
Setelah hampir seharian Calio menunggu Alvin, akhirnya pria itu terbangun dengan paniknya.
"Dimana Keke...?" tanya Alvin.
"Ya Tuhan, syukurlah kau sudah bangun. Apa kau lebih baik Vin?" tanya Calio.
"Kapan kau sampai disini? Sudah berapa lama aku tertidur? Dan bagaimana aku bisa di rumah sakit?" tanya Alvin lagi.
"Tenanglah Vin, bagaimana aku bisa menjawab pertanyaan sebanyak itu. Aku sangat mengkhawatirkanmu Vin. Kau pingsan di jalan tadi pagi saat aku baru sampai. Dan tentu saja kau dibawa pak Santoso kemari. Vin, kita tak bisa menunggu sampai kau kembali ke Perancis. Keadaanmu semakin tidak baik." jawab Calio.
"Aku tak perduli dengan tubuhku Cal, bagaimana Keke? Ya Tuhan, aku harus mencarinya." kata Alvin.
Pria itu berusaha melepaskan alat bantu pafa tubuhnya, seketika Calio melarangnya dan memegang tangan Alvin.
"Lepaskan aku Cal, aku harus mencari Keke." bentak Alvin.
"Vin, sadarlah... Kau sedang tidak baik. Kepolisian sedang mencari keberadaan Keke. Dan aku akan membantumu sebisa mungkin, tapi tetaplah kau disini. Apa kau ingin Keke melihat keadaanmu?" tanya Calio kesal.
Alvin Mark mengeluarkan air matanya, ia tak pernah merasa lemah sebelumnya. Tapi setelah ia mengenal Keke dan mengenal arti cinta, ia justru terlihat seperti pria yang sangat lemah sekarang.
"Maafkan aku Vin, aku tahu bagaimana perasaanmu sekarang. Aku juga tak ingin melarangmu seperti ini, tapi kau harus tahu Vin. Kau juga butuh tenaga untuk memulihkan keadaanmu sekarang. Dokter disini menyarankan kita ke Jakarta, kau harus menjalani operasi secepatnya." ujar Calio.
Alvin menggeleng. "Aku tak akan melakukannya sampai aku bisa menemukan dan memastikan Keke baik baik saja. Cal, aku mohon carilah Keke. Aku akan menunggumu disini. Aku janji, aku tak akan lari dari rumah sakit." katanya.
Calio menatap wajah Alvin, ia memastikan apakah Alvin akan menepati janjinya. "Seorang pria yang dipegang adalah ucapannya Vin, jika sampai kau kabur dari rumah sakit, aku akan kembali ke Perancis dan meninggalkan perusahaan." ancam Calio.
Alvin mengangguk untuk meyakinkan sahabatnya.
"Baiklah, aku akan pergi sekarang. Aku janji akan membawa kekasihmu dalam keadaan yang baik." janji Calio.
"Terima kasih Cal, aku percaya padamu." ujar Alvin. "Tunggu Cal, jangan biarkan Keke tahu jika aku sakit. Kalau kau menemukan Keke, bawalah ia ke rumah." pesan Alvin.
"Tentu saja Vin, aku akan melakukan yang terbaik untukmu." jawab Calio seraya keluar meninggalkan Alvin.
Calio menemui dokter yang merawat Alvin, ia ingin ada suster penjaga untuk ruangan Alvin. Ia takut Alvin tidak sabaran dan mengingkari janjinya. Beruntung dokter itu mau mendengarkan permintaan Calio. Calio bisa tenang meninggalkan sahabatnya sekarang. Ia pergi langsung menuju kantor polisi tanpa memikirkan rasa lelah karena ia baru sampai di Indonesia.
*****
Keke terbangun lagi, ia menatap ruangan yang kosong itu. Tak ada seorang pun yang ada disana. Bahkan pria yang mengaku tunangannya pun tak terlihat. Keke berusaha melepaskan dirinya, ia memainkan lidahnya untuk membasahi lakban yang menutupi mulutnya. Usahanya membuahkan hasil, tentu saja ia manfaatkan mulutnya yang sudah terbuka dengan berteriak meminta bantuan.
"Tolong... Siapapun... Tolong lepaskan aku..." teriak Keke.
Usahanya berteriak hampir lebih dari satu jam, membuat suaranya mulai hilang karena tenggorokannya kering. Keke akhirnya menyerah dan kembali menangis.
__ADS_1
Suara dobrakan pintu yang keras membuatnya terkejut dan ia juga sangat ketakutan. Tapi ternyata beberapa orang tersebut adalah warga yang ingin menolongnya.
"Benar kan kataku, ada yang terkurung di apartemen lama ini. Aku pikir itu hantu". ujar salah satu orang tersebut.
"Nona, kau baik baik saja kan?" tanya mereka.
Keke menggeleng, dengan suara yang tersisa ia meminta tolong pada mereka. "Bantu aku keluar dari sini." ujarnya lirih.
Mereka segera melepaskan Keke.
"Kita bawa wanita ini ke kantor polisi saja, kita tak tahu keluarganya." kata mereka lagi.
