
Dokter Mattew segera membawa Alvin Mark ke ruang perawatan, ia memeriksa Alvin tanpa mengatakan apapun. Setelah ia selesai memeriksa Alvin, ia menatap Keke.
"Nona Keke, sudah saatnya kau melakukan pemeriksaan juga. Biarkan Mark beristirahat." pinta dokter Mattew.
"Dok, apakah anda marah padaku. Mengapa kau tak mau berbicara denganku?" tanya Alvin.
Dokter Mattew memang dokter keluarga Alvin Mark, ia sangat dekat dengan Alvin.
"Apakah aku boleh marah padamu Mark? Aku sudah mengatakannya dari awal, tapi kau sangat keras kepala." jawab dokter Mattew.
"Maaf, itu diluar dugaanku. Bahkan aku tak bisa meyelesaikan urusanku di Indonesia, ini semua diluar perkiraan. Seandainya saja aku menjaga kekasihku dengan baik, mungkin aku tak akan seperti ini." kata Alvin.
"Mark...ini bukan masalah Keke diculik tapi memang penyakitmu sudah tak bisa menunggu. Aku dari awal menyarankan kau menjalani operasi dengan cepat. Sudahlah, kau beristirahat saja. Besok bersiaplah untuk melakukan operasi besar itu." ujar dokter Mattew.
"Aku akan menemani Keke melakukan pemeriksaan Vin." ujar Calio.
Alvin menatap wajah kekasihnya. "Maaf sayang, aku tak bisa menemanimu."
Keke mengangguk. "Beristirahatlah, aku akan segera kembali setelah selesai melakukan pemeriksaan."
"Ya sayang..." jawab Alvin.
Dokter Mattew, Calio dan Keke meninggalkan ruangan rawat Alvin. Dokter Mattew mengajak Keke ke ruang CT Scan kepalanya. Sedangkan Calio menunggu di ruang tunggu.
*****
Bu Farah sangat tergesa-gesa menuju rumah sakit, ia merindukan tuannya dan juga Keke. Ia tidak bertemu mereka hampir 2 bulan, dan kabar tuannya justru membuatnya takut.
Bu Farah menemukan ruangan Alvin, ia segera masuk tanpa mengetuk pintunya.
"Tuan..." sapanya.
"Bu Farah, apa kabarmu?" tanya Alvin.
"Aku sehat tuan, bagaimana dengan anda? Dimana nona Keke?" tanya bu Farah.
"Aku lebih baik bu, Keke sedang melakukan pemeriksaan rutin. Bu Farah, aku titip Keke padamu. Tolong jaga ia untukku." pinta Alvin.
Bu Farah mengangguk, matanya berkaca-kaca. "Aku akan menjaga nona Keke sampai tuan sembuh seperti sediakala."
"Terima kasih bu, Keke mungkin masih tak mengingatmu. Tolong buat ia nyaman, agar sakit kepalanya tidak kambuh. Aku takut tak bisa menjaganya setelah aku operasi." ujar Alvin.
"Aku mohon jangan katakan itu tuan, anda akan segera sembuh setelah operasi. Nona Keke sangat membutuhkan tuan disampingnya." jawab bu Farah semakin sedih.
__ADS_1
Alvin tersenyum. "Jangan bersedih bu, aku pria yang paling kuat. Tentu saja aku aka baik-baik saja setelah operasi. Bu, bawalah Keke pulang ke rumah. Ia bisa menemaniku saat operasi besok, aku takut ia sakit karena lelah."
Bu Farah mengangguk. "Aku akan membujuknya. Sekarang tuan beristirahat, aku akan mencari nona Keke."
"Jangan khawatir, ada Calio bersamanya. Bagaimana urusan yang aku serahkan padamu bu?" tanya Alvin.
"Tuan tak perlu khawatir, semua pewarna dan parfum ada di gudang rahasia. Hanya aku dan tuan Calio yang tahu. Dan kabar baik dari pak Jordi, ia menemukan pupuk untuk mawar biru. Jadi anda bisa melihat mawar itu tumbuh lagi bulan depan." jawab bu Farah.
"Benarkah? Aku harap masih bisa melihatnya." kata Alvin.
"Tentu saja tuan pasti bisa melihatnya." ujar bu Farah.
"Dan jangan lupakan aku Vin." sambung Calio seraya masuk.
"Cal, apa sudah selesai?" tanya Alvin sambil mencari keberadaan kekasihnya.
Calio menggeleng. "Dokter Mattew akan melakukan pemeriksaan lebih lama, jadi aku disuruh menemanimu. Aku tak tahu jika bu Farah sudah ada disini."
