
Peri Keke menatap pemandangan negara Paris yang sangat dingin sekarang, inilah dunia manusia yang ia tempati. Monster monster terbang di angkasa membuatnya takut.
Jadi benar kata Parut, jika aku berada di negara Paris. Aku kira setelah terjatuh, aku berada di negara lain. Dunia ini sangat bahaya, banyak monster berkeliaran yang sempat menabrak tubuhku. Dimana peri Anem dan yang lainnya berada sekarang. Apa mereka sudah berhasil menemukan mawar biru. Tapi jika mereka menemukannya pasti sang raja peri memanggilku kembali. Sampai saat ini belum ada kabar apapun. Dan aku benar benar terperangkap di tubuh ini, kekuatanku tiba tiba hilang setelah semakin lama berada di dalam boneka ini. Ya Tuhan, bantulah aku. gumam Peri Keke.
Ia terus menatap langit melalui balkon, hari semakin siang tapi tak ada perubahan udara yang membuatnya hangat, ia tetap merasakan udara dingin sekarang. Bahkan Parut saja tak sanggup menghadapi udara negara ini.
Peri Keke kembali ke kamar pria itu dan menatap semuanya, ia bisa lebih jelas melihatnya sekarang. Kamar yang sangat luas dipenuhi barang barang mewah yang tak dimengerti peri Keke. Ia hanya tahu pakaian manusia dan beberapa alat yang diajarkan Alvin untuk mandi. Ia menghela nafasnya yang berat, dan kembali duduk ditempatnya.
Kapan pria itu kembali, aku ingin segera keluar dari rumah ini. pikir peri Keke.
Suara langkah kaki membuatnya terdiam. Ia terus memasang telinganya agar bisa mendengarkan suara dibalik pintu itu.
"Pasti tuan menyembunyikan sesuatu di kamarnya, tapi bagaimana kita bisa tahu." ujar seorang wanita.
"Ayolah bu Farah, lakukan sesuatu agar kita tahu ada apa di kamar tuan Alvin." ujar wanita yang lain.
"Kalian gila, jika tuan tahu, maka kita bisa dipecat. Sudah biarkan saja tuan merahasiakan sesuatu dari kita." ujar bu Farah.
"Tapi setelah beberapa tahun, ini hal yang paling aneh. Kita memang mengikuti perintahnya, tapi kita tetap curiga kan. Ia tiba tiba mengurus Keke sendiri, lalu membawa makanan terus menerus di kamarnya, sekarang ia juga mengunci kamarnya." ujar wanita yang lagi.
"Cukup Hara, kita tidak bisa mencari tahu. Aku memang punya kunci cadangan kamar tuan, tapi jika tuan tahu kita akan memeriksa kamarnya, aku yakin tuan akan marah besar dan konsekuensinya kau pasti tahu, kau akan dikirim kembali ke Indonesia." ujar bu Farah.
Peri Keke terus mendengarkan perdebatan mereka di depan pintu kamar. Wanita wanita pelayan itu sepertinya ingin mencari tahu sesuatu. Peri Keke hanya bisa diam, ia tak ingin membuat Alvin kecewa.
"Aku yakin tuan Alvin mengetahui sesuatu dan ia merahasiakannya untuk melindungi kita." ujar bu Farah lagi.
"Apa maksud bu Farah, Keke benar benar hidup. Jadi tuan menguncinya agar kita tidak takut." tanya Hara.
"May be yes, yang jelas aku pun sama seperti kalian, aku juga merasa tuan aneh. Tapi kita tak boleh melakukan apapun yang membuat tuan marah. Sekarang kembalilah bekerja." perintah bu Farah.
"Ya Tuhan, aku jadi merinding." jawab wanita yang lain.
__ADS_1
Peri Keke mendengarkan langkah kaki mereka yang mulai menjauh. Ia bisa bernafas lega sekarang. Wanita wanita itu membuatnya takut saja.
*****
Alvin Mark kembali ke rumahnya lebih awal, ia akan memanggil ketujuh pelayannya. Ia akan mengatakan sebenarnya pada mereka tentang Keke yang hidup sekarang. Ia tak mungkin merahasiakan selamanya jika Keke bisa berbicara. Setelah sampai di rumahnya, bu Farah yang membukakan pintunya.
"Bu Farah, panggil seluruh pelayan kedalam ruang kerjaku. Ada yang akan aku sampaikan pada kalian." perintah Alvin.
"Baik tuan." jawab bu Farah.
