Manequin Kekasihku

Manequin Kekasihku
Part 21


__ADS_3

Alvin Mark tidak tidur sama sekali, ia terus menatap Keke sampai berjam jam. Ia menunggu wanita itu sadar kembali, ia sangat khawatir tapi ia tak tahu harus bagaimana. Kerinduan dan perasaannya yang semakin mendalam membuatnya lupa dan mencium Keke.


Hari semakin terang, bu Farah mengetuk pintu kamar Keke.


"Tuan, anda sudah berjam jam di dalam. Anda butuh sarapan dan tidur." ujar bu Farah.


Alvin menghampiri pintu dan membukanya. "Bu Farah tak perlu khawatir, aku sudah biasa tidak tidur saat pembuatan manequin pesanan khusus." jawab Alvin seraya keluar dari kamar itu dan menutup pintunya kembali.


"Tapi sekarang berbeda tuan, tuan harus terus sehat untuk menjaga non Keke." kata bu Farah.


Alvin mengangguk. "Kau benar, baiklah aku akan sarapan sekarang. Setelah itu, bu Farah ikut aku ke ruang kerjaku. Katakan pada pelayan agar mengawasi Keke tapi jangan ada yang masuk kedalam." perintahnya.


Bu Farah mengangguk dan mengikuti tuannya ke ruang makan, Bu Farah mulai menyiapkan sarapan pagi Alvin.


"Bagaimana pekerjaan tuan akhir akhir ini?" tanya bu Farah.


"Semuanya lancar, tinggal satu minggu lagi. Aku bisa mempercepatnya dari targetku satu bulan." jawab Alvin sambil memakan sarapannya.


Bu Farah tidak mengganggunya lagi, karena ia adalah pelayan yang paling pengertian. Ia hanya terus berdiri di samping tuannya yang menikmati sarapannya. Setengah jam kemudian, Alvin selesai sarapan dan mengajak bu Farah ke ruang kerjanya.


"Duduklah bu." perintah Alvin. "Ini sangat rahasia, tapi aku percaya padamu." sambungnya saat bu Farah sudah duduk.


"Ada apa tuan? Anda bisa percaya padaku." jawab bu Farah.


"Sebenarnya aku memiliki kebun rahasia di kota Dinan. Kebun mawar biru untuk bahan pewarna manequin baru." ujar Alvin.


Bu Farah sangat terkejut saat mengetahuinya. "Kapan tuan memiliki kebun itu?" tanyanya.


"Sudah lebih dari 5 tahun bu, maaf aku baru mengatakannya." jawab Alvin. "Aku mengatakan ini sekarang karena aku membutuhkan bantuanmu mengurus kebun itu. Aku akan mengatakan secara rinci saat minggu depan aku akan mengajakmu ke kota Dinan. Setelah manequin Keke kedua selesai, aku akan membawa bu Farah melihat kebunnya. Lalu setelah semuanya selesai, aku akan mengadakan konferensi pers perkenalan Keke. Setelah itu, aku akan sibuk kembali dengan pesanan manequin buat Australia dan dilanjutkan perjalananku ke Indonesia." ujar Alvin seraya menghela nafasnya. "Bu Farah, apakah semua itu akan baik baik saja buat Keke?" sambungnya.


Bu Farah mencerna kata kata Alvin dari awal sampai akhir. "Aku pernah mendengar jika mawar biru hanya bertahan satu bulan saat ia sudah berkembang, apa itu yang membuat tuan risau?" tanyanya.


Alvin mengangguk. "Kau pelayanku yang paling pintar bu Farah." jawab Alvin.

__ADS_1


"Jadi melihat jadwal tuan yang begitu padat, membuat tuan bingung harus menangani mawar itu seperti apa. Tuan jangan khawatir, aku akan membantu tuan. Tapi jika aku boleh memberi saran, lebih baik non Keke ikut tuan kemanapun tuan pergi. Setelah perkenalannya pada dunia, ia akan menjadi incaran setiap jurnalis dan aku takut tak ada yang bisa menjaga non Keke di rumah." ujar bu Farah.


"Maksudmu, setelah aku mengenalkannya ke publik, Keke harus mengikutiku kemanapun?" tanya Alvin.


Bu Farah mengangguk. "Itulah yang harus tuan lakukan, karena non Keke bukan manusia seperti kita. Aku khawatir jika ia salah bicara dan dalam bahaya saat bersentuhan dengan manusia lain." jawabnya.