"Kau gila meninggalkan kekasihku Cal." bentak Alvin, ia berusaha bangun dan ingin turun dari ranjangnya.
"Ya Tuhan, tenanglah Vin. Aku akan kembali kesana. Keke masih di ruangan CT Scan." jawab Calio.
"Biar aku saja yang menemani nona, tuan Calio tolong jaga tuan Alvin." pinta bu Farah. Wanita itu langsung keluar tanpa menunggu jawaban mereka.
*****
"Aku hanya takut Keke sendirian Cal, ia tak mengenal siapapun dan mungkin beberapa orang sedang menanti kelengahanku untuk mendapatkan Keke. Kau pasti mengerti maksudku." kata Alvin.
"Aku sangat mengerti Vin, tapi aku hanya memastikan kau sebentar. Aku tak tahu jika bu Farah sudah disini. Sudahlah, kau istirahat saja. Aku akan menunggumu, beruntunglah kita punya Jane. Wanita itu sangat cerdas menangani perusahaan." ujar Calio.
"Kau benar, Cal... Jika aku tertidur, tolong antar bu Farah dan Keke kembali ke rumah." pinta Alvin.
"Lalu bagaimana denganmu?" tanya Calio.
Alvin tersenyum. "Aku bukan anak kecil lagi, aku bisa sendiri. Kau bisa kembali setelah pekerjaanmu selesai dan menemaniku."
"Aku akan meminta suster untuk menjagamu lebih ekstra, jangan menolaknya..." kata Calio sebelum Alvin menolaknya.
"Bagaimana dengan suster yang kau sewa dari Indonesia itu, aku hampir lupa padanya dan belum mengucapkan terima kasih." ucap Alvin.
"Kau tenang saja, sudah aku sampaikan ucapan terima kasihmu padanya. Ia beristirahat di hotel malam ini, besok ia akan kembali ke Indonesia." jawab Calio.
Alvin mengangguk, ia tahu sahabatnya pasti bisa menyelesaikan semuanya. Matanya perlahan mulai mengantuk, ia akhirnya tertidur saat Calio masih berbicara tentang hal lainnya.
__ADS_1
*****
Bu Farah menanti Keke dengan cemas di ruang tunggu, saat wanita keluar dari ruang CT Scan ia segera mendekati Keke.
"Non Keke, apa kabar? Aku bu Farah." sapanya.
Keke menyipitkan matanya lalu tersenyum. "Aku baik baik saja bu, maaf aku melupakanmu. Tapi aku merasa dekat dengan anda."
"Tentu saja, non Keke dekat denganku. Dokter bagaimana?" tanya bu Farah.
"Aku belum mendapatkan hasilnya, aku akan memberitahu tuan Calio. Anda bisa membawa nona Keke kembali sekarang." jawab dokter Mattew. "Nona Keke, anda lebih baik banyak beristirahat. Kesehatan anda sangat penting untuk menjaga Mark." pintanya.
Keke mengangguk. "Terima kasih dok." jawabnya.
Bu Farah ikut mengatakan terima kasih pada dokter Mattew, lalu ia segera membawa Keke menuju ruangan Alvin Mark. Saat sudah sampai disana, ternyata Alvin sedang tertidur. Calio mendongak saat mereka masuk ruangan.
"Sudah selesai?" tanya Calio.
Bu Farah dan Keke mengangguk bersamaan.
"Ayo kita pulang sekarang, anda butuh istirahat nona Keke. Alvin memintaku mengantarkan kalian." ajak Calio.
"Tak bisakah aku tetap disini?" tanya Keke.
"Aku mohon jangan mempersulitku, besok pagi aku akan menjemput anda kembali untuk menemani Alvin operasi. Please, ikuti kata kataku." ucap Calio.
Keke mendekati Alvin, ia mengelus wajah tampan itu lalu mencium keningnya. "Sayang, aku akan kembali lagi besok." bisiknya.
"Ayo kita pulang." ajak Keke.
Calio tersenyum lega begitupun bu Farah. Mereka meninggalkan ruangan Alvin bersama.
"Tunggulah di parkiran, aku akan meminta suster untuk menjaga Alvin." ujar Calio seraya meninggalkan mereka.
Keke dan bu Farah akhirnya keluar dari rumah sakit dan menunggu Calio di parkiran rumah sakit. Mereka akan kembali ke rumah besar milik Alvin Mark. Keke pun merindukan pelayan pelayan di rumah itu.
*****
1...
2...
3...
__ADS_1
Next Part...
Happy Reading All...😘