Manequin Kekasihku

Manequin Kekasihku
Part 43


__ADS_3

Saat jam makan siang, Calio membelikan mereka makanan.


"Untuk sementara kalian jangan keluar dulu, para wartawan masih berada di depan perusahaan. Sepertinya mereka masih belum puas dengan penjelasan anda pak Alvin." ujar Calio.


Alvin mengangguk. "Aku tak memikirkan apa apa, hanya saja kenyamanan Keke lebih penting. Setelah meeting dengan para pemegang saham, sebaiknya aku membawa Keke kembali ke rumah lewat pintu darurat." jawabnya.


Calio mengangguk. "Itu lebih baik, daripada anda membiarkan Keke terkurung di perusahaan."


"Keke makanlah, kita akan menyelesaikannya hari ini lalu kembali ke rumah." ujar Alvin.


Keke mengangguk. "Apa mereka masih akan mengganggu kita?" tanyanya.


"Mungkin, tapi kau tenang saja. Aku akan mengajakmu ke Indonesia minggu depan." jawab Alvin.


"Secepat itu?" tanya Calio.


"Ini soal pemakaman orang tuaku pak Calio, aku harus segera kesana. Aku akan mengandalkanmu soal perusahaanku lagi." jawab Alvin.


"Kau tenang saja pak, aku akan mengurus masalah pekerjaan. Berapa lama anda akan pergi?" tanya Calio lagi.


"Belum bisa dipastikan, mungkin akan sedikit lebih lama atau justru akan cepat. Aku belum tahu." jawab Alvin.


"Baiklah, nikmati makan siang kalian. Aku akan menunggu di ruang meeting." ujar Calio seraya meninggalkan keduanya.


Alvin dan Keke menikmati makan siang mereka yang dibelikan Calio.


"Apa makanannya enak?" tanya Alvin.


Keke menggeleng. "Aku lebih suka masakan di rumah." jawabnya.


"Aku akan meminta Calio membelikan makanan Indonesia, makanan kesukaanku selama ini. Aku sudah lama tidak makan nasi Padang." ujar Alvin.


"Apa itu nasi Padang?" tanya Keke.


Alvin tertawa. "Salah satu masakan khas Indonesia sayang, hanya ada satu restoran di Paris yang memasak makanan itu. Dan itu adalah restoran langgananku. Kau mungkin akan menyukai makanannya." jawabnya.


Keke menggeleng. "Tidak perlu, jam makan siang sebentar lagi selesai. Kita tak mungkin menyuruh para pemegang saham menunggu. Itu tidak sopan Alvin." ujar Keke.


"Kau baik sekali sayang, tapi ini perusahaanku. Jadi mereka harus menunggu." ujar Alvin.


Keke kembali menggelengkan kepalanya. "Ini sudah cukup walaupun rasanya kurang enak tapi aku sudah kenyang." jawab Keke.

__ADS_1


"Aku akan memberi pelajaran pada Calio karena membeli makanan yang tidak enak." geram Alvin.


Keke tertawa melihat ekspresi wajah Alvin. "Kau cobalah, mungkin hanya mulutku yang merasakan tidak enak. Mungkin seleramu berbeda." kata Keke.


Alvin menggeleng. "Seleramu tentu sama denganku. Jangan membela Calio lagi sayang."


"Pria itu sudah susah payah membelikannya, kenapa kau harus marah. Calio sangat baik padamu Alvin." ujar Keke kesal.


"Oke baiklah sayang, aku tak akan menghukum Calio. Kau lah yang akan aku hukum." jawab Alvin.


Keke tersedak lalu terbatuk, Alvin tertawa terbahak-bahak. Di sela tawanya, ia memberikan Keke minum.


"Maaf sayang aku menggodamu, habiskan makanannya, setengah jam lagi kita ke ruang meeting." kata Alvin.


"Kau senang sekali menggodaku Alvin, lihat saja aku akan mengunci diri di kamar." ancam Keke.


"Tidak akan terjadi, aku akan mendobrak pintu kamar itu jika kau berani mengunci diri." ancam Alvin balik.


Keke menekuk wajahnya, ia kalah debat lagi dengan Alvin.


Dasar pria keras kepala dan sangat angkuh yang tak ingin kalah dari siapapun. pikir Keke.


"Kau sangat percaya diri tuan Mark." jawab Keke.


"Tapi wajahmu merah sayang, kau tertangkap basah." ujar Alvin lalu tertawa lagi.


