
"Sekeras apapun anda mempertahankan kekeras kepalaan anda, Keke tetap akan mengingat pria itu. Dan kau lihat sekarang, Keke mulai mengingat semuanya. Tapi baginda, anda telah menyiksanya. Aku mohon kembalikan ingatannya tentang pria itu. Sudah saatnya kita melepaskan Keke untuk bahagia di dunia barunya." ujar ratu peri.
"Aku tak bisa melakukannya jika kau terus menemuinya diam diam ratuku, ia sudah menjadi manusia biasa, kita tak bisa ikut campur lagi." jawab raja peri.
"Jika anda mau mengembalikan ingatannya, aku tak akan ikut campur lagi. Aku hanya ingin ia bahagia bersama pria yang ia cintai. Aku mohon baginda, lakukan sesuatu untuknya. Ini permintaanku yang terakhir tentang Keke." pinta ratu peri.
Raja peri menghela nafasnya, ia sangat menyayangi istrinya dan juga peri Keke. Ia tak ingin kehilangan keduanya, tapi ia tak memiliki pilihan lain selain melepas peri Keke dengan ikhlas. Peri Keke sudah memilih jalannya sendiri dengan dunia barunya.
"Apa kau yakin bisa melepaskan Keke, kau tidak bisa menemuinya lagi jika aku mengembalikan ingatannya. Itu syaratku ratu, jika kau melanggarnya aku akan membuat Keke menderita lebih dari ini." ancam raja peri.
Ratu peri bersedih, ia bisa membantu Keke tapi ia juga harus kehilangan Keke selamanya. Tapi ia ingin Keke bahagia, ia tak ingin melihatnya terus menderita seperti itu.
"Aku janji baginda, aku tak akan menemuinya lagi. Aku tak akan ikut campur kehidupan Keke di dunia manusia, aku rela melepaskannya asal ia bisa hidup bahagia bersama pria itu." janji ratu peri.
"Baiklah, ikut denganku menemuinya. Tapi aku hanya mengembalikan ingatannya tentang pria itu. Aku akan menghapus semua ingatannya tentang dunia peri. Dan aku juga akan menghapus ingatan beberapa manusia yang tahu soal identitas Keke sebagai seorang peri. Mereka hanya akan ingat jika mereka adalah manusia biasa yang saling mencintai dan terpisah tanpa tahu apa sebabnya." kata raja peri.
Ratu peri mengangguk, keduanya turun ke dunia manusia untuk menemui Keke untuk terakhir kalinya.
*****
Sang ratu memeluk Keke yang masih tertidur. "Maafkan aku sayang, hanya ini yang bisa aku lakukan untukmu. Berbahagialah bersama pria ini. Aku tak akan bisa membantumu lagi." ujarnya seraya menangis, ratu peri mencium keningnya untuk terakhir kalinya.
Raja peri menatap istrinya. "Apa kau sudah siap kehilangannya sekarang?" tanyanya.
Ratu peri kembali mengangguk. Raja peri mulai mengeluarkan kekuatannya untuk mengembalikan ingatan Keke. Ia juga menghapus ingatan Alvin Mark tentang siapa Keke sebenarnya. Akhirnya sang raja peri telah menyelesaikannya.
"Ratuku, kembalilah ke dunia kita terlebih dahulu. Aku harus menghapus beberapa ingatan pada orang yang tahu soal Keke. Setelah kau kembali, kau tidak akan bisa menemuinya di dunia ini." ujar raja peri.
Ratu peri mengeluarkan air matanya, ia memeluk Keke untuk terakhir kalinya lalu menghilang begitu saja. Sedangkan raja peri menyelesaikan tugasnya untuk menghapus ingatan Calio, Deni dan para pelayan Alvin Mark di Perancis.
*****
Hari semakin senja, cahaya matahari mulai masuk ke kamar Keke. Wanita itu terbangun dan mendapati kekasihnya tertidur di sampingnya. Gerakan Keke membangunkan Alvin. Alvin terkejut dan segera memeriksa Keke.
