Manequin Kekasihku

Manequin Kekasihku
Part 66


__ADS_3

Keesokan harinya, Alvin Mark terbangun. Ia baru beberapa jam tertidur, kepalanya mulai berdenyut. Ia mencari cari obat dari dokter Mattew lalu meminumnya. Ia sama sekali belum memakan apapun sejak semalam. Alvin segera mengambil ponselnya untuk menghubungi pak Santoso.


"Bagaimana?" tanyanya setelah ponselnya diangkat.


"Kami belum mendapatkan kabar yang baik pak Mark. Pihak kepolisian terus menelusuri cctv di setiap jalan di Bandung. Tapi sepertinya pak Anem tak pernah terlihat dijalan manapun setelah membawa nona Keke dari perusahaan. Hari ini pencarian terus akan dilakukan pak Mark. Kita hanya bisa menunggu pak." jawab pak Santoso.


Alvin kembali mengumpat. "Kau pikir aku bisa terus menunggu, baiklah." ujarnya seraya mematikan ponselnya.


Alvin masuk ke kamar mandi dan segera bersiap siap untuk keluar. Beberapa menit kemudian ia sudah turun.


"Tuan, anda sarapan dulu." ujar mbok Eni.


"Terima kasih mbok, aku tak akan makan sampai aku bisa menemukan Keke." ujar Alvin seraya keluar.


Ia mengendarai mobilnya sendiri dan mulai menelusuri jalanan untuk mencari keberadaan Keke.


Dimanakah kau sayang, aku sangat mengkhawatirkanmu. Bertahanlah Keke, aku akan segera membawamu kembali. Dan mempercepat kepulangan kita ke Perancis. Aku tak tahu jika disini lebih berbahaya, maafkan aku telah membuatmu mengalami hal seperti ini. Aku yakin kau sangat ketakutan sekarang. gumam Alvin Mark.


Pria itu terus mengelilingi jalanan, sampai ia menemukan apartemen yang terdaftar di cv Anem. Ia segera menuju lobi apartemen dan menanyakannya. Tapi pihak apartemen tak pernah mengetahui penghuni bernama Anem.


"Kalian yakin pria ini tak pernah datang kemari?" tanya Alvin.


Mereka semua menggeleng. "Semalam pihak kepolisian juga mencari pria ini, ia menculik orang katanya."


"Orang itu adalah kekasihku, aku mohon hubungi aku jika kalian melihatnya." ujar Alvin seraya memberikan kartu namanya.


Mereka terbelalak saat melihat kartu nama Alvin Mark. "Kami akan menghubungi anda tuan." ujarnya.


Siapa yang tak kenal perusahaan pembuatan manequin terbesar di kota mereka, mereka akhirnya bisa melihat langsung wajah pemiliknya yang sangat tampan itu.


Alvin Mark meninggalkan apartemen itu lalu kembali menelusuri jalanan, sakit kepalanya kembali menyerang padahal ia sudah meminum obatnya. Ia menepikan mobilnya, tubuhnya mulai bergetar hebat. Keringat mulai bercucuran. Dengan susah payah ia mengambil ponselnya lalu menghubungi pak Santoso kembali.


"Aku di jalan Martadinata." ujarnya lalu pingsan.


*****


Pak Santoso sangat panik saat mendengar ucapan atasannya. Ia segera menuju jalan Martadinata, Alvin Mark menghubunginya namun tiba-tiba menghilang. Pak Santoso hanya berpikir jika ia bertemu pak Anem. Tapi saat ia menemukan mobil atasannya, ternyata pak Alvin masih ada di dalam mobil.


"Pak Mark..." panggil pak Santoso panik sambil mengetuk pintu mobilnya. "Pak..." panggilnya lagi.

__ADS_1


Pintu mobil masih terkunci, atasannya pingsan didalam mobil. Pak Santoso berusaha membuka jendela dan pintu dengan paksa lalu meminta bantuan warga yang melintas di jalan itu. Kebetulan juga ada aparat kepolisian yang lewat lalu ikut membantunya.


Jendela mobil belakang terpaksa dipecahkan dan akhirnya mereka berhasil membuka pintu mobil.


"Pak Mark... Anda kenapa?" tanya pak Santoso tapi Alvin sama sekali tak bergeming.


Wajah Alvin Mark memucat, dengan dibantu warga Alvin dibawa ke mobil pak Santoso untuk ke rumah sakit terdekat. Pak Santoso menyerahkan mobil Alvin kepada polisi. Alvin Mark masuk ke ruang UGD dan segera ditangani oleh dokter.


