Manequin Kekasihku

Manequin Kekasihku
Part 79


__ADS_3

Keberuntungan ada pada peri Keke, seorang pria sepertinya penjaga kebun bersama istrinya datang ke rumah kaca kebun tersebut.


"Tuan Alvin akan datang minggu depan, hari ini kita potong daun keringnya saja." ujar pak Jordi.


"Tentu pak, harum sekali bunga ini." jawab Else.


"Aku kasihan ada tuan kita, belum sempat ia kenalkan kekasihnya pada kita, ia malah kehilangan nona Keke kembali." kata pak Jordi.


"Apa tuan sudah melaporkan ke polisi? Bukankah bisa jadi wanita itu diculik, bagaimanapun banyak sekali orang yang ingin menghancurkan tuan Alvin." kata Else.


"Aku juga tak tahu kenapa kali ini tuan Alvin tak melaporkannya pada polisi. Ia hanya terus mencari keberadaan wanita itu sendirian. Sikapnya kembali dingin dan wajahnya mulai tirus, sepertinya ia kurang makan dan tidur." jawab pak Jordi.


"Semoga tuan Alvin bisa segera menemukan nona Keke ya pak." harapan Else.


Peri Keke menangis mendengar pembicaraan mereka, ia tahu Alvin Mark akan merasa sedih dan kehilangannya. Tapi ia harus melakukan semua ini karena ia tak ingin bersama pria sempurna itu. Ia sekarang hanya peri cacat yang tak pantas berdampingan dengan Alvin Mark.


Peri Keke tahu kedua orang itu adalah orang tua angkatnya yang dikenalkan Alvin Mark ke publik untuk mengelabui seluruh dunia saat itu, tapi kali ini semuanya sudah tak ada gunanya lagi untuknya. Ia ingin segera memetik bunga mawar biru itu dan menghubungi raja Peri.


Kedua orang itu membuka pintu kaca, peri Keke segera mengikuti mereka. Untunglah tubuhnya sangat kecil dan tak ada yang bisa melihatnya. Ia sekarang berada di tengah tengah kebun mawar itu. Harum bunganya sangat menenangkan pikiran peri Keke. Kekuatannya bahkan terasa lebih kuat sekarang.


Peri Keke kebingungan memetiknya karena pohon itu lebih tinggi dari tubuhnya sekarang.


Aku harus menggunakan kekuatanku, sebelum itu aku akan membuat kedua orang tadi tertidur. gumam peri Keke.


Peri Keke mulai mengeluarkan kekuatannya untuk membuat pak Jordi dan istrinya tertidur. Beberapa saat kemudian, ia berhasil.


Maafkan aku pak, bu... Aku tak bermaksud lain. Aku hanya meminta satu tangkai bunga mawar biru ini saja. Setelah itu aku akan pergi tanpa melukai siapapun. ujar peri Keke.


Saat ia mulai ingin mengambil bunga mawar itu, cahaya merah menyilaukan matanya datang. Itulah raja Pari, peri Keke terkejut atas kedatangannya. Sang raja Peri tertawa, suaranya menggelegar bak petir diatas langit.


"HAHAHAHA... AKU TAK MENYANGKA KAU BISA MENEMUKANNYA PERI KEKE... AKU DATANG TANPA PERLU KAU PANGGIL KARENA SELAMA INI AKU MENGIKUTIMU... AKU BAHKAN MENYAKSIKAN KEBODOHANMU YANG TELAH MEMBERIKAN SEBELAH SAYAPMU UNTUK SEORANG MANUSIA BIASA." UJAR RAJA PERI.


"Maaf baginda raja, aku melakukan itu untuk membalas budi selama aku berada di dunia ini. Pria itu sangat baik padaku." jawab peri Keke.


"KAU PIKIR AKU BODOH PERI KEKE, KAU MELAKUKAN ITU KARENA KAU JATUH CINTA PADA MANUSIA ITU. APA KAU AKAN BAHAGIA HIDUP SELAMANYA MENJADI PERI YANG CACAT." BENTAK RAJA PERI.


"Aku sudah menerima apapun konsekuensinya untuk hidupku, aku sudah menemukan obat untuk baginda ratu. Sudah saatnya aku kembali ke dunia peri baginda. Aku mohon maafkan kesalahanku selama di dunia ini." pinta peri Keke.

__ADS_1


"KAU JANGAN KHAWATIR, BAGAIMANAPUN KAU SUDAH MELAKUKAN TUGASMU DENGAN BAIK. AKU AKAN MEMBAWAMU SEKARANG JUGA." UJAR RAJA PERI.


Cahaya hijau menghampirinya, disaat itulah peri Keke menghilang dari dunia manusia menuju dunia peri.


*****


Alvin Mark bersama Calio sudah sampai di restoran nasi Padang langganan Alvin Mark. Uda Awaludin dan istrinya terkejut melihat kedatangan kedua orang itu.


