Manequin Kekasihku

Manequin Kekasihku
Part 25


__ADS_3

Alvin Mark mengangkat manequin Keke dengan perlahan di depan mereka semua.


"Inilah hasil kerjaku selama kurang lebih 2 minggu, kalian sudah bertahun tahun bersamaku bahkan kalian juga menyentuh manequin yang lama untuk membersihkan dan mengganti pakaiannya. Dan kini aku ingin kalian melihat dengan teliti, adakah perbedaan manequin ini dengan yang dulu? Tapi hati hati saat menyentuhnya." ujar Alvin.


Satu per satu para pelayan mendekati manequin itu dan menyentuhnya dari atas sampai bawah. Setelah selesai mereka kembali ke barisan mereka. Calio hanya memperhatikan para pelayan itu menuruti permintaan Alvin.


"Bagaimana?" tanya Alvin.


Semuanya mengatakan sama persis kecuali bu Farah.


"Apa yang berbeda bu?" tanya Alvin lagi.


"Maaf tuan, manequin ini memang sama persis dengan Keke yang dulu. Tapi aku tak merasakan ada sentuhan cinta didalamnya, apa anda membuatnya hanya memikirkan Keke yang lama?" tanya bu Farah.


"Kalian semua keluar kecuali Calio dan bu Farah." perintah Alvin. Semuanya keluar meninggalkan ruangan. "Bu Farah sangat peka pada perasaanku, aku juga merasakan hal yang sama saat menatap manequin ini. Aku tak merasakan apapun bu, yang aku pikirkan hanya Keke yang hidup sekarang." ujar Alvin.


Bu Farah mengangguk, ia sangat mengerti akan perasaan tuannya. "Tapi tuan tak perlu khawatir, secara fisik manequin ini benar benar sama persis dengan Keke. Jadi tuan bisa menjalankan rencana seperti semula." ujarnya.


Alvin senang mendengarnya. "Terima kasih atas dukunganmu bu Farah, tapi aku masih takut jika akan terjadi sesuatu pada Keke karena rencana ini." jawab Alvin.


"Kau terlalu khawatir Vin, aku yakin semua akan baik baik saja. Kapan aku bertemu dengan Keke mu itu?" tanya Calio.


"Non Keke benar benar tertidur sekarang, setelah beberapa hari kemarin ia tak tidur." ujar bu Farah.


"Keke tidak tidur, apa yang terjadi bu? Bukankah kau bilang ia baik baik saja." tanya Alvin.


"Maaf tuan, aku sengaja tidak membuat khawatir tuan Alvin. Jadi aku selalu bilang non Keke baik baik saja. Sebenarnya sudah beberapa hari ini non Keke selalu merasakan panas pada tubuhnya, ia selalu mengerang kesakitan. Aku sebenarnya tidak tega, tapi tak ada satu pun pelayan yang boleh mendekatinya. Hanya aku yang mengurusnya di kamar." jawab bu Farah.


Alvin terkejut dengan kabar itu, ia tak menyentuh Keke tapi kenapa ia masih juga kehilangan kekuatannya.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Calio.


Mereka hampir melupakan keberadaan pria itu.

__ADS_1


"Aku lupa mengatakannya padamu Cal, tapi tolong rahasiakan ini dari siapapun. Keke memiliki kekuatan dari dunianya, tapi setelah ia memeluk atau aku menyentuhnya, kekuatan itu perlahan meninggalkan tubuhnya. Dan itu menyakitinya Cal, tubuhnya akan merasakan panas dan mengeluarkan cahaya. Aku yang bisa menghilangkan cahaya itu dengan memeluknya, walaupun ia akan jatuh pingsan." ujar Alvin.


"Makhluk apa sebenarnya Keke itu Vin, aku semakin penasaran. Tapi entah mengapa aku tak merasakan takut sedikitpun." kata Calio.


Alvin tertawa miris. "Aku yang hampir sebulan bersamanya saja tak bisa tahu makhluk apa Keke." jawabnya. "Dua hari lagi kita akan berangkat ke kota Dinan bu, kemasi barang barang bu Farah karena kau akan disana selama sebulan penuh. Aku akan mengatakan apa yang harus dilakukan setelah kita sampai disana." ujar Alvin.


Bu Farah mengangguk. "Lalu bagaimana dengan non Keke tuan?" tanyanya.


