Manequin Kekasihku

Manequin Kekasihku
Part 74


__ADS_3

Mereka semua masih menunggu Alvin Mark tersadar, alih-alih mendapatkan kabar baik. Mereka justru dikejutkan dengan suara langkah beberapa orang yang panik menuju ruang operasi. Suara langkah dokter Mattew dan beberapa orang suster masuk kesana. Ketiganya saling bertatapan bingung.


"Kenapa? Ada apa dengan Alvin?" tanya Keke panik.


"Tenang non, semoga tuan baik baik saja." ujar bu Farah menenangkan.


"Benar nona Keke, kita belum tahu apa yang terjadi. Jadi tenanglah." sambung Calio.


Mereka terus menunggu, Calio mulai gelisah sehingga ia terus mondar mandir disana. Dokter Mattew keluar dari ruangan dengan wajah yang murung.


"Ada apa dok?" tanya Calio.


"Maafkan aku, operasi berjalan dengan baik tapi aku tak mengerti mengapa Alvin Mark justru dalam keadaan koma sekarang. Kami akan berusaha sebaik mungkin untuk menyelamatkannya." jawab dokter Mattew.


Ketiganya terbelalak, Keke ingat ucapan Alvin bahwa koma artinya tertidur berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan bisa berbulan-bulan. Wajahnya memucat, pandangannya gelap dan akhirnya Keke jatuh pingsan.


Entah berapa lama ia dalam keadaan pingsan, tapi ia samar samar mendengar Calio dan dokter Mattew berbicara.


"Bukankah anda bilang operasi Alvin tidak beresiko, kenapa ia sekarang malah koma dok." ujar Calio.


"Aku minta maaf Cal, seharusnya memang seperti itu. Kami sudah melakukan CT Scan kepalanya kembali. Dan tak ada apapun yang membahayakan keadaan Alvin. Tapi aku tak tahu, kenapa ia memilih untuk tidak sadarkan diri." jawab dokter Mattew. "Alvin adalah putra dari sahabatku, aku tak mungkin melukainya." sambungnya.


"Aku tahu itu jika kau sebagai seorang dokter sekaligus orang terdekat Alvin Mark, tak mungkin akan melukainya. Tapi ada masalah apa ini, bagaimana aku harus mengatakan masalah ini pada kekasihnya. Wanita itu jatuh pingsan karena sangat syok." kata Calio.


"Bersabarlah, kami akan melakukan apapun untuk menyelamatkan Alvin. Aku juga berharap pria itu segera sadar dari komanya. Bantu Keke beristirahat, jangan biarkan ia bersedih. Aku akan memindahkan Alvin ke ruang rawat khusus." ujar dokter Mattew.


"Baiklah, terima kasih. Aku harap kau bisa menyelamatkan atasan sekaligus sahabatku itu." jawab Calio.


Dalam ketidaksadarannya, Keke juga mendengarkan pembicaraan Calio dan bu Farah.


"Bu Farah, tolong jaga nona Keke. Aku tak ingin wanita itu jatuh sakit, itu akan membuat Alvin sedih. Dan aku akan merasa bersalah seumur hidupku." ujar Calio.


"Tentu saja tuan, tapi jika non Keke bangun bagaimana aku menenangkannya. Aku benar benar khawatir pada keduanya." jawab bu Farah lalu terisak.


"Aku mohon jangan seperti ini bu, kita tak boleh menunjukkan kesedihan ini di depan nona Keke. Berdoalah untuk Alvin, aku yakin pria itu kuat. Aku akan memarahinya agar segera bangun dan kembali seperti semula." jawab Calio.


Keke mengerjapkan matanya, ia terbangun. Tapi ia tak menemukan satu orangpun di tempatnya tertidur. Tak lama suara pintu terbuka.


"Non sudah sadar?" tanya bu Farah.

__ADS_1


"Aku dimana?" tanya Keke.


"Non sedang dirawat karena syok." jawab bu Farah.


"Bagaimana dengan Alvin bu?" tanya Keke seraya menangis.


"Ssssttt... tenanglah non. Tuan Alvin pasti akan sehat kembali, jadi non juga harus sehat. Tuan Alvin akan sedih jika non seperti ini." ujar bu Farah.


Mengapa Kau tak mendukungku Tuhan, mengapa Kau memberikan takdir seperti ini. Mengapa aku harus menyerahkan sebelah sayapku untuknya. Mengapa Kau tak biarkan aku bersamanya tanpa ada yang berkoban. pikir Keke.


