Manequin Kekasihku

Manequin Kekasihku
Part 65


__ADS_3

Alvin Mark hampir menghancurkan kantor kepolisian Bandung karena sangat lamban menangani kasusnya. Ia terus membentak beberapa polisi yang berhadapan dengannya. Pihak kepolisian sangat tahu siapa Alvin Mark.


"Maaf pak Mark, begitulah peraturan kepolisian." ujar polisi.


"Persetan dengan peraturan, kekasihku benar benar diculik. Jika sesuatu terjadi padanya aku harus bagaimana?" bentak Alvin.


"Pak Mark bersabarlah, pengacara kita sedang membuat laporannya." ujar pak Santoso.


"Breng***, kenapa aku bisa kehilangan kekasihku di negara ini. Ya Tuhan, kenapa tidak ada satupun dari karyawan Mark Manequin yang melihatnya. Aku ingin kau mengganti semua sekuriti di perusahaan." ujar Alvin seraya keluar dari kantor polisi.


Kepalanya mulai berdenyut saat sudah sampai parkiran mobil. Pak Santoso mengejarnya.


"Anda baik baik saja kan pak?" tanyanya.


"Serahkan kunci mobilmu, aku akan mencari Keke langsung ke alamat Anem." ujar Alvin.


"Jangan bertindak sendiri pak Mark, anda bisa dalam bahaya." ujar pak Santoso.


"Sebenarnya siapa pria itu, mengapa ia menculik Keke. Apa yang ingin ia lakukan?" tanya Alvin.


Saat Alvin terus emosi, pengacara perusahaan keluar dari kantor polisi dan menghampiri mereka. "Pak Mark, ada yang aneh. Menurut biodata kepolisian, pak Anem pria itu sama sekali tak terdaftar di kewarganegaraan Indonesia. Menurut kepolisian, pria itu menggunakan biodata palsu. Jadi pihak kepolisian akan bertindak saat ini juga." ujarnya.


Alvin terus mengumpat dan semakin marah. "Aku sempat curiga saat melihat cv nya. Dan saat ia menatap Keke, ya Tuhan aku bisa gila." teriaknya karena frustasi.


"Lebih baik anda kembali ke rumah sekarang, serahkan semuanya pada pihak polisi." ujar pak Santoso.


"Bagaimana aku bisa pulang dan diam di rumah pak Santoso, kekasihku menghilang. Aku tak tahu apa yang terjadi padanya sekarang." jawab Alvin.


"Tapi pak Santoso benar pak Mark, kita hanya bisa menunggu. Kita akan bertindak besok lagi, karena hari semakin gelap." ujar pengacara itu.


Alvin menghela nafasnya dengan keras. Ia masuk ke mobil pak Santoso. Pak Santoso membawanya kembali ke rumahnya. Di rumah itu keluarga pelayannya menyambutnya dengan sedih.


"Tuan, anda lebih baik beristirahat. Kami akan membantu sebisa kami untuk menemukan nona Keke." ujar mbok Eni.


Alvin mengangguk dan segera masuk ke kamarnya. Ia segera menghubungi Calio. Tentu saja sahabatnya terkejut dan ikut panik.


"Aku akan berangkat ke Indonesia sekarang." ujar Calio.

__ADS_1


"Aku sangat membutuhkanmu Cal." ujar Alvin seraya menangis. Ia sangat takut kehilangan Keke. Ia juga sangat lelah karena seharian mencari keberadaan Keke.


"Kau tenanglah Vin, jaga kesehatanmu. Jika kau jatuh sakit. Itu akan lebih berbahaya, dan kau tak bisa mencari Keke." kata Calio.


"Aku takut dan sangat lelah." jawab Alvin.


"Dengarkan aku Vin, besok aku pasti akan sampai disana. Aku akan membantumu mencari Keke. Aku akan menyerahkan pekerjaan disini kepada Jane." ujar Calio lagi.


"Terima kasih Cal." jawab Alvin seraya menutup teleponnya.


Suara ketukan pintu kamar terdengar.


"Tuan, anda harus makan. Aku sudah menyiapkannya." ujar mbok Eni.


"Aku tak nafsu makan mbok." jawab Alvin.


"Om... bolehkah aku masuk." ujar Deni.


Alvin membuka pintu kamarnya. "Bolehkah aku sendiri malam ini?" ujar Alvin seraya menunduk di depan Deni.


"Anak pintar, aku akan memakannya. Terima kasih Den." jawab Alvin seraya mengambil nampan itu.


Alvin menutup pintu kamarnya kembali dan meletakkan nampannya di meja.


Bertahanlah sayang, aku akan menyelamatkanmu. Aku tak akan membiarkan pria itu menyakitimu. Aku akan membunuhnya kalau sampai kau terluka walaupun sedikit. gumam Alvin.


