Manequin Kekasihku

Manequin Kekasihku
Part 31


__ADS_3

Keke terkejut saat matahari mulai menyilaukan matanya, ia membangunkan Alvin yang tertidur dalam posisi itu.


"Alvin, bangun... Apa punggungmu tidak sakit?" ujar Keke.


Alvin terbangun dan meregangkan punggungnya. "Lumayan pegal, tapi aku senang bisa tidur disampingmu." jawabnya.


Suster masuk. "Selamat pagi tuan Mark, dokter Mattew ingin bertemu." ujarnya.


Alvin mengangguk. "Makanlah sarapanmu, aku akan kembali setelah berbicara dengan dokter, mungkin bu Farah sebentar lagi datang." ujar Alvin.


Keke mengangguk dan membiarkan Alvin keluar dari kamarnya.


"Suster, aku ingin mandi." ujar Keke.


Suster membantunya masuk ke kamar mandi, Keke mulai membersihkan dirinya disana. Sambil berusaha mengingat siapa dirinya. Tapi seberapa keras pun ia berusaha, ia justru merasakan sakit kepala luar biasa.


"Non Keke, ini bu Farah. Ini baju gantinya." ujar bu Farah sambil mengetuk pintu kamar mandi.


Ternyata bu Farah sudah ada di kamarnya. Keke membuka pintu kamar mandi sedikit lalu mengambil bajunya. "Terima kasih bu." jawab Keke lalu menutup pintunya lagi.


Bu Farah tersenyum sendiri, dulu ia lah yang mengganti baju Keke dan melihat tubuh manequin itu. Sekarang justru Keke yang hidup sangat malu dilihat tubuhnya.


Beberapa menit kemudian, Keke keluar dari kamar mandi. Bu Farah menata wanita cantik itu, dan tersenyum.


"Sini bu Farah suapi." ujar bu Farah.


Keke menggeleng. "Aku bisa sendiri bu, Alvin belum kembali?" tanyanya.


Bu Farah menggeleng. "Mungkin tuan mencari sarapan." jawabnya.


Keke menggeleng. "Alvin menemui dokter."


"Oh jadi tuan menemui dokter Mattew." ujar bu Farah dan mendapat anggukan dari Keke.


"Bu Farah sudah sarapan?" tanya Keke.


"Sudah non, habiskan saja makanan non Keke. Nanti tuan Alvin marah, jika non tidak sarapan." jawab bu Farah.


Keke kembali mengangguk dan mulai memakan sarapannya sampai akhirnya ia selesai. "Kenapa lama sekali sih Alvin?" gumam Keke.


"Non tenang saja, tuan pasti kembali." ujar bu Farah yang mendengarnya.


"Bu Farah, apa aku bisa pulang hari ini?" tanya Keke.


"Jika tuan kembali dan mengatakan tidak ada masalah, maka non Keke bisa kembali ke rumah." jawab bu Farah.

__ADS_1


Keke menekuk wajahnya, ia sangat bosan walaupun baru satu hari di rumah sakit. Satu jam kemudian, Alvin kembali.


"Maaf sayang, aku lama. Aku menyelesaikan administrasi sekalian. Kau bisa pulang denganku sekarang." ujar Alvin.


Wajah Keke berseri lalu memeluk Alvin. "Aku tak suka disini." ujar Keke.


Alvin membalas pelukan wanita itu. "Aku tahu, ayo kita pulang. Bu Farah bereskan barang barang Keke, aku tunggu di mobil." perintah Alvin.


"Baik tuan." jawab bu Farah.


Alvin membawa Keke ke mobilnya dan menunggu bu Farah. Pria itu menatap Keke dari atas sampai bawah.


*****


Flash Back On.


"Ia mengalami amnesia TGA (Transient Global Amnesia) karena adanya penyumbatan singkat pada pembuluh darah ke otak, amnesia ini terjadi sementara dan tiba tiba. Itu akan sering terjadi dan akan membuatnya terus bingung Mark. Tapi seharusnya penyakit ini terjadi pada usia lansia. Aku pun tak mengerti mengapa terjadi pada teman kecilmu Mark." ujar dokter Mattew.


"Lalu, apa bisa disembuhkan?" tanya Alvin.


"Bisa, kita harus melakukan terapi atau hipnotis." jawab dokter Mattew.


Alvin terbelalak, ia tak mungkin membuat Keke mengatakan semuanya pada dokter Mattew saat ia dihipnotis.