"Apa kau baik baik saja?" tanya Alvin.
"Bagaimana aku bisa ada disini?" tanya Keke.
"Kau pingsan dan aku membawamu kemari." jawab Alvin.
"Alvin, bukankah saat itu aku menunggumu di rumah sakit. Lalu bagaimana aku berakhir disini?" tanya Keke bingung.
Alvin terbelalak. "Apa kau ingat sekarang?" tanyanya.
Keke mengangguk. "Aku ingat semuanya, tapi aku bingung kenapa aku sekarang di kamar ini."
Alvin menarik Keke ke dalam pelukannya. "Terima kasih Tuhan, kau mengembalikan kekasihku. Kau menghilang 2 tahun yang lalu, di kamar rumah sakit sayang. Tapi aku tak tahu apa yang terjadi padamu, aku terus mencarimu selama ini. Tak ada yang tahu bagaimana kau bisa menghilang, dan aku terkejut saat melihatmu berada di Indonesia sebagai penata bunga. Aku yakin kau adalah Keke yang aku cari. Tapi sampai semalam kau masih belum mengingatku, kau malah jatuh pingsan." jawab Alvin.
Keke mengingat semuanya, ia bahkan akhirnya ingat mimpinya semalam. "Aku ingat sekarang, aku tiba tiba terbangun di sebuah rumah kecil sambil menggenggam setangkai mawar biru. Sejak saat itu aku mulai berkebun dan mencari uang dengan bunga. Ini rumah yang aku beli setelah aku sukses disini. Tapi aku tak ingat bagaimana aku bisa berada di Indonesia bukan di Perancis." ujarnya.
"Tak perlu mengingat semuanya Keke, setidaknya kau sudah mengingatku sekarang. Aku juga tak ingin tahu bagaimana kau menghilang, aku hanya ingat kau datang menyelinap ke dalam rumahku dan kau tak mau pergi dari sana. Dan akhirnya aku jatuh cinta padamu, itulah mengapa akhirnya kita bersama." kata Alvin.
Keke memeluk Alvin. "Aku merindukanmu, aku benar benar merindukanmu."
Alvin mengeratkan pelukannya. "Aku juga sayang, aku hampir gila karena terlalu merindukanmu." jawabnya.
Alvin melepaskan pelukannya lalu menarik wajah Keke, mereka berciuman kembali saling melepaskan kerinduan mereka. Alvin merebahkan tubuh Keke sambil terus menciumnya, pria itu mulai melepaskan kemejanya. Ia juga melepaskan pakaian Keke. Alvin ingin melakukan semuanya saat ini, ia bisa gila jika berhenti sekarang.
__ADS_1
Keke tak menolak Alvin sama sekali, ia justru terus menikmati setiap sentuhan pria itu. Alvin turun menciumi lehernya hingga ke pundaknya. Tangannya menyentuh kedua payudara Keke yang masih tertutup bra. Ia meremasnya hingga Keke melengkungkan tubuhnya.
"Alvin..." ujar Keke dengan nafas yang tak beraturan.
"Aku menginginkanmu sejak lama sayang, aku ingin kita melewati batas itu. Apa kau mau melakukannya?" tanya Alvin.
Keke mengangguk, ia tak ingin apapun saat ini kecuali sentuhan kekasihnya. Ia merindukan pria itu, walaupun mereka sama sekali tak mengingat apapun soal perpisahan mereka. Mendapat persetujuan Keke, Alvin mulai membuka pengait bra Keke, sontak saja kedua payudara itu menyembul keluar. Tanpa ampun Alvin segera mencicipi ujung payudara itu.
Keke mendesah dengan lembut, Alvin semakin menggila. Ia terus mencicipi keduanya dengan lembut sambil melepaskan celananya. Tangan Alvin turun ke perut Keke, merabanya hingga ke milik pribadi wanita itu. Alvin menyentuh bagian itu dengan lembut. Alvin tak tahu apakah Keke masih perawan atau sudah tidak lagi. Karena mereka sama sekali tak tahu apa yang terjadi selama 2 tahun terakhir ini.
