Manequin Kekasihku

Manequin Kekasihku
Part 37


__ADS_3

Pak Jordi menyambut kedatangan mereka. Sebelum dibawa ke kebun, ia mengantarkan bu Farah ke kamar yang akan ia tempatinya selama satu bulan. Sedangkan istri pak Jordi membawa Alvin dan Calio ke ruang makan.


Mereka memang sampai di kota Dinan saat jam makan siang. "Silahkan tuan tuan." ujar Else istri Jordi.


"Terima kasih bu Else." jawab Alvin. "Sebenarnya aku belum lapar, biar Calio saja yang makan. Aku permisi sebentar." sambung Alvin.


Alvin keluar menuju taman rumah itu seraya mengambil ponselnya, ia tak bisa berhenti memikirkan kekasihnya. Dering telepon berkali-kali berbunyi, tapi belum juga ada yang mengangkatnya.


Dimana para pelayan ini. pikir Alvin tak sabar.


"Halo, kediaman tuan Alvin Mark. Ada yang bisa aku bantu?" tanya seorang pelayan dari balik ponselnya.


"Darimana saja kalian, aku harus menunggu puluhan dering." bentak Alvin.


"Tuan Alvin, maaf yang lain sedang bekerja dan beberapa pelayan sibuk menyiapkan makan siang non Keke, tapi menu apapun di tolak olehnya." ujar Ayu.


"Apa??" teriak Alvin. "Serahkan telepon ini pada Keke." pintanya.


"Baik tuan sebentar." ujar Ayu lagi.


Beberapa menit kemudian, Keke mengangkat telepon itu. Terdengar suara pelayan mengajari Keke mengangkat telepon itu.


"Halo..." ujar Keke.


"Apa yang kau lakukan sayang, mengapa kau belum makan siang?" tanya Alvin.


"Alvin, ini suaramu. Bagaimana suaramu ada disini?" tanya Keke polos.


Alvin tertawa. "Ini alat komunikasi sayang, tentu saja aku bisa berbicara denganmu kapan saja. Aku baru sampai di kota Dinan, tapi aku kesal mendengarmu belum makan siang sampai membuat para pelayan kebingungan." ujar Alvin.


"Maaf, aku belum lapar tapi mereka terus memaksaku makan siang, jadi aku berkali-kali menolaknya." jawab Keke.


"Kau harus makan sekarang sayang, jika tidak aku akan kembali besok." ancam Alvin.


"Oh ya ampun, kau jahat sekali. Baiklah aku makan sekarang, tapi kau harus kembali sebelum makan malam." pinta Keke.


"Akan aku usahakan sayang, sekarang saja kami baru sampai. Aku akan membicarakan pekerjaan yang harus dilakukan oleh bu Farah. Jika bu Farah mengerti lebih cepat, aku akan segera kembali. Tapi jika tidak, aku bisa tengah malam baru sampai." ujar Alvin.

__ADS_1


"Terserah kau saja." jawab Keke kesal.


"Jangan marah seperti itu Keke, makanlah sekarang. Aku akan menutup telponnya agar cepat selesai urusan disini." kata Alvin. "Jika ada waktu aku akan menghubungimu lagi, tapi kau benar benar harus makan Keke." pesannya.


"Aku akan makan, selamat bekerja Alvin. Sampaikan salamku pada bu Farah." ujat Keke.


"Pasti sayang, dah..." jawab Alvin seraya mematikan ponselnya. Ia menghela nafasnya.


Untung saja aku menghubungi rumah, jika tidak Keke akan terus mogok makan. Wanita itu membuatku khawatir saja. gumam Alvin.


"Ada apa Vin?" tanya Calio mengejutkannya.


"Apa kau sudah selesai makan?" tanya Alvin.


Calio menggeleng. "Mana mungkin aku makan siang tanpamu, apa Keke baik baik saja?" tanyanya lagi.


"Hampir tak mau makan siang, untung saja aku menghubungi rumah." jawab Alvin.


"Jangan khawatir tuan Mark, ia akan baik baik saja. Ayo kita makan sebelum menyelesaikan urusan kebun, aku sudah sangat penasaran dengan kebunmu itu." ajak Calio.


Alvin mengangguk dan mengikuti Calio lagi ke ruang makan. Alvin mencari bu Farah dan mengajaknya makan bersama namun wanita paruh baya itu menolaknya, ia tak ingin satu meja dengan tuannya.


Tapi wanita itu tetap saja menolak dengan keras, ia lebih memilih tempat lain untuk makan siang. Untung saja istri pak Jordi mau menemani wanita itu.