Setengah jam kemudian, mereka semua sudah berkumpul di dalam ruang kerja Alvin. Tetapi Alvin masih memunggungi mereka sampai akhirnya semuanya tenang. Alvin membalikkan tubuhnya menghadapi mereka.
"Aku tahu kalian pasti sangat bingung sekarang, bahkan sikapku dari semalam sampai tadi pagi masih membuat kalian bingung. Kalian semua berasal dari Indonesia. Aku sengaja memilih kalian sebagai pelayanku karena aku sangat mempercayai kalian semua. Jadi rahasia ini aku akan percayakan pada kalian. Apa kalian akan selamanya bisa aku percaya?" tanya Alvin.
Semua pelayannya mengangguk. "Kami akan menyerahkan hidup kami untuk membantu dan menjaga rahasia tuan sampai kami mati." jawab bu Farah.
"Iya tuan, percaya pada kami." jawab mereka semua.
Alvin membuka pintu rahasia yang menghubungkan ruang kerjanya ke kamar. "Keke, kemarilah." pinta Alvin.
Suara langkah Keke membuat pelayannya sedikit mundur, tapi setelah melihat sosok cantik yang memakai baju hitam itu. Mereka justru mengagumi sosok Keke yang sekarang.
"Hai semuanya, aku memperkenalkan diriku secara resmi pada kalian kalau namaku Keke. Dengan alasan tertentu, aku tak bisa mengatakan darimana aku berasal. Tapi aku bukan hantu." ujar Keke.
"Kalian dengar kan, Keke memang bukan dari dunia kita. Tapi ia juga bukan hantu, ia juga bukan pemakan manusia atau darah. Ia hanya memakan sayuran dan buah buahan, jadi kita bisa mengatakan jika Keke seorang vegetarian." ujar Alvin.
Semuanya mengangguk anggukkan kepala mereka tanpa suara.
"Jadi niatku mengumpulkan kalian semua adalah untuk mengatakan rencanaku dan ini adalah rahasia terbesar untukku. Aku tak mungkin mengurung Keke di kamar terus terusan, karena itu aku akan memperkenalkannya kepada publik bahwa Keke adalah teman kecilku. Aku juga akan membuat manequin Keke kedua untuk menggantikannya sementara, jadi tidak ada yang akan curiga jika manequin Keke hidup. Aku membutuhkan kalian untuk membenarkan ceritaku. Perlakukanlah Keke seperti manusia biasa, karena ia memang sama seperti kita sekarang. Hanya saja banyak hal baru yang ia tidak tahu disini, kalian bisa membantunya. Selama sebulan aku akan sibuk membuat manequin Keke kedua. Jadi selama itu kalian jaga Keke di rumah. Apa kalian mengerti sekarang?" tanya Alvin.
Semuanya kembali mengangguk.
__ADS_1
"Bisakah kau kemari Non Keke?" tanya bu Farah.
Keke menatap Alvin, pria itu mengangguk. Keke menghampirinya dan semuanya mendekati Keke, memegang tangannya, wajahnya dan memutar tubuh Keke.
"Ya Tuhan, kami seperti sedang bermimpi sekarang. Ia benar benar seperti kita." ujar Hara.
"Benar, ia manusia. Ia sama dengan kita, dan sangat cantik." ujar wanita yang lain.
"Apa aku masih membuat kalian takut?" tanya Keke.
Semuanya menggeleng. "Selamat datang di dunia kami Keke, kau tahu selama ini kami ingin Keke benar benar hidup agar tuan kami bisa berbicara denganmu. Dan Tuhan mengabulkannya sekarang." ujar bu Farah.
"Apa selama ini kalian anggap aku gila?" tanya Alvin membuat mereka semua tertawa. "Baiklah, tugasku disini sudah selesai. Sekarang waktunya makan malam, kali ini aku akan membawa Keke sungguhan." sambung Alvin membuat mereka semua kembali tertawa.
Masalah Alvin di rumah sudah selesai, tinggal ia membuat pengganti Keke. Dan tentu saja mau tidak mau ia akan memperkenalkan Keke yang hidup ke publik. Alvin menatap Keke setelah semua pelayannya meninggalkan mereka. Keke yang selama ini dipujanya benar benar hidup sekarang, seharusnya ia senang. Tapi entah mengapa justru ia mulai tidak tenang, jantungnya terus berdebar kencang saat melihat wanita itu.
"Mandilah lalu ganti bajumu. Kita akan makan malam." perintah Alvin.
Keke mengangguk dan meninggalkan Alvin menuju kamar mandinya.
*****
1...
2...
3...
Next Part...
Happy Reading All...😘
__ADS_1