Keduanya terus bercanda sampai saatnya mereka melakukan pertemuan dengan para pemegang saham.


*****


Ruang meeting memang hanya dihadiri sekitar 5 orang, kelimanya adalah para pemegang saham PT. Mark Manequin termasuk Calio. Para pemegang saham itu kecuali Calio terbelalak saat melihat Keke dari dekat, mereka bahkan tak henti hentinya menilai tubuh kekasihnya.


"Selamat siang semuanya, maaf telah mengejutkan kalian dengan konferensi pers yang aku adakan tanpa memberitahu kalian terlebih dahulu. Inilah kekasihku Keke." ujar Alvin memperkenalkan Keke.


"Selamat siang, aku Keke." ujar Keke menunduk.


"Ya Tuhan, benarkah ia adalah manusia?" tanya salah satu diantara mereka.


Alvin tersenyum. "Adakah sebuah boneka berbicara dan menyapa kalian?" tanya Alvin.


"Kami hanya belum bisa percaya semua ini, kami menginginkan manequin Keke. Dan sekarang sosok wanita yang cantik dan hidup yang mirip dengan manequin itu ada dihadapan kami. Bagaimana ini bisa terjadi? Nona Keke bisakah kau mendekati kami?" tanya mereka.

__ADS_1


"Tidak." bentak Alvin. "Kalian boleh menyentuh manequin Keke, tapi tidak dengan kekasihku. Tujuanku membawanya kemari agar kalian tahu siapa kekasihku sebenarnya." sambungnya.


"Oh ayolah pak Mark, kami hanya ingin memastikan tubuhnya apa benar seperti manusia." jawab mereka.


"Kalian sudah gila, tentu saja ia manusia. Apa kalian pikir ia sebuah boneka yang aku bangunkan?" tanya Alvin.


"Baiklah pak Mark, kami hanya bercanda. Sepertinya anda sangat mencintai wanita ini. Tentu saja kami tidak akan mengganggunya." ujar mereka lagi.


"Terima kasih atas pengertian kalian, aku harap perusahaan kita akan terus maju. Fokuslah pada pesanan manequin Australia. Aku akan berangkat ke Indonesia minggu depan untuk mengunjungi perusahaan cabang disana sekaligus mengurus urusan pribadi. Perusahaan akan aku serahkan pada pak Calio, jadi ada apapun katakan padanya. Aku rasa cukup sekian perkenalan kita hari ini, aku tak ingin membuat kekasihku semakin kebingungan." ujar Alvin seraya berdiri dan menggamit tangan Keke untuk keluar ruangan.


Mereka semua hanya bisa menatap atasannya yang secara tiba-tiba membawa kekasihnya setelah beberapa minggu menghilang.


*****


"Kalian tak perlu banyak tanya, aku sudah memastikan jika wanita itu asli, bukan karena operasi plastik yang mengubah wajahnya menjadi manequin Keke. Ia benar-benar kekasih pak Alvin Mark waktu kecil. Jadi biarkan ia mematahkan rumor yang beredar dan juga mengganti status lajangnya." ujar Calio saat Alvin dan Keke sudah menghilang.


"Sudah berapa lama anda tahu soal ini pak Calio?"


"Sudah satu bulan, tapi karena ada suatu masalah maka kami baru mengadakan konferensi pers sekarang." jawab Calio.


"Selama itu anda tahu, mengapa tak memberitahu kami?"


"Kalian pikir aku memiliki hak untuk berbicara, pak Alvin Mark adalah atasan kita. Tapi ia juga sahabatku, aku harus menjaga rahasianya sampai ia siap ke publik." ujar Calio.


"Setelah ia menemukan Keke yang asli lalu bagaimana dengan manequin itu?"


"Pak Mark tidak akan menyerahkan manequin Keke pada siapapun. Ia sekarang memiliki 2 wanita yang ada disampingnya. Yang satu hanya sebuah boneka dan yang satu hidup." jawab Calio. "Aku rasa sudah sampai disini saja, kita lanjutkan pekerjaan masing-masing. Aku akan mengantar keduanya kembali ke rumah karena di depan perusahaan masih ada para wartawan." sambungnya.


Semuanya mengangguk dan mereka satu per satu keluar dari ruangan itu. Calio segera menuju ruangan Alvin dan akan mengantarkan keduanya kembali ke rumah Alvin Mark.


*****


1...


2...


3...


Next Part...


Happy Reading All...😘

__ADS_1


__ADS_2