarang.
"Baiklah, sudah saatnya kita berangkat. Nona cantik milikku, kita berangkat sekarang." ujar Alvin mengajak wanita itu.
Para pelayan mengantarkan mereka keluar, mereka tahu hari ini adalah hari bersejarah bagi keduanya. Mereka hanya bisa melihat di televisi, dan dunia pasti akan gempar dengan berita ini mengingat manequin Keke sangat terkenal di beberapa negara.
Calio mengikuti mereka dengan membawa manequin Keke. Calio lah yang akan membawa mereka ke perusahaan.
"Para reporter dan wartawan sudah berkumpul di ruang konferensi pers, jadi sebaiknya kau membawa Keke melalui pintu darurat perusahaan." ujar Calio sebelum mereka berangkat.
Alvin mengangguk. "Tentu saja." jawabnya. "Apa kau takut?" tanya Alvin pada Keke.
Wanita itu mengangguk, tangannya berubah menjadi dingin dan wajahnya memucat.
"Tenanglah nona Keke, Alvin akan terus bersamamu. Dan aku juga akan menjaga kalian berdua." ujar Calio.
Keke hanya kembali mengangguk, Alvin terus menggenggam tangannya. Mereka semua siap berangkat ke perusahaan.
*****
Konferensi pers sudah siap, setidaknya ada sekitar 20 wartawan yang ada di ruangan itu. Ini pertama kalinya Keke keluar dari rumah, ia sangat terkejut saat berada di perusahaan. Begitu juga dengan Jane yang sangat terkejut saat Keke dibawa ke kantor Alvin.
"Sangat baik pak, anda bagaimana?" tanya Jane.
"Aku juga sangat baik seperti yang kau lihat sekarang." jawab Alvin.
"Ini...?" tanya Jane bingung.
Alvin menarik Keke kedepannya dan memperkenalkan Keke pada sekertarisnya.
"Ini Keke kekasihku sejak kecil, inilah yang membuatku sibuk akhir akhir ini dan memintamu mempersiapkan konferensi pers." jawab Alvin.
"Ini manequin kan?" tanya Jane masih tak percaya.
"Sayang, ini sekertarisku namanya Jane. Ia lah yang membantuku selama di perusahaan." ujar Alvin.
Keke mengulurkan tangannya pada Jane, dengan ragu dan rasa takut Jane menyambut uluran tangan Keke.
"Keke..." ujar Keke memperkenalkan diri.
"Jane..." Jawab Jane lalu ia mendekati wanita itu dengan penasaran dan menyentuhnya.
__ADS_1
"Jangan merusak riasan wanitaku Jane." ujar Alvin.
"Ya Tuhan, apakah aku bermimpi? Mengapa ia sangat mirip dengan manequin Keke?" tanya Jane.
Alvin dan Calio tertawa. "Kau tidak bermimpi, ia benar benar kekasihku Jane. Namanya Keke, ia sangat mirip dengan manequin buatanku karena memang aku meniru wajahnya selama ini. Itulah rahasia terbesarku." jawab Alvin berbohong.
"Aku masih tak mengerti semua ini." ujar Jane.
"Kau jangan banyak tanya Jane, kau akan tahu saat aku menjelaskan semuanya di konferensi pers nanti." jawab Alvin.
Jane mengangguk. "Setengah jam lagi kita ke ruang konferensi pers pak."
Alvin mengangguk dan membawa Keke kedalam ruang kerjanya diikuti oleh Calio.
"Inilah kantorku sayang, setiap hari aku bekerja disini dan mulai hari ini kau yang akan menemaniku." ujar Alvin.
Keke mengangguk. "Tapi apa yang harus aku lakukan selama kau bekerja?" tanyanya.
Alvin berpikir sejenak. "Ehm... sepertinya kau cukup duduk dan menjadi pemandanganku setiap hari." jawabnya.
"Itu membosankan." jawab Keke datar.
Alvin dan Calio tertawa. "Pak Mark, aku akan ke ruang konferensi pers sekarang. Aku tunggu disana 20 menit lagi." ujar Calio.
Alvin mengangguk dan membiarkan Calio keluar dari ruang kerjanya.
"Kemarilah sayang." pinta Alvin.
Keke mendekati pria itu. Alvin memeluknya dengan erat, mengelus kepalanya dan mengecup keningnya.
"Kau tahu hari ini adalah hari yang sangat bersejarah dalam hidupku, aku akan memperkenalkan kekasihku pada dunia dan semua ini akan membuat gempar dunia. Kau tahu kenapa, karena manequin Keke yang sangat mirip denganmu adalah manequin terkenal dan menjadi rebutan para pembisnis. Sudah berkali-kali banyak yang meminta manequin yang mirip denganmu itu. Dan setelah aku memperkenalkanmu pada dunia, aku takut kau lah yang akan menjadi rebutan para hidung belang. Jadi sayang, bisakah kau tetap bersamaku, disisiku selamanya. Jangan pernah kau tinggalkan aku." ujar Alvin.
Keke memeluk Alvin dan mengangguk. "Aku tak akan kemana-mana, kau lah orang yang pertama kali aku ingat. Untuk apa aku meninggalkanmu." jawabnya.
Alvin mengecup bibirnya sekilas. "Terima kasih Keke, aku harap kau memegang kata katamu. Jangan pernah jauh dariku setelah aku mengenalkanmu pada dunia. Baiklah, sudah waktunya kita masuk ke ruang konferensi pers, disana akan banyak sekali orang tapi kau jangan takut, ada aku disini." katanya.
Keke mengangguk, keduanya keluar dari ruang kantor dan menuju ruang konferensi pers. Sudah saatnya Keke keluar dari persembunyiannya dan menghadapi dunia manusia.
*****
1...
2...
3...
__ADS_1
Next Part...
Happy Reading All...😘