*****


INDONESIA


Kabar pimpinan utama perusahaan PT. Mark Manequin akan datang ke Indonesia dua minggu lagi menyebar dengan cepat, seluruh karyawan mulai membereskan pekerjaan dan merapikan kantor mereka masing-masing. Sedangkan pak Santoso juga sangat sibuk mengurus pemindahan makam orang tua pimpinannya itu.


Anem kali ini sedang berada di kantor Vina sekertaris pak Santoso. "Mengapa kantor sangat sibuk jika pak Alvin Mark datang?" tanya Anem.


"Pak Alvin sangat disiplin dalam bekerja, ia juga sangat profesional. Jika ia datang, ia akan menginvestigasi satu per satu pekerjaan karyawannya. Ia akan menganalisa satu per satu, lalu akan ada daftar nama karyawan yang akan ia beri bonus dan juga yang akan ia pecat. Seperti itulah pak Alvin jika datang kemari." ujar Vina.


"Jadi itulah yang membuat kalian sibuk saat ini, tapi bukankah ia akan datang sekitar 2 minggu lagi." kata Anem.


"2 minggu itu waktu yang sangat singkat buat semua karyawan." jawab Vina.

__ADS_1


"Apa selama ini kalian bermalas-malasan sehingga harus bersiap siap saat pimpinan utama kalian datang?" tanya Anem.


Vina menggeleng. "Tak ada waktu untuk bermalas-malasan pak Anem. Hanya saja kami sedang melihat apakah pekerjaan kami ini ada kesalahan atau tidak, tentu saja kami harus menyiapkan semuanya dari sekarang. Pekerjaan anda sangat baik, tapi anda juga harus menyiapkan diri kalau kalau ada yang salah." jawabnya.


Anem mengangkat bahunya. "Aku tak pernah perduli dengan pekerjaan. Aku tak perduli jika pak Alvin akan memecatku." ujarnya.


Vina tertawa. "Anda pria cerdas, tentu saja anda tidak takut dipecat, mungkin anda bisa mendapatkan pekerjaan lain."


"Tidak juga, bukan itu maksudku. Tapi aku hanya mencari tujuanku berada di dunia ini. Pekerjaan hanya sampingan buatku." jawab Anem.


Vina menyipitkan matanya, ia tak mengerti apa maksud dari perkataan pak Anem.


"Lama sekali pak Santoso kembali, aku akan melewatkan makan siangku." ujar Anem sebelum Vina banyak bertanya maksud perkataannya.


"Ia sedang mengurus pemindahan makam orang tua pak Alvin. Jika anda ingin makan siang, lebih baik anda pergi sekarang. Aku akan menghubungi anda jika pak Santoso kembali." kata Vina.


Anem menghela nafasnya. "Baiklah kalau begitu, aku akan kembali lagi setelah mendapat kabar darimu. Terima kasih Vin." ujarnya seraya meninggalkan kantor direktur itu.


Anem semakin penasaran dengan sosok pemilik perusahaan ini. Mengapa mereka semua takut jika Alvin Mark akan datang, keadaan perusahaan tidak seperti biasanya, mereka dua kali lebih sibuk. Bahkan di pabrik pun sama saja. Para operator alat bahkan surveyor bekerja lebih keras dari biasanya.


Anem menuju restoran untuk makan siang, tapi ia kembali teringat pada peri Keke.


Kapan aku bertemu dengannya, raja peri bilang kami akan segera bertemu. Tapi kapan waktu itu datang, aku sangat merindukannya. Keke segeralah datang padaku, kita cari mawar biru itu bersama-sama agar kau lepas dari hukuman raja peri dan kita segera kembali ke alam kita. Aku akan menghukum siapapun pria yang membuatmu dikutuk menjadi manusia. Kau tak boleh mencintai pria lain selain diriku Keke. gumam Anem.


Ia menggenggam gelasnya dengan sangat erat sampai gelas itu pecah. Anem terkejut karena tanpa sadar ia mengeluarkan kekuatannya. Orang orang disekitarnya pun ikut terkejut dan menatap tangannya yang tak mengeluarkan darah sedikitpun. Mereka menatap keanehan padanya.


Anem memanggil pelayan restoran untuk mengganti gelasnya. Ia segera menyelesaikan makan siangnya dan kembali lagi untuk mengawasi pabrik.


*****


1...


2...


3...


Next Part...

__ADS_1


Happy Reading All...😘


__ADS_2