Manequin Kekasihku

Manequin Kekasihku
Part 58


__ADS_3

Sudah hampir menjelang pagi akhirnya Keke terbangun, ia membuka matanya dan melihat Alvin sedang tertidur. Tubuhnya diikat sitbelt dan perutnya masih tak nyaman, kepalanya sangat pusing dan rasa lapar namun mual menghantuinya.


"Alvin..." panggil Keke. Pria itu belum bergeming. "Alvin..." panggilnya lagi. Namun pria itu masih juga tak bangun.


Seorang pramugari menghampirinya. "Nona anda sudah bangun, bagaimana keadaan anda?" tanyanya.


"Aku masih pusing dan mual." jawab Keke.


Pramugari itu mengambil air hangat dan obat. "Minumlah ini nona, anda akan lebih baik. Tuan Alvin menjaga nona semalaman, mungkin ia baru tertidur. Kita akan sampai di bandara sekitar 5 jam lagi." katanya.


Keke dibantu pramugari itu melepaskan sitbelt, ia mulai meminum obatnya. Keke menatap pramugari itu. "Aku lapar, tapi aku takut mengeluarkan makanan itu lagi." ujarnya .


"Setelah anda minum obat ini, anda akan baik baik saja. Anda ingin makan apa? Biar aku siapkan." tanya pramugari.


"Apapun asal bisa di makan." jawab Keke.


Pramugari itu mengangguk lalu meninggalkannya. Beberapa menit kemudian, ia kembali dengan nampan yang berisi beberapa makanan. "Silahkan nona makan ini. Jika perut anda mulai tak nyaman, anda minum air hangat." ujarnya.


Keke mengangguk. "Terima kasih." jawabnya.


Keke mulai memakan makanan di depannya, pramugari itu benar, ia lebih baik setelah minum obat. Saat beberapa suapan terus masuk ke perutnya, Alvin mengerjapkan matanya dan terkejut saat melihat Keke.


"Keke...kau sudah bangun?" tanyanya khawatir.


Keke mengangguk. "Sejak tadi, kau sangat nyenyak. Maaf membuatmu khawatir." jawabnya.


Alvin mendekati wanitanya, ia mengambil nampan yang ada di pangkuan Keke dan menaruhnya di meja, lalu memeluk wanita itu.


"Aku hampir gila karena melihatmu seperti itu sayang, maaf aku tak tahu jika kau bisa mabuk." ujar Alvin.


"Apa itu mabuk?" tanya Keke.


Alvin menatap wajah kekasihnya. "Saat seseorang melakukan perjalanan di udara, darat dan lautan. Terkadang mereka merasa pusing dan mual seperti yang kau alami semalam. Itu namanya mabuk perjalanan." jawabnya.


Keke mengangguk. "Aku tak tahu jika aku akan membuatmu khawatir seperti itu, aku tak pernah naik pesawat. Ini pertama kalinya buatku, jadi aku..."


"Aku tahu sayang..." potong Alvin. Ia mengambil nampan makanan lagi lalu mulai mengambil sendoknya dan menyuapi Keke. "Kau pasti kelaparan." ujarnya.


Keke kembali mengangguk. "Aku sudah minum obat yang diberikan pramugari itu, dan aku bisa memakan makanan ini." jawabnya. Keke menatap Alvin lalu mengambil potongan buah buahan dan memberikan pada Alvin.


Alvin menggeleng, namun Keke tetap memaksanya. Akhirnya ia membuka mulutnya dan memakan buah buahan itu.


"Kau belum menyelesaikan makan malammu karena aku, aku tahu kau juga pasti lapar." kata Keke.


Alvin tersenyum, ia tak menyangka jika wanitanya sangat perhatian padanya. Pramugari menghampiri mereka.

__ADS_1


"Tuan dan nona, maaf mengganggu." ujarnya. "Apakah kalian ingin menu baru untuk sarapan?" tanyanya.


"Aku hanya butuh roti dan telur saja." jawab Alvin lalu menatap Keke.


Wanita itu menggeleng. "Aku sudah kenyang." ujar Keke.


"Sediakan susu." pinta Alvin pada pramugari.


Pramugari itu mengangguk. "Baik kami akan menyiapkannya 2 jam lagi." jawabnya seraya meninggalkan mereka.


Alvin menatap Keke. "Kau yakin tidak ingin makan lagi? 2 jam akan membuatmu lapar lagi sayang."


Keke menggeleng. "Aku takut memuntahkannya lagi jika terlalu banyak makan." jawabnya.


"Baiklah, tapi kau harus meminum susu." ujar Alvin.


Keke mengangguk. "Alvin, apakah kau sudah meminum obatmu semalam?" tanya Keke.


"Apa kau mengkhawatirkan aku?" tanya Alvin.


