Manequin Kekasihku

Manequin Kekasihku
Part 64


__ADS_3

"Anda memang cerdas namun kurang teliti pak Anem." ujar Alvin.


"Maaf atas kesalahanku pak." jawab Anem.


"Aku tak pernah marah pak Anem, tapi aku tak suka kesalahan." kata Alvin. "Selesaikan laporan ini dengan supervisor anda, kembali kemari setelah 30 menit." pintanya.


Anem mengangguk dan berdiri.


"Alvin...ada hewan aneh." teriak Keke lalu berlari keluar ruangan.


Alvin dan Anem sama sama terbelalak saat melihat wanita itu keluar begitu saja lalu memeluk Alvin.


"Ada apa sayang?" tanya Alvin.


"Hewan aneh, aku tak pernah melihat sebelumnya. Ia bisa terbang seperti pesawat dan bentuknya menggelikan." jawab Keke.


Wanita itu benar benar ketakutan, Anem menatapnya dari atas sampai bawah. Auranya benar benar seorang peri. Ia benar benar peri Keke yang selama ini ia cari, hanya peri Keke yang takut dengan hewan itu.


Anem sangat senang bisa memastikannya langsung dengan cara mengirim hewan yang sangat Keke takuti ke ruangan itu.


Ternyata walaupun ia kehilangan ingatan dan juga kekuatannya. Ia masih seperti peri Keke yang aku kenal. pikir Anem.


Ia terus menatap wanita itu, sampai tak sadar Alvin sedang menatapnya dengan tajam.


"Apakah anda tetap disini pak Anem?" tanya Alvin kesal.


"Ah maaf pak." jawab Anem seraya pamit keluar.


"Sayang, kau tenanglah. Aku hampir jantungan saat kau berteriak. Ayo kita lihat hewan aneh apa yang ada di ruangan." ajak Alvin.


Keke menggeleng. "Aku takut, matanya sangat bulat dan besar. Ia terus menghampiriku." jawabnya.


"Ada aku, aku akan menangkap hewan itu." ujar Alvin seraya menggenggam tangan Keke menuju ruangan.


Keke dengan ragu mengikuti Alvin, langkahnya sedikit terseret karena takut. Alvin terus menatap ruangan itu dari sudut ke sudut.


"Itu Alvin, jelek sekali." teriak Keke sambil menunjuk langit langit, wanita itu seketika bersembunyi dibalik tubuh Alvin.


Alvin menatap langit langit lalu tertawa terbahak-bahak. "Ya Tuhan, itu sangat lucu sayang. Tidak akan menggigitmu, kemari." ujarnya.


Keke tetap menggeleng, saat hewan itu kembali terbang. Keke berteriak dan memeluk Alvin.


"Singkirkan hewan itu Alvin." teriaknya.

__ADS_1


Alvin menenangkannya. "Maaf sayang, keluarlah aku akan menangkapnya." ujar Alvin.


Wanita itu tanpa berkata apa-apa langsung keluar ruangan.


"Tetap didalam sayang jangan keluar ruangan." teriak Alvin.


Ia terus berusaha menangkap seekor capung yang entah darimana bisa masuk kedalam ruangan istirahat mereka. Alvin hampir kelelahan mengejar hewan itu, sampai akhirnya ia berhasil mendapatkannya setelah setengah jam. Alvin memegang sayapnya, ia tertawa sendiri saat mengingat ucapan kekasihnya.


"Kau sangat jelek, bermata bulat dan besar juga bertubuh aneh. Itulah yang dikatakan kekasihku, jadi jangan masuk kembali kemari." ujar Alvin seraya membuka jendela gedung itu dan melepaskannya.


Alvin segera keluar dari ruangan untuk menemui kekasihnya.


"Sayang, kau dimana?" ujar Alvin. "Jangan menakutiku Keke, kau tak keluar kan?" ujarnya lagi.


Alvin terus mencari cari keberadaan kekasihnya, rasa panik menyerangnya saat tak menemukan Keke di kantornya.


"Keke dimana kau?" teriak Alvin. Ia terus mencari hingga keluar ruangan. "Vina..." teriak Alvin.


Vina segera menghampiri Alvin. "Ada apa pak?" tanyanya.


"Apa kau melihat Keke keluar?" tanya Alvin.


Vina menggeleng. "Tidak pak, aku ada di ruanganku." jawabnya.


"Cari ke semua ruangan, dan panggil semua sekuriti untuk mencari keberadaan Keke. Periksa cctv setiap sudut, cepatlah." ujar Alvin.


