Manequin Kekasihku

Manequin Kekasihku
Part 81


__ADS_3

Deni menunduk saat Calio membawanya menghadap Alvin Mark di kamarnya.


"Naikkan kepalamu Den." perintah Alvin.


Deni mengikuti perintah Alvin lalu menatapnya.


"Apa kau mendengar pria gila ini berteriak padaku?" tanya Alvin.


Deni mengangguk. "Tapi om jangan marah, aku tak akan membongkarnya pada siapapun kalau nona Keke itu seorang peri. Aku janji akan menutup mulutku."


Alvin kembali mengumpat lalu menendang kaki Calio. "Ini semua gara gara mulutmu itu Cal." bentaknya.


"Maafkan aku..." jawab Calio.


"Den, aku percaya padamu. Kau adalah kesayanganku, jadi kau pasti bisa menjaga semua ini dari siapapun. Tapi rahasia ini hanya boleh kita bertiga yang tahu, aku tak ingin kau bercerita pada kakak kakakmu ataupun ayah ibumu. Bisa kan?" pinta Alvin.


Deni mengangguk. "Tentu saja, tapi apa ada peri di dunia ini." bisiknya.


"Tidak ada lagi." jawab Calio. "Itu hanya khayalan saja, dan kami berhenti berkhayal sekarang." sambungnya.


"Aku akan mencari wanita yang seperti tante Keke yang om lihat hari ini. Om tenang saja, aku pastikan wanita itu akan ditemukan." kata Deni.


"Terima kasih Den, tapi itu tidak perlu. Mungkin aku hanya berhalusinasi atau berimajinasi saja seperti yang dikatakan om Calio. Karena aku percaya kalian, sekarang keluarlah." pinta Alvin.


Deni mengangguk, Calio membawa Deni keluar dari kamar Alvin. Calio sangat bersalah pada sahabatnya sekarang, seharusnya ia tak berteriak soal Keke pada pria itu. Alvin sudah bertahun tahun sangat terluka karena cintanya. Calio berharap Deni bisa menjaga rahasia besar ini agar reputasi seorang Mark tidak terluka karena dianggap gila.


*****


Alvin merebahkan tubuhnya di atas ranjang, ia menatap ke atas. Pikirannya kembali mengingat kejadian siang tadi, ia yakin wanita itu sangat mirip dengan Keke. Tapi ia kehilangan jejaknya, bahkan ia tak sadar telah meninggalkan sahabatnya di jalanan.


Maafkan aku Cal, seharusnya aku tak menggila seperti ini. Tak mungkin Keke ada di dunia ini lagi. Kau benar aku terlalu terobsesi dengan cintaku. Aku tak akan melakukan kesalahan ini lagi, aku janji tak akan membuatmu terus khawatir. gumam Alvin.


Alvin keluar dari kamarnya, ia merasa lapar karena belum makan siang. Ia memang bodoh hari ini, ia mengejar beberapa taksi di jalan dan membuat beberapa taksi marah padanya karena menghentikannya mendadak.


"Mbok Eni..." sapa Alvin.


"Tuan, apakah anda ingin makan?" tanya mbok Eni.


Alvin mengangguk. "Apakah Calio sudah makan?" tanyanya.

__ADS_1


Mbok Eni mengangguk. "Walaupun tuan Calio terlihat sangat marah saat kembali, tapi ia akhirnya mau makan siang."


"Aku yang salah padanya." kata Alvin.


"Dan aku tak ingin kau melakukannya lagi." ujar Calio masuk ke ruang makan. "Jika aku belum pernah ke Bandung mungkin aku akan menunggumu sepanjang hari disana." sambungnya.


"Maafkan aku Cal." ujar Alvin.


"Sudahlah lupakan saja, makanlah sekarang. Seharusnya kita kembali ke perusahaan. Tapi sepertinya lebih baik kita kembali besok saja." kata Calio.


Alvin mengangguk. "Apa kau sudah menghubungi Vina kalau kita tak kembali?' tanyanya.


"Tentu saja, kau meremehkan aku." jawab Calio.


Alvin terkekeh, ia menikmati makan siangnya yang sangat terlambat. Untunglah mbok Eni memasak rendang kesukaannya jadi ia tetap memiliki selera makan.