Bu Farah memang benar, itulah yang harus Alvin lakukan. Setelah publik mengetahui siapa Keke, pasti akan ada banyak beberapa pihak yang akan menjatuhkan karir dan bisnisnya.


Alvin memejamkan matanya sejenak sambil berpikir. "Bu Farah memang benar, tapi akan sangat merepotkan jika ia terus berada disampingku saat bekerja." ujar Alvin.


Bu Farah menggeleng. "Non Keke sangat polos dan penurut tuan, aku yakin ia tak akan mengganggu pekerjaan tuan. Ia seperti seekor kucing yang lembut, non Keke pasti bisa diatur tuan." kata bu Farah.


"Baiklah, aku percaya pada saranmu bu. Saat aku ke Indonesia pun, aku memang harus membawanya. Terima kasih bu, kau boleh melanjutkan pekerjaanmu. Aku akan tidur sejenak, lalu kembali ke pabrik. Bersiaplah minggu depan." ujar Alvin.


Bu Farah mengangguk dan pamit keluar dari ruangan itu. Alvin tentu saja akan tidur sejenak di ruang kerjanya. Ia sangat lelah untuk kembali ke kamarnya. Alvin memejamkan matanya, dan akhirnya ia bisa terlelap tidur.


*****


Keke terbangun dari tidurnya, ia langsung mencari keberadaan Alvin. Ia mulai terbiasa dengan tubuhnya yang panas karena sentuhan Alvin. Keke segera turun dari ranjangnya dan keluar kamar, Ayu yang menjaga pintu kamar terkejut saat melihat Keke keluar.


"Aku baik baik saja, dimana Alvin?" tanya Keke.


"Tuan sedang beristirahat karena semalaman tidak tidur." jawab Ayu.


Keke menghela nafasnya karena merasa bersalah. "Aku lapar." ujarnya.


Ayu tersenyum dan membawanya ke ruang makan, bu Farah terkejut lalu menyambutnya.


"Non Keke sudah baikan?" tanya bu Farah, dan Keke mengangguk. "Sini sarapan ada sandwich sayuran." sambungnya.


Keke duduk di ruang makan itu lalu mencicipi masakan bu Farah. Keke memang sudah terbiasa makan makanan manusia, ia tak merasakan ada efek pada tubuhnya setelah makan semua yang diberikan bu Farah.


"Dimana Alvin?" tanya Keke lagi.

__ADS_1


"Tuan tidur di ruang kerjanya." jawab bu Farah.


Ruang kerja Alvin terhubung dengan kamarnya, tapi mengapa Alvin malah tidur di ruang kerja.


"Kenapa tidak di kamar?" tanya Keke.


"Mungkin tuan sangat lelah non, non Keke habiskan sarapannya." pinta bu Farah.


Keke menggeleng, ia ingin segera bertemu pria yang sangat ia rindukan itu. Keke bangun lalu menuju kamarnya sendiri. Ia lupa jika ia belum mandi, jadi ia segera membersihkan diri sebelum menemui Alvin. Keke cukup lama mandi, bu Farah ternyata menunggunya di kamar. Bu Farah memang selalu menyiapkan pakaian gantinya dan menyisir rambutnya.


"Minggu depan, bu Farah akan bekerja diluar. Jadi nanti yang akan mengurus non itu Hara." ujar bu Farah sambil menyisir rambutnya.


"Kemana bu Farah akan pergi?" tanya Keke.


"Bekerja di tempat tuan di kota kecil, ada sesuatu disana. Tapi non tidak perlu khawatir, tuan akan selalu berada di sisi non Keke." jawab bu Farah.


"Apa Alvin tidak akan pergi lagi?" tanya Keke lagi.


"Tuan akan pergi selama satu minggu kedepan, lalu setelah itu tentu saja akan banyak waktu bersama non Keke." ujar bu Farah.


Keke tersenyum senang. "Aku akan ke ruang kerja Alvin sekarang." ujarnya.


"Tapi pelan pelan, jangan sampai tuan terbangun ya." pinta bu Farah. Keke mengangguk dan meninggalkan kamarnya menuju ruang kerja Alvin di samping kamarnya.


*****


1...


2...


3...


Next Part...

__ADS_1


Happy Reading All... 😘


__ADS_2