Manequin Kekasihku

Manequin Kekasihku
Part 86


__ADS_3

"Aku mencintaimu sayang, hiduplah denganku selamanya." ujar Alvin.


"Kita berbeda, kita tak bisa bersama. Hanya sayap ini yang bisa aku berikan untukmu. Teruslah hidup dengan baik, aku akan membawa kenangan kita sampai aku mati." ujar Keke.


"Jangan Keke... Aku tak membutuhkan sayapmu, aku membutuhkanmu." kata Alvin.


"Aku tak bisa bersamamu Alvin, aku akan menjadi peri cacat seumur hidupku. Selamat tinggal Alvin..." jawab Keke.


"Tidak...jangan tinggalkan aku... Tidak..." teriak Alvin.


Ia terbangun dengan keringat yang membasahi sekujur tubuhnya. Ini pertama kalinya ia memimpikan Keke selama 2 tahun terakhir, selama ini ia tak pernah memimpikan kekasihnya. Alvin mengatur nafasnya, ia sangat lelah.


"Apa maksud dari mimpiku ini Tuhan, mengapa kau hadirkan Keke dalam mimpiku setelah aku bertemu pemilik toko bunga itu." gumam Alvin.


Alvin menatap jam dinding dan hari sudah menjelang pagi, ia turun dari ranjangnya dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Kali ini Alvin hanya ingin fokus pada Keke, ia menyerahkan perusahaan sepenuhnya pada Calio. Dengan cara apapun Alvin ingin mendekati wanita itu, karena perasaannya mengatakan kalau ia adalah Keke kekasihnya. Bisa jadi ia peri yang dikirim kembali ke dunia manusia.


Alvin bersiap siap untuk mengunjungi toko bunga K'Florist.


"Cal, kau gunakan mobil yang lain. Aku ingin tahu lebih banyak tentang wanita itu." ujar Alvin saat sarapan.


"Tapi jangan terburu buru Vin, kau akan membuat wanita itu ketakutan." jawab Calio.


Alvin mengangguk. "Cal, apa mungkin di dunia ini ada orang yang begitu mirip satu sama lain?" tanyanya.


"Mungkin saja, tapi dengan nama yang sama itu tak mungkin. Kebetulan yang sangat aneh." jawab Calio lagi.


"Kau benar dan saat aku memeluk wanita itu aku yakin ia adalah Keke yang aku cari selama ini. Tapi aku takut, mungkinkah aku akan menyakitinya seperti dulu lagi." ujar Alvin.


"Ia manusia Vin, aku yakin itu. Kedua manequin yang mirip dengannya, kau simpan dengan baik di Paris kan." tanya Calio.


"Tentu saja, aku sama sekali tak menyentuh keduanya setelah kehilangan Keke. Aku akan melankolis jika melihat wajah manequin itu. Tapi aku akan menyuruh bu Farah untuk memastikan keduanya masih ada disana. Kau yakin Keke yang sekarang manusia?" bisik Alvin.


"Entahlah, hanya kau yang bisa memastikannya. Tapi aku sarankan padamu untuk pelan pelan saja, kita masih banyak waktu disini." ujar Calio.


"Bagaimana soal direktur perusahaan, aku tak mungkin melewatkan waktu pengangkatan Vina." kata Alvin.


"Kau selesaikan sedikit masalahmu dengan pemilik bunga itu, kita adakan meeting setelah kau sampai di perusahaan." jawab Calio.


"Terima kasih Cal, kau yang terbaik. Aku akan ke K'Florist sekarang." ujar Alvin seraya bangun. "Sampai nanti Cal..." ucapnya meninggalkan Calio.


Alvin Mark menuju toko bunga itu, ia berharap bisa menemukan jawaban secepatnya.


*****


Keke sedang menyiapkan pesanan bunga untuk acara pesta pernikahan. Ia cukup sibuk hingga bisa melupakan kejadian sebelumnya.

__ADS_1


"Nona, anda tidak ke panti?" tanya Lina.


Keke mengangguk. "Aku akan kesana siang saja, ini juga penting." jawabnya.


"Sayang sekali mereka tak memesan bunga mawar biru." ujar Putri.


"Mawar itu sangat mahal, bagaimana orang bisa memesan sembarangan. Aku pikir pesta pernikahan ini sangat sederhana." kata Lina.


"Tidak seperti itu Lin, aku dengar pengantin wanita alergi bunga mawar. Jadi mereka tak memesan bunga mawar biru dan mawar apapun, kau lihatlah semuanya tak ada mawar kan. Pestanya juga sangat mewah, aku sudah mengecek lokasinya." ujar Keke.


"Jadi seperti itu, pantas saja nona dan Bili menyingkirkan mawar hari ini, nona Keke beli kendaraan saja. Anda selalu naik kendaraan umum ke tempat para pemesan." ujar Lina.


"Aku harus memastikan pengantin wanita aman, aku takut bunga mawar terselip pada pesanannya dan soal kendaraan..."


"Aku bisa mengantar anda jika bersedia." ujar Alvin memasuki toko bunga itu.