"Aku akan memecat kalian semua kalau sampai terjadi sesuatu pada kekasihku." bentak Alvin.


Pak Santoso dengan panik menghampiri Alvin Mark. "Pak Mark, ada yang melihat nona Keke dibawa pak Anem 15 menit yang lalu." ujarnya.


"Apa? Pak Anem? Siapa sebenarnya pria itu?" tanya Alvin. "Segera hubungi kepolisian, ia menculik kekasihku. Ya Tuhan, aku bisa gila." ujarnya.


"Maaf pak Mark, laporan akan diterima setelah 2x24 jam." ujar Vina.


"Persetan, aku akan memecat kalian semua karena tak ada satupun yang melihat pak Anem membawa Keke keluar dari perusahaan." bentak Alvin.


Di lain sisi, Keke sudah berada di apartemen Anem. Pria itu kembali menggunakan kekuatannya untuk mengelabui seluruh karyawan PT. Mark Manequin. Ia harus melanggar peraturan dunia peri demi mendapatkan peri Keke kembali.


*****


Keke terbangun, kepalanya sangat pusing. Ia menatap ruangan berbeda. Tangan dan kakinya terikat, bahkan mulutnya ditutup plester.


"Kau sudah bangun sayang, apa kabar? Aku sangat merindukanmu." ujar Anem seraya membuka tutup mulutnya.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan? Bukankah kau yang baru saja menemui Alvin?" tanya Keke.


"Ternyata ingatanmu sangat tajam walaupun kau sudah kehilangan ingatanmu Keke. Kau harusnya menjalani tugas dengan benar bukan justru bersama seorang manusia seperti Alvin Mark." jawab Anem.


"Apa maksudmu?" tanya Keke.


"Kau kehilangan ingatanmu, akulah kekasihmu sebenarnya Keke. Kau harus mengingatku, akulah Anem tunanganmu." jawab Anem.


"Kau gila, aku tak mengenalmu. Cepat lepaskan aku." teriak Keke.


"Jangan berteriak." bentak Anem seraya menutup mulutnya lagi dengan lakban.


Anem tersenyum, tak ada satupun yang akan menemukannya karena dari awal ia memasukkan alamat palsu dalam biodata perusahaan. Anem membuat Keke tertidur kembali karena wanita itu terus memberontak.


Peri Harva dan peri Vivi menghubunginya bersamaan.


"Kalian cepat sekali." ujar Anem.


"Kau gila, bagaimana kau bisa menculik peri Keke. Ia sekarang manusia biasa peri Anem." ujar peri Harva.


"Peri Harva benar, kau memang gila peri Anem. Kau menggunakan kekuatanmu lagi untuk manusia. Aku yakin raja peri sedang mempertimbangkan untuk menghukummu." ujar peri Vivi.


"Aku tidak perduli, setidaknya aku bisa bertemu dan bersama peri Keke. Aku tak tahan saat ia memeluk manusia." ujar Anem.


"Aku tak tahu harus berkata apalagi, tapi kau harus bersiap siap menerima hukumanmu. Kau mengubah tugas raja peri dan terlibat dengan manusia. Aku tak akan bisa membantumu." ujar peri Harva.


"Aku berharap bisa menjadi manusia seperti peri Keke, agar aku bisa terus bersamanya." jawab Anem.


"Kau sudah sinting." ujar peri Vivi. "Kau pikir mudah hidup di dunia ini. Dan jika kau sampai menjadi manusia, kau akan tertangkap karena menculik peri Keke. Wanita itu milik manusia sekarang. Ya Tuhan apa yang kau lakukan pada peri Keke, mengapa kau mengikatnya." sambungnya.


"Lepaskan peri Keke sebelum terlambat peri Anem, kau sekarang adalah buronan di dunia manusia. Kau bisa dihukum, dan bagaimana cara kami membantumu." ujar peri Harva.


"Aku akan terus menggunakan kekuatanku, sampai mereka berhenti memisahkan aku dengan peri Keke. Kalian benar-benar tak membantu." jawab Anem.


Kedua peri itu mengangguk bersamaan lalu mematikan ponsel mereka. Anem menghela nafasnya lalu menatap peri Keke lagi. Ia benar-benar tak ingin kehilangan wanita itu lagi. Ia harap raja peri tidak menghukum perbuatannya itu.


*****


1...


2...


3...

__ADS_1


Next Part...


Happy Reading All...😘


__ADS_2