Tapi Alvin melihat respon Keke yang malu malu, wanita itu terus merapatkan kedua kakinya. "Jangan takut sayang, kita akan segera menikah. Aku akan bertanggung jawab apapun yang akan terjadi padamu. Kau milikku sekarang." ujar Alvin parau.
Keke akhirnya lebih santai, ia mulai membuka kakinya agar Alvin lebih mudah menyentuhnya. Alvin meninggalkan kedua payudara itu menuju bukit cantik milik Keke. Ia mulai memainkan lidahnya disana, hingga desahan demi desahan keluar dari mulut Keke. Alvin mulai memasukkan jarinya hingga Keke mengernyit kesakitan.
Alvin berhenti, ia baru menyadari kekasihnya masih suci. Ia tak ingin menyakiti Keke dengan jarinya. Alvin melepaskan celananya dan menunjukkan miliknya yang sudah siap meluncur seperti rudal yang keras. Ia duduk diantara kedua paha Keke, Alvin mengangkat paha wanita itu keatas.
"Mungkin ini akan menyakitimu sayang, aku akan pelan pelan sampai kau siap." ujar Alvin semakin parau.
Keke mengangguk, ia tak tahu apa rasanya dari percintaan mereka itu. Saat Alvin mulai memasukkan miliknya, Keke menjerit kesakitan. Selaput daranya pecah, dan darah itu mulai mengalir keluar. Alvin senang karena kekasihnya benar benar masih suci.
Alvin merebahkan tubuhnya diatas tubuh Keke, ia mencium bibir wanita itu. "Apa masih sakit?" tanyanya.
Keke menggeleng. "Sudah tidak lagi." jawabnya.
Alvin menciumnya kembali dan mendorong lebih dalam hingga teriakan Keke keluar lagi. Wanita itu bukan kesakitan tapi justru merasakan sensasi berbeda kali ini. Desahan yang menggairahkan keluar dari mulut wanita itu. Alvin mulai memainkan irama indahnya diatas tubuh Keke.
Semakin cepat dan kencang permainan Alvin, ia mendorong dan menarik miliknya disana. Keke semakin berteriak saat hampir mencapai puncaknya. Alvin juga mengerang karena sebentar lagi ia melepaskan gairahnya.
"Sayang..." panggil Alvin.
Keke menghujamkan kukunya di punggung Alvin. Mereka saling memanggil nama, dan getaran hebat dari tubuh keduanya dirasakan saat mencapai klimaks bersamaan hingga Alvin jatuh terkulai diatas tubuh Keke. Keduanya saling mengatur nafas, untuk meredakan nafsu yang baru saja mereka keluarkan.
*****
"Nona Keke, anda sudah bangun. Sudah waktunya sarapan." ujar mbok Sari.
Alvin mengumpat, ia melihat Keke masih tertidur pulas.
"Non, anda baik-baik saja kan?" ujar mbok Sari lagi.
Alvin bangun dan segera menggunakan pakaiannya, ia membuka pintu kamar membuat mbok Sari terkejut setengah mati.
"Anda siapa?" tanya mbok Sari ketakutan.
"Tenanglah bu, aku bukan penjahat. Keke masih tidur, semalam ia demam. Aku Alvin Mark yang akan menikahi Keke." jawab Alvin.
"Menikah? Bagaimana..."
"Sudah kembalilah bekerja, aku akan membangunkan Keke jika ia sudah lebih baik." potong Alvin seraya menutup pintu kamarnya.
Alvin kembali ke ranjang kekasihnya, ia tersenyum saat melihat wajah wanita cantik itu. Ia mulai mengecupi wajah Keke sampai wanita itu terbangun. Keke merasakan nyeri pada sebagian tubuhnya.
"Pelayanmu datang kemari." bisik Alvin.
Keke seketika bangun tanpa sadar ia masih telanjang. Alvin menatap tubuh Keke yang penuh dengan bekas percintaan mereka.
"Jangan memancingku lagi sayang." goda Alvin.
