Manequin Kekasihku

Manequin Kekasihku
Part 71


__ADS_3

Malam semakin larut, Keke sangat lelah namun ia juga merasa bosan karena harus terus berada di kamarnya. Ia merindukan kekasihnya yang selalu memeluknya saat mereka tidur. Keke keluar dari kamarnya, lalu turun mencari keberadaan para pelayan. Tapi semuanya seakan meninggalkan Keke, ia sama sekali tak menemukan mereka satu pun termasuk bu Farah.


Keke membuka pintu samping dan melihat kolam renang. Ia kembali teringat jika ia tak boleh bermain di sekitar kolam tersebut. Keke kembali menutup pintunya, lalu menuju dapur. Ia membuka pintu belakang dapur dan berjalan jalan disana.


Keke menatap sekeliling yang hanya diterangi lampu seadanya, tapi ia sama sekali tak merasa takut berada disana. Ia terus berjalan jalan sampai akhirnya menemukan sebuah gudang di tengah tengah taman.


"Rumah atau tempat apa ini? Menyeramkan sekali". gumam Keke sambil bergidik.


Alih-alih pergi, ia justru mendekati gudang itu karena penasaran. Keke samar samar mencium wangi bunga disana.


"Wangi sekali, apa ada bunga di sekitar sini?" tanya Keke sendiri.


Wanita itu terus mengendus enduskan hidungnya dan semakin dekat di pintu gudang.


"Ternyata wanginya berasal dari dalam rumah ini, apakah ada bunga di dalam sana?" tanyanya lagi.


Ia ingin memasuki gudang itu tapi pintunya terkunci rapat. Keke menyenderkan tubuhnya di pintu gudang dan terus menikmati wangi bunga disana. Wangi itu semakin lama semakin menyengat dan memasuki otak Keke.


Keke tiba tiba sakit kepala, ia memegang kepalanya sambil meringis kesakitan. Lalu gambaran masa lalu terlintas tiba tiba. Ia mengingat semua yang terjadi selama ia berada di dunia manusia, pelan pelan pikirannya memflashback semuanya.


Keke kesakitan dan berteriak. "Aaaaaaaaaa..." teriaknya.


Di sisi lain, bu Farah dan hampir seluruh pelayan mendengar teriakan Keke di kamar masing masing. Mereka semua keluar dari kamar mereka.


"Dimana nona Keke?" tanya bu Farah.


"Ia dikamarnya." jawab Ayu.


"Benar, aku yang mengantarnya beristirahat." sambung Hara.


Bu Farah sedikit berlari ke kamarnya tuannya. "Nona Keke, anda baik baik saja kan?" tanyanya namun tak ada jawaban apapun dari dalam kamar.


Bu Farah membuka pintu kamarnya, lalu mencari keberadaan Keke. "Nona, kau dimana?"


"Nona Keke..." panggil Ayu dan Hara.


Mereka semua mencari keberadaan Keke di dalam kamar.


"Aaaaaaaaa...." teriak Keke dari kejauhan.


"Itu suara nona Keke..." ujar bu Farah. "Sepertinya ia di taman belakang." sambungnya.


Mereka semua berlari ke arah suaranya, ketiganya sangat panik.


"Nona Keke, anda dimana?" teriak mereka.

__ADS_1


Setelah beberapa menit, mereka bisa menemukan Keke sedang memeluk lututnya di depan gudang.


"Ya Tuhan..." ujar bu Farah. "Nona kau kenapa?" tanya bu Farah.


"Bu Farah...aku sedang apa disini? Dimana Alvin?" tanya Keke.


Bu Farah membangunkan Keke. "Nona apa kau lupa jika tuan Alvin sedang di rumah sakit."


"Rumah sakit? Apa itu rumah sakit? Bukankah ia berjanji akan membantuku keluar dari manequin ini." tanya Keke lagi.


Ketiga pelayan itu saling bertatapan.


"Bantu aku membawanya ke kamar." ujar bu Farah.


Ayu dan Hara mengajak Keke masuk ke rumah, dan membawanya ke kamar. Sedangkan bu Farah segera menghubungi Calio.


"Halo...ada apa bu Farah?" tanya Calio.


"Maaf tuan aku mengganggu anda malam malam begini. Aku bingung harus mengatakannya pada siapa, ada yang aneh dengan nona Keke." jawab bu Farah.


"Aneh,,, apa maksudmu bu?" tanya Calio penasaran.


"Sepertinya nona Keke kehilangan ingatannya lagi, atau justru ia kembali seperti semula. Ia ingat jika tuan Alvin akan membantunya keluar dari manequin Keke dan ia bahkan melupakan kalau tuan Alvin di rumah sakit, ia juga tak tahu apa itu rumah sakit. Dan kami menemukannya di dekat gudang mawar biru." ujar bu Farah.


"Aku juga tak tahu tuan, saat ini nona Keke sudah kembali tenang di kamarnya. Tapi aku tak tahu besok pagi. Bagaimana aku bisa mengajaknya menemui tuan Alvin?" tanya bu Farah.


"Tolong jaga Keke sementara bu, aku akan memikirkan caranya untuk memberitahu Alvin. Saat ini aku belum ke rumah sakit karena banyak pekerjaan yang tertunda di perusahaan." pinta Calio.


