Manequin Kekasihku

Manequin Kekasihku
Part 42


__ADS_3

Suara gemuruh para reporter dan wartawan terdengar, kilatan cahaya kamera mulai menyelimuti ruang konferensi pers saat Alvin Mark masuk membawa Keke. Keributan mulai terdengar kala mereka melihat wajah Keke yang sangat mirip dengan manequin Keke yang sudah dipajang di hadapan mereka.


Semuanya terbelalak saat melihat kedua wajah itu, yang satu adalah manequin Keke terkenal milik PT. Mark Manequin, dan yang satu wanita cantik mirip manequin Keke yang entah darimana asalnya. Semakin keributan itu terdengar, semakin membuat Keke ketakutan. Ini pertama kalinya ia menghadapi keramaian selain dengan para pelayan Alvin.


"Tenanglah sayang, aku bersamamu." bisik Alvin, dan Keke mengangguk.


"Kalian jika tidak tenang, maka tuan Mark tidak akan memulai konferensi ini." ujar Calio.


Seketika semuanya terdiam namun lampu blitz kamera terus berkelip tanpa henti untuk mengambil gambar Keke.


"Kalian boleh mengambil gambar tapi bisakah kalian matikan lampu blitz itu, kekasihku tak nyaman." ujar Alvin.


Kekasih apa maksudnya, wanita itu kekasih Alvin Mark. Wah ini berita bagus. ujar mereka.


Itulah yang mereka gumamkan saat Alvin mengatakannya. Semuanya mengangguk dan mengikuti keinginan Alvin Mark. Para wartawan itu mematikan lampu blitz kamera mereka.


"Baiklah, selamat pagi semuanya. Aku sengaja mengadakan konferensi pers ini untuk mengumumkan sesuatu hal yang sangat penting. Tentu kalian bisa menebak karena aku membawa keduanya dihadapan kalian." ujar Alvin seraya menarik tangan Keke. "Wanita ini adalah kekasihku, namanya Keke sama persis seperti manequin yang kalian kenal selama ini. Hari ini sudah waktunya aku membuka rahasia dalam hidupku, aku memiliki kekasih sejak kecil saat berada di Indonesia. Wanita itu adalah wanita yang ada di sampingku. Aku kehilangan Keke saat aku memutuskan tinggal di Paris. Saat aku mulai merintis perusahaan pembuatan manequin, aku membuat manequin pertama yaitu manequin Keke yang kalian kenal selama ini. Wajah manequin ini benar benar terinspirasi dari wajah Kekasihku, bahkan namanya pun sama karena nama kekasihku." sambung Alvin.


Suara riuh kembali terdengar saat mereka mendengar penjelasan Alvin.


"Kalian tenanglah, tuan Mark belum selesai bicara." ujar Calio dan mereka kembali terdiam.


Alvin menarik nafasnya dalam-dalam, ini kebohongan terbesar yang ia umumkan pada dunia, tapi ia harus melakukannya demi wanita yang ia cintai sekarang.


"Setelah beberapa tahun aku mencari kekasihku, aku tak menyangka akan menemukannya di Paris. Dan inilah ia, wanita yang aku puja selama ini berada disampingku sekarang. Rumor yang mengatakan aku mencintai sebuah manequin itu memang benar karena aku menganggap manequin Keke sebagai kekasihku yang hilang. Tetapi semua itu aku patahkan sekarang, aku hanya mencintai wanita yang ada disampingku ini." kata Alvin.


"Kalian boleh mengajukan pertanyaan dengan sopan dan bergantian." kata Calio.


Mereka satu per satu mengangkat tangan. Para penjaga memberikan mikrofon pada salah satu reporter.


"Perkenalkan namaku Fero, aku dari majalah *****. Apa tuan Mark yakin wanita itu adalah kekasih anda yang hilang, bisa saja ia melakukan operasi plastik untuk meniru wajah manequin Keke. Secara manequin yang anda buat sangat terkenal hampir di seluruh negara, bisa saja ia ingin mendekati anda dan menginginkan sesuatu." ujarnya.


Calio dan Alvin saling berpandangan, tebakan mereka benar akan ada pertanyaan semacam ini. Tapi Calio sangat cerdas menyiapkan semuanya.


"Terima kasih Fero, pertanyaanmu sangat bagus. Menjawab pertanyaanmu, aku sudah memeriksanya ke dokter bedah plastik. Ini buktinya, bahwa wanita yang disampingku ini berwajah asli tanpa ada pembedahan sedikitpun." jawab Alvin seraya menunjukkan berkas hasil pemeriksaan dokter bedah plastik yang dibayar oleh Calio. "Lihatlah lebih dekat Fero, agar kau percaya." sambung Alvin.


Fero mengambil berkas itu lalu mengangguk kepada para reporter dan wartawan yang lain.


"Ada pertanyaan lain?" tanya Calio.


"Aku Exel dari media *****. Dimanakah tuan Mark menemukan wanita yang anda akui sebagai kekasih anda sejak kecil dan bukankah wajah anak anak terkadang berubah saat dewasa, tetapi mengapa anda membuat manequin Keke sangat mirip dengan wanita itu saat dewasa?" tanyanya.