*****


Hampir 2 jam, Alvin Mark ditangani dokter dan belum ada kabar apapun. Pak Santoso terus mondar mandir di depan UGD. Ponsel Alvin berbunyi, kebetulan ponsel itu ada di tangan pak Santoso sekarang. Terlihat disana Calio memanggil. Pak Santoso segera mengangkatnya.


"Kau kemana saja Vin, aku sudah ada di rumahmu sekarang. Aku pikir kau akan menjemputku di bandara." ujar Calio.


"Pak Calio, aku Santoso. Pak Mark ada di rumah sakit Harapan. Ia pingsan di jalan Martadinata saat mengendarai mobilnya. Sekarang..."


Belum sempat pak Santoso menyelesaikan ucapannya, ponselnya sudah mati. Pak Santoso hanya bisa menghela nafasnya sambil menatap layar ponsel. Ia kembali mondar mandir di depan UGD.


Satu jam kemudian, Calio sampai di rumah sakit.


"Bagaimana keadaan Alvin Mark?" tanyanya panik.


"Ya Tuhan selamatkanlah Alvin Mark." ujar Calio.


Dokter keluar dari ruang UGD. "Siapa keluarga pasien?"


"Aku keluarganya, bagaimana keadaannya?" tanya Calio.


"Ia sudah melewati masa kritisnya, ia kekurangan asupan makanan dan kelelahan. Tapi ada hal lain..." ujar dokter.


"Kita bicara di ruangan anda saja pak dokter." pinta Calio.


Dokter itu mengangguk, lalu mempersilahkan Calio mengikutinya.


"Tolong jaga pak Mark, aku akan segera kembali." ujar Calio pada pak Santoso.


Pak Santoso mengangguk dan membiarkan Calio pergi dengan dokter.


*****

__ADS_1


"Aku sudah tahu penyakit Alvin Mark dok, ia sedang ditangani dokter Mattew di Perancis. Setelah ia menyelesaikan pekerjaannya disini, ia akan segera menjalani operasi." ujar Calio.


"Aku mengenali Alvin Mark sebagai pengusaha kaya pembuatan manequin. Aku juga terkejut saat melihatnya datang ke rumah sakit. Kami langsung menemukan penyakitnya saat melakukan CT Scan kepalanya. Aku pikir kita tak bisa menunggu lebih lama lagi. Rumah sakit di Jakarta juga bisa mengoperasinya." ujar dokter.


"Ya Tuhan, aku bingung sekarang. Kekasihnya masih belum ditemukan, wanita itu diculik kemarin." ujar Calio.


"Apa? Maksud anda wanita yang mirip manequin buatannya." ujar dokter terkejut.


Calio mengangguk. "Itulah mengapa aku baru sampai dari Perancis. Aku tak tahu akan serumit ini. Dok, aku akan bicara pada Alvin Mark apakah ia bersedia melakukan operasi disini. Tapi tolong rahasiakan penyakitnya dari siapapun, anda pasti tahu seperti apa seorang pembisnis." ujarnya.


Dokter itu mengangguk. "Tentu saja, rahasia pasien akan kami jaga."


"Tolong pindahkan Alvin Mark ke ruangan terbaik di rumah sakit ini." pinta Calio.


"Anda tenang saja, kami akan merawat pak Mark dengan sebaik-baiknya." ujar dokter itu.


"Terima kasih dok." ujar Calio seraya keluar dan kembali di depan ruang UGD.


*****


"Maaf pak Santoso, lebih baik anda kembali ke perusahaan. Biar aku yang menjaga pak Mark. Dan terus kabari aku tentang perkembangan pencarian nona Keke, aku tak ingin Alvin terbangun dan kabur dari rumah sakit untuk mencari kekasihnya. Dan satu lagi, jangan katakan pada siapapun jika ia sakit dan dirawat." ujar Calio.


"Tentu pak Calio, oh aku lupa mengatakan selamat datang di Indonesia pak." ujar pak Santoso.


"Terima kasih pak." jawab Calio.


"Kalau begitu aku pamit sekarang, aku akan mengabari anda, aku akan mengambil mobil pak Mark di kantor polisi." pamit pak Santoso.


Calio mengangguk dan membiarkan pria itu meninggalkannya. Beberapa menit kemudian, Alvin Mark keluar dari ruangan UGD menuju ruang rawat inap terbaik di rumah sakit itu.


*****


1...


2...


3...


Next Part...

__ADS_1


Happy Reading All...😘


__ADS_2