Semuanya terkejut melihat kedatangannya. "Bukankah anda..." ujar Putri.


"Selamat pagi nona Keke." sapa Alvin memotong ucapan Putri.


"Selamat pagi pak Alvin, anda bisa menunggu sebentar. Aku sedang sibuk menyiapkan pesanan ini." pinta Keke.


"Tentu saja, silahkan anda lanjutkan." jawab Alvin.


Keke dan yang lainnya terus melanjutkan pekerjaannya.


"Seandainya ia masih single, aku mau sekali dengannya." bisik Lina.


"Sepertinya pria itu bukan orang Indonesia, ia sedikit canggung saat berbicara. Dan kau itu mana pantas untuknya. Nona Keke yang seharusnya bersama pria itu." kata Putri.


"Ciiih, tapi kau benar, hanya nona Keke yang pantas untuk pria tampan itu." jawab Lina.


"Dan aku rasa kalian harus berhenti bergosip, bereskan pekerjaannya, aku akan menemui pak Alvin." ujar Keke.


Mereka seketika terdiam, Keke menghampiri Alvin.


"Maaf anda menunggu pak, apakah nyaman anda berbicara disini?" tanya Keke.


Alvin terus menatap wajah Keke, ia benar benar merindukan wanita itu. Hatinya terasa sakit saat ini.


"Pak Alvin, anda mendengarku kan." ujar Keke.


"Ah iya nona, anda bicara apa?" tanya Alvin.


Keke menghela nafasnya. "Apakah tak apa apa kita berbicara disini?"


"Tak masalah dimanapun nona. Asal kau memiliki waktu untukku. Sebelumnya aku minta maaf soal kejadian kemarin, demi Tuhan kau sangat mirip dengan kekasihku. Ini..." ujar Alvin seraya menunjukkan foto di ponselnya.

__ADS_1


Keke menatap ponsel itu lalu terkejut. "Ya Tuhan, ia benar benar seperti aku." ujarnya. "Lalu dimana kekasih anda sekarang?" tanyanya.


"Aku kehilangannya 2 tahun yang lalu, ia pergi tanpa mengatakan apapun padaku. Itulah mengapa saat bertemu denganmu aku kira..." ujar Alvin tanpa meneruskan kata katanya.


"Aku turut prihatin pak Alvin. Maaf telah bertanya, jadi tujuan anda?" tanya Keke.


"Maaf karena membicarakan masalah pribadiku, sebenarnya aku ingin bertanya soal mawar biru. Apakah kau menjualnya?" tanya Alvin.


"Mawar biru adalah bunga pokok penjualan K'Florist, satu tangkai sangat mahal harganya karena bunga itu langka. Jadi hanya pihak tertentu saja yang suka memesan bunga mawar biru itu." jawab Keke.


"Aku tahu bunga itu langka, aku juga memiliki kebun mawar biru itu di Perancis. Aku mau bekerja sama denganmu untuk menjual bunganya untuk perusahaan pembuatan manequin. Aku membutuhkan bunga itu untuk pembuatan warna matanya." ujar Alvin.


"Jika anda memilikinya untuk apa anda ingin membelinya dariku?" tanya Keke.


"Sangat merepotkan mengimpor bahan itu dari Perancis. Aku memang berniat mencarinya di Indonesia agar lebih mudah." jawab Alvin.


"Apakah anda bukan orang Indonesia?" tanya Keke lagi.


"Aku orang Indonesia tapi aku tinggal lama di Perancis sejak orang tuaku meninggal." kata Alvin.


"Anda orang Indonesia, tapi logat anda berbicara bahasa Indonesia sedikit janggal." ujar Keke.


"Mungkin karena aku jarang kembali kemari. Jadi bagaimana, apakah nona setuju. Berapapun harganya, aku setuju." ucap Alvin.


"Ini bukan masalah harga pak Alvin, tapi apakah kebunku mampu memenuhi pasokan pabrik anda. Itu yang aku pikirkan." jawab Keke.


"Apakah aku boleh melihat kebunmu?" pinta Alvin.


Keke mengangguk, ini pertama kalinya ia menunjukkan kebun mawar birunya pada orang lain selain karyawan dan pelayannya. Entah kenapa, Keke sangat mempercayai pria itu. Dan benar kata karyawannya, pria itu sangat tampan. Keke mengajak Alvin melihat bunga mawarnya, hamparan bunga itu sungguh luas. Alvin sangat mengaguminya.


"Apa kau punya tukang kebun?" tanya Alvin.


Keke menggeleng. "Aku merawatnya sendiri, aku tak mempercayai orang lain untuk mengurusnya."


"Seluas ini kau mengurusnya sendiri." kata Alvin kagum.


Keke kembali mengangguk. Alvin tak menyangka wanita cantik itu ternyata memiliki keahlian merawat kebun seluas ini. Dan semuanya bunga mawar biru yang terus bermekaran.


*****


1...


2...


3...


Next Part...

__ADS_1


Happy Reading All...😘


__ADS_2