"Aku akan menunggu kabar tuan lagi." jawab bu Farah seraya menutup teleponnya.


Ia menghela nafasnya lalu menghampiri Keke di kamar.


*****


"Aku ingin kembali ke kamarku. Ini kamar Alvin kan, ia tak suka aku disini." ujar Keke pada Ayu dan Hara.


"Nona sudah lama tidur di kamar ini, mengapa anda lupa." jawab Ayu.


"Benar non, tuan Alvin dan nona tinggal di kamar ini." sambung Hara.


"Kalian kembalilah ke kamar kalian, biar aku yang mengurus nona Keke." ujar bu Farah.


Kedua pelayan itu mengangguk lalu keluar dari kamarnya.


"Non, ini sudah malam... Lebih baik anda tidur." perintah bu Farah.

__ADS_1


"Apa Alvin belum menyelesaikan manequin palsunya? Tidak, sepertinya aku pernah melihat manequin itu. Lalu apa yang Alvin lakukan di rumah sakit? Tempat apa itu bu?" tanya Keke.


Bu Farah menghela nafas beratnya lagi. "Non, tidurlah. Bu Farah akan menjelaskannya besok ya. Sementara non Keke tidur di kamar tuan, kamar non Keke belum dibersihkan."


Akhirnya Keke mengangguk dan merebahkan tubuhnya di ranjang itu. Bu Farah menyelimutinya dan meninggalkan Keke di kamarnya.


*****


Cahaya merah datang menerangi kamar itu saat Keke berusaha memejamkan matanya. Keke terkejut dengan kedatangan raja peri. Ia langsung terduduk dan bersimpuh di cahaya itu.


Suara tawa menggelegar di kamar itu membuat Keke bergidik mendengarnya.


"Maaf baginda, aku belum menemukan mawar biru itu." ujar Keke.


PERI KEKE... APA KAU MELUPAKAN PERBUATANMU SELAMA DI DUNIA MANUSIA? AKU AKAN MEMBUATMU INGAT SEMUANYA... UJAR RAJA PERI...


Keke terkejut namun sebuah cahaya menghampirinya. Saat itulah semua yang telah ia lakukan di dunia manusia terlintas dipikirannya. Mulai dari ia mencintai Alvin Mark, kehilangan ingatannya, penculikan peri Anem sampai penyakit yang di derita Alvin Mark.


Keke menangis saat mengingat semua itu.


AKU PIKIR KAU TAK BISA MELEPASKAN HUKUMANKU, TAPI KAU HAMPIR MENEMUKAN MAWAR BIRU ITU DENGAN MENCIUM AROMANYA. PERI KEKE JIKA KAU INGIN KEMBALI KE DUNIA PERI, TEMUKAN MAWAR ITU SEGERA. INGATLAH, SEBENARNYA MAWAR ITU SANGAT DEKAT DENGANMU. TAPI KAU YANG HARUS MENEMUKANNYA SENDIRI. BAWALAH MAWAR ITU SEGERA UNTUK RATU PERI... UJAR RAJA PERI.


"Mengapa aku mencintai manusia, dan mengapa aku harus terlibat perasaan seperti ini. Baginda, bisakah anda membantuku menyelematkan Alvin Mark? Aku janji, akan meninggalkannya jika baginda menyelamatkannya. Aku akan menjalankan tugas dengan benar, tapi tolong selamatkan nyawanya dan bantu aku keluar dari manequin ini." pinta Keke.


Suara tawa raja peri kembali menggelar.


AKU TAK BISA TERLIBAT DENGAN MANUSIA PERI KEKE, URUSANKU ADALAH DI DUNIA PERI. KAU HARUS SEGERA MENYELESAIKAN TUGASMU INI KARENA WAKTUMU AKU PANGKAS MENJADI 3 BULAN LAGI. SETELAH AKU MENGEMBALIKAN INGATAN DAN KEKUATANMU INI, JANGAN KAU ULANGI KESALAHANMU LAGI DENGAN MENCINTAI MANUSIA. KEMBALILAH DENGAN MENYELESAIKAN TUGASMU, AKU SUDAH MENGHUKUM PERI ANEM DAN MEMBAWA PERI HARVA DAN PERI VIVI KE DUNIA PERI. KAU HARUS MENYELESAIKAN TUGAS INI SENDIRI SEBAGAI HUKUMAN KARENA MELANGGAR TUGAS DARIKU. INGAT PERI KEKE... DUNIAMU BUKAN DISINI... UJAR RAJA PERI SERAYA MENGHILANG.


Tentu saja ingatan dan kekuatannya yang sudah kembali justru menjadi penderitaan bagi Keke. Wanita itu menangis diatas ranjangnya, ia mencintai Alvin Mark tapi ia tak bisa bersamanya. Saat itulah ia ingat ucapan pimpinan Serigala. Jika ia membutuhkan bantuan maka ia harus mencari pegunungan terdekat dan menyebut namanya tiga kali.


*****


Akankah pimpinan Serigala "Monsen" bisa membantu Keke dan menyelamatkan Alvin Mark...


Ditunggu kelanjutannya...


1...


2...


3...


Next Part...


Happy Reading All...😘

__ADS_1


__ADS_2