Manequin Kekasihku

Manequin Kekasihku
Part 48


__ADS_3

Keke menatap wajah Alvin yang tertidur pulas di pangkuannya. Pria itu benar benar terlihat sangat lelah. Malam semakin larut tapi keduanya masih di ruang santai, Keke sama sekali tak tega membangunkan kekasihnya. Perlahan-lahan Keke mengambil posisi untuk menyenderkan kepalanya di sofa, ia pun ikut tertidur bersama Alvin.


Alvin Mark terbangun pukul 2 pagi dan terkejut saat ia sadar posisinya dimana. Ia pelan pelan bangun dari pangkuan Keke, merentangkan tubuhnya lalu menatap kekasihnya yang tertidur.


"Maaf sayang." ujarnya seraya mengangkat tubuh Keke.


Alvin memasuki kamar dan merebahkan Keke pelan pelan, pria itu menyelimutinya dan mengecup keningnya. Ia keluar dari kamar menuju ruang kerjanya. Di dalam ruang kerja ia membuka laptopnya dan mencari info di media tentangnya. Berita tentang kehamilan Karen belum terungkap, bahkan belum ada foto foto tentangnya.


Alvin bernafas lega, ia berharap para wartawan itu tidak membicarakan berita yang belum jelas. Ia menutup laptopnya lagi, lalu kembali ke kamarnya. Alvin naik di atas ranjangnya dan tidur di samping Keke. Wanita itu menggerakkan tubuhnya lalu memeluk Alvin tanpa sadar, Alvin hanya bisa tersenyum melihatnya. Keduanya akhirnya tertidur dengan pulas.


*****


Keesokan paginya, Karen tersenyum puas saat melihat berita tentang kehamilannya karena pengusaha terkaya Alvin Mark. Ia pikir tak ada media yang berani menyebarkan rumor itu, tapi ternyata salah satu media berani mengungkapkan rumor itu.


Karen memang sedang hamil, saat itu ia pergi ke sebuah pesta dan berakhir di atas ranjang bersama pria yang ia tak ketahui. Saat Karen terbangun, tubuhnya sudah telanjang. Awalnya Karen melupakan kejadian itu, tapi saat ia tahu hamil 2 bulan tanpa tahu siapa ayah bayinya, ia memutuskan untuk menjebak Alvin Mark untuk bertanggungjawab atas kehamilannya.


Karen sangat terkejut saat Alvin benar benar memperkenalkan kekasihnya yang sama persis dengan manequin buatannya. Ia pikir saat itu Alvin berbohong soal wanita yang menjadi kekasihnya dan tinggal bersamanya. Tapi ternyata itu semua benar dan membuat Karen sakit hati tak bisa mendapatkan Alvin Mark.


Semalam adalah waktu yang sangat tepat, saat ia ingin menemui Alvin ternyata wartawan banyak sekali di depan rumah pria itu. Kesempatan yang bagus bagi Karen untuk mendapatkan Alvin. Disinilah sekarang ia tersenyum lebar karena rumor itu didukung oleh media.


Keributan terdengar dibawah apartemennya, ia mengintip lewat jendela ternyata mereka adalah wartawan yang sedang menunggunya keluar. Karen segera berdandan dan keluar dari apartemennya.


"Nona Karen, apakah sudah ada pertanggungjawaban dari tuan Mark?"


Karen menggeleng. "Aku yakin sebentar lagi ia akan menghubungiku." jawabnya.


"Lalu bagaimana dengan kekasihnya, maksud kami nona Keke?"


"Aku tidak keberatan jika wanita itu mau menjadi yang kedua, setidaknya anak yang ada di kandunganku ini memiliki seorang ayah." kata Karen.


"Kau wanita yang sangat baik nona Karen, lalu apakah anda akan melakukan jalur hukum jika tuan Mark tidak mau bertanggungjawab?"

__ADS_1


"Tentu saja, aku akan melakukan apapun asal anakku memiliki seorang ayah." ujar Karen.


"Kami sedang memburu tuan Mark, menurut para pelayannya di Bougival. Tuan Mark tidak ada di rumahnya, mereka bilang tuan Mark pergi bersama nona Keke ke Indonesia. Apakah anda tahu itu?"


Kali ini Karen terkejut, ia tak mau ditinggalkan Alvin Mark begitu saja.


"Aku... aku tak tahu kapan mereka berangkat." ujar Karen terbata. "Aku akan memberi kalian kabar selanjutnya, selamat tinggal." ujarnya seraya kembali masuk ke apartemennya.


