Manequin Kekasihku

Manequin Kekasihku
Part 46


__ADS_3

Setelah mereka sampai di Bougival, Keke langsung dibawa Alvin ke kamarnya. Hara mengikuti keduanya kedalam kamar.


"Hara tolong jaga kekasihkuku, aku akan kembali ke perusahaan." pinta Alvin.


"Baik tuan." jawab Hara.


"Lebih baik kau membawa makanan ke kamar saja, ia butuh kenyamanan dan ketenangan." ujar Alvin lagi.


Hara kembali mengangguk.


Alvin menatap kekasihnya. "Maaf aku harus ke perusahaan sayang, aku akan kembali sebelum jam makan malam. Tapi kau harus makan siang dan minum obat. Aku akan menghukummu jika kau nakal." pesan Alvin pada Keke.


Keke mengangguk. "Kau hati hatilah, aku akan menjadi anak baik di rumah." ujarnya.


Alvin mengecup keningnya. "Aku berangkat sekarang." ujarnya seraya meninggalkan kamar.


"Ayu... Jangan biarkan siapapun masuk ke rumah ini. Aku menyerahkan Keke kepada kalian, ingat jaga dengan baik kekasihku." ujar Alvin saat berada di lantai bawah.


"Baik tuan." jawab Ayu.


"Ayo Cal..." ajak Alvin pada Calio.


Calio mengangguk dan mengikuti Alvin menuju mobilnya, tapi Alvin tiba tiba berhenti di depan Calio.


"Sebaiknya aku membawa mobilku sendiri. Aku tak mau merepotkanmu lagi untuk mengantarku pulang." ujar Calio.


"Aku ini sahabatmu Vin, mengapa kau masih saja sungkan. Aku lebih tenang kau bersamaku. Aku tak ingin kau dikejar-kejar para wartawan di jalan." jawab Calio.


Alvin berpikir sejenak lalu akhirnya mengangguk. "Baiklah, jika kau tak keberatan." ujarnya seraya masuk ke mobil Calio.


Keduanya menuju perusahaan, Alvin merasa sangat bersalah pada Calio dan Jane karena selama ini perusahaan diserahkan pada mereka berdua, jadi sebelum Alvin berangkat ke Indonesia, ia akan membantu perusahaan terlebih dahulu.


*****


INDONESIA


Kabar tentang Alvin Mark mengenalkan kekasihnya ke publik cepat menyebar bahkan seluruh karyawan PT. Mark Manequin Indonesia sedang heboh membicarakannya. Anem yang sangat tak suka gosip akhirnya ingin tahu seperti apa atasan dan kekasihnya itu.

__ADS_1


Ia mengambil surat kabar dan mulai mencari beritanya, matanya terbelalak sangat lebar saat melihat foto Alvin Mark bersama peri Keke. Ia mengerjapkan matanya untuk memastikan kembali apa yang ia lihat. Jelas sekali nama itu terpampang Keke bersama manequin Keke.


Apa ini? gumam Anem.


Anem segera bertanya pada salah satu karyawan pabrik tentang maksud dari berita itu.


"Anda sebelum tinggal di Indonesia, kemana saja? Mengapa anda tak tahu soal manequin cantik buatan atasan kita." ujar Hendro.


"Intinya saja katakan padaku." ujar Anem.


Hendro mulai menunjukkan foto foto manequin Keke dan menjelaskannya.


"Kami juga sangat terkejut saat ada berita bahwa tuan Mark memiliki kekasih yang mirip dengan manequin buatannya." kata Hendro.


"Apa kau yakin wanita ini kekasih atasan kita?" tanya Anem.


"Tentu saja,itu sudah sangat jelas. Wanita itu ternyata teman masa kecilnya yang berasal dari Indonesia. Wanita yang sangat cantik, aku hampir tak bisa percaya." jawab Hendro. "Mengapa anda sangat ingin tahu pak Anem?" tanyanya.


"Selama ini aku bekerja tapi belum tahu dengan jelas siapa atasan kita, jadi aku hanya ingin mencari tahu saja. Kapan atasan kita membuat manequin Keke?" tanya Anem.


"Kalau aku tidak salah sekitar 9 atau 10 tahun yang lalu. Manequin itu terkenal di seluruh dunia, bahkan pembisnis dan pejabat menginginkan manequin itu." jawab Hendro.


Peri Keke pertama kali datang ke dunia manusia sekitar 2 bulan yang lalu, mana mungkin seorang manusia bisa membuat sebuah boneka yang sangat mirip dengan peri Keke, bahkan namanya pun benar benar sama. Lalu wanita itu apakah benar peri Keke yang dikutuk menjadi manusia? pikir Anem melamun.