"Den, anda datang setelah beberapa bulan menghilang." sapa uda Awaludin.


"Apa kabar uda, uni? Maaf aku sibuk akhir akhir ini. Apakah masih ada tempat duduk?" tanya Alvin.


"Tentu saja den selalu ada buat den Alvin mah. Ayo silahkan..." ajak uni Nia.


"Terima kasih uni." jawab Alvin seraya mengikuti mereka masuk.


"Den Alvin, mana pacar aden... bukannya di tv sudah diperkenalkan. Uda jadi penasaran sama si cantik yang mirip Manequin buatan den Alvin." tanya uda Awaludin.


Alvin tertunduk sedih. "Ia sedang sibuk, pasti akan aku bawa kemari suatu saat." ujarnya.


"Maaf uda, kami sudah sangat lapar. Bisakah kau bawakan makanannya sekarang." ujar Calio mengalihkan pembicaraan karena ia tahu sahabatnya mulai memikirkan Keke kembali.


"Lupakan pertanyaan itu Vin, jangan mengubah mood mu itu. Ia tak tahu apa-apa." ujar Calio.


"Apa aku terlihat buruk sekarang? Aku baik baik saja Cal, kau berlebihan." jawab Alvin.


"Kau bisa membohongi siapapun kecuali aku. Aku orang yang hampir setiap menit berada di dekatmu, aku bisa melihat perbedaan wajahmu seketika setelah mengingat Keke lagi. Ayolah sobat, lupakan... Kau harus move on." kata Calio.


Makanannya datang, seperti biasa rendang kesukaan Alvin menu utamanya.


"Silahkan, selamat menikmati den." ujar uda Awaludin.


"Terima kasih." jawab keduanya.


"Aku pernah berjanji pada Keke akan membawanya kemari." kata Alvin tiba tiba.


"Kau gila mengajakku kemari Vin, jika aku tahu dari awal, aku tak mau kemari." jawab Calio.

__ADS_1


Alvin terkekeh. "Dasar pria gila, kau pikir aku anak kecil yang akan terus merengek. Sudahlah, ayo makan... pekerjaan kita masih sangat banyak di perusahaan."


Calio mengangguk, mereka akhirnya menikmati makan siang mereka. Calio tak menyangka sahabatnya akan makan begitu banyak, ia mulai lega karena nafsu makan Alvin kembali lagi. Alvin sangat sadar atas tatapan heran sahabatnya.


"Ada apa?" tanya Alvin.


"Tadi kau kan yang makan?" ejek Calio.


"Sialan... Tentu saja, kau pikir hantu." jawab Alvin.


"Aku pikir sebentar lagi akan membawa sahabatku kembali ke rumah sakit karena tak mau makan, tapi ternyata ia kembali." ujar Calio.


"Jangan terus mengejekku Cal, perusahaan sedang membutuhkan pimpinannya." kata Alvin.


"Ya Tuhan, terima kasih Kau menyadarkan sahabatku ini." goda Calio.


Tendangan mendarat tepat di tulang kering kaki Calio, seketika Calio meringis dan mengelus kakinya.


"Kau akan mendapat lebih dari ini jika terus menggodaku. Cepatlah selesaikan makan siangmu, atau aku akan meninggalkanmu disini." ancam Alvin.


"Dan aku tak takut ancamanmu itu, aku bisa naik taksi tuan Alvin Mark yang agung." ejek Calio.


Alvin tertawa. "Dasar gila, jika disampingku tak ada kau. Entahlah seperti apa hidupku ini." ujarnya disela tawanya.


"Aku akan terus menempel padamu seperti seorang istri." jawab Calio.


Alvin bergidik. "Aku masih normal, walaupun di dunia ini kehabisan wanita. Tapi aku tak mau denganmu juga. Dan aku memang tak berniat mencari pengganti Keke sampai kapanpun."


"Dan aku akan terus mencari wanita untukmu tuan Mark, lihat saja nanti." jawab Calio.


Keduanya tertawa bersama, mereka menikmati makan siang dengan santai. Entah apa sebenarnya yang ada di hati Alvin saat ini. Tapi ia tak mau terus menunjukkan kesedihannya di depan Calio. Ia akan diam diam mencari keberadaan Keke, dan sampai kapanpun ia tak ingin mencari pengganti wanita itu.


*****


THE END...


Nah loh, pasti banyak yang kecewa dengan akhir seperti ini kan...

__ADS_1


Tapi jangan beranjak dulu ya, masih ada beberapa episode dimana Author akan membuat keduanya bersatu. Untuk itu terus dukung, like n komen ya... walaupun aku tak bisa membalasnya satu per satu. Tapi komentar kalian sangat berpengaruh dalam hidupku. Miss You All...😘😘😘


Happy Reading...


__ADS_2