Karen merasakan kemarahan yang luar biasa, bagaimana mungkin Alvin Mark meninggalkan wanita yang mengaku dihamilinya. Karen berteriak lalu melempar barang barang yang ada didekatnya.


*****


Calio sudah menunggu Alvin bangun, tapi pria itu bersama Keke belum juga terbangun. Ia tak bisa mengendalikan seluruh media, Calio sudah berusaha sebisa mungkin semalaman untuk mencegah rumor itu sampai akhirnya ia putus dengan tunangannya, tapi akhirnya satu media lolos darinya dan membuat kehebohan lagi.


Pelayan Alvin sudah membohongi wartawan jika Alvin dan Keke sudah berangkat ke Indonesia, untuk sementara para wartawan berhenti mencari Alvin Mark di rumahnya.


"Tuan Calio, lebih baik anda sarapan terlebih dahulu. Sepertinya tuan Alvin sangat lelah." ujar Hara.


Pintu kamar atas terbuka, tapi ternyata Keke lah yang keluar. Calio segera menghampirinya.


"Nona Keke, apakah Alvin sudah bangun?" tanya Calio.


"Kenapa anda pagi pagi sudah ada disini, Alvin belum bangun, semalam ia demam tap sekarang ia sudah baik baik saja. Apakah ada hal yang mendesak, aku takut mengganggu Alvin." ujar Keke.


Calio memejamkan matanya, ia sangat frustasi. Tapi jika ia tak mengatakannya pada Alvin sekarang, ini akan semakin berbahaya bagi perusahaan dan reputasinya. Tapi ia tak tega menambah beban Alvin sekarang.


"Sebaiknya aku kembali lagi nanti siang." ujar Calio.


"Tak perlu Cal, aku sudah baik baik saja." ujar Alvin keluar dari kamarnya.


"Alvin, mengapa kau bangun dari tempat tidur. Semalam kau demam tinggi." ujar Keke sambil mendekati Alvin.

__ADS_1


"Aku sudah baik baik saja sayang, maaf aku merepotkanmu semalaman. Cal kita ke ruang kerja." ajak Alvin. "Kau turunlah sarapan Keke, aku akan menyusul." ujarnya.


Keke mengangguk dan meninggalkan mereka. Alvin membawa Calio ke ruang kerjanya. Calio langsung menyerahkan berita pada tabletnya. Alvin tak henti hentinya mengumpat.


"Aku minta maaf tak bisa mencegah semua media, aku bahkan harus kehilangan tunanganku karena aku sibuk semalaman Vin." ujar Calio.


"Apa?" ujar Alvin terkejut. "Kau gila, aku bilang kita selesaikan hari ini. Mengapa semalaman kau bekerja untukku." sambungnya.


"Kau lebih penting dari tunanganku Vin. Apa tubuhmu baik baik saja?" tanya Calio.


"Kau memang gila Cal, bagaimana mungkin aku lebih penting dari tunanganmu. Aku hanya kelelahan." jawab Alvin.


"Kau tenang saja aku sudah berkali-kali putus nyambung dengan tunanganku. Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang, mereka tahunya kau dan Keke berangkat ke Indonesia." ujar Calio.


"Itu bagus untuk sementara ini, aku ingin kau mencari dokter yang bisa melakukan tes DNA janin. Aku tak bisa menyelesaikan masalah ini dengan cepat Cal, aku harus ke Indonesia. Pak Santoso sudah mendapatkan lokasi pemindahan makam orang tuaku. Minggu ini tak bisa ditawar lagi untuk aku pergi ke Indonesia. Tapi aku juga semakin gila karena harus menyerahkan urusan ini padamu." ujar Alvin.


"Aku sudah menghubungi beberapa kenalanku untuk membantu mencari cctv apartemen Karen, dan juga mencari beberapa orang yang pernah bertemu dengan Karen. Kau juga tak perlu khawatir, aku akan mencari dokter untuk memaksa Karen melakukan tes DNA janinnya. Sekarang lebih baik kau istirahat saja di rumah, aku akan mengatasi perusahaan. Aku yakin para pemegang saham sedang meributkan masalah ini. Lebih baik kau hubungi dokter Mattew." ujar Calio.


"Terima kasih banyak Cal, kau hati hatilah dijalan." ujar Alvin.


Calio mengangguk seraya pamit. Sedangkan Alvin menghampiri Keke yang sudah menunggunya di ruang makan.


*****


1...


2...


3...


Next Part...

__ADS_1


Happy Reading All...😘


__ADS_2