"Pak Anem, pak anda baik baik saja kan?" tanya Hendro.


Anem membuyarkan lamunannya seraya mengangguk. "Aku akan ke kantor menemui pak Santoso." ujarnya seraya meninggalkan Hendro.


*****


Anem menemui Vina terlebih dahulu, ia adalah sekertaris terlama di PT. Mark Manequin Indonesia, pasti ia lebih tahu soal manequin itu.


"Selamat siang pak Anem, ada yang bisa aku bantu?" tanya Vina.


"Selamat siang juga Vin. Sebenarnya aku ingin bertemu pak Santoso tapi aku juga ingin bicara denganmu." jawab Anem.


"Silahkan pak, kebetulan pekerjaanku tidak banyak." ujar Vina.

__ADS_1


"Ini tentang manequin buatan pemilik perusahaan ini." kata Anem.


"Maksud anda manequin Keke? Apa yang ingin anda ketahui?" tanya Vina.


"Aku sudah 2 bulan bekerja disini, tapi setelah berita yang sangat heboh tentang pak Mark, aku seperti orang bodoh yang tak mengerti apapun." ujar Anem.


Vina menghela nafasnya. "Aku heran mengapa anda bisa menjadi pengawas pabrik manequin tapi anda sama sekali tak mengetahui cerita dibalik perusahaan ini. Jika aku menebak mungkin anda salah satu orang yang tak suka koran gosip pembisnis. Pak Alvin Mark dulu tinggal di Indonesia, ia bersama keluarganya merintis perusahaan ini di Perancis, dulu mereka hanya membuat manequin untuk pajangan pakaian saja. Tapi setelah berjalan dua tahun, kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan pesawat saat menuju negara Perancis. Saat itu pak Mark tidak ikut bersama mereka karena umurnya masih belasan tahun. Kedua orangtuanya akhirnya dimakamkan di kota Bandung ini. Saat itu pak Mark terus mengembangkan kemampuannya dalam membuat manequin. Ia berhasil membuat manequin Keke yang sangat cantik dan mirip seperti manusia 8 tahun yang lalu. Perusahaan ini langsung berkembang pesat, bahkan ia menjadi orang terkaya di dunia dan berhasil membuka perusahaan kedua, disinilah perusahaan keduanya. Seharusnya anda membaca profil atasan kita di agenda tentang perusahaan." ujar Vina.


Anem lebih jelas mendengar cerita dari Vina. "Lalu berita terbaru ini apa maksudnya?" tanya Anem lagi.


"Ini rahasia terbesar pak Mark, tak ada satupun yang tahu. Bahkan sangat mengejutkan, ternyata selama ini ia memiliki teman masa kecil di Indonesia dan membuat manequin itu terinspirasi dari wajahnya. Nama manequin itu pun sama dengan teman kecilnya itu. Dan kabar mengejutkan lainnya adalah ia akhirnya mengakui bahwa nona Keke adalah kekasihnya. Rumor dulu tentangnya adalah kelainan seksual karena mencintai sebuah manequin, ternyata jawabannya adalah karena ia sedang mencari kekasih atau teman kecilnya yang hilang. Kami ikut bahagia mendengarnya." jawab Vina.


Anem tak percaya penjelasan kedua, karena ia yakin wanita itu adalah peri Keke. Mana mungkin ada sebuah kebetulan seorang manusia mirip peri yang sangat ia cintai selama ini. Anem hanya tak percaya bagaimana Alvin Mark bisa membuat sebuah manequin yang mirip Keke 8 tahun yang lalu, sedangkan peri Keke baru datang ke dunia manusia 2 bulan yang lalu.


"Sepertinya aku tak perlu bertemu pak Santoso, kau sudah menjelaskan sangat banyak. Rasa penasaranku sudah hilang. Kapan mereka akan ke Indonesia?" tanya Anem.


"Jika aku tak salah, minggu depan pak Mark akan ke Indonesia. Tapi apa maksud anda dengan kata mereka?" tanya Vina.


"Aku hanya mengatakan perasaanku, kalau pak Mark akan datang bersama kekasihnya. Terima kasih Vin, aku kembali ke pabrik sekarang." ujar Anem.


Vina mengangguk dan melihat Anem pergi meninggalkannya.


Sepanjang perjalanan menuju pabrik, Anem terus bergumam.


Aku harus bertanya pada raja peri tentang kebetulan ini, aku yakin wanita yang dikenalkan Alvin Mark adalah peri Keke. gumam Anem.


Ia kembali ke pabrik dan melanjutkan pengawasan pembuatan manequin pesanan Australia.


*****


1...


2...


3...


Next Part...

__ADS_1


Happy Reading All...😘


__ADS_2