Manequin Kekasihku

Manequin Kekasihku
Part 39


__ADS_3

Alvin Mark berlari ke rumahnya, ia hampir menerjang pintu jika saja pelayannya tak segera membukanya. Ia segera menuju kamarnya.


"Dimana dokter Mattew?" tanya Alvin panik.


"Dokter Mattew kembali ke rumah sakit karena ada operasi tuan, ia akan kembali kemari setelah ia selesai." jawab Hara.


"Apa yang kalian lakukan, menjaga wanitaku saja tidak bisa." bentak Alvin.


"Tenanglah Vin, kau bisa membangunkan Keke." ujar Calio.


"Semuanya keluar." teriak Alvin lagi.


Semuanya keluar dari kamar itu dan membiarkan Alvin bersama Keke.


"Sayang aku kembali, maaf aku terlambat. Apa yang terjadi padamu?" tanyanya sambil menggenggam tangan Keke.


Selang infus sudah berada ditangan Keke lagi, wanita itu sudah tertidur dengan nyaman. Lalu Alvin seketika terbelalak saat melihat ruam ruam merah pada leher dan tangannya. Ia segera memeriksa bagian tubuh lain dan banyak juga ruam ruam merah itu. Alvin segera keluar dan menemui pelayan yang sudah menunggunya.


"Apa yang terjadi pada Keke?" bentak Alvin.


Hara dan yang lainnya tertunduk ketakutan.


"Mengapa banyak sekali ruam ruam merah pada tubuhnya?" tanya Alvin lagi.


"Non Keke alergi obat chemical." jawab Hara.


"Apa?? Chemical?? Bagaimana ia bisa bermain di kolam renang." ujar Alvin.


Hara mengangguk. "Non Keke bosan, jadi ia bermain dengan Milo. Kami pikir ia hanya bermain di taman, tak disangka non Keke ke kolam renang tuan, saat itu Teet (salah satu pelayan Alvin) baru saja menaburi Granular pada kolam. Non Keke dikejar kejar Milo dan terjatuh di kolam renang, ia sangat pandai berenang, tapi tiba tiba ia berteriak dan meminta tolong. Kami segera membantu non Keke tapi ia terus tak bisa bernafas, kami panik dan segera menghubungi dokter Mattew. Maaf tuan, kami tak menjaga non Keke dengan baik. Dokter Mattew bilang, non Keke alergi chemical dan itu bisa menyebabkan kematian jika kami terlambat memanggilnya." ujar Hara.


"Aku akan membunuh kalian jika sampai terjadi sesuatu pada Keke." bentak Alvin.


"Tenanglah Vin, ini bukan salah pelayan. Mereka tak tahu jika wanita itu alergi obat chemical. Kau pun baru mengetahuinya kan, yang penting ia sudah baik baik saja sekarang." ujar Calio.


Calio benar, ia juga baru mengetahui semua itu. Jadi ia sangat tidak adil jika menyalahkan pelayannya.


"Maafkan aku, aku sangat ketakutan. Mulai sekarang jadikan area kolam renang itu sebagai area terlarang untuk Keke." ujar Alvin mulai melemah.


Para pelayannya mengangguk.


"Kalian sudah bekerja keras menjaga Keke, sekali lagi maaf atas kekasaranku. Kalian kembalilah beristirahat karena sudah larut malam. Cal, menginaplah disini. Aku takut masih membutuhkanmu." kata Alvin lagi.


Calio juga mengangguk.

__ADS_1


"Aku butuh makan sebelum tidur Vin." ujar Calio.


"Oh ya ampun aku lupa kalau kita belum makan malam, Hara siapkan makan malam buat tuan Calio, aku akan kembali ke kamar." perintah Alvin.


Hara mengangguk dan mengajak Calio ke ruang makan. Pelayan yang lain juga meninggalkannya, sedangkan Alvin kembali ke kamarnya untuk menemani Keke. Ia sama sekali tak nafsu makan.


*****


Sepanjang malam, Alvin terus terjaga. Ia tak melepaskan pandangannya sama sekali dari wajah Keke.


Hampir saja aku kehilanganmu sebelum satu tahun Keke, dan itu akan membuatku gila. Aku sangat ketakutan saat mendengar kau pingsan. Aku pikir ini ada hubungannya dengan amnesia yang kau derita, tapi ternyata kau main ke kolam renang yang sering aku larang. Dan kau sama sekali tak bisa bersentuhan dengan obat chemical. Aku akan menjauhkan area kolam renang dimanapun. Aku tak akan membiarkan kau dalam bahaya. gumam Alvin.


Keke membuka matanya dan melihat Alvin di depannya. Wanita itu tersenyum, tangannya meraih wajah Alvin.


"Kau sudah bangun." ujar Alvin.


"Kapan kau sampai?" tanya Keke.


"Sekitar 3 jam yang lalu." jawab Alvin. "Kau baik baik saja kan?" tanyanya sambil mengusap kepala Keke.