__ADS_1
Keke segera menarik selimutnya. "Kau pria mesum, mandilah sebelum ada yang tahu apa yang kita lakukan."
Alvin tertawa. "Aku tak perduli sayang, kau mandilah dan ikut aku."
"Kemana?" tanya Keke.
"Kita menikah hari ini juga." jawab Alvin.
Keke terkejut. "Kau bercanda."
Alvin menggeleng. "Aku serius, kita menikah hari ini. Dan kita kembali ke Perancis, kita adakan resepsi disana. Jangan menolakku sayang, aku tak ingin kehilanganmu lagi."
"Tapi, disini..."
"Kita akan membicarakannya nanti, aku akan menghubungi Calio untuk mencari gereja yang baik untuk kita menikah. Mandilah sekarang." potong Alvin.
Keke tak bisa membantah kekasihnya lagi, ia menuruti saja permintaan kekasihnya. Menikah dengan cara seperti ini akan menjadi kenangan yang tidak akan terlupakan selama hidupnya.
*****
Meeting yang dilakukan Calio bukan untuk melakukan pengangkatan direktur baru, justru ia terpaksa mengumumkan soal pernikahan dadakan pemilik perusahaan yang berhasil menemukan kekasihnya yang hilang. Untunglah semua karyawan PT. Mark Manequin mengerti dan ikut bahagia mendengarnya.
Dan saat ini Calio bersama Vina sedang sibuk mengatur pernikahan itu di sebuah gereja Manuel pilihan mereka. Sedangkan Alvin sedang menuju tempat desainer ternama di kota Bandung untuk membeli gaun pernikahan Keke dan toksedo nya.
"Ini gila, kenapa aku punya sahabat sekaligus atasan yang gila." ujar Calio membuat Vina tertawa.
"Pak Alvin sangat mencintai nona Keke, ia sudah 3 kali kehilangan wanita itu. Aku lebih memahaminya." ujar Vina.
"Dan aku korban dari kegilaannya." jawab Calio kesal. "Untung saja masih ada WO yang mau melakukan dadakan seperti ini." sambungnya.
"Anda membayar WO 3 kali lipat, tentu saja mereka mau." kata Vina.
"Uang memang selalu berbicara. Pernikahan ini tak boleh sederhana, Alvin Mark adalah orang terkaya di Perancis. Aku takut ada media yang menyebarkan pernikahan ini dan akan membuat Keke malu. Hanya mempelai wanita yang aku pikirkan. Atur sesempurna mungkin walaupun ini mendadak." pinta Calio.
"Pasti pak, aku akan mengawasi WO." jawab Vina.
"Baiklah aku serahkan semuanya disini padamu, aku akan menjemput kedua mempelai sekarang." pamit Calio.
Vina mengangguk, ia ikut prihatin atas apa yang dialami Calio. Pria itu benar benar dikerjai oleh Alvin Mark. Tapi wajahnya terlihat sangat senang atas pernikahan ini.
Sungguh sahabat yang luar biasa. pikir Vina.
*****
Empat jam kemudian...
Pernikahan Alvin dan Keke tak terlihat seperti pernikahan dadakan. Semuanya diatur dengan sangat mewah seperti harapan Alvin. Sahabatnya dan juga Vina membantu Alvin sedemikian rupa, bahkan tamu yang datang lebih dari harapannya. Calio yang menjadi pendamping Keke membawa pengantin menuju altar. Para pelayan Alvin ikut menyaksikan pernikahan itu, termasuk karyawan Keke.
Mereka semua ikut bahagia, air mata mengiringi pernikahan sakral itu. Hampir semua tamu yang datang ikut merasakan haru atas kebahagiaan mereka. Setelah banyak sekali halangan dan rintangan atas cinta mereka, kini Alvin dan Keke resmi menjadi suami istri.
*****
TAMAT
Terima kasih atas dukungan kalian pada novel fantasi pertama author kali ini...
Tanpa kalian, author tidak dapat menyelesaikannya. Dukung terus karya karya author ya...
__ADS_1
Happy Reading All...😘