Manequin Kekasihku

Manequin Kekasihku
Part 76


__ADS_3

Parut membawa peri Keke ke tempatnya, wanita itu perlu memulihkan dirinya akibat kehilangan sayap dan kekuatannya untuk membantu Alvin Mark sembuh.


"Peri Keke, maaf aku membawamu ke tempatku. Kau harus memulihkan tenaga dan kekuatanmu. Aku tak bisa membawamu berputar putar di kota Dinan untuk mencari keberadaan mawar biru itu. Jadi, aku yang akan mencarinya terlebih dahulu. Jika aku sudah menemukannya, aku akan kembali. Jadi tetaplah disini sampai kau pulih. Tempatku tak seindah rumah manusia, tapi disini kau akan terlindung dari panas dan dingin." ujar Parut.


"Terima kasih, kau sangat baik padaku." jawab peri Keke lemah.


"Kau peri yang sangat baik, aku senang bisa membantumu. Aku hanya makan daging mentah, kau tak mungkin memakannya. Tapi ada beberapa buah-buahan di sekitar sini." kata Parut.


Peri Keke mengangguk, ia sudah tak kuat lagi berbicara. Parut meninggalkan wanita itu untuk mencari kebun mawar biru, suara Parut sangat memekakkan telinga. Elang itu lama kelamaan menghilang, semakin jauh meninggalkan peri Keke.


Peri Keke menangis saat mengingat kejadian itu lagi, ia tak menyangka akan meninggalkan orang yang sangat ia cintai tanpa mengucapkan selamat tinggal padanya. Raja peri mungkin sedang murka saat ini setelah mengetahui apa yang ia lakukan untuk manusia, tapi peri Keke sama sekali tak perduli lagi. Ia akan menyelesaikan tugas akhir untuk rajanya.


Alvin, maafkan aku... Aku tak mengucapkan selamat tinggal padamu. Tapi seperti apapun keadaan ini, aku rela melepaskan semuanya untukmu asal kau bisa sehat. Aku mohon berbahagialah walaupun tanpa aku. gumam peri Keke.


Wanita itu akhirnya beristirahat, sedikit demi sedikit ia memulihkan dirinya sendiri.


*****


Cukup sulit menenangkan Alvin Mark yang terus menangis di lantai sambil memeluk manequinnya. Tak ada satupun yang mengerti apa yang terjadi. Dokter Mattew sudah memeriksa keadaan Alvin dan sangat terkejut karena pria itu dalam kondisi sempurna. Dokter Mattew juga sudah menghubungi Calio agar segera datang ke rumah sakit walaupun ini masih tengah malam.


Semua suster dibawa ke ruangan berbeda oleh dokter Mattew saat Calio sudah datang dan membantu Alvin tenang.


"Apa yang kalian pikirkan?" tanya dokter Mattew pada susternya.


"Bagaimana wanita cantik itu berubah menjadi sebuah manequin?" tanya Alma.


"Apa maksudmu Alma?" tanya Moli.


"Aku yakin dengan mataku sendiri dok, nona Keke masuk ke ruangan tuan Alvin. Dan pakaian yang digunakan manequin itu sama dengan yang digunakan nona itu." jawab Alma.

__ADS_1


"Ya Tuhan Alma, kau ini gila. Mana mungkin ada yang seperti itu di dunia ini." ujar Moli.


"Tenanglah..." ujar dokter Mattew. "Aku tahu ini sedikit gila, tapi aku mohon rahasiakan semua ini. Jangan pernah biarkan berita ini menyebar keluar, kita belum tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tapi aku memang mengantarkan nona Keke ke ruang rawat Alvin, saat ini wanita itu tak ada dan hanya sebuah boneka yang tergeletak di lantai." sambungnya.


"Maksud dokter bahwa tebakanku benar kan kalau..."


"Tidak Alma, jangan berpikir seperti itu." potong dokter Mattew. "Mungkin ada sesuatu yang lain yang kita tak tahu. Kita harus membuat pasien tenang terlebih dahulu. Dan tentu saja ada tuan Calio, pria itu sangat dekat dengan Alvin. Sekarang kalian kembalilah bekerja, untung saja tadi aku belum pulang ke rumah." sambung dokter Mattew.