Keke mengangguk. "Aku baik baik saja, tadi sore aku tak bisa bernafas saat berenang. Mengapa aku tak bisa berenang?" tanyanya bingung.


Alvin tersenyum. "Bukannya kau tak bisa berenang, tapi kau alergi obat chemical." jawabnya.


"Apa itu?" tanya Keke.


Keke mengangguk. "Aku janji tidak akan membuatmu khawatir lagi."


Alvin memeluk wanita itu lalu air matanya mengalir tanpa ia sadari, entah mengapa ia merasa ketakutan kehilangan wanita itu. Ia tak sanggup jika harus kehilangan Keke setelah satu tahun, ia benar benar mencintai wanita itu.


"Alvin jangan menangis, aku sudah baik baik saja." ujar Keke saat mendengar pria itu terisak.


Alvin melepaskan pelukannya. "Maaf, aku tak sengaja menumpahkan air mataku. Aku hanya khawatir padamu Keke." jawabnya.


Keke bangun dan memeluk Alvin lagi. "Maaf, maaf, maafkan aku selalu membuatmu khawatir. Vin, aku lapar." bisik Keke.


Tentu saja kesedihan Alvin berubah menjadi tawa yang berderai. "Kau memang menggemaskan sayang, jadi kau belum makan malam." tanya Alvin.


Keke mengangguk. "Lepaskan selang ini." pintanya menunjuk selang infus.


Alvin baru ingat jika Keke sedang diinfus. "Sebentar aku harus menghubungi dokter Mattew." ujarnya dan Keke mengangguk.


Keke menunggu Alvin selesai berbicara dengan dokter Mattew.

__ADS_1


"Maaf sayang, dokter Mattew baru selesai operasi dan sebentar lagi akan kemari memeriksamu. Jadi sementara tahan rasa laparmu, aku tak ingin melakukan kesalahan karena kau dalam perawatan dokter." ujar Alvin.


Keke menekuk wajahnya. "Aku sangat lapar." ujarnya.


Alvin mengupas buah apel yang ada di kamarnya, lalu mulai menyuapi Keke perlahan. Keke menuruti pria itu sambil terus menatapnya.


"Apa aku sangat tampan?" tanya Alvin.


Dengan polos wanita itu mengangguk. "Tapi wajahmu terlihat sangat lelah, tak bisakah kau tidur saja, biar aku yang menunggu dokter Mattew." jawabnya.


Alvin menggeleng. "Aku bisa beristirahat setelah mengetahui keadaanmu, sudah jangan cerewet habiskan apelnya untuk menahan rasa laparmu."


Keke kembali mengangguk dan terus menerima suapan demi suapan apel dari tangan Alvin. Satu jam kemudian, suara bel pintu berbunyi.


"Aku akan membuka pintu, itu mungkin dokter Mattew. Pelayan sedang tertidur semua." ujar Alvin.


Keke mengangguk dan membiarkan Alvin meninggalkan kamarnya untuk membuka pintu. Tak lama pria itu kembali bersama dokter Mattew.


"Mengapa kau tidak tidur?" tanya dokter Mattew pada Keke.


"Aku lapar." jawab Keke polos.


Dokter Mattew tertawa dan mulai memeriksanya. "Ruam ruamnya sudah mulai hilang, dan nafasnya juga sudah kembali normal." ujarnya seraya melepaskan selang infus itu. "Boleh makan tapi jangan makan seafood sementara sampai benar benar pulih. Kau tak perlu khawatir Mark, ia sudah baik baik saja. Hindari obat kolam renang, itu sangat berbahaya bagi nyawanya." sambungnya.


Alvin mengangguk. "Aku akan ingat itu, terima kasih dok. Aku merepotkanmu selarut ini."


"Tidak apa-apa, kebetulan aku sudah selesai operasi dan akan kembali ke rumah. Obatnya terus minum dengan teratur, aku akan memeriksa keadaan kepalanya bulan depan." ujar dokter Mattew.


Alvin kembali mengangguk dan mengantar dokter Mattew keluar lagi.


"Sejujurnya aku takut saat pelayanmu mengatakan ia pingsan, aku pikir ini ada hubungannya dengan amnesia nya. Ternyata hal lain, tapi tak bisa dianggap sepele hal ini, karena obat chemical itu bisa membunuhnya karena ia kesulitan bernafas. Aku baru menangani pasien seperti kekasihmu ini Vin, aku belum pernah menemukan pasien yang alergi obat kolam renang." ujar dokter Mattew.


"Kekasihku wanita istimewa." jawab Alvin seraya tertawa. "Sekali lagi terima kasih dok dan hati hati dijalan." sambung Alvin.


Dokter Mattew mengangguk dan pamit pulang dari kediaman Alvin. Alvin kembali kedalam dan menuju kamarnya, lalu tersenyum saat melihat wanita yang kelaparan itu sudah tertidur lagi.


*****


1...


2...


3...

__ADS_1


Next Part...


Happy Reading All...😘


__ADS_2