Alvin terbelalak, ia tak berpikir sampai disana. Reporter itu benar, bagaimana ia bisa membuat manequin dengan wajah Keke dewasa padahal mereka berpisah saat masih kecil.

__ADS_1


"Saat itu aku sedang melakukan perjalanan bisnis ke kota Dinan, disanalah aku bertemu dengannya. Dan untuk jawaban pertanyaan selanjutnya, aku membuat manequin Keke dengan bayangan sekilas tentang wajahnya saat kecil, aku sendiri tak menyangka ternyata Keke setelah dewasa wajahnya sama sekali tidak berubah, ia tetap imut seperti ini." jawab Alvin.


Calio bernafas lega saat mendengar jawaban Alvin. "Alvin Mark memang sangat cerdas." pikir Calio.


"Lalu dimana keluarga nona Keke sekarang?" tanya mereka lagi.


"Sejak kecil Keke sudah tidak memiliki keluarga lagi, tapi ia memiliki keluarga angkat di kota Dinan." jawab Alvin.


Untunglah aku meminta keluarga pak Jordi untuk mengakui Keke sebagai anak angkat mereka, walaupun mereka tak pernah bertemu dengan Keke sebenarnya. Dan menjelaskan semuanya tentang masalah Keke. pikir Alvin.


"Seperti apakah keluarga angkatnya dan juga apa pekerjaan mereka, lalu nona Keke juga apa pekerjaanmu?" pertanyaan itu terus bertubi-tubi membuat Alvin tak nyaman.


"Aku rasa cukup sekian pertanyaan buat tuan Mark, yang jelas tujuan ia mengadakan konferensi pers ini untuk mengenalkan Keke asli pada dunia. Dan mematahkan rumor yang beredar tentangnya." ujar Calio.


"Terima kasih atas kedatangan kalian semua." ujar Alvin seraya mengajak Keke keluar ruangan.


Para reporter dan wartawan mengejar mereka.


"Tuan Mark, bisakah anda membuat kekasih anda berbicara."


"Iya benar kami ingin mendengar suaranya."


"Tuan Mark, nona Keke katakan sesuatu pada kami."


Begitulah teriakan mereka saat mengejar Alvin dan Keke, beruntung penjagaan sangat ketat sehingga mereka bisa lolos dari kerumunan menuju ruang kantor Alvin lagi.


"Terima kasih Cal kau banyak membantuku." ujar Alvin saat mereka sudah ada di kantornya.


"Itu sudah menjadi tugasku pak Alvin, aku akan mengurus mereka dan akan memesankan makan siang untuk kalian. Aku permisi." jawab Calio.


Alvin mengangguk dan membiarkan Calio meninggalkannya.


*****


Wajah Keke masih terlihat pucat, Alvin sangat khawatir dengan keadaannya.


"Sayang, kita ke rumah sakit sekarang." ajak Alvin.


Keke menggeleng. "Aku tak mau, aku hanya takut." jawabnya.


Alvin memeluknya dan menenangkan wanita itu. "Aku ada bersamamu Keke, tadi memang sedikit tak terkendali, maafkan aku." ujarnya.


"Apakah aku sudah bebas kemanapun?" tanya Keke.

__ADS_1


Alvin mengangguk. "Tapi hanya bersamaku jika kau ingin kemanapun." jawabnya.


Suara ketukan pintu terdengar.


"Masuk..." ujar Alvin.


"Pak Alvin, ini hasil konferensi pers. Anda dan nona Keke berada di trending topik media saat ini. Dan para pemegang saham ingin bertemu anda dan nona Keke." ujar Jane.


"Terima kasih Jane, tapi katakan pada para pemegang saham untuk menunggu setelah jam makan siang." ujar Alvin.


Jane mengangguk dan meninggalkan ruangan.


"Masalah kedua yang harus kita hadapi Keke, para pemegang saham pasti ingin bertemu denganmu, tapi kau jangan coba coba mendekati mereka. Mereka semua pria hidung belang." ujar Alvin.


Keke tertawa mendengarnya. "Aku akan disampingmu terus tuan Mark." jawab Keke.


Alvin menarik Keke dan menciumnya. "Ini hukuman karena berani mentertawakan aku." kata Alvin.


"Kau gila Alvin, ini perusahaan." kata Keke kesal.


"Perusahaan ini milikku sayang, aku bebas berbuat apapun termasuk menghukummu jika terus menerus mengejekku." ancam Alvin.


"Aku tidak mengejek, hanya menggoda." ujar Keke seraya tertawa lagi.


"Kau mulai nakal Keke." Alvin menarik Keke kembali, kali ini ciumannya berubah menjadi ciuman panas. Keke hampir kehabisan nafas saat Alvin menciumnya tanpa melepaskan dan memberi nafas sedikitpun padanya.


"Apa kau ingin lebih dari ini?" goda Alvin.


Keke mendorong tubuh Alvin. "Aku akan berlari keluar dan berteriak bahwa kau sudah gila."


Alvin tertawa terbahak-bahak mendengarnya. Ia sangat bahagia bisa bersama wanita yang ia cintai dan selalu membuat hari harinya berwarna.


*****


1...


2...


3...


Next Part...


Happy Reading All...😘

__ADS_1


__ADS_2