Manequin Kekasihku

Manequin Kekasihku
Part 33


__ADS_3

Alvin menciumi wajah Keke agar wanita itu bangun. "Ayolah sayang, waktunya makan siang. Kau harus makan lalu minum obat lagi." ujar Alvin.


Keke hanya bergumam malas. Kali ini Alvin menggelitik Keke. Dan akhirnya wanita itu terbangun dan menggeliat seperti ular.


"Kau bisa melanjutkan tidur lagi setelah makan." ujar Alvin lagi.


Keke mengangguk dan bangun dari ranjang. "Mataku masih sangat berat." ujar Keke.


"Bangun atau aku gendong kau ke bawah." ancam Alvin.


"Iya aku bangun." jawab Keke kesal.


Alvin tertawa. "Bersihkan wajah jelek itu, lalu turun. Aku tunggu di ruang makan." ujar Alvin.


Keke kembali mengangguk. Alvin meninggalkan kamar itu dan mencari keberadaan bu Farah.


"Dimana bu Farah?" tanya Alvin pada Hara.


"Milo sedikit cerewet tuan, jadi bu Farah mengajak anj*** itu jalan jalan sebentar." jawab Hara.


"Aku melupakan Milo beberapa bulan ini, mungkin ia sedikit marah padaku." jawab Alvin.


"Milo hanya bosan tuan, sekarang ia sudah tenang lagi." ujar bu Farah menghampiri Alvin di ruang makan.


"Terima kasih bu, kau sudah menenangkan Milo. Bagaimana dengan wanita itu? Apa yang ia inginkan?" tanya Alvin.


"Mengkonfirmasi ucapan tuan soal kekasih. Ia tak percaya jika tuan sudah memiliki kekasih." jawab bu Farah.


"Jadi ia kemari untuk bertemu dengan anda, bukan mencariku?" tanya Alvin.


"Hanya untuk memastikan kebenaran itu tuan." jawab bu Farah.


"Lalu apa yang kau jawab?" tanya Alvin lagi.


"Tentu saja aku mengatakan sebenarnya, bahwa tuan memiliki kekasih dan tinggal bersama disini. Ia murka dan berteriak di luar." jawab bu Farah seraya tertawa.


Alvin ikut tertawa. "Aku harap ia bisa berhenti menggangguku bu. Aku sudah lelah menghadapi wanita itu." ujarnya.


"Wanita mana yang mengganggumu?" tanya Keke tiba tiba.


Mereka terkejut mendengar pertanyaan itu. "Ada wanita yang sedikit gila sayang." jawab Alvin. "Ayo kemari makan, waktunya sudah hampir lewat jam siang." ajak Alvin.


Keke duduk disamping Alvin, pelayan teringat posisi itu saat tuannya mengajak manequin Keke makan bersama.

__ADS_1


Alvin menatap mereka. "Kalian masih ingat posisi ini?" tanyanya.


Mereka semua mengangguk. "Ini seperti mimpi tuan, hampir setiap hari kami berharap tuan bisa makan dengan Keke sungguhan." jawab Hara.


Alvin tertawa. "Dan ini jawaban dari doa kalian, aku bersama Keke sekarang." jawabnya.


"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Keke bingung.


"Tidak ada, kau mulai menyukai makanan ini?" tanya Alvin.


Keke mengangguk. "Masakan pelayan di rumah ini sangat enak." jawabnya.


"Kalau begitu habiskan, nanti aku akan menyuruh mereka membuat makanan yang lain." pinta Alvin.


Keke kembali mengangguk seraya mulai makan siang itu dengan lahap. Alvin terus memperhatikan Keke. Ia memang seperti mimpi bisa bertemu dengan wanita yang mirip dengan manequin buatannya sendiri. Dan wanita itu sekarang bisa memakan apapun yang ada di meja makan. Setelah mereka selesai makan, Alvin membawa Keke ke ruang santai.


"Keke, besok aku dan bu Farah akan pergi, mungkin malam aku sudah kembali lagi. Selama itu, aku harap kau bisa diam di rumah. Jangan mencoba keluar dan membuat para pelayan kerepotan. Aku akan menghukummu jika kau coba membuat kesalahan." ancam Alvin.


Keke mengangguk. "Aku akan menunggumu pulang. Aku tak akan nakal dan membuat mereka kerepotan." jawabnya.