Air matanya kembali merebak, bu Farah memeluknya dan berusaha menenangkan wanita itu. Hanya itu yang bisa bu Farah lakukan untuk Keke.


*****


Satu bulan mereka masih belum mendengar kabar baik. Alvin masih dalam keadaan yang sama, pria itu benar benar dalam keadaan koma. Keke kurang tidur, kurang makan. Ia semakin membuat para pelayan khawatir. Hampir setiap hari ia menangis di kamar Alvin Mark. Ia berkunjung ke rumah sakit setiap hari untuk membangunkan kekasihnya, tapi pria itu selalu bergeming.


Tinggal 2 bulan lagi ia berada di dunia manusia, ia bahkan belum menemukan mawar biru itu. Ia takut mengecewakan raja Peri, ia akan melepaskan sebelah sayapnya saat ia benar benar sudah siap menjadi peri cacat untuk selamanya. Keke keluar dari kamarnya dan segera turun ingin mencari bu Farah.


"Ada apa pak Jordi?" ujar bu Farah.


Ternyata wanita paruh baya itu sedang mengangkat telepon.


Ia bersembunyi dan mencoba mendengarkan percakapan bu Farah.


"Kau yakin?" tanya bu Farah lagi. "Ya Tuhan, tuan Alvin pasti akan sangat senang jika mawar birunya kembali berkembang. Tapi mungkin sementara ini aku akan memberitahu tuan Calio." sambungnya sambil berbisik.


Tapi Keke sangat jelas mendengarnya, wanita itu masih terpaku. Ia benar benar mendengar bu Farah mengatakan mawar biru.


"Mungkin tuan Calio yang akan ke kota Dinan untuk melihat mawar itu, tolong jaga dengan baik mawar mawarnya pak Jordi. Anda benar benar sukses membuat pupuk untuk mawar itu, aku ikut senang." kata bu Farah seraya menutup teleponnya.


Jantung Keke mulai berdetak lebih cepat, ia tak menyangka bunga yang selama ini ia cari justru milik Alvin Mark.


"Non keke sedang apa disini?" tanya Ayu mengejutkannya.


Bu Farah ikut terkejut saat Ayu menyebut nama Keke.


"Non Keke, sejak kapan anda disini?" tanya bu Farah ketakutan.


Keke hampir menjatuhkan dirinya kalau saja Ayu tak menangkapnya. "Non baik baik saja kan?" tanyanya.

__ADS_1


Dengan kaki lemah ia berusaha menaiki tangga. Bu Farah mengejarnya. "Biarkan aku yang membawa non Keke kembali ke kamarnya." ujar bu Farah.


Ayu mengangguk dan meninggalkan mereka.


Setelah sampai di kamarnya, Keke menangis. Ia sudah mengetahui keberadaan mawar biru itu, tapi justru ia takut dan tak ingin meninggalkan dunia manusia.


"Non Keke ada apa? Katakan pada bu Farah, apa non mendengar pembicaraanku. Tapi kenapa non Keke menangis?" tanya bu Farah.


Keke memeluk bu Farah dan menangis semakin keras. Bu Farah semakin bingung apa yang terjadi pada Keke. Ia hanya mengusap punggungnya agar wanita itu tenang. Hampir setengah jam Keke menangis, ia akhirnya bisa tenang sekarang lalu menatap bu Farah.


"Bisakah bu Farah mengantarkan aku ke rumah sakit? Aku merindukan Alvin Mark." ujar Keke.


Bu Farah sangat lega karena ia pikir wanita itu tak mendengarkan percakapannya dengan pak Jordi. "Jadi non seperti ini karena merindukan tuan? Kita kan baru saja kembali dari rumah sakit non." jawabnya.


"Tapi aku merindukannya lagi." kata Keke.


"Baiklah ayo kita kembali ke rumah sakit, tapi bu Farah mohon non makan dulu walaupun sedikit." pintanya.


Keke mengangguk. "Tapi kau janji ya akan membawaku kesana."


"Iya non, bu Farah janji." jawab bu Farah.


Bu Farah membawa Keke keluar kamar menuju ruang makan. Setelah itu ia harus membawa wanita itu ke rumah sakit agar kesedihannya mereda.


*****


Akankah Keke menyerahkan sebelah sayapnya pada Alvin dan menemukan mawar biru di kota Dinan?


Tunggu episode selanjutnya, karena novel ini akan segera berakhir...


1...


2...


3...


Next Part...


Happy Reading All...😘

__ADS_1


__ADS_2