*****


Kali ini Keke mulai ketakutan, ia terus menangis sepanjang malam. Ia ingin kembali kepada Alvin Mark sekarang, pria yang mengaku sebagai tunangannya semakin menakutkan.


"Kenapa kau terus menangis Keke?" tanya Anem. "Kau adalah wanita yang kuat yang kukenal, bukan wanita lemah seperti ini. Dan kau harus berusaha mengingat aku. Kita ke dunia ini bersama sampai akhirnya kita terpisah." sambungnya.


Anem mendekati Keke dan membuka penutup mulutnya. "Kau tetap cantik seperti apapun Keke." ujarnya.


"Tolong kembalikan aku ke Alvin Mark, aku tak ingin disini bersamamu." ujar Keke.


"Kau masih juga keras kepala, kau tak bisa bersama pria itu. Kita berbeda, kita bukan manusia seperti mereka. Kau adalah..."

__ADS_1


"KAU KEMBALI MELAKUKAN KESALAHAN PERI ANEM..." UJAR RAJA PERI.


Cahaya yang datang menyilaukan dan membuat Keke jatuh pingsan.


"JANGAN MEMBUKA IDENTITAS KALIAN DI DUNIA INI PERI ANEM... KAU BAHKAN KEMBALI MENGGUNAKAN KEKUATANMU MELEBIHI BATASANNYA. KAU TERLIBAT DENGAN MANUSIA, KAU MENGUBAH TUGAS DARIKU PERI ANEM... HUKUMAN APA YANG PANTAS AKU BERIKAN PADAMU..." BENTAK RAJA PERI.


Anem bersimpuh di depan raja peri. "Maafkan aku baginda, aku tak tahu harus melakukan apalagi untuk mendapatkan Keke kembali. Aku benci ia dekat dengan manusia itu." jawab Anem.


"ITU HUKUMAN PERI KEKE, IA AKAN MERASAKAN SAKITNYA JATUH CINTA PADA MANUSIA, IA AKAN KEMBALI LAGI SEPERTI SEMULA SAAT IA MENEMUKAN MAWAR BIRU DENGAN SENDIRINYA. PERI KEKE AKAN MELUPAKAN SEMUA YANG ADA DI DUNIA INI SAAT ITU TERJADI, TAPI KAU SANGAT TIDAK SABARAN PERI ANEM." UJAR RAJA PERI.


"Aku tak sanggup untuk bersabar baginda, aku takut kehilangannya. Aku mohon jangan hukum aku, aku akan menjaga peri Keke disampingku. Aku tak mungkin tertangkap oleh manusia." kata Anem.


Suara tawa raja peri memekakkan telinga siapapun yang mendengarnya.


"KAU TELAH MELANGGAR BEGITU BANYAK PERATURAN DAN AKU HARUS MENGAMPUNIMU, KAU PIKIR AKU ADALAH RAJA YANG BAIK HATI. KAU MELANGGAR SEMUA PERINTAHKU PERI ANEM. AKU SUDAH MEMUTUSKAN UNTUK MEMBAWA KAU KEMBALI KE DUNIA PERI. ITULAH HUKUMAN YANG PANTAS UNTUKMU. KAU AKAN TERKURUNG DI PENJARA PERI SELAMA 100 TAHUN." KATA RAJA PERI.


"Ampun baginda, jangan hukum aku seberat itu. Bagaimana aku bisa berpisah dengan peri Keke selama itu, dan membiarkannya tetap di dunia manusia sendirian. Aku mohon biarkan aku bersamanya disini." ujar Anem memohon.


"JIKA KAU TERUS MEMBERONTAK, MAKA AKU AKAN MENARIK SEMUA KEKUATANMU DAN MEMBUATMU MENJADI PERI YANG TIDAK BERGUNA LAGI, KEMBALILAH DENGANKU DENGAN BAIK ATAU AKU AKAN MEMAKSAMU." ANCAM RAJA PERI.


"Tidak... Kali ini aku menolak semua hukumanmu. Aku pasrah kehilangan kekuatanku, aku ingin menjadi manusia biasa seperti peri Keke. Raja peri, kau pun tak mau kehilangan sang ratu begitu juga denganku." ujar Anem.


"KAU SANGAT LANCANG PERI ANEM..." TERIAK RAJA PERI.


Cahaya biru menghampiri peri Anem, dan seketika itu juga peri Anem lenyap. Raja peri benar benar membawa peri Anem kembali ke dunianya. Sedangkan Keke masih jatuh pingsan, wanita itu sama sekali tak mendengar percakapan antara raja peri dan peri Anem. Ia ditinggalkan begitu saja di tempat yang sama sekali tak diketahui siapapun.


*****


1...


2...


3...


Next Part...


Happy Reading All...😘

__ADS_1


__ADS_2