"Aku percaya padamu sayang, setelah itu aku akan membawamu keluar dari rumah dan mengenalkanmu ke publik. Kau harus ingat, namamu adalah Keke, kau teman kecilku dan sekarang kekasihku. Kau baru bertemu denganku karena terpisah saat kita masih kecil. Jika ada yang bertanya padamu, jangan kau jawab. Kau abaikan saja mereka. Kita akan mengadakan konferensi pers untuk mengenalkanmu." kata Alvin lalu menarik tangan Keke dan membawanya ke ruang kerjanya.


Alvin menunjukkan manequin Keke pada Keke. "Apa kau mengingat sesuatu?" tanyanya.


Alvin menatap wajah Keke. "Keke benar benar lupa semuanya, aku harus menanamkan ingatan seperti apa padanya." pikir Alvin bingung. "Ini adalah manequin buatanku yang mirip dengan wajahmu. Kita akan membawanya saat konferensi pers." jawab Alvin.


Keke hanya bisa mengangguk, ia sebenarnya masih tak mengerti. Tapi ia hanya bisa mengikuti apa yang dikatakan Alvin padanya. Keke menyentuh manequin itu, lalu sekilas ada potongan ingatan yang terlintas. Keke mundur dan terhuyung.


"Ada apa sayang?" tanya Alvin panik.


"Aku pernah bertemu dengannya. Aku ingat sedikit, tapi kepalaku pusing." jawab Keke.


Alvin segera membawa keluar Keke. "Jangan kau pikirkan, manequin itu hanya mirip denganmu. Aku akan mengambilkan obatmu." ujarnya seraya membawa Keke ke lantai bawah lagi.


Ada banyak sekali hal yang harus ia katakan pada Keke, tapi sepertinya wanita itu masih harus banyak beristirahat. Alvin mengambil obatnya didalam kamarnya. Lalu segera turun lagi menemui Keke. Ia memberikan obat itu pada Keke bersama segelas air putih.


"Minum obat lalu kau tidur lagi." perintah Alvin.


Keke menggeleng. "Aku ingin bersamamu." jawabnya.


Alvin mengangguk. "Tentu saja, aku akan terus bersamamu sayang."


Keke meminum obatnya, setelah itu Alvin menariknya agar ia merebahkan kepalanya dipangkuan Alvin. Wanita itu mengikuti kemauan Alvin, Alvin mengelus kepala Keke. Ia senang bisa melakukan hal itu tanpa takut Keke kehilangan kekuatannya. Lama kelamaan Keke justru tertidur di pangkuan Alvin.

__ADS_1


Suara bel pintu berbunyi, salah satu pelayan berlari dan memeriksa siapa yang datang.


"Tuan Alvin, pak Calio datang." ujar Ayu.


"Suruh pria itu masuk." jawab Alvin.


Ayu membuka pintu gerbang dan menyuruh Calio masuk.


"Dimana tuan Alvin?" tanya Calio.


"Tuan ada di ruang santai. Silahkan tuan Calio masuk." jawab Ayu.


"Terima kasih." jawab Calio, ia segera menghampiri Alvin dan sangat terkejut saat melihat adegan di depan matanya. "Posisi macam apa ini?" tanya Calio.


Alvin mengangkat jarinya di depan bibirnya agar Calio tidak berisik. "Kau tak melihat jika Keke sedang tidur." gumamnya.


"Kau tak memberitahu jika keluar dari rumah sakit. Aku kesana dan mendapati ruangan kosong." ujar Calio kesal.


"Maaf aku lupa Cal, ada perlu apa kau mencariku?" tanya Alvin.


"Tanda tangan dokumen Australia, hari ini mulai beroperasi lagi pabrik kita tapi kau belum mendatangani dokumen perjanjian ini." jawab Calio.


"Ya ampun aku lupa." ujar Alvin seraya meminta dokumen itu. Gerakan Alvin membangunkan Keke. Wanita itu mengerjapkan matanya dan terkejut saat melihat Calio sedang menatapnya.


Seketika itu juga Keke terbangun. "Mengapa kau biarkan aku tidur dipangkuanmu?" tanyanya kesal.


Calio tertawa saat melihat wajah Alvin yang terkejut karena kekesalan Keke. Alvin menendang kakinya. "Diamlah." ujar Alvin kesal.


Keke berlari ke lantai atas karena ia sangat malu, Alvin menghela nafasnya dan mengejar Keke keatas.


"Jangan kemana-mana Cal, urusan kita belum selesai." teriak Alvin sambil berlari mengejar Keke.


Calio justru semakin tertawa terbahak bahak melihat adegan itu. Baru kali ini ia melihat wajah sahabatnya ketakutan pada seorang wanita yang marah.


*****


1...


2...


3...


Next Part...

__ADS_1


Happy Reading All...😘


__ADS_2