"Aku hanya mengantarmu, setelah semuanya selesai aku akan kembali dan mengurus Keke. Karena setelah ini aku akan membawa Keke ke konferensi pers untuk mengenalkannya ke publik." jawab Alvin. "Sekarang kau kembalilah untuk beristirahat, ini masih tengah malam. Cal, jika kau ingin bertemu Keke tinggallah malam ini disini, besok Keke akan bangun dan menemuimu." perintah Alvin.


Bu Farah mengangguk seraya meninggalkan ruang kerja sambil mengajak Calio menuju kamar tamu. Alvin kembali ke kamarnya lewat pintu yang menghubungkan ruang kerjanya tanpa membawa manequin itu.


*****


Selama satu jam, Alvin hanya membalik balikkan tubuhnya diatas ranjang, ia sama sekali tak bisa tidur karena memikirkan Keke. Akhirnya ia turun dari ranjangnya menuju kamar Keke. Alvin membuka pintu kamar itu perlahan, dan mendapati wanita itu hampir tak memakai apapun pada tubuhnya, padahal udara sangat dingin di Paris.


Alvin mendekatinya dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang hanya mengenakan bra dan celana dalam. Tapi gerakan itu membuat Keke terbangun. Keke terkejut saat melihat Alvin di depannya.


"Iya, ini aku. Aku kembali menemuimu Keke." jawab Alvin.


"Apa yang kau lakukan di kamarku, aku tak memakai baju." bentak Keke.


"Maafkan aku, aku hanya khawatir padamu. Udara semakin dingin di kota ini, tapi kau malah hampir telanjang." (membuat aku menginginkanmu, dalam hati Alvin). "Apa kau masih merasakan panas di tubuhmu?" tanya Alvin.


Keke mengangguk. "Aku kehilangan kekuatanku lagi selama beberapa hari ini, aku tak tahu apa yang terjadi pada tubuhku. Aku semakin lemah sekarang, aku tak yakin bisa menemukan yang aku cari di dunia ini." jawab Keke.


"Sssstttt...Jangan berkata seperti itu Keke, aku yakin kau bisa menemukannya. Dan kau akan mendapatkan kembali kekuatanmu." ujar Alvin. "Tapi bukankah kau mengalami hal itu jika bersentuhan denganku." sambungnya.


Aku juga tidak yakin apa yang terjadi pada tubuhku, tapi setiap hari aku memikirkanmu Alvin. Dan setiap jantungku berdetak semakin cepat, tubuhku akan merasakan panas walaupun cahaya itu tak keluar lagi.


"Keke, apa yang kau pikirkan?" tanya Alvin.


"Aku tidak tahu, mungkin aku terlalu lama dalam tubuh ini." jawab Keke.

__ADS_1


"Maaf Keke, aku tak bisa membantumu untuk keluar dari tubuh manequin ini. Aku kembali karena sudah selesai membuat manequin pengganti, bersiaplah untuk keluar rumah dan melihat negara ini Keke. Kau bisa memulai mencari apa yang kau inginkan." ujar Alvin.


"Dimana manequin itu?" tanya Keke penasaran.


"Kau yakin jika bertemu dengan manequin itu, tidak akan terjadi apapun padamu?" tanya Alvin khawatir.


Keke mengangkat bahunya. "Aku tak tahu, kita bisa mencobanya." jawab Keke.


"Lebih baik kau pakai bajumu, malam ini sangat dingin Keke. Aku akan memperlihatkan manequin itu padamu setelah fajar." pinta Alvin.


Keke menggeleng. "Aku merasakan tubuhku semakin panas, lebih baik kau keluar sekarang Alvin." pinta Keke.


Keke mulai merasakan jantungnya berdetak sangat cepat saat semakin dekat dengan Alvin, itu membuat tubuhnya kembali panas. Ia mulai kesakitan, tapi ia harus menahannya di depan Alvin. Tapi Alvin menyadari akan hal itu, Alvin menarik tubuh Keke kedalam pelukannya.


"Diamlah." pinta Alvin.


Keke mulai meronta, debaran jantungnya menyakiti tubuhnya. "Lepaskan aku Alvin, ini tidak bekerja. Kau semakin menyakitiku." ujar Keke.


Alvin segera melepaskannya. "Bukankah kau akan berhenti kesakitan jika aku memelukmu?" tanyanya bingung.


Keke berlari ke kamar mandi dengan tubuh yang nyaris telanjang itu untuk merendam tubuhnya. Alvin berusaha membantunya tapi Keke berteriak agar ia keluar dari kamar. Alvin menghela nafasnya lalu keluar dari kamar itu.


*****


1...


2...


3...


Next Part...


Happy Reading All...😘

__ADS_1


__ADS_2