"Ada cara lain?" tanya Alvin.


"Maaf dok, aku tak ingin membuatnya menjalani hipnotis itu, karena ada satu kejadian yang harus ia lupakan seumur hidupnya. Jika ia mengingat itu, maka ia akan menderita." jawab Alvin berbohong.


"Jadi teman kecilmu itu pernah mengalami kejadian yang menakutkan?" tanya dokter.


Alvin mengangguk. Maaf dokter Mattew, aku tak mungkin membuatnya mengatakan, jika ia masuk ke sebuah manequin dan berasal dari dunia lain. pikirnya.


"Lalu adakah organ yang lain, ehm...maksudku penyakit lain yang ada di sekujur tubuhnya?" tanya Alvin, ia ingin tahu adakah perbedaan tubuh Keke dengan manusia normal.


Dokter Mattew menggeleng. "Semuanya normal Mark, hanya itu yang kami temukan." jawabnya.


Alvin lega dengan semua jawaban itu, artinya Keke benar benar bertubuh layaknya seorang manusia sekarang.


Flash Back Off.


*****


"Tuan, tuan Alvin..." panggil bu Farah berkali kali.


Alvin terkejut. "Maaf bu, sudah semua?" tanyanya.

__ADS_1


Bu Farah mengangguk. "Baiklah, saatnya kita kembali ke rumah." ujarnya.


Alvin membawa Keke dan bu Farah kembali ke rumah. Alvin berkali kali menatap kaca mobil dan melihat bu Farah ingin tahu.


"Simpan pertanyaanmu bu, aku akan mengatakannya setelah sampai di rumah. Hanya satu hal yang aku minta, katakan pada pelayan yang lain agar jangan mengganggu Keke. Ia butuh ketenangan dan kenyamanan." ujar Alvin.


"Baik tuan, aku akan menyampaikannya." jawab bu Farah.


"Alvin, apa aku baik baik saja?" tanya Keke.


Alvin hampir lupa keberadaan Keke disampingnya. Ia mengangguk. "Tentu saja, makanya aku bawa kau pulang." jawab Alvin.


"Tapi aku melihat wajahmu berbeda, apa ada masalah?" tanya Keke lagi.


"Tidak ada sayang, besok aku akan ke kota Dinan. Mungkin malam baru kembali ke rumah, aku akan membawa bu Farah untuk tinggal disana selama satu bulan, sementara kau bersama Hara dan yang lain. Ada sesuatu yang harus dikerjakan bu Farah disana." ujar Alvin tiba tiba.


Keke terkejut dan menatap bu Farah. "Aku lebih nyaman bersama bu Farah, apa aku boleh ikut ke kota itu?" tanya Keke.


Alvin menggeleng. "Maafkan aku Keke, kau harus berada disampingku terus. Dan bu Farah bukan bermain disana, ia harus bekerja." jawabnya.


"Benar non Keke, bu Farah akan kembali setelah semuanya selesai. Non Keke bisa bermain bersama Hara dan yang lainnya. Mereka juga sangat menyayangi non Keke." ujar bu Farah.


Wajah Keke berubah menjadi sedih. Alvin menggenggam tangannya.


"Keke, jika kau ikut dengan bu Farah, maka kau dan aku tidak bisa bertemu selama satu bulan. Apa kau mau meninggalkan aku?" tanya Alvin.


Seketika Keke menggeleng. "Aku tak mau jauh darimu." jawabnya.


Alvin tersenyum. "Jadi diamlah di rumah sehari saja, setelah itu kau akan ikut kemanapun aku pergi. Aku juga akan mengajakmu ke perusahaan. Apa kau senang sekarang?" tanyanya.


Keke tersenyum dan mengangguk. Bu Farah lega melihat tuannya bisa menghibur Keke. Ia hanya heran pada Alvin sekarang, ia sama sekali tak ingin direpotkan wanita. Tapi kali ini, justru ia yang menginginkan Keke terus berada disampingnya.


Tuan Alvin, kau benar benar jatuh cinta pada non Keke. Ya Tuhan, jangan ambil Keke dan membiarkan ia kembali ke dunianya. Aku ingin tuan Alvin dan non Keke bersatu selamanya. pikir bu Farah.


Akhirnya ketiganya sampai di Bougival, kediaman mewah milik Alvin Mark.


*****


1...


2...


3...


Next Part...

__ADS_1


Happy Reading All...😘


__ADS_2