*****


Panti asuhan Hidayatullah memiliki kurang lebih seratus orang penghuni. Wanita cantik berambut panjang sedang memberi pelajaran pada anak anak panti asuhan tersebut. Wanita itu sudah satu tahun mengajar anak anak menulis dan membaca tanpa meminta imbalan apapun.


"Nona Keke datang lagi, ia sedang mengajar anak-anak di taman." ujar bu Shinta ketua panti.


"Iya bu Yani benar, alhamdulillah Allah mengirim orang baik seperti nona Keke." kata bu Shinta.


"Sayang sekali nona Keke itu masih lajang, jika saja wanita itu tak menutup dirinya mungkin banyak pria yang akan mengantri." ujar bu Yani.


"Semoga Allah segera memberinya jodoh yang baik. Walaupun kita berbeda keyakinan, tapi nona Keke benar benar sangat baik pada kita." ujar bu Shinta.


"Aamiin, semoga saja ya bu." jawab bu Yani.


"Jagalah anak anak dan temui nona Keke bu." pinta bu Shinta.


Bu Yani mengangguk dan meninggalkan ruangan ketua yayasan itu. Bu Yani sedang menatap Keke yang terus tersenyum pada anak anak itu. Ia sudah selesai mengajar sekarang.


"Ayo siapa yang ingin snack?" tanya Keke.


"Saya...saya..." teriak anak anak panti.


Seperti biasa setelah ia mengajar, ia akan membagikan makanan pada anak anak panti itu.

__ADS_1


"Ayo jangan berebut, seperti biasa mengantri dengan rapi." ujar bu Yani. "Non..." sapanya pada Keke.


"Bu Yani, maaf aku terlambat hari ini. Aku tak mendapatkan bus tadi, untung saja ada taksi lewat." ujar Keke.


"Ya Allah non, tidak apa-apa. Nona datang kemari saja kami sangat senang, jika memang tak bisa datang tak apa apa. Tidak perlu datang setiap hari kemari." jawab bu Yani.


"Aku senang berada disini bersama mereka, aku juga tak memiliki pekerjaan. Aku hanya memiliki toko bunga kecil, dan sudah ada penjaganya." kata Keke.


"Bagaimana bisa dibilang toko bunga kecil non, toko bunga itu sudah terkenal di kota ini. Tak ada yang punya mawar biru seperti yang nona jual." ujar bu Yani.


Keke hanya tersenyum menanggapinya, ia terus menatap anak anak panti yang bahagia mendapatkan snack darinya.


"Aku ingin kembali kecil seperti mereka, tak ada beban apapun dalam hidup. Mereka hanya tertawa dan bermain." ujar Keke.


Bu Yani tersenyum. "Nona benar, itulah masa kecil kita semua. Mereka selalu ceria dalam beberapa kesempatan."


"Dan aku ingin terus membuat mereka ceria seperti ini." jawab Keke. "Sepertinya hari semakin sore, waktunya aku pamit pulang bu." sambungnya.


"Tentu saja non dan berhati hatilah di jalan." jawab bu Yani.


Keke mengangguk. "Salam buat bu Shinta ya." ujar Keke. "Anak anak, waktunya aku pulang." katanya.


Semuanya mengangguk lalu memeluk Keke satu per satu, mereka mengucapkan terima kasih dan selamat tinggal padanya. Keke meninggalkan panti asuhan itu, ia menggunakan taksi lagi untuk pulang ke rumahnya.


Keke adalah seorang wanita yang cantik dan sukses, ia memiliki toko bunga besar dan memiliki kebun mawar biru di rumahnya. Ia tak memiliki siapapun di dunia ini, ia tinggal seorang diri kurang lebih selama 2 tahun di Indonesia. Ia kini memiliki 3 karyawan toko bunga dan 2 pelayan di rumahnya. Wanita itu sangat baik dan sudah satu tahun ia memiliki kebiasaan mengajar anak anak panti asuhan tanpa imbalan apapun. Ia senang melakukannya untuk mengisi waktu luangnya sehari hari.


*****


Lalu siapakah Keke sebenarnya? Apakah ia adalah peri Keke?


Nantikan kelanjutannya...


1...


2...


3...


Next Part...

__ADS_1


Happy Reading All...😘


__ADS_2