"Nona apa kau tahu dimana keluargamu?" tanya salah satu warga.
Keke menggeleng karena memang ia tak tahu dimana rumah Alvin. "Tolong bawa aku ke Alvin Mark." ujarnya.
Mereka semua menggeleng karena tidak tahu. "Kalau begitu kita ke kantor polisi saja, biar kepolisian yang mencari keluarganya." kata salah satu warga lagi.
Akhirnya Keke dibawa mereka ke kantor polisi Cianjur. Kepolisian terkejut saat warga membawa seorang wanita yang disinyalir telah diculik. Saat mereka bertanya namanya, mereka langsung menghubungi kantor kepolisian pusat Bandung.
"Sepertinya wanita yang kalian cari kami temukan, ia diantar beberapa warga kemari." ujar Briptu Diki seraya mematikan teleponnya.
"Nona... Apa kau mengenal pak Alvin Mark?" tanya Briptu itu.
"Kau tenang saja, kau sudah aman disini. Kami sudah menghubungi kepolisian pusat Bandung. Anda akan segera dijemput keluarga pak Alvin Mark." ujarnya.
Keke menghapus air matanya lalu mengangguk. Briptu Diki menyuruh anak buahnya untuk mengurus Keke. Ia segera bergegas bersama anggota yang lain menuju lokasi penyekapan Keke bersama warga yang menemukan wanita itu.
*****
Calio mendapatkan kabar baik bahwa Keke telah ditemukan, ia segera bergegas ke kantor polisi kembali. Bersama anggota kepolisian, Calio berangkat menuju kota Cianjur tempat Keke ditemukan.
Hampir 2 jam mereka sampai ke kantor polisi Cianjur, Calio benar benar bisa bernafas lega karena Keke yang ia cari ditemukan. Wanita itu terlihat baik baik saja, walaupun wajahnya sangat pucat. Calio segera menghampirinya.
"Nona Keke..." panggil Calio.
Keke mendongak lalu ia segera memeluk Calio karena mengenali pria itu. Keke menangis, tubuhnya bergetar hebat. Calio berusaha menenangkannya.
"Aku disini, tenanglah... Kau sudah aman sekarang." ujar Calio.
Keke melepaskan pelukannya lalu mencari cari keberadaan Alvin Mark.
"Alvin sedang menunggumu di rumah. Ia tidak ikut kemari karena ia takut akan membuatmu menangis semalaman." kata Calio. "Apa kau baik baik saja, apa Anem melakukan sesuatu yang menyakitimu?" tanyanya.
__ADS_1
Keke menggeleng. "Aku tak tahu mengapa tiba tiba ia menghilang. Pria itu bilang aku tunangannya. Aku sama sekali tak mengenal pria itu." jawabnya.
Calio terkejut mendengar pengakuan Keke. "Ia mengaku tunanganmu?" tanyanya.
Keke mengangguk.
"Keadaanmu kurang baik sekarang, lebih baik kita kembali ke rumah terlebih dahulu." ujar Calio. "Pak, kami akan kembali ke kantor kepolisian pusat Bandung setelah keadaan korban membaik." ujar Calio.
Mereka mengangguk. "Kami butuh kesaksian korban, kami juga sedang mencari tersangka." ujar salah satu anggota polisi.
Calio mengangguk dan membawa Keke menuju mobilnya. "Nona Keke kau bisa tidur, aku akan membangunkanmu setelah sampai di rumah." perintahnya.
Keke mengangguk dan memejamkan matanya. Calio membiarkan Keke tertidur di kursi belakang, ia membawa wanita itu kembali ke kota Bandung. Ia segera menghubungi Alvin saat Keke sudah mulai nyenyak.
"Halo Vin, kekasihmu sudah bersamaku." ujar Calio.
"Kau yakin, bagaimana keadaannya? Apakah ia terluka? Apakah Anem menyakiti kekasihku? Apakah..."
"Tenanglah Vin, ia baik baik saja. Ia ditemukan di Cianjur oleh warga. Sekarang aku menuju Bandung, Keke sedang tidur. Ia sepertinya hanya lelah dan syok." ujar Calio memotong ucapan Alvin.
"Aku akan keluar rumah sakit sekarang." ujar Alvin.
"Tidak, kau harus memulihkan kesehatanmu sebelum bertemu Keke. Aku akan berusaha mencari alasan agar Keke tidak mencarimu. Jika kau nekat keluar dari rumah sakit, aku akan melakukan apa yang telah aku katakan." ancam Calio.
"Aku merindukannya Cal, aku ingin tahu bagaimana keadaannya. Aku akan kembali ke rumah sakit setelah aku bertemu dengannya." ujar Alvin seraya memutuskan teleponnya.
"Halo Vin, Vin..." panggil Calio. "Dasar pria keras kepala." umpatnya kesal.
Calio mempercepat mobilnya agar segera sampai ke rumah Alvin Mark.
*****
1...
2...
3...
Next Part...
Happy Reading All...😘
Maaf atas keterlambatan up...🙏🙏🙏
__ADS_1