Semuanya mengangguk walaupun mereka masih bingung dengan kejadian gila malam ini. Tubuh mereka bergidik saat mengingat pasiennya tiba tiba bangun dan yang lebih mencengangkan pasien bahkan sembuh total. Dan ditambah lagi tiba tiba ada sebuah manequin Keke yang terkenal tergeletak di lantai, walaupun mereka tahu malam ini hanya nona Keke lah yang masuk ke ruangan. Tapi mereka tak mau banyak berpikir terlebih dahulu, mereka akhirnya melanjutkan tugas malam ini.


*****


"Seorang peri? Apa maksudmu Vin?" tanya Calio saat Alvin mulai tenang dan menjelaskan semuanya.


"Itulah yang aku dengar Cal, wanita yang aku cintai adalah seorang peri. Ia menyelamatkan hidupku dengan sayapnya, ia sekarang menjadi peri cacat. Tapi mengapa ia lari dariku dan mengembalikan manequin ini padaku." jawab Alvin.


"Ini gila Vin, aku semakin tak percaya masih ada peri di dunia ini. Dan selama ini kita hidup beberapa bulan bersama seorang peri. Ya Tuhan, apakah aku bermimpi?" ujar Calio tak percaya.


"Vin, kau baru saja sadar. Jangan banyak berpikir, beristirahatlah sekarang. Aku akan mencari Keke dimanapun dan membawanya kembali padamu. Mungkin saja ia pulang ke rumah." ujar Calio menenangkannya.


Alvin menggeleng. "Aku baik baik saja sekarang, aku ingin pulang Cal. Dan aku yakin Keke meninggalkan aku, ia tak mungkin kembali sendiri ke rumah Cal. Keke maksudku peri Keke sudah kembali ke dunianya." ujar Alvin.


"Aku ikut menyesal Vin, tapi aku tak tahu harus mengatakan apa padamu." kata Calio.


"Dokter Mattew dan kedua suster itu pasti menggila sekarang, apa yang harus aku katakan?" tanya Alvin.


"Aku tak mengerti." ujar Calio.


Alvin memukul kepalanya pelan. "Kau bodoh atau bagaimana sih, Keke datang menemaniku malam ini. Alih-alih menemukan Keke, mereka justru menemukan manequin tergeletak di lantai." jawabnya.

__ADS_1


Calio baru mengerti sekarang. "Serahkan padaku, aku akan membuat mereka membungkam mulutnya."


"Kedua suster itu mungkin bisa percaya padamu, tapi bagaimana dengan dokter Mattew? Pria itu bukan orang bodoh." ujar Alvin.


"Kalau begitu katakan semuanya pada dokter Mattew, ia adalah dokter keluargamu Vin. Ia akan menyimpan rahasia ini seumur hidup." kata Calio.


"Lalu bagaimana dengan Keke, aku masih ingin bertemu dengannya. Aku tak ingin kehilangannya Cal." ujar Alvin kembali bersedih.


"Oh ayolah Vin, wanita itu berbeda dengan kita. Tak mungkin kau menikahi seorang peri." jawab Calio.


"Wanita itu menyelamatkan hidupku dengan mengorbankan dirinya, aku tak mungkin meninggalkannya walaupun ia seorang monster." bentak Alvin.


"Terserahlah, aku akan menemui dokter Mattew sekarang. Kau tenangkan dirimu, kau bukan pria lemah. Kau adalah pria yang paling kuat yang aku kenal selama ini. Dan ada kabar baik untukmu, pak Jordi berhasil dengan pupuknya dan sekarang mawar biru mu sedang bermekaran." ujar Calio seraya meninggalkan Alvin.


Alvin menatap manequin Keke yang diletakkan di ujung ranjangnya. Pria itu tanpa sadar mengeluarkan air matanya kembali. Ia yakin itu semua bukan mimpi, ia yakin Keke memang mengatakan siapa ia sebenarnya. Walaupun ia dalam keadaan koma, tapi telinganya masih bisa mendengar beberapa orang yang sering mengunjunginya.


Dan kabar baik yang Calio sampaikan seharusnya akan membuatnya senang, tapi justru menambah kesedihannya. Ia pernah berjanji pada dirinya sendiri untuk membawa kekasihnya saat bunga itu mekar. Ia ingin memberi kejutan pada wanita itu. Tapi ia justru harus kehilangan Keke, padahal mereka belum bersama selama satu tahun seperti yang Keke katakan sebelumnya.


Alvin sangat terpukul atas kejadian ini, ia akan mencari Keke kemanapun dan akan menutup hatinya hanya untuk wanita itu, walaupun ia akan melajang seumur hidupnya.


*****


1...


2...


3...


Next Part...

__ADS_1


Happy Reading All...😘


__ADS_2