
Alvin Mark sampai di perusahaannya, ia harus menyelesaikan meetingnya setelah itu ia akan mempercepat pembuatan Keke palsu. Ia ingin segera memperkenalkan Keke ke dunia, ia ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan wanita itu, membawanya mengenal dunia dan membanggakannya di depan orang sebagai kekasihnya. Ini pertama kalinya ia bersemangat memiliki kekasih.
Calio mengetuk pintu kantornya.
"Masuk." ujar Alvin.
"Selamat pagi pak, ini ada beberapa dokumen yang harus anda tanda tangani. Ini hasil dari pekerjaan kemarin." ujar Calio.
Alvin menerima dokumen itu. "Terima kasih Cal, aku akan membacanya." ujar Alvin lalu menatap Calio.
"Ada apa? Apa kau ingin berbicara sebagai teman?" tanya Calio.
Alvin mengangguk. "Cal, aku pikir lebih baik aku tak kemari mulai besok sampai aku menyelesaikan pembuatan Keke kedua. Aku ingin mempercepat pembuatannya, sepertinya Keke mulai bosan di rumah." ujarnya.
"Mengapa kau sangat takut Vin? Ada aku, aku akan membantu perusahaan jika kau ingin seperti itu. Aku akan menangani semuanya jika kau percaya padaku." jawab Calio.
"Tentu saja aku sangat percaya padamu Cal, aku hanya tak ingin membuatmu repot karena masalahku ini." ujar Alvin.
Calio menatap Alvin dengan teliti. "Apa kau jatuh cinta pada Keke yang ini?" bisiknya.
Alvin terkejut. "Apa maksudmu?" tanyanya.
"Kau tidak bisa menutupinya Vin, aku bisa membaca raut wajahmu. Sepertinya kau menyukai wanita yang tak tahu asal usulnya itu. Bukannya aku iri padamu, tapi aku sarankan kau mengendalikan perasaanmu Vin, sebagai sahabatmu aku tak ingin kau terluka. Aku takut wanita itu bukan manusia yang bisa menjadi pasanganmu." jawab Calio.
Alvin mengangguk. "Aku mengerti kekhawatiranmu Cal. Aku memang harus mencari tahu siapa Keke sebenarnya. Dan aku tak boleh memiliki perasaan padanya, karena Keke mengatakan ia hanya satu tahun berada disini, setelah itu ia akan kembali ke dunia asalnya. Bagaimana aku bisa bersamanya, tentu saja itu tidak mungkin." jawab Alvin.
"Vin, apa kau tak curiga jika Keke itu hantu, iblis atau monster? Walaupun pada zaman sekarang itu tak masuk akal, tapi jika ia dari dunia lain, bukankah kemungkinan besar Keke itu salah satunya." ujar Calio.
"Entahlah Cal, yang pasti Keke bukan dari ketiganya. Tapi ia tak bisa mengatakannya, ia bilang akan menceritakan semuanya jika ia berhasil menemukan apa yang ia cari. Tapi pada saat ia mengatakan akan kembali ke dunianya, aku merasakan kesedihan luar biasa." jawab Alvin.
Calio menepuk pundaknya. "Itulah mengapa aku menebak jika kau jatuh cinta pada Keke, ternyata memang benar. Kau sangat sulit di dekati wanita termasuk Karen. Tapi saat kau bercerita tentang Keke kau sama seperti bercerita tentang manequin Keke. Entah itu karena masalah perasaanmu pada Keke yang hidup atau karena kebiasaanmu terikat dengan manequin Keke, aku belum tahu Vin. Tapi aku berharap kau tak sakit hati nantinya, jadi kendalikanlah perasaanmu." ujar Calio.
"Kau memang sahabat terbaikku Cal, aku lega bisa bercerita denganmu." jawab Alvin.
"Itulah gunanya teman, serahkan pekerjaan padaku jika kau ingin fokus pada pembuatan Keke palsu. Aku hampir lupa dengan kebun mawarmu, bagaimana keadaannya?" tanya Calio.
"Pengurus kebun mengatakan, mawar mawar itu akan segera berkembang dan kita bisa menggunakannya sebagai bahan pewarna baru. Mawar itu berbunga sangat lama Cal, jadi ini kesempatan kita memetiknya sebanyak mungkin. Dan kita bisa menjual manequin baru dengan harga yang tinggi." jawab Alvin.
__ADS_1
"Aku sangat penasaran dengan hasilnya Vin. Aku senang kau hanya membagi rahasia ini padaku." ujar Calio.