"Tentu saja, aku tak ingin kau sakit. Dan Calio akan menyalahkan aku." jawab Keke.


"Kau perduli padaku atau karena takut pada Calio." ujar Alvin.


Alvin terkekeh lalu memeluk kekasihnya lagi. "Jangan marah, aku hanya bercanda. Aku sangat rajin meminum obatnya, kau tak perlu khawatir." ujarnya.


Keke membalas pelukan Alvin. "Jangan sakit."


Alvin mengangguk. "Aku tak akan sakit selama kau masih disampingku." jawabnya.


*****


Dua jam kemudian, pramugari menyiapkan sarapan. Alvin menikmati makanannya, Keke hanya meminum susunya. Wanita itu sudah tak pusing dan mual lagi, obat anti mabuk sangat bekerja. Tapi ia terus mengeluh karena mengantuk.


"Perjalanan kita 3 jam lagi sayang, setelah minum susu kau harus tidur lagi." ujar Alvin sambil mengunyah rotinya.


"Aku bosan terus tidur, tak bisakah kita keluar dari pesawat?" tanya Keke.


Alvin tersedak lalu tertawa membuat Keke kesal.


"Kenapa?" tanya Keke.


"Ya Tuhan sayang, kita ada di udara setinggi kurang lebih 35 ribu kaki dari daratan, jika kita keluar sama saja bunuh diri sayang." jawab Alvin.


"Apa setinggi itu?" tanya Keke lagi.

__ADS_1


Alvin menganggukkan kepalanya. "Bahkan bisa lebih Keke. 3 jam lagi kita akan mendarat di bandara Husein Sastranegara Bandung. Saat itu baru kita bisa keluar." jawabnya.


"Alvin, apakah kau sering terbang seperti ini?" tanyanya.


"Ya sayang, sangat sering. Terkadang aku mengunjungi negara yang memesan manequin. Itu untuk mempererat ikatan bisnis." jawabnya.


"Apakah aku bisa ikut denganmu jika mau pergi?" tanya Keke lagi.


"Of course... Aku akan membawamu kemanapun aku pergi. Aku ingin kau terus disampingku Keke. Jangan tanyakan hal itu, karena jawabannya tentu saja ya." jawab Alvin.


Alvin menyelesaikan makanannya, ia duduk di samping Keke lalu merebahkan kepala wanita itu dipundaknya. "Tidurlah, kita akan sampai sebentar lagi." pintanya.


Keke mengangguk lalu memejamkan matanya. Alvin tersenyum saat Keke semakin nyenyak tertidur di pundaknya.


Keke, seandainya kau bisa bertahan lebih dari satu tahun begitu juga denganku. Maka aku tak akan pernah membuatmu jauh dariku sayang, kita akan menjalani hidup bersama sama. Kita akan menikah dan memiliki anak-anak yang akan menambah kebahagiaan kita. Tapi aku tak tahu ada rahasia apa yang sudah diatur oleh Tuhan, seandainya setelah aku menjalani operasi, kanker ku masih juga berkembang. Aku akan membantumu untuk kembali ke duniamu agar aku tak membuatmu terus bersedih dan mengkhawatirkan aku. Aku mencintaimu walaupun aku sama sekali tak tahu siapa sebenarnya kau Keke. Tapi perasaanku ini nyata, aku benar benar mencintaimu sayang. gumam Alvin.


Keduanya akhirnya terpejam bersama. Tak terasa 3 jam berlalu, suara pemberitahuan pesawat akan landing membangunkan Alvin. Alvin membangunkan kekasihnya secara perlahan.


"Keke..." panggilnya.


Keke terbangun. "Ada apa?" tanyanya.


"Kita sudah sampai." jawab Alvin.


Keke terbelalak lalu menatap jendela pesawat.


"Belum mendarat, baru ingin mendarat." ucap Alvin lagi.


"Tuan Mark, kalian silahkan bersiap siap. Kita akan landing. Mohon kencangkan sitbelt kalian." suara pemberitahuan dari pramugari.


Alvin memeriksa sitbelt Keke dan juga miliknya. Ia menggenggam tangan kekasihnya. "Ini akan terasa sedikit mengguncang, jika kau takut peluklah aku." pinta Alvin.


Keke mengangguk, ia tak tahu akan seperti apa guncangan itu. Benar saja baru beberapa menit, guncangan pesawat mendarat terasa dan membuat Keke benar benar takut. Wanita itu memeluk lengan Alvin sangat kuat. Alvin menenangkannya sampai akhirnya pesawat berhenti dan terlihat tulisan yang sangat besar. "Bandara Husein Sastranegara Bandung".


*****


1...


2...


3...


Next Part...


Happy Reading All...😘

__ADS_1


__ADS_2