"Itu karena aku sangat percaya padamu Cal." ujar Alvin.
Jane mengetuk pintu kantor.
"Masuk." ujar Alvin.
"Pak sudah saatnya anda meeting." ujat Jane.
"Baiklah Jane, aku akan segera kesana." jawab Alvin.
Jane keluar dari kantornya.
"Cal, ikutlah denganku. Setelah ini aku akan ke pabrik, dan aku serahkan semua pekerjaanku padamu sampai aku selesai dengan Keke kedua." perintah Alvin.
"Baik pak." jawab Calio.
Keduanya keluar menuju ruang meeting.
*****
"Pak ada pesanan manequin baru sekitar sepuluh ribu untuk Australia." ujar Vina.
Vina adalah sekertaris PT. Mark Manequin yang ada di Bandung, Indonesia.
"Tapi masalahnya bahan kita tak cukup untuk itu." sambung Vina.
"Aku akan bertanya pada pengawas pabrik dan bagian penyediaan bahan baku." ujar Santoso.
Santoso adalah orang kepercayaan Alvin Mark yang mengurus perusahaan di Indonesia. Ia segera menghubungi pengawas baru bernama Anem.
"Bagaimana pabrik sekarang pak Anem? Ada pesanan manequin baru, tapi kita masih membantu pembuatan manequin buat Singapura dan Malaysia." ujar Santoso.
"Bahan belum dikirim, dan kita tak bisa menerima pesanan baru lagi. Aku akan menghubungi pak Alvin Mark." ujar Anem.
"Baiklah, kau hubungi pak Alvin Mark. Karena kau yang lebih tahu soal pabrik." kata Santoso.
__ADS_1
"Baik pak." jawab Anem.
Anem adalah pengawas pabrik baru di PT. Mark Manequin. Ia menggantikan pengawas lama baru beberapa hari karena pengawas lama itu di pecat Alvin. Anem sebenarnya adalah peri Anem yang selalu mengikuti peri Keke. Saat ia terhempas bersama peri Keke dalam perjalanan ke dunia manusia, ternyata peri Anem jatuh di negara Indonesia.
Kekuatan dan kecerdasannya memang lebih tinggi dari peri manapun. Jadi ia bisa mengubah dirinya menjadi manusia dan disinilah ia sekarang bekerja sebagai pengawas pabrik di PT. Mark Manequin Indonesia. Anem juga cepat mempelajari kehidupan manusia hanya dalam beberapa jam saja.
Anem menghubungi atasannya yang ada di Paris, tentu saja ia adalah Alvin Mark.
"Selamat pagi waktu Paris pak." ujar Anem.
"Selamat sore waktu Indonesia." jawab Alvin. "Aku baru saja ingin meeting, ada apa?" tanyanya.
"Aku Anem, pengawas baru pabrik di Bandung. Ingin melaporkan pesanan baru dari Australia sebanyak sepuluh ribu manequin. Tapi bahan baku kita hampir habis, sedangkan pengiriman belum sampai." ujar Anem.
"Aku tahu siapa anda, aku sudah membaca berkas tentang anda pak Anem. Kinerja anda selama beberapa hari memang sangat bagus, aku senang memiliki karyawan seperti anda. Jangan lakukan kesalahan yang sama seperti pengawas sebelumnya. Dan soal pesanan itu, aku harap anda bisa menundanya selama 2 bulan kedepan. Kita masih memiliki puluhan ribu pesanan dari negara Singapura dan Malaysia. Jika mereka mau menunggu, katakan pada pak Santoso untuk menghubungi mereka. Soal bahan baku, aku akan mengurusnya segera." jawab Alvin.
"Baik pak, aku akan menghubungi anda kembali setelah memberitahukan kepada pak Santoso." ujar Anem.
"Dan untuk kedepannya, biarkan pak Santoso yang menghubungiku." perintah Alvin seraya mematikan ponselnya sebelum Anem menjawab.
Anem menatap telpon kantornya di pabrik. Ia sangat penasaran dengan sosok pemilik PT. Mark Manequin ini.
Mendengar dari suaranya, pria ini sangat sombong dan angkuh. Aku penasaran seperti apa sosok Alvin Mark. pikir Anem.
Anem menghubungi pak Santoso kembali dan menyampaikan semua yang dikatakan Alvin Mark padanya.
*****
1...
2...
3...
Next Part...
Happy Reading All...😘
__ADS_1